NovelToon NovelToon
Impian Sang Gadis Desa

Impian Sang Gadis Desa

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:316.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: AFYUZA YURA

Untuk apa sekolah tinggi - tinggi, toh ujung - ujungnya ke dapur juga mengurus pekerjaan rumah tangga dan anak.
Begitulah pemikiran sebagian besar masyarakat desa dalam memandang anak perempuan. Mereka masih meyakini bahwa kodrat anak perempuan hanya berada di dapur, kasur dan sumur.
Namun, hal itu tidak berlaku dengan seorang gadis berhijab yang berkulit putih, mempunyai tinggi tubuh 160 cm dan berbola mata hitam yang besar. Ya, gadis tersebut bernama Naura Eka Febriana, Ia mempunyai tekad yang kuat dalam mewujudkan impiannya menjadi seorang guru dan memajukan pendidikan di desanya untuk menyetarakan hak pendidikan baik untuk anak laki - laki maupun anak perempuan.
Berhasilkah Naura mewujudkan impian dan keinginannya tersebut? serta mampukah ia merubah pemikiran masyarakat desanya untuk lebih memperhatikan pendidikan anak perempuannya?
Yuk, ikuti kisah perjalanan Naura dalam menghadapi cibiran dan cemoohan dari masyarakat desa dalam karya pertama ku😃😃😃

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AFYUZA YURA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 Mendapat Teman Baru

Kring.....kring.....kring..... suara alarm HP Naura sudah berbunyi selama 5 menit, dengan mata yang masih terpejam Naura meraba-raba mencari HP nya. Setelah mendapatkannya iapun langsung mematikan alarm tersebut dan perlahan-lahan bangun dari tidurnya. Dengan rambut hitam dan panjang yang berantakan, Naura beranjak duduk di pinggir kasurnya.

‘ Ehmmm, sudah jam 05.00 rupanya. Kayaknya baru aja mataku terpejam. Uaaaahhhhh’ seru Naura sambil menutup mulutnya yang menguap lebar.

Dengan langkah yang gontai,ia berjalan menuju kamar mandi. Membasuh wajah dan mengambil wudhu untuk menunaikan shalat Subuh. Setelah berwudhu,seketika wajahnya kembali segar dan terhindar dari rasa kantuk. Ia pun bergegas melaksanakan kewajibannya dengan khusyuk.

Setelah selesai shalat, Naura langsung menanak nasi di mini ricecookernya. Kemudian ia pun mulai bersih-bersih. Mulai dari mencuci pakaian, menyapu dan mengepel kamarnya serta memanaskan kembali rendang daging buatan emaknya.

Pukul 06.30 Naura selesai dari aktivitas bersih-bersihnya. Dengan cepat iapun menelepon Dara untuk sarapan bersama.

Tut tut tut.. panggilan langsung terhubung.

“ Halo Ra, ada apa pagi-pagi menelepon?” tanya Dara

“ Kakak sudah selesai, Naura mau ngajak sarapan bareng kak.”

“ Oh ya sudah, ne kakak tinggal merias wajah saja. Datang aja kemari pintunya gak kakak kunci.”

“ Baiklah kak, Naura kesana.”

Tidak lama Naura sudah berada di kamar Dara dengan membawa nasi dan daging rendang.

“ Kakak berangkat jam berapa?”

“ Jam 07.15 Ra, kamu jadi hari ini ke kampus?”

“ Jadi kak, sekalian Naura mau lihat-lihat dan registrasi ulang kak.”

“ Jam berapa registrasinya”

“ Jam 11.00 sih kak. Nanti Naura nebeng kakak ya.”

“ Kakak sih gak masalah Ra, tapi gak papa kamu lama menunggu.”

“ Gak papa kak,Naura kan mau berkeliling dulu. Nanti pulangnya Naura naik angkot saja. Kan sudah kakak kasih tau.”

“ Ok lah, sekarang kamu siap-siap bentar lagi kita berangkat.”

“ Ok kak.”

Selesai sarapan, Naura bergegas meninggalkan kamar Dara. Ia pun mulai bersiap-siap, dengan memakai celana keper hitam yang dipadukan dengan kemeja baby pink bermotif daun-daun kecil dan memakai hijab pashmina dengan warna yang senada, Naura hanya memakai bedak dan lipstik yang tipis di wajahnya yang putih. Naura mengambil tas ransel dan memakai sepatu pansusnya.

‘ Bismillahirahmannirohim’ ucap Naura sambil mengunci pintu kamarnya dan sudah di tunggu oleh Dara.

Mereka pun berangkat dari kos, dengan waktu yang bersamaan para penghuni kos juga akan pergi untuk melaksanakan kegiatan masing-masing. Sepanjang jalan keluar, mereka saling bertegur sapa, dan tak lupa mereka juga berkenalan dengan Naura. Mereka sudah tahu sebelumnya bahwa akan ada penghuni kos yang baru. Jadi mereka tidak terlalu penasaran Naura.

