Dokter playboy Vs gadis preman kampung.
Karena sering berbuat ulah Susi di jodohkan oleh ayahnya dengan anak sahabat yang terkenal playboy dan pecinta wanita dewasa.
Bagaimana nasib rumah tangga star Susi yang setiap harinya selalu bertengkar dan bertengkar?
Akankah mereka bercerai atau mereka berdamai dengan takdir yang mengikat mereka dalam sebuah pernikahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana kiezia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjemput Susi
★★★
“Ada apa ini, apakah penyerangan teroris?” tanya para polisi kaget seluruh polisi.
Mereka mengambil mengetuk pintu mobil dengan senjata lengkap siap melawan musuh...
Ceklek pintu di buka seketika 3 orang keluar dari dalam mobil mengagetkan semua aparat polisi. Ini lebih gawat dari bom.
“Kalian ingin menembak ku?” tanya Alexis dingin.
“Tutuan muda XU!” kata polisi berkeringat, dalam hati mereka berfikir, apa ya kira-kira membuat penguasa dunia bawah tanah ini datang ke kantor polisi mereka. 'Apakah para tuan muda ini mau meledakkan kantor polisi tuhan?’ Batin polisi.
Deretan polisi masih syok melihat Alexis ada di kantor polisi mereka, serempak mereka langsung menurunkan senjatanya. Bulu kuduk serta keringat merembes membahasi tubuh semua polisi.
"Sayang, kau menakuti merek," kata Tree berusaha mencairkan keadaan.
"Halo pak polisi, maafkan saya ya sudah merusak pintunya, tadi telat ngerem!” kata Tree dengan wajahnya yang sangat menggemaskan, bahkan beberapa polisi muda sampai terpesona dengan ke cantikan istri pangeran XU yang legendaris itu.
“Hemmm,” dehem Alexis keras, matanya menyiratkan sebuah kewaspadaan melihat predator yang siap memangsa miliknya yang aduhai. Mata itu seakan berakar ‘Berani kau melirik istriku entar malam aku anu di perempatan kuburan!’
“Issshhh, sayang matanya jangan gitu, gak baik bagaimana jika di anu sama anak-anak, bisa berabe!” kata Tree menyenggol suaminya.
“Ia sayang ia, nantik kita ganti pintu kantor polisi ini yang anti badai dan anti torpedo, kualitas pintunya jelek, hanya di seruduk mobil sudah main tumbang saja," kata Alexis masih stay dengan kedataranya. Mau bagaimana lagi ya, wajah datar sudah turun temurun mungkin. Hanya untuk keluarganya pria itu memiliki ekspresi.
“Permisi pak polisi, kami datang ingin menjemput ipar saya yang tadi baru ditangkap polisi berapa jam yang lalu,” kata Tree sopan.
Semua orang saling menoleh, mungkin dalam hati mereka berkata, ‘Siapa yang berani menangkap menantu dari keluarga WUXU ini?’
Plak ... Bahu Star langsung di pukul oleh Tree. “Kucing kawin!” paget si Star, suami si Susilo seperti patung, nyawanya seakan yang kuat di mana.
“Kakak ipar kepalaku pusing, mual rasanya," keluh Star ketika habis di tepuk si Tree.
Alexis hanya diam tak mengatakan apapun lagi mendengar keluhan si Star yang seperti mabuk darat, sebab jantungnya masih dag Dig dug der, ia tadi tak habis pikir dengan tingkah sang istri itu yang tiba-tiba berubah menjadi jadi Catwoman
Padahal yang memiliki istri masih anteng-anteng tidak heboh menanyakan sang istri, seakan si Susi itu orang tak penting tapi memang ia sih Susi saat ini belum penting untuk Abang Star. Pria itu jadi flashback 15 menit yang lalu..
…
Tadi di rumah ketika Star mendapat telepon dari kantor polisi yang heboh bukan suami Susi melainkan wanita itu yang lagi serius memasak hidangan beracun itu. Wanita beranak dua itu langsung melepaskan seluruh perabot yang ia pegang. Dengan kekuatan penuh istri Alexis itu langsung berlari ke halaman di mana mobil Alexis terparkir siap membawanya ke kantor.
Tidak hanya itu Alexis maupun Star harus menjadi penumpang karena hampir di tinggal oleh wanita yang sudah tancap gas melupakan dua pria yang mengejar dirinya.
Di supirin Tree yang lagi nekat adalah kesalahan besar, Reader pasti tau kan bagaimana sang Dewi atena itu suka ugal-ugalan di jalan.
“Kak ipar awas ada gerobak sayur!" terikat Star ketakutan, wanita itu memacu mobilnya di kawasan pasar tradisional, “Yank, Truk yank, minggir,” kali ini Alexis yang kaget, sebab Tree menyalip mobil pick up di depannya siapa sangka pada saat ia menyalip dari arah berlawanan sebuah truk melaju cukup kencang, “Pegangan!” kata Tree, Star langsung memeluk kursi dimana Alexis duduk di samping Tree hingga si Alexis yang ia peluk hampir kecekik oleh lengan si Star.
