Berawal dari sebuah kesepakatan untuk merebut perhatian seorang pria dan setelah itu meninggalkan nya setelah berhasil mengambil hati si pria tersebut. Sinta harus terjebak dalam situasi hatinya yang mulai mencintai Edzard Prayoga, pria beristri yang sudah membuatnya mengerti akan arti cinta. Keinginan untuk menyembuhkan sang ayah, nyatanya membawa Sinta dalam situasi yang rumit, akankah Ia tetap menerima Edzard setelah kesepakatan itu selesai? Ataukah justru dirinya harus meninggalkan pria beristri yang kini telah membuatnya benar-benar jatuh cinta?
Novel author yang bertajuk Pelakor untuk kali pertama, mohon untuk bijak karena kisah ini hanya fiktif belaka 🙏❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepulangan Melinda
"Saya punya ide, Pak! Bagaimana jika Bapak beliin rumah sendiri untuk istri muda Pak Edzard? Ya ini bertujuan supaya Mama Anda tidak curiga, sekedar saran sih Pak!" seru Rio memberikan solusi untuk Edzard.
Sejenak Edzard berpikir apa yang dikatakan oleh Sekretarisnya itu ada benarnya, dengan begitu Ia pun bebas melakukan apa saja tanpa ada gangguan dari Mama nya ataupun Melinda saat istrinya pulang nanti.
"Hmm ... ide mu cemerlang juga, kalau begitu Aku akan membeli sebuah rumah untuk Sinta, setidaknya aku ingin membuat istriku nyaman. Tapi, bagaimana dengan Kailee? Dia pasti tidak mau berpisah dengan Sinta, putriku sangat menyayangi nya, dia pasti minta ikut bersama Sinta."
Agaknya Edzard sedikit pusing, pasalnya jika Sinta keluar dari rumahnya, maka sang putri akan terus mencarinya, dan bisa-bisa Kailee tidak akan mau sekolah jika tidak ada Sinta.
"Waduh ... repot juga ya, Pak! Putri Anda sudah terlanjur sayang sama istri muda Anda, ya kalau begitu cepat ungkap rahasia Bu Melinda saja, supaya Anda bisa segera meyakinkan Mama Anda dan kebenaran perselingkuhan itu akan memudahkan Anda untuk bercerai dengan Bu Melinda." ucap sang sekretaris.
"Kamu benar! Aku harus benar-benar mencari bukti itu, terus bagaimana? Ada kabar lagi dari anak buahmu?" tanya Edzard.
"Sepertinya dalam beberapa hari ini, Bu Melinda akan segera pulang, Pak! Menurut informasi dari Tukijo, sekitar dua atau tiga hari, Bu Melinda akan pulang."
Edzard menghela nafasnya, dia harus segera menceraikan Melinda agar bisa bersama Sinta tanpa harus menyembunyikan pernikahan mereka, karena pernikahannya dengan Melinda rasanya sudah tidak bisa di pertahankan lagi.
"Sepertinya, Aku harus melayangkan gugatan cerai kepada Melinda, Aku tidak bisa begini terus, dan Mama harus bisa menerima kenyataan jika Aku sudah tidak mencintai Melinda lagi, karena Melinda sudah mengkhianati ku dengan sahabat ku sendiri, Dimas!" gumamnya sembari berpikir untuk segera mengurus perceraian nya dengan Melinda.
Hari itu juga Edzard melayangkan gugatan cerai kepada Melinda, dan tentu saja ini Ia lakukan berdasarkan sumber informasi dari Tukijo dan foto-foto yang diambil oleh anak buahnya saat Dimas terlihat keluar dari kamar dimana Melinda menginap.
"Siapkan semua berkas, Aku ingin sebelum kepulangan Melinda, dia harus tahu jika Aku sudah mendaftarkan perceraian kami ke pengadilan, dan setelah Ia pulang, aku berharap bisa meyakinkan Mama, jika menantu kesayangan nya itu bukanlah wanita baik-baik." ucap Edzard serius.
"Baik, Pak!"
Rio segera mengurus berkas-berkas yang akan didaftarkan ke pengadilan agama, hari itu juga Edzard memutuskan untuk pulang lebih awal, karena Ia sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan Sinta.
"Kamu urus semuanya, hari ini Aku mau pulang, untuk rapat selanjutnya, wakilkan pada staf bagian, Aku sudah rindu sekali dengan istriku." pamit Edzard kepada sang sekretaris.
Hari itu juga Edzard pulang ke rumah, berharap Ia akan bertemu dengan Sinta dan melepaskan rindu sejenak dengan istri barunya sebelum Ratna pulang dari menjemput Kailee. Edzard agaknya memberi kejutan untuk Sinta dengan memberikan seikat bunga mawar merah.
Hampir dua puluh menit, akhirnya mobil Edzard tiba di depan rumah mewah itu, laki-laki itu turun dan segera masuk ke dalam rumah dengan membawa bunga mawar itu di tangannya, berharap Sinta suka dengan pemberiannya.
Namun, apa yang terjadi tidak sesuai dengan ekspektasi nya, saat Edzard hendak membuka pintu, Ia melihat wajah sang Istri pertama, Melinda. Betapa terkejutnya Edzard ketika istrinya yang diperkirakan pulang dua atau tiga hari lagi itu, tiba-tiba sudah berada di depannya.
"Kamu Mel! Kok sudah pulang?"
