NovelToon NovelToon
Kepingan Hati Ku

Kepingan Hati Ku

Status: tamat
Genre:Janda / Tamat
Popularitas:89.6k
Nilai: 5
Nama Author: siluet

bukan hanya di khianati tapi juga di banding banding kan dengan perempuan lain yang baru di kenal oleh suami nya, membuat Rasti memilih untuk pergi dan meninggalkan Irwan dan juga kedua anak nya yang berusia 12 tahun dan enam tahun.
" ya Tuhan kirimkan aku seorang pria yang mensyukuri keberadaan Ku di sisi nya, bukan hanya aku yang mensyukuri keberadaan nya..."
"aku memilih untuk pergi dan membawa kepingan hati ku yang terluka..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siluet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kepingan hati bab 11.

Kaila berlari saat melihat Rasti keluar dari bandara, gadis kecil nya sudah besar dan sekarang sudah kelas 1 SMP, tinggi nya hampir menyamai Rasti.

Rasti terhentak saat kaila berlari menubruk tubuh nya yang kecil."kaila rindu mah!"

kaila terisak memeluk Rasti yang membeku, air mata pun mengalir membasahi pipinya.

terlihat si sulung menghampiri sambil tersenyum, tampan nya Wildan semakin mirip sang ayahanda nya.

"jangan menangis lagi, mama sudah pulang!"

Rasti Masih memeluk kaila, tangan satunya menggenggam tangan Wildan yang langsung memeluk keduanya.

Lisna pun menangis, terharu melihat pertemuan mereka, Hani dan Juan ikut menjemput Rasti, keduanya di karuniai seorang anak perempuan cantik yang kini berusia tiga tahun.

"rindu sekali sama kamu ras!"

ujar Lisna yang langsung memeluk adiknya itu, Rasti tampak berbeda lebih putih, cantik namun tubuhnya begitu kurus.

"Alhamdulillah... kita pulang sekarang ya!"

ujar Juan dan di anggukan oleh mereka.

Rasti duduk di antara kaila dan Wildan Yang terus memeluk nya, bergantian Rasti memeluk dan mencium keduanya, seperti hujan yang melanda kemarau, itulah ungkapan rasa rindu yang kini terobati.

"mah, sekarang mama cantik!"

ujar kaila tersenyum menatap wajah sang mama, Hani tersenyum menoleh ke belakang senyum melihat kaila yang begitu bahagia karena Rasti sudah pulang.

"masa sih.....?"

jawab Rasti terkekeh lalu memeluk kaila yang juga mendekap nya erat.

Juan juga memperhatikan Rasti yang Begitu berbeda namun tubuh nya terlihat begitu kurus, mungkin Rasti lelah dengan pekerjaan nya.

Juan senyum menoleh ke arah Hani yang memangku buah hati nya, bersyukur karena Rasti ia kini bersama dengan seorang yang tepat, bukan hanya menerima nya dengan baik tapi Hani juga begitu baik pada anak anak nya.

tak berapa lama mereka sampai di rumah Lisna, untuk sementara waktu Rasti tinggal bersama Lisna sampai ia mendapat kan rumah.

"jangan langsung pulang ya, kita buka oleh oleh dulu!"

ujar Rasti pada Hani dan Juan.

beberapa keluarga menyambut kedatangan Rasti, Isak tangis mewarnai kedatangan Rasti.

semua berkumpul di rumah Lisna, sebelumnya Lisna sudah meminta tetangga untuk menyiapkan makanan untuk menyambut kedatangan Rasti. karena mereka juga sangat merindukan Rasti.bersyukur Rasti baik baik saja di negeri orang.

Rasti tersenyum saat adik perempuan nya menghampiri memeluk nya erat.

"maafkan dia ya kak!"

Rasti mengangguk lalu memeluk adiknya itu.

**

Beberapa hari berlalu, seperti keinginan kaila bahwa ia ingin pulang dari pondok dan ingin tinggal bersama sang mama.

