NovelToon NovelToon
Dinikahi Calon Mertuaku

Dinikahi Calon Mertuaku

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:122.5k
Nilai: 5
Nama Author: kak meyla

(REVISI)
Airin masih kelas 3 SMA dan sebentar lagi akan ujian Akhir.

Airin mempunyai kekasih bernama Arga mereka saling mencintai, Hingga suatu saat mereka kepergok melakukan hal yang tak seharusnya.

Sehingga mereka didesak menikah oleh orang tua Airin, Disaat hari pernikahannya tiba Arga malah kabur dan entah kemana.

Bagaimana nasib Airin, setelah ditinggal pergi oleh sang calon suami?

Ini novel pertamaku, jadi mungkin banyak kekurangan dan masih terus belajar. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kak meyla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Setelah makan malam, Airin dan Daddy segera pulang kerumah karena percuma juga menunggu Ayah Bima.

Pasti Ayah akan acuh terhadapnya. Entah apa salahku sehingga Ayah tak pernah menganggap dia ada.

"Rin kenapa bengong?" Ujar Daddy dengan masih fokus menyetir.

"Lagi mikirin Ayah Dad, apa sebenarnya salah Airin. Kenapa Ayah gak sayang sama Airin, bahkan Mas Wildan pun tidak pernah menganggap Airin sebagai adiknya?"

"Apa Airin, bukan anak kandung Ayah yah Dad?. Ayah tuh benci banget sama Airin, kalau Ayah ngeliat Airin. Pasti beliau selalu mengeluarkan Aura kebencian disorot matanya!" ujar Airin dengan mata yang berkaca-kaca.

"Kamu ini kalo ngomong sembarangan aja,"

"Udah, gak usah dipikirkan. Yang terpenting Daddy akan selalu ada untuk Airin dan akan selalu menyanyangi Airin."

"Aduhhh,,, Daddy so sweet banget sih, jadi meleleh ini." Ujar Airin dengan tersenyum manis.

"Makasih yah Dad sudah menyanyangi Airin sebagai Anak Daddy. Airin merasa seperti punya Ayah, semenjak mengenal Daddy." Airin sengaja menggoda Arya. Ada yang bakalan ngambek nih batinku tertawa jahat.

"Jadi kamu cuman nganggep Daddy sebagai Ayah kamu begitu?" ujarnya dengan mata melotot.

"Baik lah. Daddy akan menganggap kamu hanya sebagai anak." Arya langsung keluar dari dalam mobil. Tanpa melihat lagi kearah Airin.

Astaga Daddy ngambek beneran. Padahal kan tadi cuma bercanda, Sambil kutepuk jidatku. Dasar daddy gitu aja marah.

Hufff,,,, Semangat Airin, berikan Daddy jurus yang jitu biar Daddy ngak ngambek lagi ujarku membatin. Untuk menyemangati diri sendiri, sambil membanyangkan ide dikepala kecilku dan kemudian tersenyum.

Udah nyampe aja. Gara-gara Daddy ngambek terus nih, jadi ngak fokus.

Setelah itu dia langsung keluar dari dalam mobil dan menuju kamar Daddy.

Hmm Daddy mana yah, sambil melihat kearah kasur.

Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan Daddy hanya menggunakan handuk didaerah terlarangnya aku yang melihatnya hanya bisa menelan air liur.

Dasar aku ini, liat kaya gitu aja udah Khilaf. Fikiranku udah treveling kemana-mana.

Hmmm ...

Daddy berdehem membuyarkan lamunan mesumku. "Ehhh Daddy udah mandi yah, aduh wangi banget sih Dad" ujarku yang mulai melancarkan aksiku.

"Ngapain kamu kekamarku?" ujarnya sinis.

"Inikan kamar aku juga Dad."

"Bukannya ini kamar seorang yang kamu anggap Cuman, sebagai AYAH." katanya sarkas

"Tidak mungkin kan, kamu tidur dikasur dengan seorang yang kamu anggap ayah itu." ujarnya sinis.

Sambil Daddy berjalan kearah lemari untuk memakai pakaian tidur. Astaga omongannya kalau marah jahat banget sih. Oke. Kayanya harus ngambil jurus lain nih batinku.

"Dad, Airin kan tadi cuman bercanda,"

"Jangan diambil hati dong Dad, udah tua juga ko ngambekan banget sih." ujarku dengan nyegir.

"Ia emang Daddy udah Tua. tidak pantas jadi Suami kamu, pantesnya itu cuman jadi ayah kamu."

Aduuhhh. Salah ngomong lagi nih gue.

Ampun deh ini mulut, nggak bisa dikontrol banget deh ini. Lagian Daddy ko jadi baperan gini sih batinku.

Tidak ada cara lain, cuma buka segel aja nih satu-satunya yang bisa bikin Daddy jadi ngak marah lagi.

Oke kita ambil jurus yang ketiga.

Jurus terakhir yaitu jurus kemesuman. Batinku tertawa jahat.

"Dad, tolong bukain kancing baju Airin yang dibelakang dong dad, Airin ngak nyampe nih" ujarku beralasan.