Edzard bertanya dengan ekspresi yang begitu kaget. Melinda tersenyum dan melihat seikat bunga yang dibawa oleh suaminya.
"Mas Edzard! Ya ampun Cantik sekali bunga itu, pasti itu untukku, kan! Kamu benar-benar pria yang romantis. Makasih sayang!"
Melinda tampak memeluk Edzard dan mengambil bunga mawar itu.
"Hmm ... kamu kaget kan, Mas! Kamu pikir Aku tidak tahu apa yang kalian lakukan di rumah ini selama Aku pergi, dan sekarang Aku tidak akan biarkan kamu dan gadis Pelakor itu bersenang-senang." Melinda terlihat tersenyum jahat sembari memeluk tubuh suaminya.
"Bagaimana bisa Melinda pulang secepat ini? Sial!" umpat Edzard kesal, alhasil Ia pun gagal memberikan surprise untuk Sinta.
Rupanya kepulangan Edzard di saksikan oleh Sinta di balik dinding ruang tengah, gadis itu melihat Melinda yang memeluk suaminya dengan penuh kerinduan, sejenak Sinta tersenyum, tapi kenapa hatinya merasa sakit saat melihat Edzard berpelukan dengan istri sahnya.
"Kenapa perasaanku seperti ini? Kenapa Aku merasa tidak rela jika Mas Edzard memeluk Nyonya Melinda?" gumamnya sembari pergi dari tempat Ia berdiri. Sinta pergi ke dapur, wajahnya terlihat sedih. Kemudian Ia duduk di kursi dan mencoba menenangkan dirinya. Wuri yang masih berada di dapur, melihat Sinta yang datang dengan memasang wajah sedih dan terlihat mengusap air matanya.
"Sinta! Kamu kenapa?" tanya Wuri sembari duduk di sebelah Sinta.
"Nggak apa-apa, Mbak! Tadi, Aku cuma kelilipan debu, jadi kayak nangis deh" ucapnya beralibi.
Tak berapa lama Melinda datang ke dapur dan memerintahkan untuk segera menyisipkan makan siang untuk Edzard.
"Kalian berdua, siapkan makan siang, Sebentar lagi Mama pulang dan suamiku juga sudah pulang, dan kamu Sinta! Lain kali jangan biarkan Mama yang menjemput Kailee! Kamu itu goblok atau gimana sih, masa orang tua di suruh jemput sekolah sih, benar-benar nggak punya perasaan sama orang tua kamu, ya!" umpat Melinda kepada Sinta.
"Maaf Nyonya, tadi Nyonya Ratna sendiri yang minta jemput Kailee, Saya di rumah saja di suruh memasak." alasan Sinta yang tetap tidak membuat wanita itu percaya begitu saja.
"Halah itu alasan mu saja, dasar kamu nya aja yang pemalas, mana katanya di suruh masak, toh yang masak bukan kamu, tapi Wuri. Kamu cuma alasan saja." hardik Melinda yang membuat Sinta menghela nafasnya berat.
Melinda baru saja pulang dari luar kota, Ia memutuskan untuk pulang lebih cepat, karena Ia tidak ingin hubungan Edzard dan Sinta akan semakin dekat, dan tak berselang lama sang Suami pun pulang dari kantor, Melinda sudah merasa memang ada hubungan yang disembunyikan oleh sang suami. Apalagi sekarang Ibu mertuanya sudah datang ke rumah, itu akan memudahkannya untuk mengusir Sinta dari kehidupan Edzard.
Sementara itu Edzard melihat Sinta yang sedang berada di dalam dapur, Edzard menghampiri Sinta dan melarang istrinya untuk bekerja di dapur.
"Sinta! Ngapain Kamu di sini? Ayo keluar!" titah Edzard agar istrinya itu pergi dari dapur.
"Tapi, Mas!"
Belum selesai Sinta menjawab pertanyaan suaminya, Melinda sudah datang dan membawa pergi Edzard.
"Mas Edzard! Ngapain kamu di sini? Biarkan Sinta dan Wuri yang menyiapkan makanan, sekarang kita keluar, sepertinya Mama sudah pulang bersama Kailee." ucapnya sembari menggandeng tangan Edzard mesra.
"Lepaskan tanganku!" titah Edzard sambil menepis tangan Melinda yang bergelayut pada lengan besarnya. Edzard segera pergi dari dapur.
"Mas! Kamu kok gitu sih! Aku kangen banget sama kamu, Mas!" seru Melinda sembari mengikuti kemana suaminya pergi.
Sementara itu Sinta terlihat mencoba menguatkan hatinya, Ia sendiri tidak mau terbawa perasaan, meski tak dipungkiri ada rasa sakit saat Melinda bergelayut manja pada lengan Edzard.
"Kenapa hatiku sakit saat Nyonya Melinda dekat dengan Mas Edzard? Jangan Sinta! Kamu tidak boleh punya rasa cemburu pada Edzard, jangan lengah, tugasmu belum selesai. Ayahmu menunggu kedatangan mu, jangan lemah karena cinta. Cinta akan membuat hatimu galau dan itu akan semakin membuat mu tak berdaya." gumam gadis berparas cantik itu.
...BERSAMBUNG ...
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
CURIGA SI CRISAN INI ISTRI DIMAS, PSTI INGIN BLAS DENDAM KE MELINDA.
plg ga ada ksh smpe.nikah nasib melinda sama ibu nya dan smpe anak itu laghir. dipanjangin aja gpp
sukses
semangat
mksh
mantap