NovelToon NovelToon
Luxia System

Luxia System

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:110.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rahel wii

Seorang pria lajang bernama Hyun Wo bereinkarnasi setelah tewas akibat insiden serangan penembakan di pusat perbelanjaan.

Ia lalu bereinkarnasi ke dunia yang dipenuhi oleh sihir, kekuatan supranatural, magis, dan bermacam lainnya.

Beruntungnya ia di bantu oleh sistem misterius bernama "Luxia System" yang memberikan saran dan Quest berhadiah poin khusus yang dapat ditukar dengan skill unik dan item menarik.

Dengan mengalahkan monster jahat Hyun Wo dapat menaikkan level dirinya hingga menjadi yang terkuat serta mendapatkan bonus tambahan dari misi menyelesaikan Quest.

Serta melalui perkembangan diri secara bertahap membuatnya jadi sulit untuk dikalahkan.

Hyun Wo berambisi menjadi yang terkuat di dunia dimana yang kuat bisa menjadi Raja serta menciptakan kedamaian dunia tempatnya sekarang ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahel wii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuka Penyerapan Murni

Kembali setelah membawa makanan dan barang-barang yang masih tersisa pada reruntuhan desa, Hyun Wo langsung membersihkan daging dan roti untuk segera ia makan dan memberikannya kepada Liliana.

"Kamu makan saja, tidak usah pikirkan hal itu dulu. Aku tahu bagaimana perasaanmu ketika ditinggal oleh kedua orang tua yang kamu sayangi, karena aku pernah mengalaminya," ucap Hyun sendu melihat Liliana masih tidak mau membuka mulutnya saat dia hendak disuapi.

"Bukannya kamu tidak mengetahui orang tuamu sebelumnya? Bagaimana bisa kamu merasakan perasaan ditinggal oleh orang tua, bahkan kamu tidak memiliki pengasuh sewaktu kecil," perkataan Liliana tersebut membuat Hyun melupakan dirinya sekarang, bahwa ia bukan Hyun Wo sebelum bereinkarnasi.

Liliana mengetahui latar belakang Hyun Wo tersebut karena sewaktu pemilik tubuh asli masih hidup, dia sering bercerita tentang pengalaman dirinya kepada Liliana hingga mereka berdua menjadi teman curhat yang akrab. Tak tanggung-tanggung keduanya saling menceritakan kisahnya maupun kehidupannya masing-masing.

"Ah... itu, aku cuma merasakan apa yang kamu rasakan saja, seakan-akan orang tuamu seperti orang tuaku juga."

"Ya ampun aku barusan mengatakan hal yang tidak jelas!" ucap Hyun dalam hati menyadari perkataannya terlalu gugup hingga menjelaskan apa yang muncul di kepalanya secara acak.

Reaksi Liliana berbeda dari yang Hyun Wo bayangkan sebelumnya, dia kini menunjukkan senyuman dan ekspresi tersipu diwajahnya. Membuat Hyun Wo sama sekali tidak mengerti. Kemudian dia membuka mulutnya menunggu Hyun Wo menyuapinya.

Walaupun begitu Hyun Wo masih merasakan rasa sakit dihatinya, ketika memandangi Liliana begitu kuat menahan rasa sakit dimatanya. Meskipun hanya anggapannya saja bahwa Liliana berpura-pura kuat.

Namun yang sebenarnya terjadi adalah Liliana telah diberi obat khusus oleh Luxia sehingga dia tidak merasakan rasa sakit dimatanya lagi. Dan Hyun Wo belum mengetahui akan hal itu.

Malam yang dingin membuat Hyun Wo harus tidur berselimutkan kain tebal yang ia dapatkan dari reruntuhan desa. Namun Liliana yang terus mengomel membuat Hyun Wo terpaksa tidur bersama dengannya, karena dia memaksa agar Hyun Wo mau tidur bersamanya. Dan mau tidak mau ia harus menuruti kemauan Liliana.

Alasan sepele itu diterima oleh Hyun Wo lantaran ia tidak ingin Liliana bersedih, apalagi setelah tahu Liliana mencintai tubuh tempat reinkarnasi Hyun Wo.

