Menceritakan seorang pemuda hebat yang hidup di Dunia Sihir. Tapi dia harus mati setelah dihianati oleh suatu kelompok yang telah ia bantu. Meskipun telah mati, rupanya ia bereinkarnasi ke Dimensi Lain setelah jiwanya dan pikirannya masuk ke dalam tubuh seseorang yang masih remaja.
Ternyata, kehidupan di Dunia barunya, bukanlah Dunia Sihir, tepatnya Dunia yang biasa-biasa saja. Tapi ada 1 hal yang membuat dirinya istimewa, yaitu dia bisa menggunakan Sihir.
***
Note : Cerita ini berlatar Multiverse dan Sequel dari cerita 'OVERSOLDIER'.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn_Frankenstein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11
Peter kembali bersuara. "Jika kalian ingin ribut, jangan disini, diluar saja. Aktifitas kalian membuat para pelanggan lainnya terganggu."
"Siapa kamu ?" tanya laki-laki1.
Laki-laki2 bersuara. "Kamu hanya 'lah pelayan disini, jangan ikut campur urusan kami."
Dengan dingin, Peter menjawab. "Justru karena saya adalah seorang pelayan disini, maka dari itu saya berhak ikut campur."
"Karena kalian tak hanya membuat para pelanggan kami terganggu, tapi kalian juga telah membuat kami sebagai karyawan tak bisa fokus bekerja." tambahnya.
"Kalau begitu, kalian tinggal risegn saja, dan cari kerjaan yang lebih bagus dari tempat ini." jawab laki-laki2.
Peter tersenyum. Karena kata-kata laki-laki2 ini ada benarnya. Mencari pekerjaan yang lebih bagus. Namun masalahnya, ia masih berstatus pelajar. Tidak mudah mencari pekerjaan untuk seseorang yang masih berstatus pelajar.
Peter berkata. "Apakah kamu memiliki pekerjaan yang enak ? Dengan mudahnya kamu berbicara begitu padaku."
"Lebih baik kamu diam, jangan ikut campur !!" ucap Laki-laki2 sambil mendorong tubuh Peter hingga terdorong satu langkah saja.
Laki-laki2, yang merasa diselingkuhi, merasa heran dengan laki-laki1. Pasalnya, yang seharusnya marah 'kan dia. Kenapa laki-laki2 harus marah ? Dan kenapa marahnya ke orang lain yang berusaha menenangkan mereka ?
Aksi laki-laki2 yang mendorong Peter, menimbulkan omongan-omongan semua para pengunjung. Mereka berbicara yang tidak-tidak tentang laki-laki2 itu, dan perempuan yang dipergoki selingkuh oleh pacarnya.
Peter yang terdorong, pun kembali mendekat. Ia berkata. "Apakah anda tidak sadar ? Anda telah menjadi pusat perhatian orang-orang disini. Apa anda segitu kayanya, sehingga anda masa bodoh dengan keadaan sekitar ?"
Laki-laki2 akan membalas, namun si perempuan berkata padanya. "Sudah cukup. Lagi pula kita sudah ketahuan. Buat apa di teruskan. Justru kalau dia sudah tau, kita tak perlu bersembunyi tentang hubungan kita."
Setelah mengatakan itu, perempuan itu menarik laki-laki2 dan pergi menyeretnya menuju pintu keluar. Namun Peter lebih dulu memegang pundak laki-laki2 itu dengan erat.
Laki-laki2 dan perempuannya menatap Peter dengan tatapan marah. Laki-laki2 bersuara. "Lepaskan tangan kotormu dariku."
Peter menghela nafasnya. "Sebenarnya aku juga tak ingin menyentuhmu yang tak pernah mandi. Aku cuma mengingatkan kepada kalian berdua, sebelum pergi, jangan lupa bayar."
Seketika ucapan Peter membuat para pengunjung yang mendengarnya tertawa dan menatap mengejek ke arah pasangan yang baru saja ketahuan selingkuh.
Dengan rasa malu, laki-laki2 berjalan ke arah kasir sambil bergandengan tangan perempuannya. Lalu ia memberikan 1 lembar merah. "Ambil saja kembaliannya."
Setelah itu mereka berdua pun berjalan ke arah jalan keluar. Sedangkan laki-laki1, ia hanya menatap kepergian mereka dengan tatapan sedih. Dia memilih duduk di kursi kosong terdekat.
Dia tak mau duduk di bekas duduk teman dan pacarnya, upss..., mantan teman dan mantan pacarnya. Dia sesekali mendapat perhatian para pengunjung. Ada yang memberi tatapan iba, kasihan, dan yang lainnya.
Peter pun pergi ke dapur. Beberapa saat kemudian, ia kembali membawa gelas kaca yang berisi air bening. Lalu ia memberi laki-laki yang galau karena baru memutuskan hubungan pacar dan temannya.
