NovelToon NovelToon
Gadis Sebatang Kara

Gadis Sebatang Kara

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:26.4k
Nilai: 5
Nama Author: Juliantari

Seorang gadis SMK mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri. Dia tidak memiliki Ayah, dan Ibunya pun hanya seorang p*lacur yang melahirkan dirinya dengan terpaksa.

Gadis ini mencari uang dengan cara berjualan disekolahnya. Namun tidak disangka-sangka 2 orang pria memperebutkan hatinya dan jatuh cinta padanya. Yang satu siswa pindahan dan satunya lagi siswa lama yang sekelas sama dia.

Siapakah Pria yang akan di pilih oleh Cinta? dan bagaimana keseruan kisah cinta mereka? yuk baca! jangan lupa like and komen ya, favoritkan juga biar bisa dapat notif update setiap saat:)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juliantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 11

"Lo ngajuin pertanyaan yang banyak kayak gitu gimana Gue bisa jawab?" tanya Bintang.

"Ya.. Ya maaf, habisnya Lo kayak beda gitu sih!" ucap Cinta.

"Ta!" panggil Bintang kepada Cinta.

"Ya?"

"Lo khawatir ya sama Gue?" tanya Cinta.

"Idih! Apaan sih Lo, PD amat lo!" ucap Cinta.

Bintang kembali tersenyum tipis yang membuat Cinta semakin bingung.

"Kenapa Lo?" tanya Cinta.

"Gak, Gak apa-apa. By the way gimana soal tadi? Mau gak Gue cariin tempat buat Lo belajar? Siapa tahu kan Lo bosan dengan ruang belajar yang itu-itu aja!" ucap Bintang.

"Boleh deh," sahut Cinta.

"Ya udah kalau gitu pulang sekolah kita langsung nyari tempat ya!" ucap Bintang.

Cinta menjawab dengan anggukan kepalanya, ini adalah pertama kalinya Cinta akan pergi ke suatu tempat yang selain rumah dan sekolah. Hatinya sungguh senang karena akan melihat dunia sisi lainnya.

"Ya udah kalau gitu Gue balik dulu!" ucap Bintang yang sudah berdiri dan mengembalikan Kursi dalam keadaan semula lalu kembali ke mejanya.

Bintang duduk di kursinya, dia terus memperhatikan Cinta dari Kursinya yang posisinya di belakang paling pojok. Tentu saja Bintang bisa mengawasi Cinta dari belakang.

Namun, belum puas dia memperhatikan gerak-gerik Cinta, teman sekelasnya satu persatu sudah memasuki kelas.

'Cepat banget sih!' batinnya sedikit kesal.

"Tang, Lo gak istirahat?" tanya Agus menghampiri Bintang ke mejanya.

"Gak, lagi malas Gue!" sahut Bintang dengan wajah lesunya.

"Sakit Lo?" tanya Agus sambil menyentuh kening Bintang.

"Apaan sih Lo. Gak, Gue gak sakit!" sahut Bintang sedikit kesal.

Dia geli kalau di pegang sesama cowok.

"Aelah Lo, apa-apa emosi terus bawaannya. Lagi datang bulan Lo ya?"

"Gak tahu. Udah Lo balik aja sana, Gue mau tidur!" ucap Bintang.

"Awas nanti tidur beneran Lo, Gue gak mau bangunin Lo pas guru datang!" ancam Agus.

"Yah jangan gitu dong. Lo mah gak bisa ngertiin Gue!" ucap Bintang yang makin kesal.

"Idih! Emang kita pacaran sampai-sampai Gue harus ngertiin Lo?" ucap Agus yang merasa geli sendiri saat membayangkan.

"Emang Lo mau pacaran sama Gue?" tanya Bintang.

"Gak lah! Gue ngebayangin aja geli, lagian Gue masih normal ya gak kayak Lo!" ucap Agus.

"Gue juga normal kali!"

"Udahlah, ngobrol sama Lo gak pernah nyambung Gue!" ucap Agus kemudian kembali ke mejanya.

