NovelToon NovelToon
Pergi Atau Bertahan

Pergi Atau Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa
Popularitas:63.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Nurmaida

Olivia, Jatuh cinta dengan senior di kampusnya. Pernyataan cintanya ditolak dan dibenci seluruh kampus. Hidupnya berantakan, ibunya menjadi sasaran kemarahan dari orang-orang yang membencinya.

Untuk mengakhiri semua penderitaan, ia menjauhi seniornya, meninggalkan kota dan pindah ke kampus lain. Disaat kepergiannya, sosok pria yang sangat ingin ia hindari justru menyatakan cinta padanya.

Lalu bagaimana Olivia harus menanganinya? Apakah ia akan menerima cinta pria itu atau justru menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Nurmaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Tidak terasa 1 bulan telah berlalu, Minggu depan ujian beasiswa akan segara dimulai. Hari ini, ditempat biasa mereka bertemu adalah hari terakhir Alex akan menjadi tutornya, karena ia akan sibuk merevisi ulang materi sebelum ujian dimulai. Hubungan diantaranya juga sudah lebih baik, Olivia merasa Alex lebih banyak berbicara sekarang daripada dulu.

Ia sangat senang bisa berbicara santai dengan laki-laki yang ia cintai, walaupun sekarang ia tidak tau mengenai perasaannya pada pria dihadapannya saat ini. Pria itu sedang memeriksa kertas soal yang baru saja ia kerjakan. Matanya menatap serius pada soal-soal yang batu saja ia kerjakan.

Matanya menatap gugup, tangannya gemetar. Takut apabila ada jawabannya yang salah. Ia tidak ingin mengecewakan pria dihadapannya. Jika ia mengecewakan nya, pasti pria itu akan merasa sia-sia mengajarinya kalau hasilnya tidak memuaskan. Semoga saja hasilnya bagus.

"Hampir semua jawaban kamu benar"

Olivia terkejut sesaat, ia tersenyum lebar. Akhirnya ia bisa bernafas lega, tidak sia-sia ia belajar dengan keras, hasilnya lumayan memuaskan.

Alex memberikan kertas soal yang telah ia periksa kepada Olivia. Olivia menerimanya dan memeriksa poin yang telah diberikan dari setiap jawaban. Kepalanya mengangguk puas dengan nilainya.

"Dengan begini aku bisa lulus ujian"

Olivia menatap kertas soal dengan senyum bahagia dihatinya. Sekarang ia merasa yakin, kalau dirinya bisa lulus dan bisa mengalahkan mahasiswa lainnya untuk mendapatkan beasiswa. Ia jadi tidak sabar untuk menantikan hari ujian.

"Tentu, sebelum ujian kamu jangan lupa untuk merevisi ulang materi yang sudah saya sampaikan sebelumnya"

Olivia hanya mengangguk, kemudian ia tiba-tiba berpikir. Bukankah tidak sopan jika hanya mengucapkan terimakasih saja? Padahal pria itu banyak membantunya selama ini. Mungkin dengan ia melakukan sesuatu, ia bisa menebus waktu yang telah pria itu berikan padanya.

"Hm, Aku ingin mentraktir makan kakak sebagai ucapan terimakasih aku, karena kakak sudah banyak membantuku untuk mempersiapkan ujian. Kakak mau makan apa?"

Olivia mengatakan kalimatnya dengan ragu, takut pria itu akan salah paham dengan niatnya. Ia tidak pernah menawari pria itu sebelumnya, karena pria itu akan langsung membawanya tanpa bertanya dulu kepadanya.

"Saya tidak ingin makan"

Alex menolak keinginan wanita didepannya.

"Kalau begitu, apakah ada hal lain yang bisa saya lakukan untuk membalas kebaikan kakak?"

Olivia yang mendapat penolakan langsung mengerucut bibirnya. Ia sudah mengantisipasi hal itu akan terjadi. Selama Alex menjadi tutornya, Olivia tidak perna sepeserpun mengeluarkan uang. Ia merasa semakin tidak enak.

"Kamu bisa menemani saya membeli hadiah"

"Hadiah untuk apa?"

Olivia bertanya dengan penasaran. Kenapa pria itu menyuruhnya untuk menemaninya membeli hadiah, padahal ia bisa membelinya sendiri. Apalagi ia pasti mengenal orang yang akan diberinya hadiah.

