NovelToon NovelToon
Cinta Si Kembar

Cinta Si Kembar

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Anak Kembar / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:99.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eed Reniati

Kisah Revalina Hamid atau Adiva Briana Elang , selama terpisah dari keluarga kandungnya. Saudara kembar Adila Dyah Elang yang hilang saat usia 8 tahun tumbuh dengan identitas baru.
Keadaan merubah sifat dan watak mereka. Adiva yang lupa akan Siapa dirinya hidup dengan jati diri baru, sebagai Revalina Hamid Putri dari keluarga Hamid dari istri pertama. Putri yang selalu bikin masalah dengan ayahnya, saudara tirinya dan ibu sambungnya.
Adila anak perempuan yang ceria dan ceplas-ceplos dalam bicara , berubah menjadi pribadi yang pendiam dan introvert, mandiri pendiam, tenang dan selalu berhati-hati dalam bertindak setelah kembaran nya menghilang.
Bagaimana cara takdir bekerja untuk menyatukan anak-anak Raihan dan Raihana. Ikuti juga kisah cinta si kembar menemukan cintanya.
Juga kisah si kembar setelah terpisah dan berkumpul lagi. Juga kisah cinta mereka bersama sahabat-sahabatnya dan tidak ketinggalan kakak si kembar Satria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eed Reniati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Anak Tentara

Setelah memikirkan secara matang , ahkirnya aku memutuskan untuk pergi bersama Satria untuk bertemu dengan adiknya yang bernama Adila. Karena itu sore ini aku ikut Satri pulang ke rumah orang tuanya yang ada di Semarang. Saat aku terkejut dengan rumah yang di jaga beberapa pria berbaju loreng, Satria bilang ini rumah dinas orang tuanya. Orang tuanya adalah tentara yang masih aktif.

"Tetapi aku punya tetangga yang seorang tentara rumahnya tidak ada penjaganya, pasti orang tua mu punya pangkat ?"

"Ya begitulah!"

"Ko kamu gak ikut jadi tentara ?"

"Aku sudah pernah ikut pendaftaran Akmil Magelang, tapi gagal."

"Ko bisa, bukannya ayah mu juga tentara."

"Tidak semua tentara anaknya juga akan mudah daftar jadi tentara."

"Temanku ada yang lolos masuk Akpol Semarang murni, tapi ada juga yang lolos ikut masuk Bintara polri dengan biaya 150 juta."

"Hah bego sekali temanmu, mau-mau aja bayar segitu banyak buat oknum yang tidak bertanggung jawab."

"Ya namanya orang tua pingin melihat anaknya gagah pakai seragam."

"Banyak orang yang masih mengukur keberhasilan dari jabatan dan seragam yang mereka gunakan."

"Bener mas, aku setuju kalau itu !"

"Kamu duduk dulu aku panggilkan mamaku !" Di ruangan ini tidak ada foto keluarga layaknya rumah seorang pejabat. Setelah aku duduk selama 5 menit nampak wanita paruh baya yang terlihat cantik keluar bersama dengan Satria. Dia memandangku dengan mata yang berkaca-kaca, mungkin dia mengingatkan aku dengan Adila.

"Ma, kenalkan ini Revalina. Mama bisa panggil dia dengan nama Reva atau Lina, terserah mama dan senyamannya mama." Ucap Satria mengenalkan kami.

"Boleh Mama panggil dengan nama Reva?"

Mama..Mama kenapa panggilan itu serasa tidak asing ya ?

"Silahkan tante," ucapku lirih.

"Boleh Tante peluk kamu?" Karena aku sendiri juga bingung dengan situasi ini , aku hanya mengagukan kepala sebagai jawabanku.

" Terima kasih telah mengijinkan tante untuk memelukmu." Ucapnya sambil meneteskan air matanya. Membuatku serba salah, mau bertanya takut salah. Jadinya aku hanya mampu diam tanpa beriaksi apa-apa.

"Ayo masuk, Reva sudah makan apa belum?"