"Dasar orang aneh!" gumam Bintang kemudian melanjutkan tidurnya dengan bersandar di tembok sambil melirik ke arah Cinta sesekali.

Tidak sengaja, Cinta menoleh ke belakang dan melihat Bintang sedang tidur di kelas. Cinta pun menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia kembali menolehkan pandangannya ke buku yang sudah dia keluarkan dari tasnya.

'Ternyata Bintang ganteng juga ya,' batin Cinta.

Terukir senyum diwajahnya yang tidak Cinta sadari, sampai-sampai dia di kagetkan oleh sahabatnya.

"Nah loh mikirin apaan tuh?" tanya Erna.

"Ah Lo bikin kaget aja!" protes Cinta.

"Habisnya Lo senyum-senyum sendiri, lagi mikirin apaan sih?" tanya Erna yang kini duduk di kursi Cinta.

"Gak mikirin apa-apa. Kepo aja sih Lo!" sahut Cinta.

"Biarin kan Gue pingin tahu!"

"Tapi Gue gak pingin tuh ngasih tahu Lo!" jawab Cinta sambil menjulurkan lidahnya.

"Dasar Lo!" kata Erna sedikit kesal.

Baru saja duduk di kursi Cinta, guru yang akan mengajar dikelasnya sudah masuk kedalam kelas. Erna pun kembali ke mejanya sendiri.

...****************...

"Gimana Cin? Jadi gak?" tanya Bintang ketika kelas sudah mulai berakhir.

"Jadi Tang, lagipula Gue udah gak ada kerjaan juga di rumah!" sahut Cinta tersenyum.

'G*la manis banget senyumnya Cinta' batin Bintang yang semakin terpesona dengan Cinta.

"Eh kalian lagi ngobrolin apa sih? Tumben akrab?" tanya Erna yang tiba-tiba menghampiri mereka.

"Kepo Lo!" sahut Bintang dengan cepat.

Bintang gak mau nantinya Cinta ngajak Erna karena mereka bersahabat.

"Biarin. Cinta ngobrolin apa sama Bintang?" tanya Erna beralih ke Cinta.

"Urusan bisnis!" ucap Cinta berbohong.

"Oh kirain apa," kata Erna kemudian berlalu meninggalkan Bintang dan Cinta.

"Dasar orang aneh," gerutu Bintang.

Kringg...Kringg...

Bel pulang sudah berbunyi, seluruh siswa berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing. Terlihat di kelas sebelah beberapa siswa saling dorong untuk berlomba keluar kelas lebih dulu.

Cinta yang melihat kejadian itu merasa terheran-heran. Cinta memilih untuk diam di depan sekolah menunggu sepi.

"Segitu senangnyakah mereka ingin pulang?" tanya Cinta pada dirinya sendiri.

Bintang yang mendengar pertanyaan Cinta menjawab, "Mereka bukan senang karena pulang ke rumahnya tapi yang mereka senangi hanya momentnya. Dimana mereka bisa bercanda sepulang sekolah dan juga rebahan. Semua orang gak seperti Lo yang suka belajar".

"Eh Lo Tang. Sejak kapan Lo ada di belakang Gue?" tanya Cinta yang tidak tahu kedatangan Bintang.

"Kira-kira udah dua menit yang lalu!" sahut Bintang.

"Oh kirain udah lama. Kita berangkat sekarang nih?" tanya Cinta.

"Iya dong!" sahut Bintang.

Cinta dan Bintang berjalan menuju parkiran. Cinta yang berjalan di belakang Bintang diam-diam memperhatikannya.

BRUK!!

Tiba-tiba Bintang menghentikan langkahnya sehingga Cinta menabrak punggung Bintang.

"Kok Lo berhenti sih?" tanya Cinta.

"Lah Lo ngapain jalan di belakang Gue? Sini maju!" ucap Bintang sambil menarik tangan Cinta.

"Nah gini kan enak jalannya, berasa gitu kalau kita berjalan berdua. Kalau Lo di belakang Gue, bisa-bisa Gue lupa kalau lagi jalan sama Lo!" ucap Bintang.

