Kehidupan ala Barat ++
Bagaimana jadinya jika kau jatuh cinta pada seorang gadis yang bisa melihat masa depan?
Bertemu dengannya pertama kali langsung merubah hidup Ryuga. Ia begitu tertarik dengan penampilan Yumi, gadis yang sering membawa payung berwarna hitam kemanapun ia pergi meski hari terlihat begitu cerah.
Amanda Yumi, seorang gadis yang bisa melihat masa depan. Namun, ia sendiri tak bisa melihat masa depan akan berapa kali ia jatuh cinta. Termasuk dengan hadirnya cinta yang diberikan Ryuga Oliver kepadanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Tentang Henry
Hidup sebagai seorang guru bukan merupakan dari rencana Henry sejak awal. Dia mengambil fakultas literatur di kampus karena dia sangat suka membaca tentang karya literatur dan merupakan mimpinya untuk menulis novel nya sendiri. Tapi setelah lulus, dia menyadari bahwa dia masih tidak memiliki ide apa untuk menulis. Akhirnya dia berakhir menjadi seorang guru literatur di sebuah sekolah menengah untuk beberapa saat.
Menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah seperti yang dipikirkan oleh Henry saat dia masih menjadi seorang siswa. Setiap harinya begitu melelahkan dan ada satu hari dimana dia juga harus bekerja keras, bahkan di akhir pekan seperti yang terjadi hari ini.
"Rapat kita hari ini adalah tentang performa nilai buruk dari siswa di sekolah kita."
Kepala Sekolah berdiri dan mulai mempresentasikan grafik dari penurunan nilai siswa setelah ulangan tengah semester mereka selesai.
"Semua orang harus melakukan yang terbaik untuk membuat nilai-nilai siswa kita ini bisa membaik sebelum kelulusan. Atau hal itu akan berpengaruh buruk bagi nama sekolah kita. Apa kalian semua mengerti."
"Iya Pak."
Semua orang tiba-tiba merasa tertekan dengan situasi ini tapi tidak mempunyai pilihan lain kecuali untuk mengikuti perintah Kepala Sekolah.
Semuanya adalah kesalahan siswa itu sendiri karena membuat nilai mereka begitu menurun dan sekarang semua kesalahannya diserahkan kepada para guru. Situasi yang sangat tidak adil bagi para guru khususnya untuk Henry yang mengajar pelajaran yang siswanya memang tidak terlalu memperhatikan dirinya.
Hari berikutnya Henry pergi ke sekolah lebih pagi untuk berbicara dengan para siswanya dan menjelaskan situasi yang terjadi dengan sedikit menambahkan drama agar para siswa menjadi lebih takut.
"Selamat pagi semuanya. Saya tahu bahwa sangat jarang bagi saya untuk bertemu kalian meski saya tahu bahwa saya ini adalah wali kelas kalian. Tapi saya punya pengumuman penting yang akan saya sampaikan kepada kalian semua."
"Apakah anda akan menikah pak?"
Seorang siswi berteriak dari belakang kelas dan hal itu membuat siswa lainnya mulai bertanya.
"Apakah Bapak dipecat sebagai guru?"
"Apakah Bapak akan pindah sekolah?"
"Apakah Bapak sudah menghamili seseorang?'
"Kalian semua salah. Jadi tolong diam lah dan dengarkan." Teriak Henry dan hampir kehilangan kesabaran nya saat berhadapan dengan banyak siswa yang nakal itu.
Semua siswa seketika terdiam dan kemudian melihat kearah Henry.
"Kemarin Kepala Sekolah sudah melakukan rapat dan itu semua tentang siswa yang memiliki nilai rendah saat ulangan tengah semester. Dan saya tahu bahwa hampir semua kalian yang ada disini adalah siswa yang gagal itu."
Semua siswa menundukkan kepala mereka saat mencoba untuk menghindari tatapan mata Henry.