"Belum mah kami dari Jogja langsung ke sini."

"Ayo ikut Tante kamu bisa istirahat." Aku di bawa ke kamar yang cukup luas.

"Kamu bisa beristirahat dan tidur di sini, di situ ada dua lemari satu lemari berisi baju Dila. Satu lemari berisi baju baru punya kembarannya Dila yang belum pernah dipakai ,kamu bisa memakai itu dan pilih sesuai selera kamu."

Apa kembarannya Dila. Apa kami kembar?

"Apa kembarannya tidak marah mengingat baju itu masih baru?" Tanyaku hati-hati, Satria tidak pernah bilang kalau adiknya Adila punya kembaran.

Mama Satria tidak menjawab hanya menggeleng dan meneteskan air matanya, membuatku serba salah. Hatiku ikut sedih melihat air mata itu keluar dari matanya.

"Tante yakin dia tidak akan marah. Kamu istirahat lah,Tante akan menyiapkan makan buat makan kita."

"Terima kasih mama." Ucapku sambil memelukku dari belakang. Aku sendiri tidak tahu kenapa aku melakukan ini semua, memeluk dan memanggilnya mama.

 mengalir. Mama Satria langsung membalikkan badannya dan langsung memelukku erat.q

"Maaf Tante mengingatkan aku dengan mamaku!" Bohongku, tidak mungkin aku melakukan semua gerakan itu secara spontan. Mama Satria mengaguk dengan air mata memerah seperti menahan air matanya.

Setelah mama Satria keluar aku meneliti lemari yang katanya bisa aku pakai punya kembaran Dila.

Wow, baju bermerek pantes bagus. Tapi kok masih baru semua, kemana kembaran Dila. Apa aku kembarannya, jika aku kembarannya berati Satri kakak ku. "Ahh pusing kepalaku, lebih baik aku tidur nanti bangun biar pikiran ku jadi jernih." Ucapku sambil berjalan ke arah tempat tidur, saat aku rebahkan tubuhku di atas kasur mataku menangkap figura foto. Karena penasaran aku ambil, 'Buset mirip banget , sepertinya aku yakin kalau kami kembar. Tapi tidak mungkin aku tiba-tiba tanya mereka, apa aku anak mereka. Ngarep sekali aku menjadi anak Jendral.

Setelah aku tertidur aku terbangun karena ketukan kamar.

"Tok tok tok Reva !"

"Apa?" Ucapku sambil berjalan menuju pintu kamar. "Ada apa ?"

"Mandi habis ini kita makan !" Ucap Satria sambil mengacak rambutku.

Setelah mandi dan memilih baju yang di sediakan aku turun. Sebenarnya aku juga bawa baju sendiri,tapi entah mengapa aku ingin memakai baju yang mana Satria sediakan.

"Wih mama masak Kepiting saos tiram dan Cumi goreng tepung." Ucap Satria saat kami tiba di meja makan dan melihat menu yang tersedia di meja makan.

"Reva sudah lapar belum?"

"Belum Tante."

"Kalau begitu kita tunggu papa ya?"

"Iya Tante."

Kami menunggu dengan mama Satria yang bertanya banyak hal padaku. Setelah 15 menit menunggu ahkirnya muncul seorang lelaki paruh baya yang terlihat gagah dengan seragamnya.

"Ayo kita makan ! Pasti pada nungguin papa kan!"

"Reva mau makan kepiting ?"

"Reva suka, tapi Reva tidak pandai mengupas kepiting biasanya bunda yang mengupaskan." Ucapku malu terlihat banget aku anak Bunda.

"Sini aku bantu," ucap Satria yang langsung mengambil Kepiting dan membuang cangkangnya.

"Terima kasih." Ucapku setelah kepiting siap untuk di makan.

Setelah makan kami menonton bersama di ruang keluarga. Aku yang merasa tidak nyaman karena mama dan papa Satria yang beberapa kali melirikku, ahkirnya aku pamit masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.

"Bisa bicara berdua ?" Tanya Satria menghampiriku yang hendak masuk ke dalam kamar.

