NovelToon NovelToon
Istri Pengganti

Istri Pengganti

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:71.2k
Nilai: 5
Nama Author: EgaSri

Diseret paksa oleh ayahnya untuk menggantikan kakaknya yang kabur sehari sebelum pernikahan, membuat hidup Aneska berubah 360 derajat.

Aneska yang membutuhkan uang untuk biaya berobat ibunya, yang sudah bercerai dengan ayahnya itu, akhirnya menerima perintah tersebut dengan berat hati.

Dan saat Danish mengetahui kalau sebenarnya yang dia nikahi bukan Aresha, melainkan Aneska, membuat ia menjadi sangat marah, dan bahkan tidak mempedulikan Aneska. Terlebih setelah fitnah yang Aresha lakukan pada adiknya sendiri.

Sementara Aneska menjalani kehidupan terburuknya setelah pergi dari Danish, dan ditinggal sang ibu untuk selamanya, tiba-tiba teman masa kecilnya datang. Pria itu juga membawa Aneska jauh dari kota tersebut, membuat Aneska meninggalkan kenangannya dengan sang suami, membawa benih cinta yang tertanam di rahimnya.



***
Original story by MYLIHU
Image from Freepik
Edited by Canva

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EgaSri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak suka dengan kebohongan

Aneska merasa tubuhnya menegang saat mendengar perkataan Danish. Ia memegang erat celana yang dipakaikan. Bibir Danish masih setia menempeli bibir istrinya itu.

Melihat istrinya yang tak tahu cara membalas ciuman, Danish tersenyum tipis. Ia kemudian menjauhkan wajahnya, hingga napas Aneska yang tadinya ia tahan, langsung lepas begitu saja.

"Waktu itu, kamu bisa. Sekarang kenapa tidak bisa?" tanya Danish. Ia mengingatkan Aneska tentang malam pertama mereka yang terjadi begitu saja.

Mendengar perkataan Danish, wajah yang semulanya sudah memerah itu, semakin merah bak kepiting rebus.

"Mas gak ingat, kalau aku sampai gak sengaja gigit bibir Mas waktu itu?" tanya Aneska, dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Mendengar itu, Danish tertawa kecil. Ia lalu tersenyum saat melihat Aneska yang malu karena ulahnya.

Syukurnya tadi Aneska tak mendorongnya menjauh saat Danish tiba-tiba mencium istrinya itu. Dan itu merupakan pertanda kalau Aneska sudah mulai bisa menerima Danish.

Danish meletakkan tab yang sedari tadi dipegangnya di tengah ranjang. Kini ia menatap manik mata indah itu dengan senyuman tipis. Dan secara spontan, tangan Danish terangkat dan kemudian mengusap pipi Aneska.

Tubuh Aneska kembali menegang. Kini kedua manik mata itu beradu. Saling menatap dalam diam, seakan sedang menyampaikan perasaan yang masih samar-samar.

"Aku ingin minta maaf sama kamu, soal kejadian di Mall seminggu yang lalu. Aku masih tidak tenang sampai hari ini, karena kepikiran, kalau kamu ketakutan karena Zoya," ucap Danish. Pandangan matanya yang terlihat tulus, tampak jelas oleh Aneska. Suaminya itu tampak benar-benar menyesal.

Aneska tersenyum tipis, namun disudut hatinya, sebenarnya ia ingin bertanya.

"Tanyakan, apa saja yang ingin kamu ketahui," ucap Danish, seakan tahu kegelisahan Aneska.

"Hemm ... Mas benar-benar sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, dengan wanita itu?" tanya Aneska. Setelah mengatakannya, ia menggigit bibir bawahnya, takut kalau perkataannya menyinggung Danish. Sebab, Aneska enggan menyebutkan nama Zoya.

Danish tersenyum. "Benar. Sejak dia menjebak Mas dengan minuman itu, Mas benar-benar sudah hilang respect sama dia. Karena Mas tidak suka dengan cara liciknya itu, apalagi waktu di Mall dia membuat keributan, dan Mas tidak suka dengan wanita yang kasar seperti itu," jelas Danish.

Mendengar perkataan suaminya, Aneska tersenyum. Kini ia punya alasan untuk mulai membuka hati pada suaminya itu.

"Apalagi sepertinya, dia sering membohongi Mas. Mas paling tidak suka dengan sebuah kebohongan," sambung Danish lagi, yang langsung membuat senyum yang semula terpantri indah di bibir Aneska, lenyap seketika.

Jantung Aneska berdebar keras saat mendengar perkataan Danish. Kata-kata Danish terngiang-ngiang di kepalanya. Danish tidak menyukai seorang pembohong. Lalu, bagaimana dengannya? Aneska tak hanya berbohong, tapi juga menipu laki-laki itu.

