NovelToon NovelToon
Suami Kecil Milik Bu Guru

Suami Kecil Milik Bu Guru

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Terpaksa Menikahi Murid / Pernikahan Kilat / Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu / Berondong / Tamat
Popularitas:65.6k
Nilai: 5
Nama Author: Maciba

Edgardo Rafel Torres siswa tingkat akhir Senior High School, terpaksa menikahi Emilia Anette Putri. Wanita yang berprofesi sebagai guru di sekolahnya. Padahal dia sangat membenci guru tersebut, karena memiliki nama yang mirip dengan mantan kekasihnya.

Semua terjadi atas kesalahpahaman. Dari kesalahan yang tidak pernah dia lakukan. Dituduh menghamili Emilia, bahkan berencana melenyapkan Emilia dan bayinya oleh penduduk setempat.

Hingga suatu hari kehidupan keduanya berubah karena interaksi yang tercipta setiap harinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maciba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 Di mana?

Selesai dengan aktivitas buang air kecil, Edgardo berlari kecil keluar dari toilet. Senyum merekah masih terpatri pada wajahnya yang tertutupi masker.

Berhenti di instalasi farmasi, Edgardo tercengang, kehilangan Emilia. Tidak ada sosok gurunya di ruang tunggu. Tak lama nomor antrean serta nama Emilia dipanggil.

Edgardo kebingungan, karena istrinya pergi tanpa pamit dan tidak mengirim pesan singkat apapun. Lebih anehnya lagi kenapa Emilia tidak menunggu hingga apoteker menyerahkan obat.

“Mungkin dia ke toilet.” Pikir Edgardo, mengambil vitamin milik sang istri. Lalu menyandarkan punggung sembari menunggu Emilia kembali dari toilet.

Terus saja melirik jam tangan, memerhatikan detik yang berubah menjadi menit, bahkan tanpa terasa terlewat satu jam. Sangat lama untuk ukuran seseorang melakukan kegiatan dalam toilet.

Penasaran, Ed memberanikan diri ke toilet wanita, bertanya kepada beberapa orang yang keluar masuk, menunjukkan foto Emilia. Namun, semua jawaban orang-orang tetap sama, tidak pernah melihat sosok Emilia Anette Putri.

Edgardo mencoba menelepon istrinya, tetap sama, nomor yang dituju tidak bisa dihubungi. “Apa yang dia lakukan? Kenapa harus pergi sendirian? Dia bilang ayah tirinya jahat. Di mana kamu Emilia?”

Ed melirik pada sudut langit-langit rumah sakit, terlihat CCTV menggantung di sana sini. “CCTV, argh … kenapa tidak dari tadi mencarinya melalui CCTV.”

Belum sempat Edgardo melihat rekam CCTV, otak dan hatinya kompak mencegah niatnya.

Seandainya saja bisa, pasti Ed akan mendobrak dan memeriksa rekaman di ruang operator, tetapi apalah arti rencana tanpa aksi. “Tidak bisa.” Geramnya.

Ed teringat sekaligus terhalang oleh statusnya sebagai suami Emilia, serta putra kedua Tuan Torres, pemilik rumah sakit ini. Ia harus merahasiakan tujuannya datang ke rumah sakit dari siapapun.

Jika memaksakan kehendak, pasti petugas operator, melaporkan tindakan gilanya kepada kedua orangtua, sudah pasti berbahaya bagi Emilia.

Pesan Nyonya Torres melekat erat dalam kepala, bahwa putra dan putrinya dilarang tersangkut skandal. Lagi-lagi nama besar keluarga dipertaruhkan, “Maafkan aku Emilia.” Lirih Edgardo.

Terpaksa Ed mencari Emilia seorang diri, menyusuri setiap sudut rumah sakit yang luas, terdiri dari beberapa gedung dan tingkatan.

Jalanan sekitar pun tidak luput dari pengamatan tajam Edgardo, bahkan cafe dan restoran sekitar rumah sakit diperiksa satu per satu tetapi hasilnya nihil.

**

Di sisi lain

Alvarez membawa Emilia ke jalan yang jarang dilalui kendaraan, mengemudikan mobil sangat cepat menjauh dari rumah sakit.

“Sekali kotor tetaplah kotor. Kau memang terlahir dari wanita yang gemar menggoda pria, maka tidak heran putrinya pun memiliki sifat serupa, memalukan.” Kata-kata Alvarez menyayat hati Emilia, membawa mendiang ibunya ke dalam masalah ini.

“Mama bukan orang seperti itu, jaga ucapan Papa!” balas Emilia tak kalah tajam, kilat kebencian terhadap ayah sambungnya begitu nyata terpancar dari kedua bola mata coklat.

