NovelToon NovelToon
Antara Si Cupu & BadBoy

Antara Si Cupu & BadBoy

Status: tamat
Genre:Dosen / Tamat
Popularitas:76.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nonny

Nara, itulah namaku.
Saat ini aku berusia 16 th, dan aku punya seorang adik lelaki. Kami berdua terlahir dari keluarga sederhana.
Aku memiliki dua sahabat baik, yakni si cupu Tara dan si BadBoy Ara.
Persahabatan kami seketika hancur, ketika aku menjalin hubungan dengan Ara. Dimana Tara mengatakan hal buruk tentang, Ara.
Jika Ara tak tulus cinta padaku, dia hanya ingin menang taruhan dengan teman-temannya.
Seketika aku memutuskan menjauh dari, Tara. Dan beberapa hari kemudian aku mengetahui sendiri, jika apa yang pernah Tara katakan tentang Ara adalah benar. Hatiku sangat sakit karena di permainkan oleh, Ara. Aku menyesal tak percaya pada Tara, tetapi di saat aku ingin minta maaf, Tara telah pindah sekolah.
Apakah aku bisa menemukan keberadaan Tara?
Apakah aku bisa melupakan rasa sakit hatiku pada, Ara?
Apakah aku juga bisa memaafkan Ara yang telah menyesal dan sempat meminta maaf?
Yuk gays simak kisahku semasa di sekolah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebaikan Ronald

Sepulang dari sekolah, Ronald langsung menemani Nara untuk berbelanja di sebuah toko untuk keperluan membuat kue dan cemilan.

Nara dengan penuh teliti dalam memilih segala bahan-bahannya. Untung saja dia semalem sudah mencatat segala kebutuhan yang di perlukannya untuk pembuatan cemilan tersebut.

Butuh waktu satu jam untuk Nara berbelanja.

"Ronald, thanks ya sudah menemani gwe belanja dan juga meminjamkan uangnya," ucap Nara pada saat selesai belanja.

"Sama-sama, Nara. Loe nggak usah buru-buru mengganti uang yang gwe pinjamkan pada loe ya? loe gantinya nanti saja jika semua cemilan loe sudah habis terjual," ucap Ronald menyunggingkan senyum manisnya.

"La dong, gwe jadi tambah nggak enak dech nantinya."

"Loe nggak usah sungkan apa nggak bisa? katanya gwe ini sahabat baik loe, tapi loe masih bersikap seolah gwe ini atasan loe bukan sahabat loe," canda Ronald terkekeh.

"Hem siap, bos kuh," canda Nara pula seraya memberikan hormat pada Ronald.

"Nara, gwe sangat bahagia saat bersama loe seperti ini. Tapi bagaimana jadinya jika loe tahu kalau gwe ini adalah Tara? apakah loe masih mau dekat dengan gwe atau loe marah lagi seperti dulu?" batin Ronald terus saja gelisah.

Karena dia yakin, suatu saat nanti pasti Nara akan tahu jari dirinya. Entah itu cepat atau lambat.

"Woy, kenapa loe malah bengong sih? mau di jalanin nggak ini mobilnya, kalsu nggak gwe mau naik taxi on line saja," tegur Nara menepuk bahu Ronald hingga dia terlonjak kaget.

"Astaga, Nara. Kalau gwe jantungan bagaimana, loe mau di minta pertanggungjawaban nya?" Ronald terhenyak kaget seraya memegangi dadanya.

"Hhaa...loe yang nanggung gwe yang jawab," canda Nara terkekeh pelan.

"Hem, bisa saja dech loe!"

"Hhee, maaf dech. Gwe kan cuma bercanda, masa muka loe berubah manyun gitu seperti nyet nyet," kembali lagi Nara terkekeh.

"Sialan loe, masa gwe di samain sama monyet," Ronald sejenak menggelitik pinggang Nara.

Karena hanya dengan cara itu, Nara tidak akan menggodanya lagi. Dia tahu betul kelemahan Nara.

"Hhaaa ampunnn..."

Ronald pun menghentikan kelitiknta terhadap Nara, di saat dia sudah mengatakan ampun.