"kamu yakin? nanti gimana lanjut hapalan nya?"

tanya Rasti menatap Putri nya yang kini tumbuh menjadi belia yang begitu cantik.

"di rumah, nanti tiap hari setor hapalan sama ustadzah Husna."

jawab kaila sambil memeluk Rasti dari belakang.

"ya sudah,kita ke pondok kalau begitu!"

kaila mengangguk dengan wajah sumringah masih memeluk Rasti.

Rasti berencana untuk membuka usaha laundry seperti Hani, saat ini ia tengah mencari informasi rumah yang akan di jual, Rasti mencari rumah yang berada di pinggir jalan memudahkan nya untuk memulai usaha.

"besok pulang dari pondok langsung ke rumah kak Hani ya...!"

ujar Lisna, Hani tengah mempersiapkan pernikahan Mona yang akan di gelar dua Minggu yang akan datang.

"ya kak, kita bantu bikin kue, Rasti juga sekarang udah bisa bikin kue!"

"boleh ras....ide bagus?"

jawab Lisna senyum.

di kediaman lain.

Irwan duduk di kursi meja makan sendirian, pagi pagi sekali regina pergi senam dengan teman teman nya, lima tahun pernikahan mereka belum di karuniai seorang anak, regina juga sibuk dengan pekerjaan nya sendiri, setiap hari membeli makanan di luar, pulang pergi laundry sudah menjadi kebiasaan.

Irwan memperhatikan rumah yang berantakan dan berdebu, halaman belakang juga penuh sampah, Irwan menghela nafas panjang lalu beranjak mengambil sapu, kenapa kehidupan nya malah seperti ini? hampa?

Irwan juga mendengar kalau Rasti sudah pulang, entah seperti apa sekarang mantan istrinya itu!? kenyataan nya tak ada yang seperti Rasti dalam mengelola rumah dan juga perut nya.

**

pagi ini Rasti datang ke pondok pesantren untuk berpamitan karena kaila tetap memutuskan untuk pulang, sebelumnya Rasti sudah meminta kaila untuk memberi tahu Irwan tentang kepulangan nya itu karena Wildan juga keluar dan akan menempuh perguruan tinggi.

Irwan sendiri tidak mempermasalahkan hal itu karena Irwan sendiri paham, kaila sangat merindukan mama nya.

"terima kasih ustadzah Husna... sudah merawat kaila dengan baik... saya berhutang Budi... pak ustadz Zul Bahar juga, terima kasih sudah membimbing Wildan hingga menjadi kebanggaan tersendiri untuk saya karena memiliki Wildan yang begitu baik."

selain rasa terima kasih Rasti juga memberikan hadiah sebagai kenangan-kenangan.

"kami dengan senang hati membimbing serta merawat anak anak, terutama kaila. luar Biasa anak ini begitu pintar"

jawab ustadzah Husna sambil merangkul pundak kaila, bagi Husna kaila sudah seperti adiknya sendiri, begitu juga dengan kaila yang tak segan-segan dengan nya.

"ya sudah, key mau beresin barang barang dulu mah"

Rasti mengangguk membiarkan kaila pergi bersama temannya.

"Alhamdulillah, sekali lagi saya berterima kasih pada keluarga yang berada di pondok ini, kaila selalu menceritakan hari hari menyenangkan nya disini, sebenarnya saya ingin kaila tetap mondok untuk melanjutkan hapalan nya tapi dia kekeh ingin pulang"

ujar Rasti, terlebih dari itu Rasti tahu kalau kaila begitu merindukan nya hingga memutuskan untuk pulang.

"Tidak apa-apa, tiap hari kaila masih bisa setor hapalan, saya akan bimbing dari jauh"

"terima kasih ustadzah."

Husna mengangguk sambil senyum, ia juga pasti akan merasa kehilangan kaila, yang supel dan ceria. seakan hidup nya baik baik saja padahal Husna tahu setiap malam kaila menangis merindukan keluarganya yang dulu, kaila lah yang paling lama berdoa nya saat shalat tahajud, Husna tahu bahwa itulah cara kaila menumpahkan segala kesedihan nya.

