NovelToon NovelToon
I Love My Ex-Wife

I Love My Ex-Wife

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:32.9k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Ingin dicintai seseorang adalah naluri manusia. Namun, memilih mencintai terlebih dahulu membutuhkan keberanian karena akan membuka peluang tersakiti lebih dulu dengan "cinta tak terbalas".

Mentari Sinar Diningrat, seorang mahasiswa kedokteran yang sedang menyelesaikan coas, berusia 24 tahun, memiliki tubuh lumayan tinggi 168cm, berkulit putih bersih dan bercahaya seperti namanya, serta lugu polos hingga lelaki yg melihat nya terkesima dengan penampilan Dokter Mentari. Banyak mata lelaki melihatnya , tapi dia hanya melihat dokter senior pembimbing coas nya yaitu Dokter Chandra yang sudah memiliki kekasih.

Pada suatu hari menjelang pernikahan dokter Chandra dengan kekasihnya, dokter Chandra dicampakkan kekasihnya demi lelaki lain. Agar tidak membuat malu keluarga, akhirnya Dokter Chandra memutuskan untuk meminta Dokter Mentari menikah dengannya.

Apakah cinta Mentari untuk Chandra terbalaskan? Apakah pernikahan mereka bisa bertahan? Apakah cinta mereka setara???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11 : Serangan mendadak

Malam pertama Mentari Chandra dengan status suami istri namun tetap perjaka dan gadis sudah terlewati. Setelah bangun tidur di tempat masing2, mereka bergantian membersihkan diri lalu ke restauran hotel untuk sarapan bersama keluarga mereka yang sudah menunggu.

"ehem ehem" suara Adiguna yang berniat menggoda anak dan menantu nya itu.

"cieee cieee udah malam pertama nih" sahut Winata yg sehati dengan besannya menggoda anak dan menantu juga.

Mentari dan Chandra hanya senyum tipis meratapi bahwa malam pertama mereka lewati biasa aja tanpa hal panas diatas kasur. Mereka memutuskan untuk langsung duduk saja di bangku kosong berhadapan dengan Marga dan Misca.

"Aduh kita dihadapkan sama pengantin baru nih Mis" seru Marga yang ternyata sama saja dengan Adiguna sang ayah menggoda kakak perempuan satu satunya dikeluarga Adiguna.

"hisss, kamu tuh ya godain mbak mau mbak jitak tuh kepala" sahut Mentari yang didepannya sambil melotot tajam.

"Awas tuh mata keluar mbaaak, jangan melotot kayak gitu malu udah ada suami" ujar Misca yang membantu Marga menggoda Mentari.

Arum dan Angelica sebagai ibu besar keluarga Adiguna dan Winata hanya bisa ketawa melihat kehebohan suami dan anak - anaknya. Cantika pun yang berada di sebelah Mentari ikut ikutan menggoda kakak iparnya itu sambil membisikkan sesuatu yg membuat pipi Mentari memerah.

"Mbak Tari habis berapa ronde sama Mas Chandra? perut sobeknya dia menawan loh" bisik Cantika dengan nada menggoda.

"aaahh kamuu, nggak ronde ronde an" seru Mentari tanpa sadar membuat semua yg berada di meja makaan itu menatapnya, Ia langsung memberikan klarifikasi.

"maksudnya, aku gak suka ronde Cantika jadi mungkin aku gak akan makan ronde yg kamu tawarkan dikirim ke apartemen aku sama mas Chandra" jelas Mentari sambil menatap Cantika yg disebelahnya dan tangan sudah memegang tangan Cantika dengan kuat tp tidak menyakiti adil iparnya itu. Cantika hanya tertawa diikuti oleh tawa kecil dr yg lain karena tau arah pembicaraan itu.

"Awas ajaa tuh bocah, minta gak dikasih jatah saku sebulan" batin Chandra yg tau ulah adiknya itu menggoda Mentari.

Akhirnya sarapan sudah selesai, mereka langsung menuju kamar masing2 untuk mengemasi barang dan check out hotel.