"Sana suruh Bibi aja, Daddy mau tidur, l" ujarnya lansung naik keatas kasur.

Hufff..

Bener-bener yah ini sih Daddy. Kalau ngambek udah kaya remaja aja.

"Ia udah. Airin suruh Mang Ujang aja. Soalnya Bibi ada kerjaan." ujarku langsung ingin keluar dari kamarnya. Tapi baru saja tiga langkah. Daddy sudah menahan tanganku.

"Sini biar Daddy aja yang bukain!" ujarnya dengan jutek.

"Sini mendekat, ngapain malah berdiri situ" Katanya dengan wajah jutek.

Sabar. Sabar. Sabar...

Airin pun mendekat kearah Daddy. Aku merasakan kancing bajuku sudah dibuka satu persatu oleh Daddy. Aku merasakan jakun Daddy naik turun melihat punggungku yang polos.

"Aduh Gatel nih, tolong digaruk dong Dad." ucapku memberi alasan.

"Dimana?" ujarnya masih cuek.

"Disini dad," ujarku sambil menunjukkannya.

"Ia dibawah lagi Dad, tolong." Kataku tiba-tiba. Daddy berdehem. Entah apa yang Daddy rasakan, tapi aku pura-pura tidak tau.

"Makasih yah Dad, Airin mandi dulu." ujarku dengan langsung mencium pipinya. setelah itu aku langsung lari kekamar mandi, rasain emang enak airin kerjain.

Panas. Panas. Deh, Daddy. Bodoh amat lah.

Setelah selesai mandi. Airin pun keluar dari kamar mandi, dia melihat Daddy berbaring dengan keadaan gelisah.

Setelah memakai piama tidur Airin langsung mendekat kearah daddy.

"Daddy kenapa belum tidur, apa mau Airin pijitin?" Ujarku dengan menggoda dan sengaja membuat suaraku jadi serak-serak basah.

"Airin pijitin yah,"

"Udah ngak usah," ujarnya masih dengan jutek.

Serta memalingkan wajahnya kearah lain.

"Ia udah Daddy tidur gih, Airin mau balik kekamar" ujarku dengan sudah memikirkan ide jail di otak kecilku. Tiba-tiba, Daddy mendorongku kekasur dan Daddy langsung menindihku.

"Jangan coba-coba menjahiliku Rin." ujarnya dengan berkabut gairah seperti menahan sesuatu.

"Kamu sudah membangunkan macan yang sudah tertidur." Daddy kemudian melihatku dengan intens kemudian menangkup wajahku dan mencium keningku, turun kemata, Kanan dan kiriku, turun lagi ke Hidung, setelah itu bibir dan terjadilah seperti yang kalian pikirkan.

1
ayu cantik
bagus
Yanita Dewi
sisil mending jodohnya sama rizal aja, klo riko kan maunyakan pacaran mulu, ga mau nikah..
Aegis
ninggalin jejak samep sini dulu. nanti aku lanjut.
Kak Meyla: Makasih kak🥰🙏
total 1 replies
Dewi Suntana
d tunggu cet
rita barunyaaa... tentang nana .
Kak Meyla: Ayo kak dibaca udah bab 13🤭🙏
total 1 replies
guntur 1609
ohh. anak arya kembar rupanya
guntur 1609
lah masa kalaupun hamidun si airin
masa gakndijelaskan di awal sm doktet
guntur 1609
sedang berduaan sm bapakmu. rasakan kau. mantanmu jadi mama tiri loe
Kak Meyla: Mantan pacarku ternyata ibu tiriku🤭😄
total 1 replies
Zhu Yun💫
Serius udah end ini kak? Ayuk aku tunggu karya barunya kakak 🙏🥰
Kak Meyla: Makasih banyak kak, sudah mendukung🙏🥰
total 1 replies
Zhu Yun💫
Memangnya terjadi apa ini? 🤭
Kak Meyla: Hehehehehe
total 1 replies
Zhu Yun💫
Iya'in aja Ga 🤭
Zhu Yun💫
Udah 5 tahun aja 🥺
Zhu Yun💫
Semangat kakak 💪💪🥰
Zhu Yun💫
Mulutnya Stella perlu dilakban itu Bun 🤭
Teteh Lia
di tunggu karya berikutnya Kaka... 🌹
Kak Meyla: Makasih banyak kak, suka mendukung. 🙏🥰
total 1 replies
Teteh Lia
apa yang seharusnya terjadi, kak? 🤭
Kak Meyla: heheheeheh
total 1 replies
Teteh Lia
cieeee.... yang matang lebih menggoda... asal jangan terlalu matang banget lah... 🤭✌️
Teteh Lia
bukan narsis bang, tapi bangga.
Zhu Yun💫
Ayo kakak semangat update. Kalau udah bab segini biasanya lagi males2nya nulis aku 😆 tetap semangat kakak 💪
Zhu Yun💫
Arga udah mau panggil Bunda, Airin nya masih gue2 aja 😏
Zhu Yun💫
Siram pakai air aja Rin biar cepet bangun 😝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!