Vic Alexander seorang pria arogan dan dikenal kejam tidak memiliki perasaan. suka menyiksa, membunuh, itulah hobinya sebagai seorang psikopat. Akan tetapi ia hanya akan tersenyum dan luluh terhadap orang yang dia cintai. Yakni, seorang gadis yang memiliki wajah cantik natural dan manis, Krystal Olivia.
Karena suatu kejadian Vic Alexander tega menjadikan kekasihnya itu sebagai pemuas ranjang. Krystal yang tak berdaya ditahan oleh pria itu sehingga harus menuruti keinginannya dan melayani nafsunya setiap malam.
Apa penyebabnya mengubah Vic Alexander menjadi benci pada sang gadis tersebut?
apakah hubungan mereka akan kembali seperti dulu atau bermusuhan?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengobatan yang Dihentikan
Krystal yang berada di kamar, ia tiba-tiba bangun dan teringat sesuatu.
"Kenapa aku bisa lupa, Aku harus pergi melihat nenek hari ini juga," kata Krystal yang bangkit dan menahan sakit pada kakinya yang dibalut perban. Gadis itu yang masih belum sembuh memaksakan diri untuk menjenguk sang neneknya.
Mansion Olivia.
Joanna sedang berbicara dengan seseorang melalui telepon rumah. Wanita itu duduk di sofa dengan bersilang kaki. Raut wajahnya terlihat sedang tersenyum.
"Usir saja, tidak usah ragu!" ucapan yang keluar dari mulut wanita itu.
["Baik, Nyonya,"] jawab seorang pria yang di seberang sana.
Tidak lama kemudian memutuskan panggilannya.
"Ma, apakah hari ini nenek tua itu akan diusir?" tanya Maggie.
"Iya, Gadis itu tidak tahu untung, Masih saja ingin melawan kita. Sekarang aku ingin dia pulang dan berlutut di hadapan kita," jawab Joanna.
"Ma, bukankah lebih baik kalau dia sudah keluar, kenapa masih ingin dia pulang?"
"Karena dia adalah satu-satunya keturunan keluarga Olivia."
"Ma, walau begitu, dia tidak memiliki apa-apa lagi. Membiarkan dia tinggal di sini, hanya membuat kita harus mengeluarkan banyak pengeluaran," kata Maggie.
"Kata Jhones, ayahnya sangat sayang pada cucu perempuannya. Sehingga harta warisannya tidak ingin memberikan kepada Jhones yang tidak berguna itu. Kalau bukan karena dia kaya mama juga tidak ingin menikah dengannya. Siapa tahu setelah menikah mama sama sekali tidak mendapatkan apa pun. Jhones Olivia tidak berguna. Hanya meninggalkan rumah ini yang tidak sah serta perusahaan yang hampir tidak bisa berdiri," ujar Joanna.
"Ma, bukankah sangat bahaya kalau Krystal masih tinggal bersama kita, bagaimana kalau suatu saat dia tahu apa yang terjadi pada Jhones? Kita tidak bisa lari lagi di saat itu."
"Bukankah Jhones juga melakukan hal yang sama terhadap ayahnya sendiri? Jhones yang bersifat serakah sama sekali tidak mengutamakan hubungan darah antara dirinya dan ayahnya. Kejadian itu Krystal sama sekali tidak tahu. Dia masih begitu bodoh dan menganggap ayahnya sebagai malaikat. Mama hanya curiga kalau harta warisan kakeknya ada di tangan gadis itu," jawab Joanna.
"Mana mungkin, Biaya pengobatan nenek tua itu saja, dia harus mengemis dengan kita. Kalau harta kakeknya jatuh ke tangannya. dia tidak perlu melakukan itu lagi," jawab Maggie
"Mama curiga, Kakeknya mewariskan hartanya untuk cucunya itu dan tanpa sepengetahuan Krystal sendiri, Mungkin, belum tiba waktunya. dan...Nenek tua itu sekarang bagaikan mayat hidup yang tidak tahu apa-apa."
"Kenapa kita tidak mencari dokter terbaik untuk mengobatinya? Dokter Shan mengatakan dia bisa saja menyembuhkan nenek tua itu. Hanya saja masalah biaya."
"Keuangan kita sudah berkurang, mana mungkin kita harus mengeluarkan begitu banyak biaya untuknya," jawab Joanna.
"Barangkali dia tahu di mana harta suaminya disembunyikan," kata Maggie.
"Kalau dia tidak tahu, bukankah uang yang kita keluarkan hanya sia-sia," ujar Joanna.
"Lalu, apa caranya agar kita bisa menemukan harta itu?"
"Semasa hidup, Jhones sudah bertemu dengan pengacara pribadi ayahnya dan tidak mendapatkan apa-apa. Pengacara itu mengatakan ayahnya tidak datang menemuinya sebelum meninggal," jawab Joanna.
"Kenapa aku merasa tidak percaya dengan kata pengacara itu, Ma, kita harus dapatkan uang itu. Posisiku yang sekarang sudah tidak aman. Busana hasil dari rancanganku ditarik kembali. Banyak pelanggan mengembalikannya dan meminta uang mereka kembali. Aku harus mencari uang untuk mengantinya."
"Apakah ada orang yang iri denganmu, melakukan sesuatu pada bahan yang kamu gunakan?"
"Aku juga berpikir seperti itu, di perusahaan aku yang paling terkenal. Jadi, tidak ada herannya kalau ada yang iri padaku," jawab Maggie.