"2 hari lagi, mama ulangtahun. Jadi aku ingin membelikannya hadiah. Tapi aku tidak tau apa biasanya disukai wanita. Kalau kamu mau ikut, saya pasti akan merasa terbantu"

"Oke, kalau gitu. Saya akan menemani  kakak untuk membeli hadiah"

Olivia menyetujui permintaan Alex, hanya menemaninya membeli hadiah bukanlah hal yang berat. Lagipula ia tidak perlu membeli hadiah, hanya menemaninya. Ia bersenandung riang didalam hatinya.

"Hmm"

Setelah mereka selesai dengan kegiatannya, mereka memutuskan untuk pulang. Seperti biasa, mereka berdua akan mampir di restauran dan Alex kemudian mengantarkan Olivia pulang ke rumahnya dengan selamat.

......

Seperti janji mereka di perpustakaan, Olivia akan menemani Alex untuk membeli hadiah. Saat ini mereka berada di Mall, berkeliling dan melihat-lihat berbagai toko khusus wanita. Dari tadi mereka hanya melihat-lihat, tidak ada satupun benda yang menarik.

Di hari Minggu, Mall sangat ramai. Mereka harus berdekatan agar tidak terpisah. Apalagi Olivia bisa tersesat di Mall yang sangat luas itu. Ia memang sudah pernah ke Mall sebelumnya, tapi itu saat bersama ibunya. Mall yang mereka kunjungi pun tidak sebesar ini.

"Mama kakak biasanya suka apa?"

Setelah berkeliling cukup lama, Olivia akhirnya membuka suara. Ia tidak tahan jika harus mengelilingi seluruh isi Mall, Mall ini sangat besar. Kakinya bisa sakit jika berjalan terlalu lama.

"Aku tidak terlalu tau, barang-barang dikamarnya sudah banyak"

Alex juga tidak tau apa yang biasanya disukai mamanya. Ia sudah melihat berbagai merek brand di kamar mamanya, jadi tidak mungkin ia membeli barang yang sama.

"Bagaimana dengan lukisan?"

Biasanya wanita yang menyukai nilai seni, pasti menyukai lukisan. Bahkan walaupun Olivia tidak menyukai karya seni, ia masih tetap menyukai lukisan.

"Mama memang menyukai karya seni"

Alex mencoba mengingat betapa suka mamanya melihat lukisan dan patung. Halaman rumahnya banyak terdapat patung-patung yang dikoleksi oleh ibunya, sedangkan bagian dalam rumahnya dipenuhi dengan lukisan.

"Kalau gitu kita datang ke pelukis saja. Kak Alex hanya menunjukkan foto terbaik dari mamanya kakak. Baru pelukisnya nanti akan melukis wajah mamanya kakak"

Olivia tiba-tiba memikirkan ide yang cemerlang dikepalanya. Bukankah mendapatkan lukisan diri sendiri merupakan hadiah yang terbaik. Apalagi orang itu sangat menyukai karya Seni.

"Kedengarannya bagus, tadi saya lihat ada lukisan disana"

Alex tanpa sadar menggenggam tangan Olivia. Menariknya untuk pergi menemui pelukis yang ia temukan tadi.

Olivia yang tangannya digenggam, langsung merasakan hawa panas menyelimuti tangannya. Tangan pria  itu tampak kasar dan panas. Menggenggam tangannya dengan lembut.

.....

Mereka akhirnya mengunjungi ruangan yang penuh dengan lukisan. Selain membeli lukisan, diruangan itu juga bisa membuat lukisan. Akan ada pelukis yang akan melukisnya.

Pelukis diruangan itu adalah seorang wanita, berusia sekitar 40 tahun. Walaupun sudah berumur 40 tahun, ia masih tetap kelihatan muda.

"Ini foto mama saya"

Alex menyerahkan ponselnya, di layar ponsel terdapat foto seorang wanita dengan senyum hangat.

"Baik, saya akan menyelesaikannya. Kalian bisa menunggu selama 30 menit"

Pelukis itu mengambilnya dan melihat detail nya. Ia menyuruh mereka berdua untuk menunggu selama beberapa menit.