Di depan pintu gerbang kos, mereka berpisah, ada yang naik motor, jalan kaki dan naik angkot. Dara dan Naura segera melaju dengan motor matic Dara menembus jalan raya menuju kampus terlebih dahulu. Selang 15 menit mereka tiba di depan pintu gerbang kampus yang megah dan luas tersebut.

“ Hati-hati ya Ra, dan setelah urusanmu selesai kamu langsung pulang ya.” Ucap Dara mengingatkan.

“ Iya kak, Naura akan langsung pulang. Terimakasih ya kak. Da dah...” balas Naura sambil melambaikan tangannya.

Setelah Dara tidak terlihat lagi, Naura segera memasuki area kampus. Karena masih pagi, suasana kampus masih sunyi bahkan lampu-lampu penerang di pinggir jalan masih ada yang menyala. Meskipun di kampus yang berada di tengah kota, tetapi udaranya masih terasa sejuk dan segar karena hampir di sepanjang dan penjuru kampus terdapat pohon-pohon yang rimbun. Karena banyaknya pohon-pohon kampus ini juga di sebut kampus hijau.

“ Wah..luas sekali kampus ini? Bangunannya juga megah dan cantik. Mumpung sunyi, aku selfi dulu ah. Biar kukirim ke Naya.” Ucap Naura sambil berfoto-foto ria. Setelah asik berselfi-selfi disetiap tempat yang menurutnya indah dan bagus Naura pun langsung mengirimkannya ke Naya.

“ Kalau jam segini, Naya masih bantu-bantu emak, belum sempat megang hp.” Gumam Naura. Kini Naura mulai berkeliling gedung-gedung kampus, ia menelusuri setiap gedung-gedung fakultas sembari mencari gedung fakultas FKIP untuk meregistrasi ulang.

Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00, suasana kampus sudah mulai terlihat ramai, banyak para mahasiswa yang sudah berdatangan. Setelah hampir 2 jam Naura berkeliling, ia pun mencari taman untuk beristirahat, tidak jauh dari gedung fakultas FKIP terdapat taman mahasiswa yang cukup luas. Taman di kelilingi pepohonan,dan bunga-bunga yang disusun berbaris-baris sesuai jenisnya. Di tengah taman terdapat bangku yang telah disediakan. Naura bergegas menuju taman tersebut.

“ Hufft, capek juga ya, mengelilingi kampus ini. Untung sudah ketemu fakultas ku, jadi tidak bingung lagi deh.” Ucap Naura setelah duduk di taman sambil menyeka dahinya yang berkeringat. Sambil beristirahat Naura membaca buku yang telah di bawanya. Suasana taman juga ramai, banyak mahasiswa yang duduk di taman ada yang sekedar mengisi waktu senggang, ada yang beristirahat, dan ada yang menunggu untuk jadwal mata kuliah.

Di tengah asyik membaca, Naura dikejutkan oleh sebuah suara yang menyapanya.

“ Permisi mbak, boleh saya duduk di sini? Karena semua bangku taman sudah penuh.” Tanya seorang wanita berkacamata yang berambut hitam sebahu dan berwajah cantik dan putih.

“ Oh, silahkan. Ini kan bangku umum mbak, jadi tidak usah izin dan sungkan.” Jawab Naura sambil menutup bukunya.

“ Terima kasih mbak,” ucap wanita tersebut langsung mendaratkan bokongnya ke bangku.

“ Kalau boleh tahu, nama mbak siapa?jurusan apa dan semester berapa?” tanyanya

“ Nama saya Naura, saya mahasiswa baru mengambil jurusan keguruan. Dan saya menunggu untuk registrasi ulang mbak. Mbak sendiri gimana?”

“ Sama dong, saya juga mahasiswa baru,jurusan keguruan juga. Kalau gitu kenalkan nama saya Abel” ucapny sambil mengulurkan tangan yang disambut oleh Naura.

“ Wah syukurlah, saya ada temannya.” Ucap Naura “Ohya, kalau gitu jangan panggil mbak dong,panggil nama saja ya biar enak dan akrab.” Tawar Naura.

“ Ok Ra. Aku setuju. Kayaknya kamu orangnya asyik.”

“ Ah. Bisa aja kamu Bel.”

Sambil menunggu mereka pun bercerita bertukar pengalaman, memperkenalkan diri lebih dalam dan topik-topik yang ngalur ngidul. Bukan Naura namanya yang cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Karena sifatnya yang ramah,baik,ceria dan humoris. Dengan mudah iapun cepat mendapat seorang teman. Abel berasal dari kota ini dan dari keluarga yang menengah, kedua orangtuanya sama-sama PNS di kantor pemerintahan. Meskipun begitu Abel juga memiliki sifat yang baik dan sederhana. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10.35. mereka pun bersiap-siap untuk ke fakultas FKIP guna meregistrasi ulang pendaftaran kuliah mereka.

