NovelToon NovelToon
Rey - Hanna {After Summer'S}

Rey - Hanna {After Summer'S}

Status: tamat
Genre:Romansa / Suami ideal / Istri ideal / Tamat
Popularitas:275.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayu Lestary

Ketika hubungan Raffael dan Yayank mulai goyah karena pengakuan Raffael akan cintanya pada Hanna, Hanna terjebak dalam kebingungan. Di saat yang bersamaan, Rey mulai merasakan dilema. Adik angkatnya, Ella, dengan berani mengungkapkan perasaannya, meski Rey sudah berulang kali menolak. Rey merasa hidupnya mulai semakin rumit dengan adanya perasaan-perasaan yang tidak seharusnya muncul, baik terhadap Ella maupun Hanna.

Di tengah kekacauan itu, mereka bertiga harus menghadapi kenyataan bahwa cinta sering kali hadir dengan cara yang tidak terduga. Hanna terjebak di antara dua pria yang sangat penting baginya. Raffael, sahabat setia yang selalu ada, dan Rey, yang meskipun keras kepala, mampu membuat jantungnya berdebar. Akankah persahabatan mereka mampu bertahan di tengah badai perasaan yang terus bergolak? Atau, salah satu dari mereka harus mengorbankan segalanya demi sebuah cinta yang tak terungkap?

Happy Reading guys 🧾🧾🧾

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Secangkir Teh Chamomile

Pagi yang dingin untuk ibukota Inggris, city of london. Ah, memangnya kapan suhu di kota ini tidak terasa dingin di musim dingin? Kota yang memiliki musim dingin terpanjang, dan terasa sangat dingin dengan hembusan angin. Suhu saat ini mencapai -53°C. Dengan suhu ini, berhasil membuat Hanna kembali bergelung di dalam selimut tebalnya. Rasa dingin yang terasa menusuk hingga ke tulang, mengalahkan penghangat yang menyala sejak semalam penuh, dan hal ini membuat geraman tertahan dari bibir Hanna yang sudah membalut diri seperti kepompong di atas ranjangnya.

Suara alarm memekak memenuhi seluruh ruangan kamar, berniat membangunkan sang pemilik seperti biasa. Dan kali ini, tidak hanya geraman yang terdengar, juga diselingi oleh gerutuan kesal, disertai dengan kerlipan lambat dari manik bulat milik wanita cantik itu

"Ugh..."

Hanna kembali menggeram, sambil kedua manik indahnya berkedip pelan hingga sepenuhnya terbuka. Mencoba mengusir rasa kantuk yang masih saja singgah, membuatnya sedikit kesusahan untuk bisa mendudukkan dirinya dengan sempurna. Hanna melirik sejenak ke arah jam alarmnya yang masih saja berbunyi, menunjukkan pukul 08.00am. Tangannya terulur, mematikan pelaku polusi suara di pagi ini.

"Morning, sunshine..." Diiringi dengan senyuman manis dibibirnya, pandangannya menembus jendela kaca. Menatap hiasan putih yang menyelimuti sepanjang hamparan jalan. Sepertinya salju turun dengan lebat semalam, Hanna melihat cahaya mentari yang mengintip malu - malu di balik awan.

Pagi ini suasana hati Hanna tampak berbeda, ia tambak begitu bersemangat menjalani hari. Ya, dan kini ia sudah harus beranjak dari ranjangnya. Sudah waktunya menjalani aktifitas. Sedangkan Rey, sudah bisa di pastikan, dia pasti sedang berada di perusahaan sekarang.

Hanna menanggalkan piyamanya, lalu mengguyur tubuhnya dengan air hangat untuk menepis rasa dingin yang sedang menyelimuti.

Dan kini, Hanna sudah bersiap dengan mantel bulu dan sarung tangan rajutnya.

Hanna berlenggang keluar dari apartemen setelah meraih kunci mobilnya.

"Morning Mr.David.." Sapa Hanna hangat pada security apartemen.

"Morning Ny.Hanna." Balas David tak kalah hangat.

Hanna melajukan mobilnya, tujuannya kini ke sebuah toko roti langganannya. Mobil Hanna berhenti tepat di depan toko roti tersebut, dari luar jendela kaca toko tersebut Hanna sudah bisa langsung melihat Mr.Devart sang pemilik toko, pria paruh baya itu tampak sedang melamun didalam sana. Sudut bibir Hanna sedikit terangkat, sudah lama ia tak mengunjungi Mr.Devart.

