Menepati janji pada pria kaya raya. Harus menebus semuanya dengan menukar salah satu putrinya untuk menikah dengan CEO Terkenal seluruh dunia no 1.
Pria yang akan menjeratnya dengan pernikahan diatas kertas, melahirkan sang pewaris, selain itu ada rencana tersirat di balik pernikahan itu. Dan pastinya yang tidak diketahui oleh si wanita, ia dijadikan istri kedua.
Maaf jika ada sedikit Typo dan cerita nya kurang berkesan atau menarik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon utayi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 11
.......
Kakak kakkaku aku mohon dukungan dari kalian, jangan lupa ya vote novel aku ya. aku tunggu loh dukungan nya ya. please .. please.. please 😘😘😘😘😘 luph u untuk para pembaca karya Utayi ya.
Maaf ya jika ada banyak salah dalam cerita nya sedikit Typo juga di sana sini atau cerita nya kurang berkesan.
Dan untuk yang terakhir jangan tinggalkan juga likes, gift hadiah atau iklan boleh juga, cuma itu sih sama coment terserah kalian. Hanya itu yang aku katakan sekian dari Utayi terima kasih ya.
💞💕💞💕💞💕💞💕💞💕💞💕💞💕💞💕
........
Perusahaan Al.Group
"Agus, kau gantikan meeting aku beberapa jam lagi..!" Titah Alister dengan tegas.
Lalu menarik lengan Nabilla hingga ia terseok seok dan itu menjadi sorotan beberapa karyawan nya.
Agus yang melihat kepergian tuan Alister, hanya bisa menghela pasrah dan menunggu meeting dengan beberapa karyawan membahas tentang beberapa presentasi yang akan dilakukan oleh para karyawan.
Sampai mereka di ruangan kerja tuan Alister dan di dalam ruangan itu ada kamar kosong yang biasa di gunakan Alister jika jam istirahat.
"Layani aku.." Ujar nya dengan terduduk di sofa dengan angkuhnya.
"Layani seperti apa tuan..?" Nabilla memundurkan langkahnya dengan sigap Alister menarik pinggang Nabilla sehingga ia terduduk dipangkuan pria itu.
"Jangan seperti ini... aku... aku... akan melakukan nya..." Ujar Nabilla yang merasa tidak nyaman posisi mereka begitu sangat intim. "Shttt..." umpat Alister saat merasakan sesuatu yang berdiri di balik celananya.
"Tuan kenapa...?" Tanya Nabilla dengan polos melihat ekspresi wajah Alister menahan sesuatu.
Alister terdiam menatap wajah cantik Nabilla yang sangat natural dan turun ke bibir ranum Nabilla yang sangat menggoda untuk nya.
"Rasanya jika seperti ini, aku ingin menerkamnya sekarang..." Umpat Alister dalam hati, itu semakin membuat sesuatu dibalik celananya semakin keras.
"Tuan... " Cicit Nabilla bergerak ke sana kemari saat merasakan sesuatu yang begitu keras menekan miliknya.
"Diamlah...!" Ujar Alister memejamkan mata nya dengan tiba - tiba memeluk tubuh Nabilla.
"Ada apa dengan jantung ku akhir - akhir ini.." Batin Nabilla merasakan ada setruman begitu kuat dan detakan jantung berpacu begitu cepat setiap kali Alister menyentuhnya.
Bau parfum pria ini begitu sangat keras tercium dan Nabilla begitu sangat menyukainya. Ingin rasanya ia selalu dekat dengan suaminya.
"Kau berpikiran apaan sih bill. Kau tidak boleh jatuh cinta pada lelaki seperti Alister, ia itu musuhmu..! Kau camkan itu...!" Jerit Nabilla dalam hati, dengan pelukan Alister yang terlepas dan kini manik mata mereka bertemu. Hembusan nafas diantara mereka begitu terdengar sangat jelas.. dan itu membuat mereka membeku.
"Tuan..." Nabilla menahan tubuh Alister, ia tahu apa yang akan dilakukan oleh pria itu.
"Kau menolakku..?" Ujar Alister menatap Nabilla tajam yang kini pipinya terasa memerah.
"Tidak. bukan begitu.. emmm...." Nabilla mengigit bibirnya, harus berkata apa ia sangat begitu gugup dan malu.
"Tuan aku mau ke toilet." Cicit Nabilla, bergerak untuk turun dari pangkuan Alister.
"Jangan panggil aku tuan mulai sekarang...!"
"Lalu aku memanggil anda pak, om, atau paman?" Tanya Nabilla sedikit memberikan lelucon baginya tidak masuk akal.
"Panggil aku..." Sembari Alister mendekati wajah Nabilla dan menatap bibir Nabilla. "aku apa tuan...?" Tanya Nabilla tidak sabaran.
"Suamiku.."
"Apa suamiku...?"
"Apa kau tidak mau mengatakan suamiku padaku...?" Alister semakin mendekatkan wajah Nabilla dengan kening mereka saling bersentuhan sekarang.
Bukan karena Nabilla tidak mau, melainkan itu sangat mengelikan untuknya. Apalagi ia yang mendengar kenyataan akan menikah saja dan membayangkan ia memiliki suami saja membuat nya merasa ngeli
Tok..tok...
"Tuan.." Nabilla lagi - lagi mendorong tubuh Alister mengurungkan niatnya untuk mencium bibir Nabilla.
"Shittt..." umpat Alister.
Mendengar suara ketukan pintu membuatnya gagal untuk merasakan bibir Nabilla yang sangat menggoda untuk nya.
kok amelia nampar dinda?
mulai wkwkw
gemes aku