“ Ayo Ra, kita pergi. Tidak terasa sudah 1,5 jam kita bercerita. Aku sudah membayangkan pasti hari ini sangat bosan karena sendirian, tidak tahunya aku bisa bertemu denganmu.”

“ Sama dong Bel, aku lagi dari desa pasti merasa minder kalau sok-sokan akrab dengan orang. Tidak tahunya, tidak semua orang kaya sombong.”

“ Ya elah Ra. Kenapa kamu beranggapan seperti itu?”

“ Ya habisnya,yang aku tahu orang kaya itu rata-rata sombong apalagi di kampungku. Wihh jangan tanya deh.”

“ Jangan disamakan dengan orang lain Ra. Tidak semua orang kaya tu sombong.”

“Iya Bel, maaf. Aku juga pertama kali sampai terminal sudah bertemu dengan tante yang kaya tapi beliau tidak sombong. Malah terkesan ramah dan sederhana. Ya seperti kamu ini lah. Hanya beda versi aj.”

“ Beda gimana Ra.”

“ Ya beda Bel, beliau sudah tante- tante dan sudah punya cucu lah kamu masih gadis bau jahe.”

“ Ih. Kamu ya Ra. Bisa aja, bau kencur kali Ra.”

“ Hehehe....ya bisa seperti itulah Bel, kan sama-sama bumbu dapur.” Ucap Naura nyengir.

“ Yeaaaahhh...kamu bisa aja..” mereka pun berjalan ke fakultas sambil tertawa dan mengobrol.

1
Ayu Indriani
Minal Aidzin walfaizin...
selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan tahun 1445 Hijriah bagi kita yang menjalankan. semoga amal ibadah kita di terima di sisi Allah. Amin.
monica
ahahaha kenapa cepat sekali tamatnya. ceritanya mengharukan " mengimpirasi .romantis kocak. pokoknya.
Feshya Manu
asyik ceritanya
Wanty Kosmetik
Lumayan
Ghaniyah Pahlevi Yusra
menginspirasi sekali kak ☺
urfavboy
halo sesama penulis,mau nanya nih,kalo upload chapter baru kok tiap paragraf yang harusnya tergabung kok malah ke pisah,kesannya bisa bingung,,,itu cara benerinnya gimana ya?
urfavboy: nggak tau sih,tiap ak upload bab baru gitu,tiap paragraf yang harusnya tersambung malah pas udh diupload mlah terpisah,jadi kesannya aneh.
total 2 replies
Ayu Indriani
Selamat sore readers author yang setia!
terima kasih telah mengikuti karya author yang pertama hingga tamat!

Yuk mampir di karya Author yang kedua dengan judul ISTERI PENGGANTI SANG CEO.🙏
mengkisahkan tentang Freya seorang gadis yang tumbuh di panti sejak bayi, saat berusia 26 tahun ia di putuskan oleh pacarnya secara sepihak tanpa alasan, di malam yang sama setelah kandasnya hubungannya ia pun di ajak oleh pria asing menikah untuk menggantikan tunangannya yang kabur.

Akankah Freya menerima tawaran menikah pria asing tersebut??? yuk simak kisah kelanjutannya..😊
Babang Afang
lanjutkan thor
Nur'Ani
lanjut kak
Purnama Biberka Cipudan
next,bagus
Asmaniar Niar
puncak
Asmaniar Niar
next
Bita Sabita
bagus
Nur'Ani
Amiin yaa robbal'alamin
👍👍👍
Babang Afang
akhirnya!
Babang Afang
akhirnya up juga..
semngat ya thor..
Maria Kristina
jangan lama2 dong upnya
Ayu Indriani: sambil menunggu,silahkan mampir di karya othor yang kedua ya! ISTERI PENGGANTI SANG CEO...
total 2 replies
Nur'Ani
pas nengok pas ada up terbaru,,,lgsg aja baca,,,lumayan 1 chap jg buat pengobat rindu ma kelanjutan ceritanya....
💪💪 kak buat up next eps nya ya
Ayu Indriani: terimakasih readers othor yg setia...
maaf ya sudah membuat readers menunggu lama n kecewa🙏...
mampir juga di karya othor yg kedua Isteri Pengganti Sang CEO😊
total 1 replies
Nur'Ani
☕ & 🌹 meluncur padamu,,,semoga makin semangat ya,,,dan ditunggu up selanjutnya kak
Nur'Ani: siap kak,,,aq selalu setia menunggu up terbarunya kok,,walau kadang tengok lagi tengok lagi takut ketinggalan 🤭🤭💪💪💪
total 2 replies
Nur'Ani
lanjut,,,,,lanjut,,,,,lanjut,,,,
semangat kakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!