"Jadi, sekolah sudah memutuskan untuk merubah situasi dari sekolah kita ini. Ada dua berita yang akan saya sampaikan pada kalian. Satunya berita baik dan satu lagi berita buruk dan berita mana yang ingin kalian dengar lebih dulu?"
"Berita buruk." Ucap seorang siswa dengan cepat.
"Baiklah, berita buruknya adalah siapapun yang menerima nilai dibawah 80% pada ulangan terakhir nanti, tidak akan bisa lulus kecuali kalian mengambil ujian ulang dan mendapat nilai sempurna."
Semua siswa terlihat terkejut tentang berita itu dan ingin mempercayai bahwa Henry hanya bercanda. Tapi semua yang Henry, katakan adalah bagian dari keinginan Kepala Sekolah dan satu hal yang membuat Henry berbohong adalah berita baik yang ingin dia katakan kepada para siswanya.
"Berita baiknya adalah, jika semua siswa di kelas ini bisa mendapat nilai lebih dari 85%. Sebuah hadiah besar akan menunggu kalian. Jadi bekerja keras lah."
Sebenarnya tidak ada berita baik dari Kepala Sekolah dan itu hanyalah akal-akalan dari Henry untuk memberikan hadiah kepada para siswa agar para siswanya bisa berhasil. Tapi Henry sendiri sebenarnya belum memutuskan hadiah apa yang akan diberikan, jika para siswanya memang bisa berhasil.
Henry dapat merasakan bahwa mata para siswa membelalak dan berbinar ketika mereka mendengar kata hadiah. Henry merasa bahagia, bahwa apa yang direncanakan nya untuk membuat mereka termotivasi untuk belajar akan berhasil dengan baik. Karena Henry sangat percaya, bahwa dengan memberikan hadiah itu akan lebih membuat para siswa termotivasi untuk belajar dari pada memberikan sebuah hukuman kepada mereka.
"Tapi Pak, banyak dari kami hanya bisa mencapai nilai 75%. Mungkin itu akan sangat sulit untuk mencapai nilai 80% dan akan sangat tidak mungkin untuk bisa mencapai nilai 85% dari semua pelajaran."
Para siswa di kelas mulai berbisik dan tampak riuh saat membahas tentang semua itu.
"Kalau begitu belajarlah lebih giat lagi dan berhentilah bermain-main saat berada di sekolah. Saya akan memberikan kalian semua banyak tugas sekolah, seperti kuis. Dan kalian semua harus bersiap dan harus mendapatkan nilai sempurna dari pelajaran saya. Jadi bersiap-siap lah."
"Apa? Pak, apakah anda berencana untuk memberikan kami tugas sekolah setiap harinya?" Seorang siswa lainnya bertanya kepada Henry.
"Saya dapat menyatakan kepada kalian semua bahwa cara yang saya berikan akan sangat bisa menolong kalian untuk mendapatkan nilai baik di pelajaran saya, dan semuanya akan berjalan dengan sangat mudah jika dibandingkan dengan apa yang akan guru lainnya rencanakan untuk kalian. Jadi berterima kasih lah dan hanya itu saja untuk hari ini. Sampai bertemu besok untuk quiz."
Henry berjalan perlahan melewati pintu, lalu dia mendengar suara para siswanya yang mulai berkomentar tentang apa yang baru saja disampaikan oleh nya.
"Berterima kasih lah karena aku sudah memperingatkan kalian untuk bersiap-siap menghadapi guru lainnya. Berjuanglah. Sampai jumpa lagi."
Henry menutup pintu dan berjalan kembali ke arah ruangan guru.
Saat Henry masuk ke dalam ruang guru, dia dapat melihat dengan jelas bahwa aura para guru lainnya terlihat begitu muram. Henry dapat mengerti bahwa mereka semua tengah stres karena memikirkan bagaimana solusi untuk membuat para siswa bisa menaikkan nilai mereka saat ujian nanti.
