Cahya Kirana gadis berusia 17 tahun, yang hidup dipanti asuhan setelah kedua orang tuanya meninggal, dan hidup dalam derita dan dendam membara, karena kehancuran keluarganya, hidupnya pun berubah setelah berjumpa dengan Leon, seorang Presdir yang sombong, dibumbui intrik dan romantisme yang membuat hidupnya berliku, gimanakah akhir kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vibyza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab11 kuman
"Cahya,,,??
" Kamu kenapa sayang, apa yang kamu takutkan? Oma membantunya berdiri dan menatap penuh tanya
"Oma??? Takut,,,,??
"Liat Oma,, kenapa tubuh Cahya seperti ini?
Oma dan Leon tersenyum melihat kepolosan gadis itu, bahkan Leon dengan asyiknya memandangi tubuh indah di depannya, sedang Cahya tak menyadari akan kondisinya yang aduhai menurut Leon.
" Gucil,,,!! Kenapa kamu begitu menggemaskan, ingin rasanya kulumat habis tubuhmu,! Leon senyam senyum melihat pemandangan yang indah
Imajinasinya yang liar mulai merasuki tubuhnya, dan ia sedikit gelisah.
"Andai Oma gak ada sudah kumakan habis kamu!! bisiknya dalam hati
" Sayang,,, apa kamu punya alergi makanan atau obat misalnya? sambil memutar tubuh Cahya
" Nggak Oma, Cahya gak punya alergi apa pun, trus ini apa Oma? wajahnya nampak pucat
" Mungkin ini alergi make up kamu tadi, kan kamu gak pernah pake make up,! tutur Leon tanpa dosa
" Iya, mungkin benar yang dibilang Leon, akibat make up yang gak sesuai dengan kulit babymu, cantik! Oma mengelus pipi cahya
" Kalau karena make up kenapa wajahku gak bercak bercak seperti ini, kenapa cuma leher dada dan paha dan punggungku aja Oma?
Cahya semakin frustasi
" Atau mungkin karena dress yang kau pakai tadi tidak steril banyak kumannya, jadi tubuhmu digigit kuman itu hingga bercak bercak gini,,! Sambung Leon yang masih senyum senyum penuh kemenangan.
" Bisa jadi juga ya, mungkin karena dress-nya belum dicuci tadi langsung kupakai, siapa tau berapa banyak tangan yang sudah menyentuhnya,,? Cahya mulai lega
" Tapi seharusnya kan gatal tapi ini gak gatal sama sekali? ia mulai panik lagi
" Sayang,,, kamu gak usah khawatir dalam beberapa hari ini pasti hilang, kalo gak hilang kita kerumah sakit, periksa seganas apa kuman yang menggigitmu,,ok,, sayang,,,?
sambil melotot kearah Leon
Sedang Leon hanya asyik melihat keduanya, maksudnya belahan gunung kembar Cahya yang sedikit terbuka.
Oma yang menyadari itu mendorong pelan kepala Leon ke bawah.
" Puas kamu,,??
Mendengar itu kesadaran Cahya kembali dan bergegas mengambil pakaian yang diberikan Oma tadi,, lalu berlari keruang ganti pakaian, sambil menatap tajam Leon penuh amarah.
Namun Leon cuek aja, malah senyum tipis dan mengangkat alisnya serta mengedipkan salah satu matanya.
"Argh,,, kenapa aku bodoh sih, menang banyak dia malam ini,,,, dasar bodoh,,, bodoh,,, bodoh,,! ia merutuki dirinya sendiri dan mengacak rambutnya.
Selesai ganti pakaian ia keluar menemui Oma yang duduk diranjang.
" Kamu memang cantik sayang, pantas saja cucu Oma tergila gila padamu. Oma saja kalau jadi laki laki pasti memperebutkanmu!
sambil membelai rambut Cahya yang basah.
" Sudah malam istirahatlah disini, Leon sudah turun tadi, ia tidur diruang tamu, Oma juga sudah memberi tahu bunda Aisyah kamu disini, besok akan mengantarmu pulang,,,, tidur yang nyenyak ya sayang, mimpi indah,,,!
Cahya pun mengambil selimut dan berbaring, Oma mencium keningnya dan mengelus elus rambutnya.
Setelah Cahya tidur Oma keluar kamar menuju kamar ruang tamu, dimana leon berada.
" Dasar bocah nakal??? Menang banyak kamu malam ini, sampai tubuh Cahya penuh dengan kissmark mu, dasar kuman kegatelan??? dengan menjewer telinganya
"Ampun Oma,,,,??
" Kenapa tadi kamu lama banget pemanasan ya, kenapa gak langsung gol aja, kan Oma bisa cepet dapat cicit,,, dasar lamban kayak keong kamu!!
"Leon lagi yang salah,,, jelas jelas Oma yang ngacaukan semuanya, kenapa datang tak tepat waktu, seharusnya Oma mengulur sampai setengah jam lagi baru datang, pasti udah gol dan cetak cicit buat Oma.