Sungguh roh si Star langsung minggat setengah, dalam hatinya ia mengutuk si Susi yang berbuat kekacauan.
“Asikkk!” pekik Tree ketika ia bisa menyalip hingga memacu mobilnya di tengah jalan. Sungguh para wanita WUXU bar-bar dan sinting semua, enggak Mommy Qiana, enggak mbak Aya sekarang adek Tree pun sama.
Bibir Star komat kamit seperti Mbah dukun, “Ya tuhan, saya mohon lindungi saya yang menjadi pria paling imut dan penolong tante-tante kesepian dan terlantar ini, meski saya suka menyelam dalam gorong-gorong mereka, tapi saya orang baik kan tuhan!” kata si Star.
“Kalog gue jadi malaikat sudah gue Laporin dosa-dosa mu ke tuhan kak Star, apaan tante-tante kesepian heh?” kata Tree biasa saja, sedangkan si Alexis hanya diam entah apa yang ia pikirkan. tangannya memegang pegangan di atas kepalanya.
Ketika mereka melihat gapura kantor polisi kedua mata pria yang penuh keputusasaan itu memancarkan sebuah kelegaan. Tapi siapa sangka malah Tree menabrak pintu kaca ruang resepsionis kantor polisi.
"Apa mari mari siapa yang lancang menangkap, nyonya muda," pekik polisi menyadarkan lamunan Alexis. ‘Mulai saat ini aku tak akan membiarkan kamu membawa kendaraan sendiri sayang!’ Batin Alexis bertekat.
Pak polisi mempersilahkan mereka masuk, tiga orang itu langsung melihat punggung Susi yang lagi duduk dengan polisi wanita, dari pandangan mereka. Si Susi itu tidak tertekan makan yang mereka lihat si Susi lagi jajan gorengan dengan para polwan, mereka akrab dan terlihat merumpi.
Dada Star bergemuruh, tanduk iblis di kepalanya seakan berasap. “Sayang!” panggil Star dengan nada dingin, “Heh, ini Sus suami mu?” tanya polisi usianya sekitar 40 tahun.
Susi bengong melihat tiga orang itu, “Ayo kita pulang,” ajak Star.
“Gak mau!” kata Susi menjauh dari si Star.
“Ayo pulang,” ajak Star.
“Enggak mau, aku sudah dapet kerjaan disini, jadi tukang bersih-bersih, sana kamu pulang, kan di rumah banyak punya selir. Aku lebih baik ngekos di lokap ini," kata Susi melawan Star.
“Sus, apa ini suamimu yang tukang selingkuh dan pengepul istri orang itu?" tanya polisi wanita.
“Ia mbak, dia dah suami ku itu, biarin aku ngekos di sel penjara aja ya, aku ini istri terzolimi!” kata Susi merayu.
Kepala si Star makin cenat cenut, “Brida putu!” panggil atasan yang juga ada disana, pria berpangkat tinggi itu membisikan sesuatu di telinga bawahannya dan benar, si polwan langsung menciut.
“Sudah dramanya?” tanya Star, “Kalian naik taksi, mobilnya gue pinjam," kata Star sambil menyeret tangan Susi.
“StarSu!” panggil Tree.
“Bairin aja sayang, ayo kita kencan sebentar lalu jemput anak-anak di sekolah lalu ikut aku kekantor," ajak Alexis.
“Ok!” setuju Tree.
★★★
“Turunin gue! sekarang!” teriak Susi.
“Bisa diam tidak gadis kampung sia.lan! sebelum bibirmu itu gue jahit pakek benang goni!” kata Star, pria itu melaju mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia benar-benar sudah berada di tingkat gila segilanya akibat ulah si Susi.
“Heh gue gadis kampung lebih baik dari pada elo Pria tua pasti mesin injeksimu Karatan,” Susi tak terima di katain gadis kampung sia.lan.
Cekit... mobil terpakir di depan rumah.
“Kau mengatakan aku Karatan! Heh!” kata Star tersinggung.
“Ia kenap? Tersinggung, bukanya elo gak laku pada gadis karena barangmu lemah syahwat. Buktinya persona mu hanya mempengaruhi wanita paruh baya saja," kata Susi. Gadis itu menggebu-gebu karena masih tak terima di jadikan babu oleh wanita-wanita si Star.
Sedangkan si Star merasa di hina, lalu sreeet ... pria itu keluar dari mobil dan membuka pintu sebelah dan menyeret Susi agar keluar dari mobil, “Elo mau apa?" tanya Susi dengan wajah memerah.
“Mau membutuhkan seberapa lemah syahwatnya aku,” kata Star.
“Idih mungkin hanya sebesar ulat nangka kau sombongkan!” kata Susi mulai ketar ketir.
TBC...