Di sudut ruangan, dimana terdapat meja milik Henry, terdapat seorang guru wanita yang terlihat jauh lebih stres dibandingkan Henry, guru itu bernama Sherly Amalia. Henry berjalan ke arah mejanya dan wanita itu tidak menyadari saat Henry duduk disampingnya.
"Bu Sherly, apa anda baik-baik saja?" Tanya Henry saat melihat ke arah Sherly yang tampak sedang termenung.
Sherly tidak merespon Henry sama sekali.
"Bu Sherly, apa anda masih ada disini?" Tanya Henry lagi dengan mengibaskan tangannya di depan wajah wanita itu.
Lagi-lagi Sherly tak merespon.
"Bu Sherly..."
"Aaarrrgghhh...."
Ucapan Henry terhenti saat Sherly akhirnya menyadari kehadiran Henry dan terkejut saat mendapati Henry yang duduk di dekatnya.
"Maaf, aku tidak bermaksud untuk menakuti mu. Aku hanya khawatir jika kau tersesat dalam pikiran dan lamunan mu selamanya."
"Ah hahahahaha.... Aku hanya sedikit khawatir tentang mata pelajaran ku. Aku tahu bahwa matematika sangat sulit dan itu adalah pelajaran favorit ku. Tapi, bagaimana caranya aku bisa membuat ara siswa ju belajar jika mereka sendiri bahkan tidak mendengarkan penjelasan ku saat jam pelajaran berlangsung?"
Sherly menghela napas.
"Apakah kau sudah mencoba untuk menjadi guru yang kejam?"
"Tidak, aku pikir itu mustahil bagiku. Bahkan hanya untuk menakuti anak kecil saja, aku tidak bisa."
"Hmmmm..... Kalau begitu, apakah kau mau mendengarkan saran dariku?"
"Apa itu? Apakah aku perlu berbicara lebih banyak lagi?"
"Tidak. Sebenarnya ini sangat sederhana. Hanya berikan quiz pada mereka setiap harinya sampai mereka akhirnya bisa mengerti."
"Tai aku pikir para siswa akan marah akan hal itu dan reputasi ku akan semakin memburuk dimata para siswa."
"Jangan khawatir, aku sudah pernah melakukan seperti itu tapi para siswa tetap menyukai dan menghormati aku. Jadi kau tidak perlu khawatir tentang hal itu."
"Hhmmm terima kasih."
"Dan jika para siswa mulai komplain. Panggil saja aku dan aku akan ada disana untuk membuat diam para siswa nakal itu."
"Ahahahaha terima kasih banyak."
Akhirnya Sherly bisa tersenyum.
Hampir satu bulan berlalu dengan sangat mudah. Dan saat ini sudah memasuki bulan februari, bulan yang sangat indah untuk pasangan kekasih dan bulan yang sangat menyebalkan bagi para pria singel seperti Henry. Tapi Henry sangat bersyukur karena menjadi seorang guru yang super sibuk di saat yang seperti ini. Jadi dia bisa melupakan tentang bulan penuh cinta ini.
Nilai mata pelajaran literatur para siswa mulai naik dengan baik dan mereka selalu menanyakan tentang hadiah itu setiap kali Henry memberitahukan tentang hasil quiz mereka.
Hanya satu bulan lagi sebelum ujian akhir dan pengumuman kelulusan dari sekarang. Henry merasa siap dan yakin dengan hasil tes para siswanya. Kemarin Yumi sudah memberitahunya tentang kemungkinan nilai para siswa yang akan berhasil lulus dengan mencapai nilai 80% adalah 100% siswa. Dengan rincian 89% siswanya mendapat nilai lebih tinggi dari yang diharapkan.
Henry merasa begitu bahagia dengan pencapaian 89% siswanya itu. Tapi dia juga bingung, hadiah apa yang akan dia berikan kepada para siswanya nanti, sesuai dengan yang sudah ia janjikan sebelumnya.
Bersambung....