Setelah semua sudah berada di lobby dan urusan check out sudah diwakili Mentari untuk semua kamar keluarganya, Chandra pamitan kepada kedua keluarga itu untuk langsung pulang ke apartemen nya. Mentari dan Chandra langsung menuju apartemen yang sudah disiapkan Winata untuk Chandra ketika menikah tapi sudah Chandra pakai beberapa kali ketika kondisi urgent seperti ketika mabuk karena patah hati ditinggal Sekar atau beberapa kali juga ia datang kesitu bersama Sekar meskipun hanya sekedar makan malam masakan rumah.

* (jangan mikir aneh2 ya, Chandra dibikin author jadi cowok setia, pinter masak, dan tidak neko-neko mangkanya Sekar terpincut lelaki lain yang Badboy dan menggoda haha)*

Apartemen yang dekat dengan RS UKA. Winata pikir anaknya itu akan lebih mudah mobilisasi nya dari tempat tinggal ke tempat kerjanya. Apalagi ternyata menantunya dengan seorang dokter yg meskipun hanya sementara jadi asisten putranya, ia cukup puas menyiapkan apartemen yg sudah dia siapkan sejak Chandra kerja di RS UKA sekitar 3 tahun lalu.

"Kita sudah sampai" seru Chandra ketika sampai ke lobby. Lalu ia turun membuka pintu Mentari dan menurunkan barang dari bagasi mobil untuk dibawa troli apartemen oleh petugas resepsionis apartemen mewah itu. Lalu ia memberikan kunci mobil pada security apartemen untuk diparkir di tempat parkir basement.

"Maaf ya Pak, barang kami banyak" kata Mentari tiba tiba disela resepsionis apartemen yg bernama Agus di bajunya mengangkat 3 koper besar untuk ditaruh di trolli dan 2 tas jinjing.

"gapapa bu, ini sudah tugas saya" jawab Agus sambil tersenyum.

"oh ya Agus, kenalin ini istri saya, Mentari" ucap Chandra mengenalkan wanita disampingnya itu untuk dikenalkan kepada Agus biar tidak menimbulkan salah paham karena resepsionis itu sudah mengenal Sekar.

"Baik pak Chandra. Selamat datang di Apartemen Orchard Bu Mentari, semoga betah tinggal disini ya bu dan semoga pernikahan kalian bahagia selalu" sahut Agus ramah dan memberikan doa baik untuk pengantin baru tersebut.

"Amiin, Terima kasih doanya Pak Agus" jawab Mentari sambil tersenyum menerima doa baik itu.

Setelah semua barang bawaan dikemas oleh Agus, Mentari dan Chandra naik melalui lift pengunjung sedangkan trolli nya lewat lift trolli khusus barang.

Chandra berjalan terlebih dahulu setelah keluar lift di lantai 19, Mentari mengikuti nya tanpa terdengar suara dari mereka.

"Ini apartemen nya nomor 1911" kata Chandra sambil menempelkan kartu sensor pada pintu kamarnya. Pintu terbuka lalu ia masuk ke apartemen yang sudah terlihat mewah setelah melihat isinya.

"jika kamu tidak suka penataan ruangan serta isinya, kamu bisa ganti" ujar Chandra datar dan Mentari pun hanya diam. Chandra berjalan lagi menujukkan kamar dan ruangan yang berada di apartemen itu.

"Ini kamar mu dan kamarku di sebelah sana ya soalnya ruangan disebelah kamarku itu ruangan kerja ku selain jadi Dokter aku juga bantu ngurusin perusahaan Pak Winata" lanjut Chandra menjelaskan isi rumah seperti lagi study tour untuk Mentari.

"Oke" jawab Mentari singkat dan lalu mereka mendengar suara bel apartemen. Sudah pasti itu Agus yg membawakan barang - barang pasutri baru itu. Mentari berjalan menuju pintu untuk membukanya. Agus membawa trolli itu masuk apartemen untuk memudahkan peletakkan barangnya tanpa perlu diangkat angkat lagi.

Agus mengikuti intruksi dari Mentari mana koper dan tas jinjing yg ditaruh di kamarnya dan sisanya ia arahkan untuk ditaruh di kamar Chandra.

Chandra hanya melihat Mentari yang mengarahkan barang bawaan mereka dengan senyumam tipis.

