NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Tuan Muda Elbara

Mengejar Cinta Tuan Muda Elbara

Status: tamat
Genre:CEO / Gangster / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Roman-Angst Mafia / Cintapertama / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:173k
Nilai: 5
Nama Author: seoyoon

Valerie Anastasya seorang gadis yang periang dan selalu menebar senyum cerah pada siapapun yang ditemuinya. Gadis yang memiliki tinggi 160 cm dengan berat sekitar 48kg itu tumbuh disebuah desa kecil yang jauh dari keramaian serta gemerlapnya kehidupan dipusat kota.

Pahit, asam, manis telah ia rasakan sejak dirinya diadopsi oleh keluarga petani yang selalu memimpikan memiliki seorang putri cantik jelita bak putri dalam Negeri dongeng. Meski hidupnya tak bergelimang harta bahkan bisa dibilang cukup sederhana, gadis itu tak pernah sekalipun mengeluh akan kerasnya kehidupan.

Sampai suatu hari kemudian, ia mendapati jika ternyata ayahnya telah menjual dirinya pada para rentenir sebagai pelunas hutang judi.

Disaat-saat kritisnya munculah sesosok lelaki asing berperawakan tinggi besar yang bersedia membawanya pergi dari tempat yang lebih seperti neraka baginya.

“Tolong… tolong aku tuan, kumohon tolong aku!! Aku akan melakukan apapun untukmu sebagai gantinya! Kumohon…”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seoyoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Di dalam mension.

Nina dan Laras yang memang masih menunggu kehadiran Valerie diruang tengah pun saling berlarian hendak menghampiri Valerie yang sedang digendong oleh tuan mudanya.

Namun saat Elbara mengarahkan tujuannya pada tangga yang terhubung ke lantai 2, refleks mereka berdua mengehentikan langkahnya bersamaan seraya mengernyitkan dahinya.

“Ke.. kenapa Tuan Muda membawa nona Valerie ke lantai 2?” tanya Laras seraya menyikut lengan Nina yang juga tak menduga jika tuan mudanya akan membawa Valerie masuk ke ruangan pribadinya.

Iya, sejak dulu tak ada yang diperbolehkan naik ke lantai 2, terkecuali pelayan yang memang dikhususkan merawat dan membersihkan ruangan dilantai 2, yakni hanya kepala pelayan Megan atau Nina yang sudah lama bekerja di kediaman Elbara.

“Apa kau memikirkan apa yang kufirkan?” celetuk Nina yang masih memperhatikan langkah tuan mudanya menaiki anak tangga.

“Eeeyyy!! Itu tidak mungkin! Sangat sangat tidak mungkin!” bantah Laras.

“kenapa tidak mungkin?” balas Nina seraya mengarahkan tatapan sinisnya pada Laras.

“Jika benar tuan muda sudah membuka kembali hatinya, bukankah wanita itu seharusnya lebih cantik dari nona Serena? “ Laras mengutarakan pendapatnya.

“Yak! Sekarang ini kondisi nona Valerie memang sedang kurang baik, dikarenakan luka lebam dan goresan disekujur tubuhnya, coba saja kalau dia sudah memulihkan tubuhnya kembali, dia pasti gak kalah cantiknya dari nona Serena, tau! Huh,” celoteh Nina yang kemudian menarik langkah pergi menuju ruang istirahat para pelayan.

“Tau darimana kau jika aslinya nona Valerie lebih cantik dari nona Serena, kau aja belum pernah melihat wajah asli nona Valerie huh!!” dumel Laras seraya menoyor kepala karibnya selagi berlarian melewatinya.

“Aisssh!! Yak kamvret!! Kemari kau!!” pekik Nina yang langsung mengambil langkah seribu mengejar karibnya yang sudah melakukan tindak anarkis barusan.

