NovelToon NovelToon
Ajari Aku Apa Itu Cinta

Ajari Aku Apa Itu Cinta

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jindael

Cerita bermula dari seorang gadis penulis yang mendapatkan permintaan dari pembaca untuk membuat cerita tentang percintaan. Gadis itu bernama Larasati seorang penulis amatir yang tak mendapatkan banyak pembaca. Tiba-tiba di beri permintaan untuk membuat kisah percintaan. Apa yang akan ia lakukan? Terlebih lagi ia tak pernah mempunyai kisah percintaan di masa hidupnya. Suatu ide gila muncul dari pikirannya untuk menghubungi teman laki-laki yang bisa dianggap dulu pernah ditaksirnya sewaktu di bangku SMK ia adalah Dika. Larasati sudah mengikuti akun instagramnya dari dulu dan ia pun berniat mengirim pesan bantuan lewat media tersebut. Butuh banyak keberanian untuk mengirim pesan yang terbilang baru pertama kali itu. Jawaban apa yang akan diterimanya? Akankah lelaki tersebut akan membantunya hingga sebuah cinta hadir diantara keduanya. Semua akan terjawab di dalam kisah yang ku tulis ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ikut Bekerja

Pagi hari menyambut suasana ceria hati Larasati. Ini adalah hari dirinya pertama kali bekerja. Ia yakin hari beruntung akan hadir padanya. Setelah Salma selesai mandi, ia langsung bergegas menuju kamar mandi. Sementara di tempat yang berbeda, Dika juga sudah mandi dan berpakaian. Ia menatap ke cermin memperbaiki penampilannya yang terlihat begitu tampan di depan cermin.

Keduanya mulai berangkat dari tempat yang berbeda. Larasati mengendari motornya meninggalkan rumah begitu juga dengan Dika. Pagi yang cerah menemani mereka berkendara menuju tempat yang sama.

Larasati tiba di cafe Bagas sebelum Dika. Ia masuk dan disana sudah ada Bagas yang menunggunya. Bagas berangkat dari subuh untuk mempersiapkan cafe nya yang akan resmi di buka hari ini.

"Pagi Ras!" Sapa Bagas langsung ketika melihat Larasati datang.

"Pagi juga Gas, kau awal sekali datang," balas Larasati sambil menggantung tas miliknya di tembok.

"Sengaja untuk persiapan," ucapnya.

"Oh.... ini baru aku yang datang kah, orang yang akan menemaniku bekerja sudah dapat kah?" tanya Larasati padanya.

"Sudah, ia mungkin sebentar lagi datang," jawab Bagas sambil mengambil sesuatu di sampingnya.

"Oh begitu." Larasati manggut-manggut.

"Oh iya ini seragam bekerja mu," ucap Bagas memberikan seragam kerja padanya.

"Ah terima kasih, kalau begitu aku pinjam kamar mandinya," izin Larasati.

"Silahkan Ras," ucap Bagas santai.

Tak berselang lama setelah Larasati pergi ke kamar mandi, Dika sampai di parkiran. Ia melihat motor Larasati yang sudah terparkir di dekatnya.

"Anak itu sudah datang rupanya," ucapnya sambil turun dari motornya.

Dika pun masuk dan menemui Bagas. Mereka berdua saling berbincang satu sama lain untuk mengenal. Dika tampak berpura-pura akrab dengannya sampai Larasati kembali.

"Bajunya sangat pas, terima kasih Ga_" ucapan Larasati terhenti karena terkejut melihat Dika yang juga ada disana.

"Dika," ucapnya lirih.

"Eh Larasati kau sudah selesai." Bagas menghampiri Larasati.

Larasati mengangguk, "Dia...?" tunjuknya.

"Ah ini Dika partner mu bekerja," jawab Bagas sambil memperkenalkannya pada Larasati.

"Halo Larasati!" Sapa Dika dengan senyum lebarnya.

"Eh kalian saling kenal," ucap Bagas tak percaya.

"Tentu, kita kan satu alumni dulu," kata Dika langsung merangkul Larasati.