Ting tong! Ting tong!
Suara bel yang terdengar dari pintu utama.
"Siapa yang datang?" tanya Maggie.
"Buka pintunya!" titah Joanna.
Maggie bangkit dari duduknya dan melangkah menghampiri pintu utama. Ia membuka pintu dan melihat Mike yang berdiri di luar sana.
"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Maggie.
"Apakah aku butuh izin darimu?" tanya Mike dengan bersikap dingin.
"Tentu saja, tidak," jawab Maggie.
Mike melangkah masuk dan menemui Joanna yang duduk di ruang tamu.
"Tuan Mike, Anda sudah datang!" Sapa Joanna yang berdiri dan tersenyum dengan sopan.
"Di mana nona Krystal?" tanya Mike.
"Ha...kenapa Anda mencarinya?" tanya Joanna yang mulai cemas.
"Kenapa, apakah kamu sudah lupa bahwa dia sudah menjadi karyawan atasanku," jawab Mike.
"Tuan, Maaf, Krystal menimbulkan masalah. Kini, kami tidak tahu dia tinggal di mana. Dia memang sudah sering bersikap seperti itu. Setiap bertengkar dengan kami dia akan keluar dan merajuk," kata Maggie.
"Aku tidak ingin mendengar alasan kalian, beri tahu aku sekarang juga di mana dia berada? Kalau sampai kami gagal menemukannya, Kalian tahu apa risikonya?" tanya Mike dengan nada tegas.
"A-aku benar-benar tidak tahu," jawab Joanna yang cemas dan mulai gemetar.
Perusahaan Alexander.
Vic menerima panggilan dari Mike yang sedang di rumah keluarga Olivia.
"Gadis itu keluar begitu saja setelah membuat perjanjian denganku?" tanya Vic.
["Tuan, mereka tidak tahu ke mana dia pergi," ]jawab Mike
Vic langsung memutuskan panggilannya.
"Dia pernah mengatakan akan tidur di rumah sakit tempat neneknya dirawat," batin Vic.
Hospital....
Beberapa suster mendorong ranjang seorang pasien yang tidak sadarkan diri keluar dari kamarnya.
"Hentikan, kalian ingin membawa nenekku ke mana?" tanya Krystal yang baru tiba. Gadis itu datang dengan tertatih-tatih. Ia menahan besi ranjang neneknya.
"Nona, pengobatan pasien sudah dihentikan, Jadi, tolong bawa nenek Anda pulang," kata Suster itu yang bernama Suzy.
"Suster, siapa yang menghentikannya, aku tidak meminta untuk berhenti," tanya Krystal.
"Keluarga Anda yang memintanya."
"Tidak! Itu tidak mungkin, Bibi adalah menantu nenekku. Mana mungkin dia melakukan itu. Tolong jangan mengusir nenekku. Kondisinya sangat lemah dan butuh pengobatan!" pinta Krystal.
"Tolong jaga sikapmu, Krystal Olivia!" suara seorang pria yang bernada tegas yang baru datang. Pria itu adalah Direktur rumah sakit besar itu.
"Dokter, kenapa harus mengusir nenekku hanya karena permintaan bibiku? Apakah kalian adalah bawahannya?" tanya Krystal.
"Berani sekali kamu berkata seperti itu, saya sebagai kepala rumah sakit bisa menuntutmu atas pencemaran nama baik!" kecam pria itu.
"Dokter, Nenekku adalah pasien di sini, dalam kondisi tidak sadar kalian malah ingin mengusirnya. Andaikan terjadi sesuatu...apakah kalian akan bertanggung jawab?" tanya Krystal.
"Pengobatan sudah dihentikan, dan bukan urusan kami lagi. Jadi, silakan pergi!" jawabnya.
"Dokter, Anda tidak bisa melakukan itu pada nenekku, Kesehatannya sangat lemah dan tidak berdaya. Kenapa tidak mengunakan hati kalian untuk mengasihani seorang pasien yang sudah tua," ujar Krystal.
"Usir gadis ini dan pasien ini!" perintah Kepala rumah sakit itu.
"Tidak! Dokter, tolong jangan melakukan itu!" pinta Krystal.
Beberapa staf rumah sakit mendorong ranjang itu dan ditahan oleh Krystal. gadis itu berjuang untuk agar neneknya bisa berobat di rumah sakit tersebut.
"Aku akan bertemu dengan bibi, dan bicara padanya. Tolong jangan mengusir nenekku!" pinta Krystal sambil menahan ranjang tersebut. akan tetap tenaga gadis itu kalah dari lima staf yang sedang mendorong ranjang tersebut.
"Usir dia, agar tidak menimbulkan keributan di sini!"perintah kepala rumah sakit.
Krystal yang belum sembuh, akhirnya ia terkapar karena kalah tenaga dari mereka.
Bruk...
"Aaahh! tolong jangan usir nenekku!" pinta Krystal yang menahan sakit pada tubuhnya masih kesakitan.
akhirnya beres juga baca nya sampe bgadaaang....maaf tdk d smua bab saya comment krna suka pgn langsung baca ke bab brikutnya saking udh gk sabar buat baca bab brikut nya krna rame bgt ..nyeseel deh buat yg belum baca novel ini...ini keren abiiis..MAKASIH YA THOR UDAH BIKIN CERITA YG BAGUUUUUUUUS INI...TTP SMANGAT BUAT THOOOR KUUUUUUHHH...LOPE LOPE SEKEBOONNNN