Tak pernah terpikir oleh Kania, jika ia akan mendapatkan perlakuan yang tak adil dari sang suami (Yohanes- Hans). Pernikahan yang telah terjalin selama beberapa bulan itu ternyata di bumbui oleh kedustaan sang suami. Janji pernikahan yang telah di ucap Hans rupanya hanya demi harta semata. Akankah hati Hans yang keras itu akan luluh seiring berjalannya waktu. Ataukah pernikahan yang di dasari perjodohan itu akan kandas di usia pernikahan seumur jagung?
Yuk simak cerita perdana Autor...
klik like+koment...
thank you very much readers...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bilqishe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lelah seharian
***
Kantor...
"Anda baik-baik saja?" Tanya Richi pada Hans. Hans tampak pucat. Usai meeting Hans lekas masuk ruangannya dan enggan beranjak keluar untuk menemui beberapa Klain yang mengajaknya makan siang.
"Richi. Keluarlah dulu... aku malu jika kau melihatku dalam keadaan sial begini" Pinta Hans melambai-lambaikan tangannya seakan berkata pergi.
"Sebaiknya kita pergi ke rumah sakit. Kondisi anda tampak tak baik-baik saja. Saya amat khawatir..." Bujuk Richi menatap Hans panik.
"Kau ini. Mana mungkin hanya dengan sebuah pil pencahar akan membuatku mati... Wanita itu! Aku tak aka tinggal diam. Kelakuannya sudah keterlaluan...!" Hans tampak sangat marah kali ini. Selain ia marah, ia juga harus menahan rasa ingin buang air besarnya. Sampai-sampai wajahnya terlihat mengenaskan.
"Tuan... maaf sebelumnya. Tapi, sebagai pria sejati... tidak bisakah anda memperlakukan nona Kania sedikit lembut?"ucap Richi menasihati Richi.
Tapi mendengar ucapan itu, Jelas-Jelas Hans tak mau menerima nasihat Richi. Hingga Hans menggebarak meja di depannya dengan sangat keras BRAAAAKKKKK!!!! dan membuat Richi terperanjat karna kaget.
"Brengsek! Sudah ku bilang! jangan bicarakan wanita itu di depanku! Richi... bisakah kau pahami kata-kata ku tadi pagi?" Tanya Hans jelas.
Richi mengangguk... "Maaf tuan. Aku sudah lancang... jika demikian, saya pamit sebentar" Imbuh Richi mohon izin.
Hans membuang wajahnya "Pergilah!" tegas Hans. Padahal keringat dingin sedang bercucuran. Tapi Hans pura-pura tak punya masalah.
Richi belum sampai di daun pintu Memang benar. Wanita itu bilang semua isi dalam perutku akan keluar dengan mudah. Tapi, sialnya... rasanya sungguh tidak nyaman dan amat menyiksa... Akan ku beri dia pelajaran saat pulang nanti. Bathin Hans menggumam.
Tangannya sudah gatal hingga di kepal erat-erat. Sampai-sampai urat di tangan-tangan itu tertonjol keluar.
Brak! sekali lagi Hans menggebrak meja untuk kedua kalinya. Richi yang ragu ketika hendak keluar pun mendengar jelas gebrakan itu. Dan ia pun lekas menoleh ke arah tersebut "Tuan. Anda baik-baik saja?" tanya Richi menatap di kejauhan.
Tapi nampaknya Hans tampak terkulai lemas dan wajahnya amat pucat. Seketika Richi berlari ke arah Hans dan meraihnya "Tuan! Anda baik-baik saja?!" tanya Richi panik.
"Aku baik-baik saja..." setengah kesadarannya berkata demikian. Tapi setelah ia berkata hal tersebut. Hans malah terkulai tak berdaya, hingga membuat Richi ketar-ketir ketakutan
"Tuan!"
"Tuan muda!"
"Tuaaannnn! Sadarlahhhh!" Hans pingsan di kursi singgah sananya. Richi pun langsung saja menghubungi dokter pribadi kluarga pranata Winata.
Seketika, beberapa menit kemudian... Ambulance datang dan lekas menggotong tubuh atletis Hans dengan seutas tandu. Staff lain jadi heboh gegara melihat bosnya di evakuasi secara tiba-tiba. Namun staff lain dapat meredam suasana seketika. Hans di bawa kerumah sakit secepat kilat menggunakan ambulance exspres.
Richi tak habis pikir... ia tak pernah membayangkan jika keusilan nona Kania akan seexstrim ini. Dan di lakukan pada suaminya sendiri.
Nona... apa yang anda lakukan? seharusnya anda memperbaiki sikap anda untuk merayu tuan muda. Bukan membuatnya makin membenci anda. Oh tuhan... apa yang harus aku lakukan untuk menjaga keutuhan rumah tangga tuan muda. Bathin Richi menģgerutu.
***
Sesampainya di rumah sakit... Hans di tangani dengan cepat. Beberapa suntikan dan infus telah bersarang di tubuhnya. Dan kini Hans terkapar tak berdaya di kamar vvip.
Bersambung...
bahkan dalam novel pelakor akan dibuat kayak wanita tidak punya hati dan tidak punya malu dan pada akhirnya akan dibuat selalu jahat tapi beda dengan pebinor sosok sangat diperlakukan lembut oleh para novelis
kan dia juga ditampar, hanya ditampar tapi lihat spesialnya sosok ini, bisa berkali2 berdekatan dengan istri orang, bisa berkali memprovokasi suami orang, dia kayak punya hak mengancam suami orang, dan pda akhir dia akan dibuat kayak lelaki paling pngertian