"Benarkah Ras?" tanya Bagas memastikan.

Larasati mengangguk sambil masih di rangkul oleh Dika. Ia berusaha melepaskan rangkulannya darinya.

"Wah kebetulan sekali kalian saling kenal jadi kalian bisa dengan mudah bekerja sama," ucap Bagas pada mereka.

"Tentu ya kan Ras," kata Dika sambil mengedipkan matanya ke Larasati.

"Ok Laras, Dika kalian berdua siap-siap sebentar lagi cafe mau buka," ucap Bagas memberitahu.

"Baik Gas." Larasati mengerti.

"Siap Bos," ucap Dika sambil memberikan hormat pada Bagas.

"Laras, semangat ya!" Bagas maju mendekati Larasati, ia mengusap kepalanya sambil menyemangatinya.

"Makasih Gas." Dika kembali tak suka melihat Bagas menyentuh kepala Larasati dan tersenyum padanya. Bagas sudah pergi ke depan untuk bersiap menyambut pengunjungnya. Kini tinggallah mereka berdua.

"Dika, kau kenapa bisa di sini?" tanya Larasati ingin tahu.

"Emang aku tak boleh bekerja disini?" jawabnya berbalik tanya.

"Jadi kamu_" Larasati teringat.

"Partner mu sekarang, mohon bantuannya ya, potong Dika langsung.

Larasati terdiam. Ia tak menyangka yang akan menjadi partnernya adalah Dika yang disukainya.

"Kenapa diam?" tanya Dika sambil menatap matanya.

"Tak ada, ayo bantu aku rapikan ini." Larasati langsung memalingkan wajahnya dan menyuruhnya untuk bekerja.

"Iya Laras sini aku bantu," ucap Dika tersenyum menggoda.

Beberapa menit kemudian, cafe milik Bagas yang di beri nama Star Cafe resmi dibuka. Banyak pengunjung yang datang karena penasaran dengan cafe yang baru berdiri itu. Ditambah lagi ada bartender tampan membuat para wanita kebanyakan yang hadir mengantri.

"Aduh tampan nya," ucap satu remaja cewek sambil menatap genit kearah Dika.

"Mas, satu kopi vanilla bonusin senyuman masnya ya," timpal wanita di belakang remaja tadi.

Dika hanya tersenyum menanggapinya. Larasati yang sedang merapikan meja pelanggan melihat ke arah Dika dengan tatapan sedikit kesal.

Semakin siang semakin rame pengunjung. Dika terlihat kewalahan melayani para pelanggan yang kebanyakan gadis-gadis itu. Dika melihat Larasati tak begitu sibuk akhirnya memanggilnya untuk meminta bantuan.

"Laras, bisa kesini bantu aku," panggilnya.

"Ah iya aku datang," jawab Larasati cepat.

Sampai di tempat bartender, Larasati bingung apa yang harus ia kerjakan. Ia akhirnya memilih bertanya pada Dika. "Apa yang harus ku bantu?"

"Cepat ambilkan gula di atas bisa kan," jawab Dika sambil melayani.

"Bisa bisa," ucap Larasati segera.

Larasati langsung mengambil gula di atas namun ternyata tangannya tak sampai membuat dirinya kesusahan untuk mengambilnya.

"Laras kau bisa tidak?" panggil Dika karena gulanya tak segera diberikan.

Dika berbalik dan melihat Laras yang sedang kesulitan untuk meraih gula tersebut. Melihat itu Dika langsung menghampirinya dan dari belakang tangan Dika membantu mengambil gula tersebut. Larasati terkejut dan menengok. Keduanya saling tatap kembali namun sebentar karena Dika langsung kembali melanjutkan membuat pesanan pada pelanggannya. Larasati menjadi sedih bukannya membantu malah jadi menyusahkan.

"Kenapa bengong ayo bantu aku lagi," ucap Dika menyadarkan lamunannya.