"key, kak Husna pasti akan merindukan mu"

ujar Husna saat kaila dan Wildan hendak meninggalkan pondok.

"key juga pasti akan merindukan ustadzah Husna, key akan sempat kan main ke pondok bersama kak Wildan."

ustadzah Husna mengangguk lalu memeluk kaila.

seseorang memperhatikan Rasti yang tengah berpamitan dengan keluarga pondok pesantren.

gegas ia menghampiri, "Rasti...."

Jaka memangil membuat Rasti dan yang lainnya menoleh.

Rasti mengernyitkan kening nya melihat seorang pria yang melangkah ke arah nya sambil tersenyum.

"bang Jaka..."

jawab Rasti.

keduanya sudah lama mengenal, namun sudah lama sekali Rasti tidak bertemu dengan Jaka setelah perceraiannya dengan Aisyah.

Rasti juga mengenal Jaka dari Irwan, mereka pernah pergi tamasya bersama, saat keadaan kedua nya masih baik baik saja dengan pasangan masing-masing, dan pertemuan saat ini kedua nya dalam keadaan yang berbeda, entah apa kah Jaka sudah menikah lagi atau masih sendiri, Rasti sendiri tidak mengetahui hal itu.

bersambung.....

1
Lia Kiftia Usman
Luar biasa
Lia Kiftia Usman
mampir... setelah baca karyamu 'chef i love u'
siluet: terima kasih 😍😍😍
total 1 replies
Surati
bagus
angel
ceritanya bolak-balik
Jue
Bagi Rasti yang tidak punya Wali anak lelakinya Reza boleh jadi wali Rasti kerana sudah Akhil baligh
Ester Yaru
ckup bgus
Uthie
Saya keep dulu untuk sy baca the next 👍👍😆😍
Al Fatih
cerita yang bagus kaka,, sempat mewek awalnya,, menjelang akhir kisah juga sedih,, tapi syukurlah berakhir bahagia
siluet: terima kasih kakak 😍😍😍
total 1 replies
Al Fatih
bagus ceritanya,, sempat ga nyangka irwan akan meninggal...,,
Al Fatih
aq juga ikut ikutan deg deg ser mbak ras..
Al Fatih
bagus juga tuh mbak,, panggilannya rengginang
Al Fatih
kenyataannya d dunia nyata banyak yg gt,, ketika sdh d uji dgn kejayaan,, kemakmuran...,, pasangan yg menemani dr nol pun tergantikan,, walaupun ga semua sih...
Al Fatih
rasakan awal mulai pembalasan utk sikapmu itu...,,
Al Fatih
lanjut bacanya walaupun sedih😢
Al Fatih
hadir kaka....,, dari awal koq sdh mewek kyk gini yaaa
siluet: lanjut kakak, terimakasih 🤭🤭😍
total 1 replies
kavena ayunda
kaila ne uda mgerti cinta2 tp bodohhh sebel liat anak model.gini gk ada dewasanya smp.itu bukan anak2 lagi tapi remaja yg harusnya pinter menilai
Andriany Na70
sedih ceritanya tapi bagus... semangat trus ya thor menulis cerita yg bagus dan menarik
siluet: Terima kasih kakak, mampir di cerita author yang lain ya😍😍 semoga suka 😍
total 1 replies
neng ade
maafkan komen ku ada tepinya ya thor seharusnya Rasty bkn Rassyid
siluet: ya enggak apa apa kak 🤭😍
total 1 replies
Zahra talita
nikmati aja bang ir karena penyesalan tu selalu belakangan kalau diawal mah namanya pemberitahuan
neng ade
yah .. beneran tamat ya thor .. padahal nunggu Rasyid hamil sampai melahirkan buah cinta nya Jaka dan Rasty 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!