Hanna turun dari mobil, lalu masuk kedalam toko.

Tring ...

Bunyi lonceng tanda pintu terbuka, berdenting dan berhasil menarik Mr.Devart dari lamunan tak berartinya. Wajah keriputnya langsung tersenyum ketika melihat sosok Hanna, pun dengan Hanna yang membalas senyumannya diiringi dengan langkah kakinya menuju ke arah Mr.Devart berada.

"Hi, Mr.Devart.." Sapa Hanna, sambil menyodorkan sebuket bunga matahari ke arah Mr.Devart. Hanna tahu, pria itu sangat suka dengan bunga matahari.

"Oh! Thank you, Hanna.." Wajah Mr.Devart tampak berbinar mendapatkan apa yang ia suka sebagai pembuka paginya. "Kau masih sebaik dulu." Lanjut Mr.Devart memuji.

Hanna menunjukkan senyuman terbaiknya, setelahnya berjalan menuju etalase. Ia sudah bersiap untuk memilih kue apa yang akan ia beli.

"Butter Tart dengan taburan kismis dan strawberry." Gumam Hanna, memandang ke arah kue kesukaannya "Aku menginginkannya, tetapi khusus hari ini aku ingin memesan 3 Tourtière dan 3 lusin Custard Buttercream. Suamiku sangat menyukai makanan manis itu." Ujar Hanna, lalu kembali menoleh ke arah Mr.Devart.

"Tentu, dan aku sarankan untuk menikamatinya dengan secangkir teh Chamomile." Pria yang berusia 50 tahun itu melangkah untuk mengambil dan membungkus kue sesuai dengan pesanan Hanna.

"Terimakasih untuk sarannya Mr.Devart. Aku rasa itu ide yang bagus."

*

Ditempat yang berbeda, benar saja, apa yang dikatakan Rey semalam. Ia dalam masalah. Karena Rey harus meminta agar rapat kembali di adakan. Dengan terpaksa mengulang pekerjaannya menjadi dua kali. Benar - benar hal yang paling tidak disukai oleh Rey.

Untung saja, hari ini Hanna tidak berulah lagi. Atau rapat itu mungkin harus di ulang untuk ke tiga kalinya.

Rey mengakhiri rapat tersebut, ia cukup puas dengan hasil perubahan yang dikerjakan oleh tim perencanaan. Kini, tinggal Rey seorang diri di dalam ruang rapat itu. Sebelum keluar, ia ingin memeriksa ponselnya yang tampak sunyi hari ini. Barang kali saja Hanna mengiriminya pesan lagi, tanpa ia ketahui.

Sayangnya, tak ada! Ponselnya bersih dari notifikasi apapun.

"Sepertinya Hanna masih tidur." Gumam Rey, setelahnya bangkit dari duduknya.

*

"Hanna..!"

Hanna baru saja hendak melangkah untuk keluar dari lift, namun kemudian langkahnya terhenti ketika seseorang tampak terkejut saat melihatnya.

Hanna tampak mengernyitkan keningnya, mencoba mengingat - ingat. "Ha-nif..?" Ucap Hanna kemudian, sambil menunjuk ke arah pria itu.

Hanna mengambil langkah keluar dari lift. Keduanya, Hanna dan Hanif.. tertawa bersama ketika mereka sama - sama tak menyangka bisa bertemu disana tanpa disengaja.

"Apa kabar?" Hanna tampak excited, pun hal serupa juga terjadi pada Hanif. Ia juga sangat excited bisa bertemu lagi dengan Hanna.

"Baik.. Sangat baik! Kau?" Balas Hanif.

"Aku-"

"Hanna, kau disini?" Rey yang hendak kembali keruangannya mendapati sosok yang sangat familiar itu sedang bercengkrama dengan begitu heboh.

Hanna menoleh, "Em.." Ia mengangguk, lalu menunjukkan senyuman terbaiknya.

"Kalian saling kenal?" Rey tampak penasaran. Lalu menatap silih berganti antara Hanna dan Hanif.

"Iya, kami dulu satu sekolah saat SMA." Jawab Hanif.