"Iya sorry, Gue kan gak tahu!" ucap Cinta yang gugup.

Cinta melihat perubahan Bintang memperlakukan dirinya dalam sekejap mata. Entah apa tujuan Bintang, Cinta tidak tahu sama sekali. Yang dirasakan oleh Cinta hanyalah rasa bahagia.

Sesampainya di parkiran, Bintang menyalakan motornya dan membonceng Cinta. Setelah Cinta siap, motor Vario berwarna putih itu melaju membawa Bintang dan Cinta pergi sesuai tujuan mereka.

"Kita jadinya kemana nih?" tanya Bintang kepada Cinta.

"Apa?" teriak Cinta yang tidak mendengar suara Bintang karena angin yang berisik.

Bintang memperlambat laju motornya supaya angin yang tadinya berisik bisa sedikit sunyi. Bintang kembali mengulang pertanyaan yang sebelumnya kepada Cinta.

"Terserah Lo saja, gue gak pernah kemana-kemana soalnya!" sahut Cinta.

"Yaudah kita kepantai ya, lihat Sunset mau gak?" tanya Bintang.

"Boleh deh!" sahut Cinta.

"Yaudah peluk yang erat ya, Gue mau ngebut!" ucap Bintang.

Cinta menuruti perkataan Bintang karena bisa di bilang ini adalah pertama kalinya Cinta di bonceng menggunakan motor. Biasanya Cinta naik angkot untuk pergi kemanapun karena daerah tempat dia tinggal sangat jarang ada ojek.

'Ternyata begini rasanya dipeluk sama Cinta, nyaman banget seketika gue pingin terbang. Hari ini moment yang gak bisa Gue lupain sih, mungkin nanti malam Gue gak bisa tidur' batin Bintang.

1
Devi Handayani
setuju thor👍🏻👍🏻👍🏻😍😍😍
Devi Handayani
kasian bapaknya bintang.... diperes res res... kapan ya si perempuan luknut itu bisa jera... jangan bisanya meres🤨🤨🤨
Devi Handayani
jadi inget zaman sd ada nih acara masak masak kayak gini.... pengambilan nilai buat mata prakarya deh dulu pas kelas enam😁😁😁
Devi Handayani
ya ampun tetep aja ga punya akhlak tuh emak😠😠😠😠
Abil Wibowo
🤗❤
Devi Handayani
lanjut thorr😍😍😍
Devi Handayani
udah dicekokin uang ama bapak bintang.... jadi anteng deh si ibu luknut😌😌
Devi Handayani
nahh ini dia sainganya si bintang..... andika si newcomer😍😍😍😍😍
Devi Handayani
klo satu bapak ga boleh nikah lahhh..... yaa kasian bintang cuma bisa jadi abang nya cintaa😌😌😌😌
Devi Handayani
tuhh kann😏😏😏😏😏
Devi Handayani
waahhh jangan jangan marcel bapak kandung cintaa😳😳😳😳😳😳😳
Devi Handayani
senyuman palsu itu cinta..... gara gara liat mobil si laras gendeng..... awas aja mo meres bintang😠😠😠😠😠😠😠😠
Devi Handayani
jadiin mantu aja si cinta repot amat pake adopsian😌😌😌
Devi Handayani
syukuurrrrr😡😡😡😡😡😡😡
Devi Handayani
bintang tlong sayangin cinta yaa😭😭😭
Devi Handayani
rasain ibu luknut.... biar cacing cacing dioerutmu menyiksamu.... klo perlu ampe mati klo bisa hahahahhahaha🤣🤣🤣🤣
Devi Handayani
secara baca novel zaman dulu deh thor.... tata bahasa teratur bgt... good job thorr😍😍
Juliantary: terimakasih kak
semoga alurnya tidak mengecewakan ya☺️
total 1 replies
Devi Handayani
loe mau ga cin jadi pacar aku..... kata bintang.. yaayy aku pun sorak🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🤪🥳🥳🥳🥳🥳
Devi Handayani
nguber si cinta hati nya lah😍😍😍😍
Devi Handayani
lanjut thor😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!