Jauh di sudut yang berbeda namun masih berada diruang tengah, terlihat 1 pelayan tengah memasang wajah kecutnya saat menyaksikan tuan mudanya membawa gadis asing ke lantai 2. Yang semakin membuatnya geram adalah kenapa tuan muda harus menggendongnya ala bridal seperti itu.

“Breng*sek! Awas kau!” geramnya dengan mulut tertutup serta sorot mata tajamnya yang masih tak bisa lepas dari tangga yang baru saja dilalui Elbara.

...****************...

Di kamar mewah Elbara.

Setelah membaringkan tubuh Valerie diatas ranjang megahnya, ia pun menarik langkah menuju nakas yang berada disisi lain ranjang.

Elbara meraih gagang telfon kemudian memencet angka yang akan langsung terhubung ke salah satu pelayan andalannya. “Nina, bawakan pakaian ganti kemari!” perintah Elbara yang kemudian meletakan kembali gagang telfon ke dalam tempatnya usai mendapat respon dari sang pelayan.

“Kenapa tuan muda membawa saya kemari? Sa.. saya bisa tidur dengan Bu Megan, tuan muda,” gugup Valerie seraya menurunkan kedua kakinya dari ranjang.

“Apa?! Kau ingin tidur bersama Thomas?!” pekik Elbara yang berpura-pura tidak mengerti kalimat yang diucapkan Valerie. Sebagai tanda dirinya melarang keras Valerie keluar dari kamarnya.

“ti.. tidak tuan, saya..”

“cepat bersihkan tubuhmu!” titah Elbara seraya menunjuk kamar mandi yang berada di dalam kamar Elbara dengan sorot matanya.

“huh? Ti.. tidak tuan, saya mau mandi di kamar mandi lantai bawah aja hehee,” respon Valerie ditengah ketegangan yang terus menggerogoti sel-sel dalam tubuhnya.

Valerie pun kembali mencoba mendaratkan kedua telapak kakinya ke atas karpet tebal yang berada di bawah ranjang Elbara.

Took.. tokk.. suara ketukan pintu terdengar dari balik pintu kamar membuat keduanya refleks mengalihkan perhatiannnya pada pintu masuk.

“Itu pasti Nina,” gumam Valerie namun masih terdengar jelas ditelinga Elbara, Valerie pun lantas bangkit dan berjalan menuju pintu untuk menyambut kedatangan Nina.

Namun baru saja beberapa langkah, Elbara sudah lebih dulu mengambil langkah panjang mendahului Valerie.

Ceklek.. pintu kamar dibuka oleh Elbara, dilihatnya Nina sudah berdiri dihadapannya dengan satu set piyama tidur yang tergantung dilengannya, sedang kotak P3k ditangan kanannya.

“Selamat malam Tuan Muda, piyama tidur untuk nona Valerie dan juga kotak P3K dengan obat nona Valerie yang sudah saya masukan didalamnya,” Nina membungkukan tubuhnya selagi menyodorkan barang permintaan tuan mudanya.

Tanpa berlama-lama Elbara pun menyambar piyama beserta kotak P3K tersebut kemudian kembali menutup pintu kamarnya dengan ekpresi dingin seperti biasanya.

“Ke.. kenapa?” tanya Valerie begitu pintu telah tertutup kembali.

“Bersihkan tubuhmu disini dan ganti pakaianmu,” titah Elbara ditengah perjalanannya menghampiri Valerie yang masih membeku ditempat ia berdiri.

Alih-alih memberikannya dengan cara normal, Elbara malah melempar piyama Valerie tepat mengenai wajahnya yang masih dipenuhi luka lebam akibat penyiksaan tragisnya beberapa hari lalu diatas kapal.

Kemudian dilanjut dengan meletakan kotak P3K diatas nakas, melihat Valerie yang hanya menggenggam erat piyamanya tanpa berniat mematuhi perintah Elbara yang menyuruhnya untuk mandi. Membuat Elbara geram dan hampir kehilangan kesabarannya menghadapi gadis lemot dan keras kepala itu.