"Semoga saja esok adalah hari yang cerah dimana aku dapat berlatih dengan tenang..." ucap Hyun sembari memejamkan matanya.

Keesokan harinya, langit mendung terlihat jelas dari arah barat disertai angin kencang. Yang tidak memungkinkan bagi Hyun Wo untuk berlatih di luar, padahal ia ingin sekalian mengejek keadaan desa yang hancur dan rusak parah.

Maka ia memutuskan untuk melatih fisiknya didalam goa setelah sarapan pagi. Di sudut lain goa, kini Hyun Wo memutuskan untuk membuka penyerapan murni dalam dirinya. Setelah membeli item khusus yang dapat membuatnya memiliki penyerapan murni.

Poin Hyun Wo sebelumnya.

[Pemberitahuan sistem]

Riwayat penukaran poin

-Skill Form remover : -20 poin

-Item Blood sword : -30 poin

-Skill existence changer : -25 poin

-Item khusus penyerapan murni : -1000

Bonus misi : 100 poin

Menyelesaikan misi tambahan : 1000 poin

Poin tersisa : 125 poin

"Tuan harus menenangkan diri terlebih dahulu, karena penyerapan murni sedang menjalar ke seluruh tubuh dan prosesnya membutuhkan ketenangan jiwa. Lalu pusatkan mana tuan kedalam jiwa yang sudah terdapat penyerapan murni di dalamnya!"

Memahami apa yang dikatakan oleh Luxia, ia kini mencoba untuk tenang, fokus pada dirinya sembari menghirup udara dalam-dalam.

Hyun Wo lalu merasakan aura dalam dirinya yang perlahan-lahan menyebar ke seluruh tubuh, ada perasaan berbeda saat ini membuka mata.

Ia merasa jika dirinya lebih kuat dari yang sebelumnya, bahkan penglihatan matanya seperti telah ditingkatkan.

"Apakah seperti ini rasanya memiliki penyerapan murni?"

"Tuan mungkin merasakan hal yang berbeda setelah memiliki penyerapan murni, karena setelah memilikinya tubuh tuan bisa ditingkatkan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Serta dalam tahap pertama tuan juga bisa merasakan manfaat awal memiliki penyerapan murni."

"Ya, itu benar sekali. Aku jauh merasa lebih berbeda dari sebelumnya."

Penyerapan murni memang memberi buff pada tubuh seseorang yang memilikinya seperti menambah kecepatan dalam bergerak, kelincahan, kewaspadaan, dan banyak lagi. Semuanya memiliki level tertentu agar dapat ditingkatkan lebih tinggi lagi.

"Aku ingin sekali menguji kemampuan diriku, jadi apa boleh aku mendapatkan misi ditengah hujan begini, Luxia?"

"Apa tuan nyakin? Bukannya diluar dalam kondisi hujan deras, lalu Liliana, dia sedang demam!"

"Apa!?"

Mengetahui bahwa Liliana sedang demam Hyun Wo mengurungkan niatnya untuk menguji kemampuan dirinya saat ini. Dan lebih mementingkan kondisi Liliana.

Tak ambil pusing ia pun langsung saja merawat Liliana dengan penuh kasih sayang, ia sudah menganggapnya seperti adiknya sendiri.

Kemudian mengompres kepalanya hingga demam Liliana menurun. Dan ketika Liliana bangun dia sudah merasa baikan seperti sediakala, karena demamnya sudah hilang. Hanya luka ditubuhnya saja masih terasa perih.

"Hyun adalah pria yang baik, ramah, dan penuh perhatian mau membantuku sampai sejauh ini. Lagi dan lagi, aku sadar dia selalu mengkhawatirkan diriku yang terluka ini setiap saat, kehadirannya bahkan selalu aku rasakan setiap waktu. Dia juga melakukan penyembuhan dan berbagai cara lainnya agar aku bisa merasakan kenyamanan ini. Aku harap dia selalu diberkati atas perilaku baiknya," ucap Liliana dalam hati beranjak bangun dari tempat tidurnya, berniat mencari Hyun untuk mengucapkan terimakasih padanya.

"Hyun... kamu dimana?" ucapnya memanggil Hyun yang sekarang tidak ada didalam goa.