"Ronald, kok loe tahu saja kelemahan gwe? padahal yang tahu akan ini hanya Ara dan Tata," ucap Nara menatap menyelidik ke Ronald yang akan melajukan mobilnya.

"Maksud loe apa sih? gwe sama sekali tak paham dech," ucap Ronald pura-pura tak tahu dengan ucapan Nara.

"Hem, nggak jadi dech. Sudah jalanin mobilnya keburu Maghrib baru sampai rumah,' pinta Nara.

'Ini juga mau gwe jalanin kok," ucap Ronald.

Saat itu juga, Ronald melajukan mobilnya. Sementara Nara kembali melamun.

"Kadang aku lihat sifat Ronald ada yang mirip dengan Tara. Tetapi ada juga yang tidak. Kadang jika sedang mirip, aku sempat mengira Ronald ini adalah Tara. Lantas kapan ya aku bisa bertemu dengan Tara?" batinnya sudah tak sabar lagi ingin bertemu dengan Tara.

Tak terasa sampai juga di pelataran rumah, Nara. Ronald membantu Nara membawa semua belanjaannya.

'Nara, kok kamu bisa belanja sebegitu banyaknya? padahal ibu belum beri kamu yang, karena pada saat ksmu berangkat tadi nyelonong pergi saja," ucap Bu Resy.

"Hhheedi pinjemin sama Ronald, Bu," jawab Nara tersipu malu.

"Waduh masih kecil kok ngutang? berapa uang yang di pinjam Nara ya, Nak Ronald?" tanya Bu Resy menatap.ke arah Ronald.

"Gampang, Tante. Nanti saja bayarnya kalau usaha cemilan Nara susah benar-benar jalan dengan lancar. Saya pamit pulang ya, Tante. Gwe pulang dulu ya, Nara."

Ronald menyalami Bu Resy, setelah itu dia melangkah masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya arah jalan pulang.

"Nara, kamu mau mulai bikin cemilan sekarang? apa nggak terlalu cape?" tanya ibunya ragu.

"Iya, Bu. Tapi aku mau mandi dulu dan makan dulu, setelah itu baru mulai expektasi," ucapnya antusias.

"Ya sudah, ayok masuk. Nanti ibu bantu dech. Kamu nggak perlu khawatir ya." Bu Resy membantu Nara membawakan sebagian kantung kresek berisikan belanjaan.

Beberapa menit kemudian, Ronald telah sampai di rumahnya. Akan tetapi dia langsung duduk termenung di teras halaman.

Mamahnya yang sedang asik menyirami bunga kesayangannya menjadi penasaran dengan wajah murung anak semata wayangnya.

"Tara, kamu kenapa? kok diam seperti itu, apakah ada masalah dengan Nara, atau dengan sekolahmu?" tanya mamahnya menyelidik.

"Ya, mah. Aku ada masalah dengan, Nara."

Mendengar akan hal itu, mamahnya langsung menghentikan aktifitasnya.

"Kenapa lagi, ada masalah apa lagi kamu dengan Nara? berarti kalian sedang bertengkar?" serentetan pertanyaan keluar dari mulut mamahnya.

"Bukan itu, mah. Tetapi aku sedang bingung dengan permintaan tolong, Nara," Tara menghela napas panjang seraya mengusap wajahnya dengan kasar.

"Permintaan tolong, coba jelaskan sejelas-jelasnya biar mamah nggak bingung dan siapa tahu bisa bantu kamu," ucap mamahnya lagi.

"Nara memintaku untuk membantunya mencari tahu dimana keberadaan, Tara. Karena dia tidak akan tenang jika belum bertemu dengan Tara. Dia akan terus di hantui rasa bersalah. Aku bingung, mah. Bagaimana aku akan membantunya mencari, Tara? karena Tara itu akuntansi sendiri?" ucapnya bingung.

"Tara, menurut mamah sih sebaiknya kamu berkata jujur saja pada, Nara. Dari pada nanti dia tahu dari orang lain atau tahu sendiri semisal datang kemari tanpa sadar," ucap mamahnya.