"Bisa mau bicara di mana?"

"Di teras belakang."

Aku melangkahkan kakiku mengikuti Satria yang berjalan kebelakang. Di belakang ada taman kecil dan ayunan.

"Apa kamu punya adik kecil ?" Tanyaku saat aku sudah duduk di ayunan.

"Tidak, itu ayunan sudah ada waktu papa dan mama pindah ke sini." Untuk sesat Satria hanya diam melihat kearah ku. Aku yang tidak tahu tujuannya mengajak ku bicara asik bermain ayunan. Bodoh amat salah sendiri hanya diam.

"Ekhm ekhm, bisa kita mulai bicara ?"

"Bicara saja aku pasti mendengarkan mu!"

"Kamu pasti merasa tidak nyaman dengan sikap mamaku, yang beberapa kali menahan tangisannya. Atau mungkin sudah menangis atau papa ku yang sesekali mencuri pandang kepada mu!"

"Tentu, tapi kata mama mu Dila punya kembaran dimana kembarannya sekarang ?"

Terdengar Satria menghela nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya.

"Adiva Briana Elang , itu namanya adik kembar Dila."

"Adik kembar ?"

"Dila lahir 5 menit lebih dulu dari pada Diva."

"Sekarang dia di mana ?" Tanyaku saat Satria hanya diam.

"Dia menghilang saat berumur 8 tahun."

Tiba-tiba jantungku berdetak lebih cepat, apa jangan-jangan aku kembarannya ?

"Maaf aku mau masuk ke dalam kamar dulu, aku belum siap untuk melanjutkan cerita mu. Boleh aku masuk ke dalam kamar ?"

"Silahkan!"

Dengan langkah sedikit sempoyongan menahan kepala ku yang tiba-tiba sakit aku masuk ke dalam kamar.

Sesampainya di dalam kamar, percakapanku dengan Om Niko terulang seperti kaset yang di putar ulang kembali.

"Karena kamu melupakan masa-masa itu, kamu hilang ingatan. Kamu melupakan masak kecilmu, sekarang Om tanya apa yang kamu ingat waktu kecil?"

"Waktu menjadi murid pindahan, saat kelas 3 SD aku di antar sekolah ayah dan bunda. Padahal bunda kan juga guru baru di situ." Ucap Reva sambil mengingat hari pertama sekolah waktu itu.

"Om menemukanmu saat umur mu mungkin sekitar 8 atau 9 tahun dalam kondisi terluka. Om melihat kamu di dekap seorang wanita,yang sama-sama terluka nya. Dia meminta Om untuk membawamu turun duluan supaya kamu segera mendapat pertolongan. Tapi sorenya kami dapat kabar perempuan itu meninggal dan kamu hilang ingatan."

"Sebentar deh Om, ko kaya cerita yang di sengaja di karang ya. Pakai istilah amnesia segala." Ucap Reva sambil menatap tidak percaya.

1
mami Fauzan
SippLahhh endingnya happy 👍👍👍
mami Fauzan
joss,, gass lahh jangan ksh kendorr....
falea sezi
gass terus ya sen
falea sezi
diva jahat woy
falea sezi
lah arkana innalillahi
Anie Baelah
Luar biasa
Santi Herman
cakeep
eed
Sama-sama, terima kasih atas dukungannya.
Santi Herman
makasih thor, karya mu bagus, sukses selalu buat mu Thor
Santi Herman
kok para mantan berseliwiran aja,mulai dari mantan bapak ampe mantu
Santi Herman
kamu hebat thor
Nur Dafa
mampir
Pipit 18
terlalu singkat
Pipit 18
cerita terlalu singkat
Herlina
Luar biasa
Santi Herman
kok kayak papa ray ya.... g ada tegasnya ma pelakor
.
Santi Herman
o oh o digantung 😂😂😂😂😂
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚
semangat
Santi Herman
cakep, jangan ulang kisah ayah rayhan
Santi Herman
cakeep. lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!