“CEPATTTTT!!” bentak Elbara penuh emosional hingga membuat Valerie terkejut dan menjatuhkan piyama yang berada dalam genggamannya.

“ba.. baik Tuan Muda…” racau Valerie seraya bergegas meraih piyamanya lalu berlarian menuju kamar mandi.

...****************...

Setelah Valerie menghilang dari pandangannya, Elbara lantas menarik langkah kembali menuju nakas yang berada disisi lain untuk menelfon pelayannya.

“Iya Tuan Muda,” sahut sang pelayan begitu telfon diterima.

“Buatkan bubur dan teh hangat, minta nina yang membawanya kemari!” titahnya yang langsung menutup telfonnya tanpa menunggu respon dari sang pelayan.

...****************...

Meski suhu ac sudah diturunkan ke tingkat yang paling dingin, namun entah kenapa tubuhnya masih merasakan gerah yang cukup membuat keringatnya bercucuran, Bara pun lantas melepas kemeja formalnya dan menggantinya ke kaos bernuansa hitam, begitu pun dengan bawahannya, yang sebelumnya ia masih memakai celana kain formal kini ia menggantinya dengan celana training yang cocok untuk menemani tidur malamnya.

Selesai merubah setelan pakaiannya, ia pun lantas berjalan menuju ruangan yang berbeda namun masih berada diarea kamarnya.

Kedua kaki jenjangnya terus melangkah sampai akhirnya berhenti di depan sebuah lemari pendingin, dengan santai ia menarik handle lemari pendingin kemudian mengeluarkan 1 kaleng bir dan dibawanya pergi menuju balkon kamarnya.

Seperti malam-malam biasanya, ia hanya berdiri sembari menelusuri area pekarangan mension mewahnya, ditemani 1 kaleng bir yang setidaknya bisa meredamkan gejolak emosional yang berasal dari masa terkelamnya.

Cuplikan tragedi kelam kala kedua orang tuanya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan mereka tewas ditempat, dan dirinya sendiri sempat dirawat selama berbulan-bulan dirumah sakit. Seakan terus menarik dirinya ke jurang yang paling dalam, dimana letak sisi terlemahnya berada.

Belum lagi pengkianatan dari orang yang ia kasihi, semakin membuat kehidupannya hanya di selimuti kabut hitam pekat. Tak ada tawa, senyum ataupun kebahagiaan sejak untaian rasa sakit yang selalu diterimanya dari pahitnya kehidupan.

Sekilas ingatan terdalamnya muncul secara tiba-tiba.

Flashback 20 tahun yang lalu, lelaki remaja yang duduk dikursi belakang tampak girang begitu ayahnya yang berada dikursi pengemudi memberitahukan jika sebentar lagi mereka akan sampai ditempat tujuan.

Yakni wahana bermain yang baru saja dibuka yang letaknya berdampingan dengan desa Pandora, butuh waktu sekitar 3 jam untuk mencapai tempat tujuan mereka, semuanya terasa lancar-lancar saja sampai pada saat mereka melewati desa Pandora.

Cuaca tiba-tiba memburuk, hujan mulai turun dengan derasnya ditambah badai dan kilatan petir yang membuat sang ayah sedikit menurunkan laju kendaraannya.

“Ada apa ini, kenapa mendadak cuacanya jadi seperti ini yah?” gumam sang Ibu seraya celingak celinguk ke area sekitar yang dilaluinya.

“Iya aneh sekali, padahal beberapa menit lalu masih cerah-cerah aja,” komen sang ayah yang ikut memperhatikan cuaca sekitar disela fokusnya mengemudi.

“Ayah aku takut, lebih baik kita pulang aja yah!” rengek Elbara dibelakang sembari memeluk 2 kakinya yang ditekuk.

“Sayang dong, kita sudah jauh-jauh kemari nak, begini saja, kalau ternyata disanapun hujan deras, kita menginap dulu aja dihotel terdekat, setelah reda kita…” belum sempat sang ibu menuntaskan kalimatnya Elbara tampak melihat seseorang yang hendak melintas di depan.