"mandiri dan tegas sekali tuh cewek, terlihat dewasa kalau udah memerankan jadi istri gini" batin Chandra merasa melihat kedewasaan dari Mentari yang tidak ia lihat kalau lagi berduaan saja dengannya atau dilingkungan rumah sakit.

Setelah barang sudah masuk ke kamar masing2, Mentari yang mengantarkan Pak Agus untuk keluar kamar mengambil 3 lembar uang berwarna merah untuk diberikan kepada Agus sebagai tip.

"terima kasih bu Mentari, semoga rejekinya makin lancar ya" ucap Agus dengan menerima tip itu tanpa malu malu atau tarik ulur kayak gak mau tapi mau. Rejeki gak boleh ditolak bos!

"iya sama sama pak, Terima kasih juga udah bantu bawa barang yg banyak ini ke kamar. sehat sehat ya pak Agus" jawab Mentari sambil tersenyum tulus.

Akhirnya Mentari kembali kedalam apartemen setelah menutup pintu. Ia melihat Chandra duduk di sofa ruang tengah didepan TV. Lalu menghampiri suaminya itu dan duduk disebelah Chandra.

"Mas, perizinan aku jadi asisten kamu udah kamu urus belum? Kapan aku bisa mulai kerja? " bukannya kata - kata romantis istri yang seharusnya keluar karena dikasih apartemen mewah , malah pertanyaan soal pekerjaan. Ya gimana ya, Mentari anak orang kaya apartemen seperti ini sudah biasa ia lihat di keluarganya atau ketika tinggal di luar negeri.

"Udah aku urus tadi pagi, udah kusampaikan ke direktur RS UKA. Dia jawab boleh, tapi kamu besok harus ke RS ngurus administrasi nya ya" jawab Chandra sambil tetap menatap TV yg nyala.

"oke deh. Besok aku bareng kamu ke RS ya Mas, sekalian pemanasan selama 3 bulan aku akan bareng kamu terus yakan" ucap Mentari yang membuat Chandra langsung menatap istri nya itu yg berada disampingnya.

"apa dia mau menggoda ku ya? " batin Chandra sambil menatap wajah Mentari yang cukup dekat. Pandangannya beralih ke bibir merah muda Mentari yang terlihat fresh dan menggoda iman.

Dirasa ia mulai tidak tahan melihat wajah istrinya itu dari dekat takut khilaf, dia pun berdiri tanpa berkata apa apa. Namun ketika ia mau meninggalkan sofa itu, tangan Chandra ditarik Mentari hingga Chandra jatuh lagi duduk sofa. Mata mereka saling pandang. Lalu tiba - tiba tangan Mentari menangkup kedua sisi pipi Chandra dengan kedua tangannya.

"kamu belum jawab pertanyaan ku Mas. Apa boleh aku besok bareng kamu ke RS? " tanya Mentari sambil menekan pipi suaminya itu selembut mungkin.

deg deg deg, ketua debaran jantung kedua manusia itu suda tidak berirama normal lagi. Mentari menahan debarannya karena ia ingin mendengar jawaban Chandra, sedangkan Chandra menahan debaran hatinya sampai ia jadi gak bisa ngomong saking nervous nya, lagi lagi dia takut khilaf.

suara lirih Chandra dengan kata "ya" akhirnya terdengar. Meskipun hanya 1 kata singkat itu, Mentari tersenyum puas lalu melepaskan kedua tangannya dr pipi Chandra yg sudah terlihat memerah. Chandra pun langsung berdiri lagi dan berniat menjauh dari Mentari karena ia tak mau istrinya itu tau kalau ia lagi gugup berdekatan dengan istrinya sendiri.

Lagi lagi Mentari menarik tangan Chandra untuk kedua kalinya entah apa yang akan ia lakukan. Mentari langsung tanpa ba bi bu, memegang pipi kanan Chandra dengan tangan kanannya lalu ia seketika mendekatkan wajahnya di pipi sebelah kiri Chandra lalu mengecup pipi suaminya itu singkat tapi dalam.

"Terima kasih sudah mengajakku tinggal di apartemen ini bersamaku" bisik Mentari ditelinga Chandra setelah memberikan kecupan lembut.