Yang pada akhirnya Liliana menggunakan kekuatan supranatural demi mengecek keadaan sekitarnya. Kini tubuhnya terpisah dengan raganya yang sekarang ini melayang di udara mencari keberadaan Hyun Wo di setiap sudut goa.

Lama mencari tapi hasilnya nihil, Hyun Wo sama sekali tidak ditemukan olehnya. Akhirnya Liliana kembali pada dirinya lagi dan memutuskan untuk menunggu Hyun Wo, berharap dia tidak pergi meninggalkannya.

Jika saja dia masih memiliki mata mungkin kini ia akan menangis atau hanya sekedar mengeluarkan air mata, karena dirinya saat ini merasakan perasaan ditinggalkan lagi. Yang memang perasaan itu mengingatkannya pada kedua orang tuanya.

"Hyun... aku mau kamu bertanggung-jawab atas segala kehidupan ku kedepanya, aku mau kamu terus bersamaku, hidup dan mati. Pokoknya kamu harus menjadi suamiku apapun itu!" ucap lirih Liliana seperti orang yang mengigau dan menekankan kata di akhir kalimatnya.

Ia memang bersungguh-sungguh dan serius saat mengatakannya, bahkan dihatinya kini dipenuhi dengan kebaikan, perilaku, dan gambaran tentang Hyun. Seakan-akan Liliana sudah tergila-gila padanya.

"Haist... sepertinya ada yang memikirkan ku."

Sebelumya Hyun Wo pergi tanpa sepengetahuan Liliana, dia pergi menuju ke puncak gunung sendirian di tengah guyuran hujan lebat. Demi mencari obat tanaman herbal guna mengobati bekas luka di mata Liliana.

"Aku membutuhkan obat tanaman obat itu guna menyembuhkan luka memar di badan Liliana."

1
Jeme Sham
Luar biasa
Anggraini Nacita
lemah naif lagi ahh mmbosankan
Dr. Rin
kok ngakak yak 😅
Dewi: Penggambaran suara kah
total 1 replies
Dr. Rin
kok aku bacanya suka Eddard ya 😅 keseringan liat Game of Thrones kayanya 😁
Dewi: hehe..
total 1 replies
Dr. Rin
ngode 😂
Dewi: hehe iya
total 1 replies
Dr. Rin
klw ucapan salam hati aku saranin pke kutip satu aja kak 👍
Dewi: Iya, makasih feedbacknya
total 1 replies
opik Dtt
baru sampe chapter 20 ku baca udah gak asik, blm kuat aja udah di bebani dengan para wanita, mana mc nya terlalu naif
opik Dtt
jangan2 novel ini sama aja dgn novel2 yg lain nya, mc belum kuat udah di bebani dengan para wanita
opik Dtt
gi mana MC mau jadi kuat, kalau ada beban yg di bawa
Dr. Rin
kasian sekali mak...
choro2
mcnya punya kasur, aneh pas rengkarnasi mcnya tidur di alas kain tipis, perbaiki lagi thor alur bagus tp byk ga nyambung pejelasanya
choro2
bagaimana sih tor liananya matanya udah di congkel kok masih bisa berlinang air matanya
Nino Ndut
disini sistemnya lebih sulit y..n g gampang kayak sistem2 di novel lain..nice thor
Dewi: Makasih feedbacknya kak
total 1 replies
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Mc kau harus lebih kuat lagi!
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Kenapa aku ngerasa Sejauh ini Mc cuma kesulitan sama seorang wanita sahaja... Atau cuma perasaanku aja?
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Bukan Licik, Tapi Bijak, kau saja yang terlalu sombong... Aku lupa kalau Elf itu adalah Sosok yang sombong dan menganggap diri mereka lebih tinggi dari pada ras lain
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Mantap Lord! Aku bangga padamu hahahahahaha!?
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Huh, Dasar... Mc yang sabar aja mereka itu cuma cecunguk yang hanya bisa meminta bantuan kepada banyak orang
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Hoaaam, Kau mencari koneksi dengan cara yang lumayan Lord, Mantap
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Wow, Sayap asli? Apakah Lia itu cuma anak yang di besarkan ketua guild dan istrinya tapi sebenarnya mereka bukan keuda orang tua asli Lia?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!