"Nes? Kamu baik-baik saja?" tanya Danish panik saat melihat Aneska yang tertunduk lemas.

Mendengar pertanyaan Danish, Aneska mengangguk. "Aku baik-baik saja, Mas. Hanya lelah saja, dan ingin istirahat," jawab Aneska lemah. Ia tak ingin kalau nanti Danish bertanya banyak padanya.

"Oke, kamu istirahat duluan. Mas mau cuci muka dulu," ucap Danish akhirnya. Ia mengusap pelan kepala Aneska sebelum beranjak menuju kamar mandi.

Didalam kamar mandi, Danish mengembuskan napas berat. Ciuman yang tak terbalas tadi memberikan efek yang cukup besar pada tubuhnya. Sebagai pria dewasa dan normal, tentu Danish ingin melakukan banyak hal dengan istrinya.

"Tahan Danish. Seenggaknya sampai kalian pergi bulan madu," ucap Danish pada dirinya sendiri. Ia sebenarnya menyadari perubahan Aneska saat dia menyebutkan kalau dirinya tak menyukai seorang pembohong.

Aneska menarik selimut dan mulai memejamkan matanya. Sekuat tenaga ia mencoba untuk menahan rasa sesak dan juga takut yang menyerangnya.

"Mas Danish pasti akan mengerti, kalau aku menjelaskan padanya," ucap Aneska. "Aku akan pelan-pelan mulai terbuka padanya, dan mengatakan kalau aku punya kembaran, dan menjelaskan semua padanya," sambung Aneska lagi.

Setidaknya, itulah yang terpikir oleh Aneska saat ini. Dia akan bicara sendiri pada Danish nanti, sebelum suaminya itu tahu kebenarannya dari orang lain. Lebih baik tahu kebenaran dari mulut Aneska sendiri, daripada orang lain.

Aneska kemudian memejamkan matanya. Ia tak menyadari kedatangan Danish yang sudah selesai dengan kamar mandi.

Sedangkan Danish yang melihat Aneska sudah tertidur, kemudian mendekat. Ia memperhatikan wajah lelap istrinya itu. Dan kemudian ia tersenyum saat melihat kening istrinya itu berkerut.

"Apa yang kamu pikirkan dalam tidurmu, Nes?" tanya Danish. Kemudian ia mendekat dan mengusap pelan kening istrinya itu, hingga akhirnya Aneska bisa rileks dalam tidurnya.

"Aku tidak tahu apa yang kamu khawatirkan, tapi aku akan menunggu kamu mengatakan sendiri padaku. Aku ingin kamu mempercayai aku, Nes."

Setelah itu, Danish ikut masuk kedalam selimut bersama dengan istrinya. Membawa Aneska kedalam pelukannya.

Danish sudah bangun pagi-pagi sekali saat Aneska masih terlelap indah dalam selimutnya. Bahkan kini Danish sudah selesai mandi dan siap untuk berangkat bekerja.

Sebelum keluar dari kamar, Danish mencium kening Aneska terlebih dahulu, dan berbisik di telinganya.

"Mas pergi bekerja dulu, Anes," bisik Danish pelan.

Danish keluar dari dalam kamar dan melewati ruang makan begitu saja, untuk pergi ke dapur. Bahkan kini Bibi masih sibuk di dapur untuk memasak sarapan.

"Bi, nanti kalau yang lain nanya, bilang kalau aku sudah pergi bekerja, ya, Bi," ucap Danish, yang membuat Bibi itu terkejut.

"Astaga ...." Si Bibi memegang dadanya. Terkejut dengan kedatangan Danish yang tiba-tiba. Tapi kemudian ia mengangguk. "Baik, Den," jawabnya, tanpa banyak bertanya.

Danish bergegas berjalan meninggalkan dapur dan melewati ruang makan. Ia menuju garasi untuk mengambil mobilnya sendiri.

Danish ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya di kantor, agar ia bisa memiliki lebih banyak waktu dengan Aneska nantinya. Terlebih kini mereka memiliki rencana untuk pergi bulan madu.

Sepeninggal Danish, Aneska yang semulanya terlelap, kini mulai membuka matanya. Dan ia sedikit terkejut saat tak menemukan keberadaan sang suami.

Lekas Aneska duduk dan pergi ke kamar mandi. Mungkin saja sekarang Danish ada di lantai bawah untuk sarapan.

Namun, saat Aneska tiba di ruang makan, tak nampak kehadiran Danish di sana. Dan Bibi yang melihat istri sang Tuan kebingungan, kemudian tersenyum.

"Den Danish sudah berangkat bekerja dari tadi, Non," ucap Bibi yang membuat Aneska terkejut.