“Ibumu seorang wanita malam yang tidak tahu diri, setelah hamil dengan pria lain, pergi mencariku dan memaksaku menikahinya. Katakan, di mana baiknya? Dan sekarang sama dengan putrinya.” Imbuh Alvarez menghina Emilia. Ekor mata melirik Emilia, bibirnya tersenyum sinis.

“Cukup Papa! Bukankah Papa dan Mama saling mencintai, Papa menerima Mama, artinya menerimaku sebagai putrimu meskipun aku bukan darah dagingmu?” suara Emilia bergetar, pipi mulusnya dipenuhi derai air mata yang menganak sungai.

Alvarez menepi di pinggir jalan, sunyi, sepi dan senyap, tidak ada satu kendaraan pun yang lewat, apalagi orang berlalu lalang. Emilia tidak tahu kemana Ayah sambungnya ini membawa pergi.

“Katakan! Siapa anak muda itu, haha?” Alvarez mencengkeram rahang Emilia cukup kuat hingga mulutnya terbuka.

Tentu saja Emilia menggelengkan kepala, membohongi Ayahnya. “Siapa yang Papa maksud? Aku tidak mengerti.” Cicit Emilia.

“Hah dasar licik. Remaja tadi salah satu putra Tuan Torres, benar kan? Kau menjalin hubungan dengannya, iya kan? Dia muridmu Emilia, Hahaha.” Alvarez menghempas kuat pipi Emilia, nyaris membentur dashboard dan kaca mobil.

Alvarez menunjukkan ponselnya, terdapat foto Edgardo dalam toilet tengah merapikan penyamaran. Tidak hanya foto, video kebersamaannya keluar dari ruang dokter obgyn pun dimiliki Alvarez.

Demi mengetahui identitas pria yang melindungi putrinya, Alvarez membuntuti Edgardo ke toilet, diam-diam memotret remaja itu.

“Apa kau menjebak Putra Kedua Tuan Torres? Hebat kau Emilia, menjerat anak muda yang tidak tahu apapun dalam masalahmu. Aku yakin anak itu mengigit umpan dari wanita murahan, kasihan sekali nasibnya.” Alvarez mencibir dan tertawa puas akan jalan yang ditempuh oleh Emilia.

“Dia tidak salah apapun, aku tidak pernah menjebaknya. Semua ini terjadi karena kesalahpahaman.” Tukas Emilia, tidak tinggal diam, berusaha membuka pintu mobil tetapi Alvarez kembali mengunci, tak ingin sumber penghasilannya pergi dengan mudah.

Pria paruh baya ini pun memiliki pemikiran picik yang harus digunakan untuk mendapatkan uang lebih banyak. Tiba-tiba saja Alvarez tertawa, bertepuk tangan, menggelengkan kepala tanda tidak percaya apa yang baru saja terlintas di kepalanya.

“Bukankah sekolah itu memiliki kredibilitas tinggi? Menjunjung tinggi kedisplinan dan kompetensi guru. Umm … apa jadinya jika satu sekolah tahu salah satu siswa menghamili gurunya? Dan orang itu adalah Tuan Muda Torres, wah berita yang menarik.” Seru Alvarez sangat senang.

“Tidak.” Tegas Emilia, jujur saat ini ia takut menjadi pelaku utama yang merusak masa depan muridnya sendiri. Betapa kejamnya Emilia jika membiarkan Alvarez melakukan semua itu.

“Ya, aku akan melaporkan hal ini kepada Komite Yayasan Torres Inc, bagaimana menurutmu? Kira-kira kapan waktu yang tepat?” mencolek dagu Emilia, mencium aroma parfum yang menguar dari pakaian Emilia.

Alvarez baru menyadari penampilan putrinya jauh berbeda, sangat rapi dan menawan, tidak ada kemeja kusut, tetapi pakaian berserat kain halus dan lembut.

“Waw. Calon Nyonya Muda Torres berhasil, aku mendukungmu Emilia, menikahlah dengan anak ingusan itu dan berikan bayimu padaku, sebagai bayaran biaya hidupmu hingga menjadi sehebat ini.”

Emilia tahu sifat ayahnya, Alvarez keras kepala, bisa menggunakan segala macam cara demi mencapai tujuan yang diinginkan. Seperti bulan lalu, membawanya secara paksa ke hadapan Tuan Mirano.

Namun kali ini Emilia akan memastikan bahwa Alvarez tidak bisa menyentuh Edgardo seujung rambut pun. “Langsung saja! Aku mengenal Papa sejak kecil. Apa yang Papa inginkan?”

“Cerdas, tidak sia-sia kamu lulus sarjana dan mengikuti sertifikasi pengajar. Otakmu encer juga sayangku. Berikan aku uang untuk menutup mulut, ingat setiap aku meminta, uang itu harus ada! Paham kau Emilia?” Alvarez semakin di atas angin, tujuan kecilnya tercapai, mengeruk uang dari anak tirinya.