"Aku juga sempat berpikiran seperti itu, mah. Tapi aku juga takut ada penolakan karena aku telah bohong padanya."

Tara semakin gundah gulana dan gelisah memikirkan akan hal itu.

"Lebih baik kamu jujur sekarang, dengarkan dan lakukan apa yang mamah katakan, Tara sayang. Mamah yakin, Nara pasti akan mengerti," mamahnya terus meyakinkan Tara supaya lekas berkata jujur pada Nara tentang jari dirinya.

"Iya, mah. Aku pasti berkata jujur pada Nara, tapi tidak sekarang ini. Tunggu waktu yang tepat."

"Ya sudah, tak usah kamu terlalu memikirkan hal ini. Sekarang sebaiknya kamu mandi dan istirahat," ucap mamahnya.

"Astaghfirullah aldazim, aku kan mau kerumah Nara lagi, mah. Nara hari ini akan memulai membuat cemilannya dan rencananya aku ingin membantunya. Boleh kan, mah?" Tara meminta izin mamahnya.

"Memangnya kamu tak cape, Tara?" tanya Mamahnya.

"Nggak, mah. Aku juga ingin tahu bagaimana cara Nara membuat cemilan itu," ucap Tara antusias.

"Ya sudah sana mandi, pesan mamah jangan lama-lama jika nanti main di rumah, Nara. Nggak enak juga kan sama orang tuanya juga sana tetangga kanan dan kiri," pesan Mamahnya.

'Siap, mamahku sayang."

Tara langsung berlari masuk ke dalam rumah menuju ke kamarnya dan langsung masuk kamar mandi. Rasa bahagia kini sekali terpancar pada wajah Tara sejak dirinya bisa dekat lagi dengan Nara.

1
Eka elisa
smoga tara baik"...aja ya nata...
smoga kajaiban nrpihk dgn tara..
Eka elisa
waduh jgn"...rem nya blong dan ini kclakaan yg di sanotase jgn"....enthlah hy emk yg tau..
Eka elisa
bukne sdr mlhn tmbh gae emosi...nara tho...kmu ini..
Eka elisa
dia di hukum bp nya krna udh hina bp ma ibu kmu...nara..
Eka elisa
becanda gundol mu amblek kui..
msk brcnda ko di dpn byk orang dn ngatain ayah ibu nara....?😏😏mna ada itu brcanda..
Eka elisa
iseng gundol mu amblek...iseng ko kbngetan main pke prasaN lagi..😏👿
Eka elisa
ya jelas dia murka lah nara bneran suka dgn mu eh kmu mlhn buat taruhn....brasa di ajk trbang ke lngit ke tuju troos mbok bnteng no jurang tau.....😏😒
Eka elisa
mereposponku...apa merespon ku mak....?😁😁😁🙏🙏🙏
Nonny: bahkan typooooo 😫😫😫😫😫😭😭😭🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Eka elisa
setekah.....pa setelah mak.....?
Eka elisa
jati...pa jari....mak...?
Eka elisa
coba dri dulu ngaku lok klian orang yg sama....mungkin nara udh bobo nyeyak ktya...😁😁😁
Eka elisa
ahir nya...tara ngaku lok dia ronald juga....?
Eka elisa
kira"....tara di maafin gk ya...enthlah hy emak yg tau..
Eka elisa
mama....apa mamdh.....😁😁
Nonny: 😂🤣🤣🤣😂
total 1 replies
Eka elisa
geket....apaan...mak...?
andiranuril anwar: geket itu ibu lu mati
total 1 replies
Eka elisa
amin...smoga doa mu di kbulin ma emak..ya tara...😁😁😁
Eka elisa
mknya jujur biar tau....kira"...nara... brubh gk sikp y lok tara roland itu orang yg sama...
Eka elisa
suksess ya nara..ma usaha cemiln nya....buat tara..jujur jgn smpe kmu mnyesal nanti lho..
Eka elisa
semngat nara kmu psti bisa...
Eka elisa
bara...siapa makk....?
Nonny: hheee
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!