NovelToon NovelToon
Sang Buah Hati

Sang Buah Hati

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:398.8k
Nilai: 5
Nama Author: Shanti_San

Mengkisahkan seorang wanita yang masih berkuliah, di perkosa oleh seorang pria dan membuat nya Hamil, di hina, di pandang menjijikan oleh orang-orang di sekeliling nya, tidak membuat wanita itu berhenti berjuangan, untuk terus membesarkan buah hati nya seorang diri.

buah hati dari hasil pemerkosaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11 - Hati Gusar

Dimas mengejar Fani ke dalam kelas, Fani menghela nafas saat melihat Dimas masih saja menyusul nya.

"Fan, kamu belum jawab Aku, Lia mana?." Tanya Dimas.

"Lia sakit."

"Sakit?, Sakit apa?." Tanya Dimas.

"Demam." jawab Fani singkat. sembari mengeluarkan ponsel nya.

"Nanti pulang aku ikut kamu ya?, Aku mau liat Lia." ujar Dimas lagi.

Fani menghela nafas pelan, dan mengangguk tanda mengiyakan, Dimas pun tersenyum lega.

Setelah selesai Kelas, Fani yang baru keluar sudah di tunggu oleh Dimas di luar. "Kelas kamu udah selesai?." Tanya Fani.

"Gak ada Dosen, Yuk jalan."Balas Dimas, Fani pun mengiyakan.

Via menatap kesal, Dimas pergi dengan Fani, sudah bisa di tebak Dimas akan menemui Lia.

•••

Di tempat lain.

Arga yang sibuk bekerja dan baru menyelesaikan meeting nya melihat jam di pergelangan tangan nya, Jam menunjukan jam makan siang.

"Bos, Mau saya pesan kan makan?." Tanya Robi.

Arga tak lansung menjawab, Ia mengambil ponsel nya untuk menghubungi Becca kekasih nya.

"Iya, sayang."

"Kamu dimana?, Apa sudah makan siang?." Tanya Arga.

"Sayang, aku kan sudah bilang aku keluar kota, kamu sih sibuk terus, jadi gak nangkap aku ngomong apa kan."Balas Becca.

"Kapan?."Tanya Arga.

"Kemarin pagi, coba cek dech chating kita, Aku udah bilang mau cek gaun pernikahan kita." Balas Becca.

Sontak ucapan Becca membuat Arga seketika membeku. Semalam ia baru melakukan sesuatu dengan Becca, Perubahan wajah Arga pun di lihat jelas oleh Robi yang berdiri di hadapan nya.

"Ga, Kamu gak apa-apa kan?, Kok diam?." Tanya Becca.

"Baiklah, kapan kamu pulang?." Balas Arga.

"Mungkin besok sayang."Balas Becca.

"Baik lah, Sudah dulu."

"Iya sayang."

Setelah sambungan telefon di matikan, Arga menyandarkan tubuh nya dengan tidak bersemangat.

"Ada apa Bos?." Tanya Robi.

"Robi, kau nyakin kau tidak melihat siapa pun tadi pagi?." Tanya Arga.

"Tidak ada Bos."

"Astaga, Apa yang sudah terjadi." Arga mengusap wajah nya dengan gusar.

"Robi, coba kau berikan aku rekaman Cctv semalam di bar."Kata Arga.

"Baik Bos."

"Makanan nya Bos?."

"Aku sedang tidak selera makan, Kau berikan rekaman itu ke rumah saja, Aku mau pulang istirahat." Ucap Arga lagi sembari lekas berdiri, mengenakan Jas yang tertaruh di sandaran kursi ke tubuh nya.

"Baik Bos."

"Aku akan menyetir sendiri." Ucap nya lagi.

"Anda nyakin bos?." Tanya Robi.

"Hm."Balas Arga lalu berjalan pergi.

Robi melihat Bos nya itu dengan heran, bertanya-tanya apa yang telah terjadi sampai Arga terlihat gusar.

•••

Sementara Mobil Dimas sampai di rumah sakit tempat Lia di rawat, Dimas menoleh melihat Fani yang menunggu nya membukakan pintu mobil yang terkunci.

"Fan, kamu nyakin Lia disini?." Tanya Dimas.

"Iya, kenapa memang nya."

"Apa separah itu demam nya Lia sampai masuk rumah sakit?." tanya Dimas.

"Lihat saja sendiri dech Dim, cepat bukain pintu nya." Ujar Fani. Dimas pun mengiyakan, dengan buah di tangan nya, Dimas berjalan mengikuti Fani ke ruangan dimana Lia di rawat.

Saat sampai di ruangan Lia, Dimas melihat Lia tampak pucat dan tertidur. melihat Lia yang sangat pucat Dimas pun nyakin kalau Lia benar benar kesakitan. ia menempelkan punggung tangan nya ke dahi Lia, itu juga membuat Lia terbangun.

"Dimas."

"Lia, kamu kenapa?." Tanya Dimas dengan hangat.

Lia terdiam, mulut nya seolah tiba-tiba saja membeku dan sulit untuk berkata-kata. tiba-tiba air mata Lia mengalir di ujung mata nya menetes hingga mengenai bantal.

Fani melihat bantal Lia yang basah, ia tahu kalau sahabat nya pasti menangis terus.

"Jangan nangis Lia. kamu harus kuat."Ucap Dimas.

Lia pun memilih menutup mata nya untuk tidur, menghindari banyak berkata-kata dengan Dimas.

"Mungkin dia capek."Kata Fani pada Dimas.

Dimas mengangguk dengan tidak bersemangat, ia merasa sedih ketika melihat Lia seperti ini.

•••

Hi Teman-teman.

Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni, kalian suka dengan cerita ini.

Terima kasih banyak ya 🤗🙏

selalu jaga kesehatan ya semua.

1
Adhyta Wahyuningsih
Luar biasa
Erni Yustriyanti
bagus
Lina aja
yah tamat deh ceritanya....makasih untuk karyanya Thor....sukses slalu y
Lina aja
lanjut Thor semangat
Yati Yati
ceritanya bgs thor semangat
Lina aja
ko Arga mpe bisa percaya banget y m istrinya itu.....knpa g di kasih pengintai gtu
Lina aja
sabar y bumil moga Arga cepet tahu kelakuan istrinya yg luchnut
Lina aja
euleuh c becca m aneh dia selingkuh tapi takut di selingkuhin.
Lina aja
lanjut n semangat thor
Lina aja
ceritanya bikin penasaran...
Lina aja
up up up
Lina aja
cerita bagus hanya up nya ini dikit banget thor
Lina aja
yah dia g tau udah tidur m siapa juga....
Lina aja
adeuh ko loncat y
Gauri Utama
Akhirnya aku balik lagi baca dan menyelesaikan BAB yg tersisa. Good job, Thor... Teruslah berkarya
dita18
mampir thoorrr
Fitri Setyo Budi
tolong thor,, jangan diulang penulisannya jadi sedikit kesannya cerita lanjutannya
Dewi Nurlela
berarti becca sdh ga perawan dong masa arga ga tau sih
Junita Lhk
pendek bgt bab nya
Syafa Aisyah
mlipir ndene
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!