“Baik.” Berat hati bibir Emilia menjawab keinginan Alvarez.

Alvarez kembali melajukan mobil, menuju pusat keramaian, tepatnya di mana mesin ATM berada. Ia ingin Emilia menarik uang tunai detik ini juga, bukan transfer atau menunggu hingga bank buka esok hari.

Sejenak Alvarez mengernyitkan dahi, tidak percaya bahwa Emilia hanya mengeluarkan kartu murahan yang dimiliki warga biasa.

Dia pikir Emilia diberi fasilitas black card. “Oh kau belum berhasil mengambil hatinya ya? baiklah aku minta untuk biaya hidupku sehari-hari saja dulu.”

Tangan Emilia terasa kaku menggunakan ATM itu, terpaksa menggunakan uang kebutuhan belanja makanan di apartemen untuk membungkam mulut Alvarez.

TBC

***

kasih semangat kakak untuk author

😥

 

1
Pa Muhsid
jadi salpok ama uang🤑💸💵💴💶💰💳 baru singgah thor lamkenal
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
nacl di Goodnovel: baiknyaaaa
terima kasih Kak 🙏
total 1 replies
Myra Myra
wow .. semoga semua berjalan Ngan lancar
nacl di Goodnovel: uhhh baik banget terima kasih 🙏
total 1 replies
Mutiara Anugrah
Luar biasa
Myra Myra
mintk2 semua berjalan Ngan baik...cinta mne bole paksa...pelik ayh Cecilia niey
nacl di Goodnovel: benar sekali
😉👍
total 1 replies
memei
pasti si donat itu...yg di tabrak.
dasar teloooo donat
memei: si donat pemersatu bapak ibunya
total 2 replies
Myra Myra
sape kah dia...jgn org jht dh Ae??
nacl di Goodnovel: ide bagus 👏👏👏😎
total 1 replies
memei
emilia pasti ingin membuat kesepakatan , klo ed diterima keluarganya lagi emilia mau pergi dari ed...
tapi kali gak akan bisa em
nacl di Goodnovel: kalau emilia kabur gemana ya? 🙄
total 1 replies
memei
gedek banget sama leon ,dan nyonya tores kok kamu berubah ya sekarang mandang status sosial
memei: kayak gk pernah kayak ed aja
total 3 replies
memei
selesaikan dulu masalahmu sama si pelakor cecilia itu ed
nacl di Goodnovel: wkwkwkkw otw ya kaka 🙏 terima kasih sudah setia membaca
total 1 replies
nacl di Goodnovel
ya ampun baik banget masih ada yg kasih vote dan gift 😭😭
salam dari aku yg galau
memei
pasti selama ini daddy leon yg menutup jalan ed biar nemuin emilia...
nacl di Goodnovel: getok pakai palu 🙊
total 3 replies
memei
semangat kakak
nacl di Goodnovel: ahh baik sekali
di tengah huru hara kakak semua yg bikin tetap pulang ke sini 😁
total 1 replies
dara
akhirnya ketemu juga Emilia da ed
☺️☺️☺️
dara: ia betul itu
🙂🙂
total 2 replies
memei
pak leon juga gak bisa menunjukan kekuasaannya dg melindungi menantu , gk belajar dari pengalaman gimana rasanya terpisah dari istri kn pernah ngalamin sih pak leon ...pasti tau apa yg dirasakan ed
nacl di Goodnovel: ya ampun terharu dicariin baik banget padahal si aku lagi loyo pakai koyo 😭😭😭
up tipis tipis ya kak
jujur aja malas bukan aku bangeeet tapi yasudahlah aku hanya bisa survive
wkwkkwwk jadi curhaaat yaaaa
total 5 replies
Istri Bei Ming Ye
kenapa satu tor
ta kemarin libut
nacl di Goodnovel: wkwkwkwk woke woke tunggu ya nanti dikebut tapi harus dibaca loh 😌😌😌
total 1 replies
Istri Bei Ming Ye
kasih vote tor
up lagi
nacl di Goodnovel: ah kamu baik banget ❤️❤️❤️
total 1 replies
memei
pura2 e ek aja ed ,sakit perut trs keluar lwt jalan tikus
kelamaan nunggu pada tidur
memei: nunggu mateng dulu x kak 🤭 tp kelamaan
total 4 replies
memei
dasar bocah ,,,emilia disuatu tempat pasti sedang berjuang hidup .
si ed bocah malah merusak hidup
nacl di Goodnovel: janngan kdrt dong 😭😥
total 3 replies
Istri Bei Ming Ye
bocah wong edyan
rasakan itu kau
nacl di Goodnovel: siapa wong edan?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!