"Pagi-pagi sekali, Bi?" tanya Aneska heran.

Bibi itu pun mengangguk.

"Mungkin dia ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya, buat pergi liburan sama kamu."

Terdengar suara dari belakang Aneska. Dan ia lekas berbalik, dan melihat Marisa berdiri dengan senyumannya.

Mendengar kata-kata Marisa, membuat Aneska menjadi malu sendiri. Dan mertuanya itu hanya tersenyum.

"Ayo kita sarapan. Kamu pasti lapar, kan?" tanya Marisa, memecah suasana canggung tersebut. Aneska mengangguk dan ikut duduk di samping sang Mama mertua.

Setelah selesai sarapan, Aneska kembali ke kamarnya. Ia duduk diatas ranjang, dengan ponsel yang layarnya menyala. Aneska ingin menghubungi papanya, tapi merasa tidak nyaman.

Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk tetap menelepon pria paruh baya tersebut.

"Pa ...." Aneska menyapa saat panggilan telepon itu diangkat.

"Ada apa? Jangan bilang, kamu membuat masalah di sana?!" Suara bentakan itu membuat Aneska menjauhkan ponsel dari telinganya. Hatinya terasa sakit, saat papanya tak pernah bersikap baik padanya.

"Tidak, Pa. Anes tidak membuat masalah. Anes cuma mau nanya, apa Kak Aresha sudah kembali? Waktu itu, Anes melihat dia di Mall, sama laki-laki," ucap Aneska menjelaskan.

Tak ada jawaban dari Papanya. Hanya ada keheningan yang melanda.

"Pa? Papa baik-baik saja?" tanya Aneska.

"Ya. Papa tidak tahu apa dia sudah kembali atau belum karena dia tidak pulang ke rumah ini," jawab Papa Aneska.

Mendengar jawaban itu Aneska kemudian mengembuskan napas berat. "Lalu bagaimana, Pa? Apakah nanti Kak Aresha akan mengacau? Apa dia akan membuat masalah nanti?" tanya Aneska.

"Papa tidak tahu. Kamu urus saja itu dulu untuk sementara. Papa punya banyak urusan! Sudah dulu!" Dan kemudian panggilan telepon itu diputuskan secara sepihak oleh sang papa.

Aneska lagi-lagi mengembuskan napas berat.

"Bagaimana aku bisa menghadapinya sendiri, saat Papa lepas tangan seperti ini? Padahal dia yang menyeretku kesini, dan dia sangat kenal sekali dengan sifat Aresha!"

***

Happy reading! Silakan tinggalkan like dan komentar jika berkenan. :)

1
A&R
hmmm
Fi Fin
aku heran kenapa Danis ga mo ngaku ke zoya kalo Anes istri nya
Fi Fin
kok Danis ga bilang ke zoya kalo Anes tuh istrinya
Rafanda 2018
ko endingnya begini,,untung liat endingya dulu,jadi ga tau ceritanya kenapa bisa aneska sama tio,,trus danis???
Hera Dita
ingat belum ada perceraian....
Ika
semoga aneska sama tio
Wika
🤣🤣lama" kasihan juga sama danish
Wika
jangan satukan danish sama aneska thor ... kecewa banget sama danish
Fadil Kuun
sangat menarik
Fadil Kuun
keren
Wika
mampus danish aneska strong jangan kasih t4 sedikit pun si danish
Wika
alhamdulillah aneska teguh pendirian .. hempaskan danish 🤭
Arini aqlla
ma tio okey...orgnya baikk...
Arini aqlla
kecewa upnya pndek sx......
Asri Widiastuti
ya Aneska pilihanmu sdh tepat, pergi menjauhlah dr Danish dan raih kebahagiaanmu dgn orang yang mencintaimu dgn tulus dan percaya dgnmu. buat apa kmu pertahankan rmh tangga yg di dlmx tdk ada kepercayaan dan membencimu. biarkan Danish menyesali tindakannya di kemudian hari.
Arini aqlla
bagus aneska pergi jauh.....toh gk pulang jg gk ada peduli dan mncari kabarnya...dan msih berharap anes cerai dari denis.....hidup happy ma anknya kelak....jgn buat mereka balikn sperti cetita novel2 lainnya thort
Arini aqlla
bagus pergi aja tinggalin org2 terdekatmu yg mnyakitimu...lbh baik hidup susah miskin dr pd hidup bnyak harta km sll dihina dkit hti
Arini aqlla
buat aneska stelah ini pergi jauh dr denis dan otg tuanya....gk papa dia hidup jd gembel atau pengemis yg pnting bhagia....dr pd bergelimangharta tp tersakiti fisik dan hatinya
Siti ani
kasihan Aneska semoga dia kuat merimanya
Reni Anjarwani
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!