Alex dan Olivia menunggu ditempat yang telah disediakan. Agar suasana tidak bosan, mereka memutuskan untuk berkeliling disekitar area lukisan. Memperhatikan lukisan-lukisan yang dipamerkan. Pengunjung di area lukisan juga tidak terlalu banyak, sehingga mereka tidak perlu berdesak-desakan.

Olivia memperhatikan lukisan, ia memang bukan orang yang menyukai karya seni. Tapi ia sangat menyukai lukisan, terutama lukisan yang menggambarkan tentang alam seperti pegunungan/lautan/pedesaan/hutan. Ia memperhatikan salah satu lukisan yang menggambarkan tentang hutan, ia menyentuhnya.

"Hutan apa ini?"

Olivia tanpa sadar bertanya, tidak tau kenapa lukisan hutan itu benar-benar menarik perhatiannya, seperti magnet.

"Itu adalah hutan yang terdapat dipinggiran kota A"

Para penjaga stand menjawabnya dengan ramah.

'Hutannya seperti tidak asing'

Ada perasaan hangat yang ia rasakan saat melihat lukisan hutan itu.

"Oliv?"

Olivia menyadarkan dirinya dari lamunan, air mata diujung matanya hampir mengalir. Untung saja pria itu tidak melihatnya.

"Sudah siap, kak"

Olivia menatap lukisan yang telah dibungkus ditangan pria itu. Sepertinya lukisannya sudah siap.

"Hmm. Sebelum pulang kita makan dulu"

Olivia mengangguk, mengikuti langkah kaki pria itu keluar. Sebelum berbalik, ia menatap lukisan hutan itu sejenak. Lalu melanjutkan langkah kakinya berjalan.

Mereka mengunjungi salah satu restauran yang letaknya tidak jauh dari Mall. Restauran nya memang tidak semewah yang sering mereka kunjungi setiap kali pulang dari perpustakaan. Tapi tidak seburuk itu, ruangannya lumayan bersih dan tidak banyak orang yang datang.

Mereka memesan menu dan memanggil pelayan. Setelah makanan dan minuman mereka dihantarkan. Mereka memakannya dengan tenang. Setelah makan, barulah Alex mengantar Olivia ke rumahnya dengan selamat, seperti biasanya.

......... Bersambung.......

1
Ilfa Yarni
kmn aja baru update LG thor
Vyone Shasha
lanjut thor seterusnya
mengandung bawang 😭😭😭😭😭
Salawati kayla
bagus ceritanya
Muhammad Bagus
keren thor.

kamu tau yg paling keren dari novelmu cara Alex melindungi dan membalas penganggu hubungan mereka.

sumpah. juara! aku ga nyangka sampe ke situ.

jgn kecewain aku ya thor. novelmu menjadi fav ku
Ilfa Yarni
syukurlah skr tinggal halalkan hubungan kalian
Muhammad Bagus
ingat thor gada ceritanya lo buat Olivia celaka.

yg hrs celaka ya Emily! buat si Alex seperti saat dia memperlakukan Hana. mempertahankan miliknya. melindungi cintanya
Muhammad Bagus
jgn ada aksi jebak menjebak pake obat perangsang trus si Alex terjebak thor. basi

dia bisa bersikap kejam ke Hana dk sampe membunuh Hana.

kenapa tdk bs bersikap kejam ke Emily.

toh sama aja. per3mpuan terobsesi ga jelas.
Mandala Abie
emily sableng
Ilfa Yarni
ya pastilah orang tua setuju toh demi kebahagiaan anknya
Mulia Hasan
bagus thor ceritanya..thor jng terll lama ya..Alex sm Olivia pisahnya ..🙏😔
Ilfa Yarni
waduh ternyata Emily psikopat serem jg tp Alex lbh serem lg
Ilfa Yarni
coba saja klo bisa
Ilfa Yarni
salam kenal thor
Sylvia Gho
so far ceritanya bagus..gak gantung2..saya pribadi bisa merasakan spti berada dlm cerita.. /Kiss/
shanty aan
bagus ceritanya/Drool//Drool//Drool/
Sadan Aulia
up tiap hari yg thor dan up yg byk 😊
Aulia Au
bagus ceritanya..tp bersambung
Maisarah Sarah
Lumayan
Maisarah Sarah
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!