"Kau tahu Rey, kami bahkan punya julukan ketika di SMA dulu." Ujar Hanna, lalu beralih kembali ke arah Hanif. "Kau masih ingat julukan kita dulu?" Hanna memastikan.

"Tentu saja aku ingat." Jawab Hanif percaya diri.

"HAHA.." Ucap Hanna dan Hanif serentak. Hanna terbahak setelahnya.

HAHA, di ambil dari awalan nama mereka berdua. HAnna dan HAnif.

Sedangkan Rey hanya menatap tajam ke arah Hanna. Dasar Hanna, bisa - bisanya ia tak menyadari kekesalan yang kini sedang melanda suaminya.

Hanna terus saja berbicara dengan Hanif, pun dengan Hanif yang tampak begitu menikmati obrolannya tanpa memperdulikan Bossnya yang kini sedang memantau tajam.

"Aku baru tahu, kalau kau ternyata banya bicara juga." Potong Rey di tengah - tengah percakapan Hanna dan Hanif. Tatapannya tajam menghujam Hanif, selama ini pria itu tak banyak bicara dan terlihat kalem. Sangat berbeda dengan keadaannya saat ini ketika bertemu dengan Hanna. Tentu saja, itu akhirnya membuat Rey bertanya - tanya.

"Ada hubungan apa kalian saat SMA dulu?" Selidik Rey.

"Aku cinta pertamanya Hanna, bukankah begitu Hanna!" Seloroh Hanif tanpa dosa.

"Hukh hukh ..." Hanna tersedak seketika. Ekspresinya langsung menegang. Ia tak menyangka jawaban itu yang akan keluar dari mulut Hanif.

"Oh!" Pungkas Rey sambil perlahan mengalihkan pandangannya ke arah Hanna, Hanna langsung tersenyum canggung ke arah Rey. "Begitukah, Hanna?" Tanya Rey sambil mengeratkan gigi.

To Be Continued >>>

1
Nur Aliyah Zainal
niat dilanjutkan gak sih ceritanya Thor?
Mutia
udh nunggu lama bnget thor
Any
Wahh akhirnya thor, setelah sekian purnama
Tika Rostika
lanjut kak
Lea
Ok thor, next.... 🍻
Rina Kurnia
semoga othor sehat n baik2 saja ya...
semangat lg thoorr..... 💪💪🌹🌹
Irma Dwi
kemana aja othor satu ini, udah kangen banget,,,,
sampai lupa jalan critanya 🤭😁
Lea
Thorrrr........
sudahi hiatus nyaaaa
cepat lah up thorrrrr 🤧🤧🤧
Arya Adikara
kasat mata= dapat di lihat,nyata,konkret

tak kasatmata=tk dapat di lihat,tidak nyata.
Arya Adikara
kasat mata= dapat di lihat,nyata,konkret

tak kasatmata= tak dapat di lihat,tak nyata.
Reni Anggraini
kapan dilanjut thooor
🌹Fina Soe🌹
astaga hanaaa...ngidamu itu...🤣🤣
Rumkitalia Fajrimarini
ko setengah² si Thor nulis novelnya
Waty Umi hafidzah
Bagus, ditunggu kelanjutanx_pengenx syelah yayank siuman maka rumah tanggax denga Rafa akan kembali.
Waty Umi hafidzah
Koq aku ngerasa sedih banget yaak, kasian banget sama Yayank yg tetap mau bertahan padahal udh tau bahwa tak akan ada tempat buatx dihati Rafa😭 apakah Yayank akan terus sakiit sampai ending? Entahlaaah hanya othor yg tau😔
Quwh Caiiankcllucma Ranggaaguz
ini ceritanya sudah sampai d sini kaj
Otin Frankenstein Jr.
abis di usap terus di gerus pala botaknya 🤭🤭🤭
fitriana
ayo thor jangan lama² update nya kelamaan nunggu nih ngak sabar pembaca setia!!!
Alin Norshalsabilla Alkhatir
Pasti Ray dh tau smua'y
klo aku yg di tanya Ray kmu mau makan apa. jwananku, aku mau makan kamu Ray... km menggemaskan 🤣

Lanjut ka Thor and ttp semangat💪
Salsa Bila
bufek tour mikir konsepe piye iki... 🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️💪
Any: Jangan di pikirin, biar othor nya aja y mikir, kita baca aja 🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!