"Minumlah." ucap Peter setelah meletakan gelas kaca berisi air, di meja. Tepat dihadapan laki-laki galau ini.
"Terimakasih." jawabnya.
Lalu Peter langsung pergi meninggalkan laki-laki itu sendirian. Ia melakukan itu bukan perhatian, melainkan karena ia merasa kasihan saja.
Peter kembali fokus bekerja. Laki-laki galau itu pun pergi meninggalkan uang 5 ribu yang ia selipkan di alas gelas. Mungkin untuk membayar minumannya. Padahal air bening di caffe itu gratis.
Para pengunjung caffe yang melihatnya hanya bisa mendoakan dia, semoga kedepannya, laki-laki itu harus bisa move one dari 2 orang yang sudah menusuknya dari belakang.
.....
Hari sudah malam. Jam juga sudah menunjukan jam 10 malam. Semua karyawan caffe telah beres-beres. Sungguh hari yang melelahkan untuk semuanya. Namun semua tersenyum, karena para pengunjung puas dengan pelayanan mereka.
Para karyawan kagum atas tindakan Peter yang telah menenangkan atas kejadian yang tadi. Setelah saling berpamitan, mereka pun pulang dengan kendaraan mereka masing-masing.
Namun, yang menggunakan ojek atau taksi online. Dan juga ada yang berjalan kaki seperti Peter dan Kevin. Namun arah jalannya berlawanan arah, jadi mau tak mau, dia tak bisa pulang bersama Peter dan Kevin.
Peter dan Kevin kini tengah berjalan melewati jalan sempit. Kevin bersuara. "Besok adalah hari minggu, jadi aku bisa tidur sepuasnya !!"
Peter hanya terkekeh mendengarnya. Saat baru saja keluar dari jalan kecil. Pandangan Peter dan Kevin menangkap sebuah kendaraan mobil berwarna merah tengah melakukan drift. Mobil itu memutar balik, rupanya dia sedang dikejar rombongan motor polisi.
Peter dan Kevin berjalan di trotoar. Kevin berkomentar. "Aksinya sangat bagus, mungkin dia telah melakukan kesalahan lalu lintas, jadi dia dikejar tim jaguar."
"Mungkin karena mobilnya telat pajak." balas Peter.
Kevin tertawa. "Hahahaha..., bukan cuma telat pajak, mungkin juga karena mobilnya dimodifikasi."
"Bisa juga." sahut Peter.
Beberapa saat kemudian, mereka akan melewati minimarket, langkah kaki Peter berhenti. Ia menatap Kevin. "Kamu pulang lebih dulu, aku mau ke minimarket."
Kevin mengangguk kepalanya dan menjawab "Baiklah." Kevin lebih dulu pergi ke kos-kosannya. Sedangkan Peter ia melangkah masuk ke dalam minimarket. Ia akan membeli sesuatu di dalam.
Peter membeli beberap snack dan 2 minuman teh botol plastik. Ia akan mengomsumsinya untuk hari minggu besok. Ia ingin bermalas-malasan keluar dari kamarnya.
Peter melangkah keluar dari minimarket. Ia memasukan Snack dan minumannya ke dalam tas ranselnya. Ia setelah agak jauh dari minimarket, Peter melangkah kakinya ke berbelok yang bukan ke arah jalan pulangnya.
Langkah kakinya terhenti. Peter membalikan tubuhnya dan berkata. "Keluarlah dari persembunyian kalian !! Aku sudah tau kalian mengikutiku."
Dan benar saja, keluarlah orang-orang berbadan besar. Ada yang keluar dari semak-semak, ada yang keluar dari balik tiang, dan tembok. Bahkan ada 4 orang yang turun dari mobil kijang hitam.
Peter menatap mereka semua. Mereka berjumlah 9 orang, sebagian wajah mereka sama-sama ditutupi oleh kain. Peter pun bertanya. "Bolehkan aku bertanya, siapa kalian ?"
Tak ada jawaban. Peter menghela nafasnya, ia pun bersuara lagi. "Aku tak tau dimana salahku. Namun yang jelas, aku tidak akan melepaskan kalian semua."
Tanpa aba-aba, ke-9 orang itu langsung maju ke arah Peter. Dengan Sihir Anginnya, Peter melompat tinggi. Ke-9 orang itu terdiam membeku melihat aksi Peter yang dapat melompat tinggi.
Tapi tunggu !! Peter tak turun untuk mendaratkan kedua kakinya. Melainkan Ia terbang mengambang di hadapan mereka.
Lagi-lagi ke-9 orang itu terbelalak tak percaya apa yang mereka lihat. Mereka semakin dibuat terkejut, melihat Peter mengeluarkan percikan Petir di sekitar tubuhnya.
___________
Jangan Lupa Like.
ternyata kalo tdk dijdkan favorit/masuk rak buku, malah like yg sebelumya hilang semua..