Oma benar benar nyiksa aku, sakit banget ,,, Oma? Sungguh sial aku malam ini,,,otong ku sampai mau keluar tadi, memalukan sekali!
"Ha,,,ha,,ha,,maafkan Oma sayang,,, bila tak sesuai harapanmu, sabar dulu ya tong,,, ntar pasti dapat jatah kamu,,, ha,,, ha,, ha,,,! sambil keluar dari kamar tamu.
" Dasar Oma gesrek,,,!!
" Cahya,,, kau benar benar membuatku candu akan bibir dan tubuhmu,, ku sudah gak sabar lagi sayang ingin menyelam di lautan madumu!! Leon berangan angan hingga terlelap dalam tidurnya.
Kicauan burung saling bersahutan, semerbak harum bunga di pekarangan taman, sapaan mentari yang menyilaukan dan hembusan angin sepoi sepoi yang memabukkan,
Seorang gadis sudah cantik dengan dress selutut dan lengan pendek, wajahnya cuma diberi sedikit bedak dan lippglos, terlihat jelas pesona ayu nya, sedari pagi ia sudah menyiapkan sarapan untuk semuanya dan kini mereka sedang sarapan bersama.
" Gucil,,, ternyata loe pandai masak juga ya, gak nyangka gue? Ternyata istri gue kelak pandai dalam segala hal, cuman bikin anak aja yang belum pandai,,, tapi tenang,,, kalau soal itu calon imam mu ini tak ada tandingannya,,,!! Leon menggoda Cahya dan menarik turunkan alisnya.
" Dasar mesum,,, siapa juga yang mau jadi istrimu, ntar kubilang sama bunda untuk ngusir kamu dari panti! ucapnya ketus
sambil menyipitkan matanya sebelah
"Ha,,, ha,,ha,,, kita liat aja cantik,,, siapa yang kalah dan menang nanti,,,! balas Leon sambil mencubit pipi bakpao Cahya
" Aduh,,, sakit tau??
"Awas kamu ya,,, liat pembalasanku!!
Cahya mengambil bubuk cabai dan merica lalu berjalan ke arah Leon, dengan senyum manisnya ia bergelayut manja ditangan Leon, saat leon menoleh langsung aja ditaburkan bubuk itu ke wajah Leon lalu berlari menuju mobil yang digunakan mengantarnya ke panti bersama Oma,
" Ha,,, ha,, ha,, rasain tuan muda Leon, siapa suruh cari masalah sama aku." bisiknya lirih
" Kenapa sayang kamu kok bahagia banget,,, habis ngerjain Leon ya,,,kalian itu pasangan yang serasi, dan terima kasih karena kamu sudah mengembalikan Leon ku seperti yang dulu. tutur Oma sedih mengingat masa lalu Leon. Namun ditepisnya agar gadis itu tak curiga.
Sedang Leon langsung berlari ke kamarnya, mandi lagi dan bersiap siap ke panti, menyusul Oma dan Cahya.
" Awas kamu gucil,,, habis kamu ntar!! senyum nya mengembang membayangkan Cahya yang bergelayut manja tadi, sungguh imut pikirnya
"Assalamualaikum bunda,,,???
Salam Cahya dan Oma berbarengan.
" wa' alaikumsalam cantik,, bu Ida,,,? jawab bunda Aisyah
" Leon kemana Oma Ida, kenapa gak bareng sekalian?
Dengan senyuman manisnya mempersilahkan tamunya duduk.
" Habis ini anak itu nyusul, masih ada urusan kayaknya tadi, jawab Oma yang mengedipkan matanya.
" Bunda, oma,, Cahya keluar sebentar ya mau ke dapur bikin minuman?
" iya sayang,,!! jawab bersamaan
"Semua sudah kupersiapkan, mereka akan menikah seminggu lagi, tepat Leo pulang dari luar negeri, dan persiapan sudah matang semuanya, gak usah khawatir akan kebahagiaan mereka, tanpa sadar mereka sudah saling mencintai!! Oma menegaskan tiap katanya
" Semua terserah Oma saja, yang penting anak anak bahagia." bunda Aisyah menimpali
" Kamu juga harus mempersiapkan dirimu jika kebenaran itu akan terungkap!
" Kebenaran apa Oma???
Leon dan Cahya berbarengan masuk dan mendengar semua.
" Sayang,,, tentu saja hubungan kalian,, memang apalagi,,? tutur Oma gugup berusaha menyembunyikan sesuatu
" Pasti ada rahasia yang disembunyikan Oma dan bunda, mereka nampak gugup, suara hati Leon dan Cahya,,, kan sekarang mereka satu jalan cin,,, jalan cinta,,,
Leon dan Cahya saling beradu pandang seakan mengerti isi hati masing masing,,,
suara hatiku suara hatimu
berbaur satu dalam irama rindu
mengukir serpihan darahku
menyatu dalam nadiku
jangan lupa like, komentar dan vote nya
thx