"Ah baiklah." Dengan arahan dari Dika, Larasati akhirnya bisa mengikuti dan membantu Dika melayani pelanggannya. Bagas yang berada di belakang yang juga sibuk, dengan dibantu satu rekannya akhirnya bisa membuat beberapa desert untuk di sajikan ke pelanggannya.

Sudah melewati jam satu, cafe sudah tak begitu ramai. Larasati juga sudah kembali ke tugasnya. Larasati duduk di meja pelanggan untuk sekedar menghilangkan penat. Ia baru pertama kali merasakan bekerja dan dirinya menyadari banyak kesulitan yang ia dapatkan tadi. Dari berbicara dengan pelanggan hingga salah mengirim pesanan. Larasati menyadari kekurangan dalam berkomunikasi, ia tak pandai berkomunikasi dengan orang asing.

"Laras bagaimana?" tanya Bagas mengejutkan dirinya.

"Sangat melelahkan tapi Alhamdulillah baru pertama kali buka pelanggan sudah banyak yang mengantri," jawab Larasati.

"Berkat bartender tampan," tebak Bagas menengok ke arah Dika.

"Hem dia terlihat sangat cekatan," puji Larasati jujur.

"Aku keren kan?" tanya Dika yang langsung duduk disebelahnya. Larasati tak menyadari Dika sudah menghilang dari tempatnya dan sudah berada di belakangnya.

"Ya kamu keren," jawab Larasati lirih.

"Kamu bilang apa aku tak mendengarnya?" tanya Dika sengaja untuk menggodanya.

Bagas yang masih disana memilih pergi karena tak mau menganggu. Larasati yang kesal karena Dika menggodanya, segera mendekat ke telinga Dika.

"Kau keren," ucapnya keras.

Dika menengok dan wajah mereka menjadi sangat dekat hanya berjarak 5 cm saja. Larasati yang tersadar langsung memundurkan wajahnya. Dika juga langsung memalingkan wajahnya untuk mengontrol hatinya.

"Aku kembali dulu," pamit Dika langsung.

"Ah iya Dik," jawab Larasati yang sedikit salah tingkah.

Dika buru-buru pamit kembali ke tempatnya. Ia masih memegangi dadanya yang berdetak kencang.

"Ya ampun tadi sangat dekat sekali, perasaan apa ini?" batin Larasati yang juga sedang memegangi dadanya.

"Baru kali ini aku dekat sekali dengan pria," ucapnya lirih.

Larasati senyum-senyum sendiri sambil menghentakkan kakinya ke lantai berulang-ulang karena tak bisa mengontrol dirinya.

...-------❤️-------...

Setelah melewati waktu istirahat, mereka berdua kembali disibukkan dengan melayani para pelanggannya yang datang. Cafe Star milik Bagas buka sampai jam 9 malam. Jam 6 Larasati sedang membersihkan meja pelanggan yang kotor. Tiba-tiba saja Bagas datang sambil menyodorkan sebuah kue kecil untuk Larasati.

"Ini untuk mu, kau belum makan kan?" Bagas duduk didepannya.

"Ah terima kasih Gas," ucap Larasati menerima kuenya lalu duduk.

"Eh menu baru lagi kah?" tanya Larasati setelah melihat tampilan baru kue tersebut.

"Hem seperti biasa kau jadi mencoba pertamanya," jawab Bagas sambil mempersilahkan untuk segera mencobanya.

Larasati mulai menyendok kuenya. saat hendak masuk mulut, Dika tiba-tiba datang menyambar dan memasukkan mulutnya ke sendok Larasati.

"Dika itu kue ku," protes Larasati.

"Enak," ucap Dika sambil mengunyah kue itu dengan gembira sambil melihat ke arah Bagas

Bagas tampak kecewa melihat Laras tak jadi menjadi orang pertama yang mencoba kue miliknya.

"Kalau kau mau aku bisa buatkan satu lagi," kata Bagas pada Dika.

"Tak usah aku minta Larasati saja," tolaknya sambil melirik ke Larasati.

"Gak boleh ini untuk ku," larang Larasati segera menggeser kuenya.