Mentari pun langsung berdiri dari sofa dan berlari menuju kamarnya lalu mengunci pintu kamar karena takut suaminya akan mengejarnya. ke-GRan banget nih si Mentari yaaaa 😆

Yang di harapkan mengejar malah duduk terpaku, diam tak berkata dengan posisi duduk dengan tubuh menyamping seperti posisi ia menerima kecupan istrinya, lalu tangannya terangkat menyentuh pipi yg dikecup Mentari itu.

"apa yang dia lakukan? " gumam Chandra masih terpaku dan terkejut menerima serangan awal yang tidak diduga duga. Wajahnya memerah, tubuh nya meremang, namun sesaat kemudian ingatan masa lalu bersama Sekar muncul lagi di momen bagaimana ia sangat senang menerima ciuman pertama dr wanita cinta pertama nya itu. Sesaat kemudian Chandra merebahkan dirinya di sofa dan menutup mata dengan lengannya.

"Andai aku menikahi Sekar, aku akan sangat bahagia" batin Chandra sambil mengingat memori indah bersama mantan tunangannya itu.

*Rugi lu Chandra!!!!! inget mantan terus bikin gak bisa nikmatin istri sendiri

1
Happy Kids
diem diem tp slip disimpen wjwk abis setor tunai yauda buang 🤣
SariRani: Seharusnya yaaaa 🤣 hahaha emang chandra ini terlalu tidak pekaaaaa
total 1 replies
Happy Kids
caranya ga gini. harusnya dia blak blak an sama mentari. kl mau bantu biar lewat mentari aja. chandra stop ga komunikasi lg sama sekar. cm meminimalisir celah setan.
SariRani: Namanya juga mungkin mantan terindah 😭🙏🏻 jadi yaaaa agak gak tega kali ya Chandra ngelihat Sekar di titik terendahnya
total 1 replies
niktut ugis
Chandra jahat banget memanfaatkan rasa cinta tulus mentari semoga kena batu nya
SariRani: Iyaaaa 😭 tapi nanti dia dapet balesannyaa, jadi bucin akut
total 1 replies
niktut ugis
masa tiap bab ada pengenalankan karakter sich Thor
SariRani: Cuma awal sajaaaaa kok 🙏🏻😁
total 1 replies
SariRani
Iya kakak, mohon maaf 🙏🏻 lagi pending dulu ceritanyaaa , nanti kalau sudah ada inspirasi lagi, lanjut lagi
uyan
cerita nya gantung
SariRani: Iya kak, mohon maaf yaaa 🙏🏻 Ceritanya lagi pending dulu, nanti kalau udah ada inspirasi lanjut lagi ❤️
total 1 replies
Cipta Padilah
akhirnya yg d tunggu up lg
Cipta Padilah
kapan sih up nya......gantung amat ini
SariRani: Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini ya kak 🙏🏻 ditunggu updatenya hari ini yaaa
total 1 replies
sarang e
lanjut thor,,makin seru ceritanya tak tunggu lanjuttanya....
SariRani: Siap! Terima Kasih supportnya, semoga tidak bosan membaca karya awal author ya 🙏🥰
total 1 replies
SugarGenius
Saya suka kalau alur dan ceritanya jelas kayak gini nih! Semangka! Semangat kakaaaak~
SariRani: Terima kasih kakak 🥰
total 1 replies
CupcakeHugs
Thor, aku kepo lanjutannya!
SariRani: Siap! Semoga kakak suka updatenya yaaa, selamat membaca ☺ Beri saran yg membangun jika ada yg kurang ya kak
total 1 replies
champagnefabulous
Saya suka kalau alur dan ceritanya jelas kayak gini nih! Semangka! Semangat kakaaaak~
SariRani: Terima kasih kakak sudah mendukung SariRani, semoga author bisa konsisten ya 🥰
total 1 replies
Tetik Saputri
semangat kakak
SariRani: iya siap, memang sedikit terkendala naruh titik petik dipercakapan dan saya akan berusaha memperbaiki kedepan 🙏

Terima kasih sarannya 🥰
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!