“AWAS AYAH!!” teriak Elbara sembari menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

...****************...

Bersambung...

1
Latipah Hashim
Manasambungannya
Has Suny
ceRita NY goblok amat..di lanjut Carita tambah goblok pantes ng da yg komen
.
Akun Lima: goblok masih aja kaga nyadar ni othor
total 2 replies
Windy Anggita
Campur aduk banget rasanya 😭
Indah Setiawati
crazy up thorr 🥺
Yeonso: pengennya sih gitu, tapi aku pulang kerja malem, lanjut ngerjain tugas kuliah, berimajinasi nya curi-curi waktu aja, /Whimper//Whimper//Whimper/🥹🥹🥹🥹
total 1 replies
Bang Sule
Bara nya plin-plan,Valeri nya bodoh..!
Bang Sule
Elbara tidak konsisten..!
Mimin
bau bau sad ending ini mah kaya nya, /Drowsy/
Yeonso
Hari ini update ya, proses review, agak kurang semangat akhir-akhir ini, yg bacanya makin berkurang si /Grin//Grin//Grin/ wkwkwk
Mimin
kesian banget si Alan thor, giliran udah pengen bener, eh malah cewe nya demen sama yg laen.
Popo lana: mantap thor🤣
total 2 replies
Indah Setiawati
luar biasa
Yeonso
Makasih temen-temen yg masih setia nungguin per-episode nya, maaf kalau ada alur yg ga sesuai dengan ekspektasi, atau alur yg terkesan ngebosenin karena cerita nya bertele-tele, ga kelar-kelar gtu.
hihihihi.
Saran, kritik boleh kok. /Smirk/
Widya Ningsih
yeeeeyy
Yeonso
Episode 151 mungkin terbit besok, karena banyak mengandung unsur dewasa, jadi proses review nya bakal lama /Grin//Grin//Grin/
Anonim
si Bara visualnya aja yg cakep kelakuannya kek *********
Bundanya 2R
Iya gag usah ke mansion Elbara Valerie, btw Alan mana sich tunangannya ditimpa musibah koq gag pernah muncul ? Pdhl sy pendukung Alan dan Valerie lho , Apa jangan2 dia disuruh ke LN sama mamanya yg jahat itu ? Biar dia nda tahu kejadiaan yg menimpa valerie.
Yeonso: Waaaaahh tebakan nya jitu beneerrr wkwkwkwk /Joyful//Joyful//Joyful/
total 1 replies
Widya Ningsih
gek ndang Thor, muter2 si thor. pake nyemplung segala. awas aja cuma mbayangke 🥵
Mimin
Apa ini???
Tamatkah??
Mana kebahagiaan untuk Valerie thor!!
Jangan kejam" amatlah!!
Bundanya 2R
Curiga ada dalang dibalik musibah ini semua, sengaja ada yg mengorder nasi box biar paman seno ke hotel tsb, trus diskenariokan temannya suruh nyalakan kompor biar meledak, semuanya hanya untuk membuat Valerie menderita. Kalo bukan kakeknya Elbara mungkin mamanya si Alan,. Dan nanti Valerie akan meminta bantuan sama pamannya Jin dengan syarat Valerie harus ikut tinggal sama pamannya secara di Pandora dia sdh tdk punya siapa2 lagi . Tapi gag tau juga sich soalnya saya hanya ngarang aja , berimajinasi 😅🤣
Bagoes
Bara goblok 😒😒
Bagoes: Sangat thor.. esmosi ni bacanya 😤😤 masa CEO yg katanya pintar gitu pun masih ragu.. apa lagi punya chacha jelas punya alergi susu sapi beda sama echa.. ya kali masa masih ga bisa bedain.. kan sebell 😑😑
total 2 replies
Bundanya 2R
Ahhhh so sweet, jgn sampe si Elbara menggagalkan rencana pertunanagan Aam dan Valerie 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!