"Ah Laras jangan pelit," mohon Dika padanya.

"Baiklah, ambil sendok sendiri tapi," ucap Larasati menyerah.

"Siap." Dengan semangat Dika langsung mengambil sendok yang ada didepannya.

"Aku kembali dulu ya Ras," pamit Bagas padanya.

"Hem makasih Gas kuenya," ucap Larasati lagi.

"Sama-sama." Bagas tersenyum. habiskan ya, suruhnya.

Bagas berjalan kembali ke belakang, ia sempat melirik ke arah Larasati dan Larasati tersenyum padanya. Bagas menjadi kesal melihat Dika yang mencoba dekat padanya.

Saat cafe selesai di tutup, Bagas langsung mengajak Larasati untuk pulang bersama begitu juga dengan Dika dan disitulah drama pun terjadi.

"Ras, aku antar ya," tawar Dika padanya.

"Gak usah Gas," tolak Larasati langsung.

"Laras kita pulang bareng yuk," ajak Dika padanya.

"Aku bisa pulang sendiri, aku kan bawa motor," jawab Larasati sambil menuju ke motornya.

"Kita bisa pergi bersama," kata Dika padanya.

"Aku juga." Bagas tak mengalah.

"Ah terserah kalian, aku pulang duluan silahkan kalian mengobrol," ucap Larasati sambil menyalakan motornya.

Setelah Larasati pergi, Dika dan Bagas beradu tatap. Dengan cepat Dika menaiki motornya dan pergi menyusul Larasati. Bagas tak mau kalah ia juga segera masuk ke mobilnya dan pergi.

Bersambung.....❤️❤️❤️

1
MbuNey
aku hadirrr di cerita Larasati🙏🤗
Neyѕ⍣⃝✰
dika selangkah lebih maju🤭🤭💪💪
Neyѕ⍣⃝✰
saingan🤭🤭
Neyѕ⍣⃝✰
💪💪💪💪laras
🏡⃟ªʸ❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ☘𝓡𝓳
waah kisah yang bagus ini
🔵❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ🏫⃟Sᵐᵖ☘𝓡𝓳
pokok ya selamat buat Dika & Laras semoga menjadi keluarga SAMAWA ya🎉🎂👏👏👏
🔵❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ🏫⃟Sᵐᵖ☘𝓡𝓳
akhirnya selesai jg ijab kabul ya Laras & Dika walaupun ada drama Fitria yg mengacau
🔵Ney Maniez
mksh bnyk author🙏🙏🙏🙏
cerita ny snggt menghibur👍👍 🙏🙏🤗🤗🥰🥰
🔵Ney Maniez
ktnya udh punya🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
🔵Ney Maniez
waduhh serem,,, c fitria pe gilaa gt😲😲🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
🔵Ney Maniez
udah kyk artis c Dika😎🤭🤭😄😄
🔵Ney Maniez
dikaaaa lagi ka jind🤭🤭🤭
𝐀⃝🥀🥑⃟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘjinda💘❀∂я🤎: haduh nyasar lagi kayaknya 🤦🤣
total 1 replies
Neyѕ⍣⃝✰
Dika bnyk modusnya 🤭🤭😄😄💪💪
Neyѕ⍣⃝✰
ktmu di tmpt kerja🤭🤭
Neyѕ⍣⃝✰
cemburunya 🤭🤭😄😄
🔵Ney Maniez
💪💪💪💪dika larass🥰🤗🤗
lancarrrr ya
🔵Ney Maniez
kok sm dika sihhh...
terngiang-ngiang nama dika,,, jadi mangil bagas jadi dika🤭🤭😄
𝐀⃝🥀🥑⃟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘjinda💘❀∂я🤎: wkwk ada lagi wah ngantuk aku 🙈
total 1 replies
🔵Ney Maniez
ahh romantis nyaaa ❤🥰😘🤗🥳
🔵Ney Maniez
ayoo dika greceppp💪💪🥰😘❤🤗
🔵Ney Maniez
ciee bagas lili🤭🤭🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!