Takdir sangat kejam bukan, saat kita berpisah aku pikir tak ada alasan lagi untuk kita kembali bersama, namun dia membuat kehidupan kita seolah sebuah permainan, mempertemukan kita kembali dalam lingkaran kehidupan yang semakin sulit.
Penasaran kisah nya yukkk langsung baca
Hati hati bucin tingkat akut!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ryuuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Weeding
Hari ini merupakan hari ya ditunggu tunggu oleh orang tua Rey dan Reva tapi tidak dengan pengantin nya.
" Nak kami sudah siap siap? " ucap ibu Reva sambil mengetuk pintu kamar Reva. Karena tidak ada suara akhirnya ibu masuk ke kamar Reva dan mendapati anaknya sedang tidur dan belum bersiap.
" astaga Reva kenapa belum siap siap, sebentar lagi kita mau berangkat acaranya mau dimulai." ucap ibu menghampiri Reva di tempat tidur, melihat anaknya tersebut sedang tertidur pulas.
"Hmm Reva ngantuk bu, biarkan Reva tidur sebentar lagi Reva bakalan sekolah kok. " balas Reva bergumam dan belum membuka matanya.
" sekolah? Nak kita sebentar lagi mau pergi ke rumahnya Rey, hari ini kan hari pernikahan kalian. " balas ibunya tak habis pikir apa yang dipikirkan anaknya tersebut.
" what kerumah manusia es! Tunggu skarang tanggal brapa? Masa iya gue cepat banget nikahnya sama dia dan knapa gue ngk ingat sih? Ngapain juga sih gue harus ingat ini kan hari paling teremenyedihkan gue hiks. " batin Reva. Reva masih menutup matanya tak mau bangun berharap ini hanya mimpi dan besok hari dapat berjalan normal kembali.
"Reva ayo cepat bangun keluarga Rey pasti udah nunggu. " ucap ibu lagi menguncang sedikit tubuh Reva agar anaknya itu bangun.
" Ternyata ini bukan mimpi hiks. " batin Reva menangis.
" iya iya bu, Reva bakalan siap siap. " balas Reva bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar mandi dengan berjalan lunglai.
Setelah beberapa lama Reva bersiap siap akhirnya dia sudah selesai dengan gaun pengantin putih yang sederhana, namun terkesan manis dengan polesan make up yang sesuai menambah kesan anggun dan cantik saat dikenakan dibadan langsing nya, dan di wajah cantiknya Reva yang pastinya dibantu oleh ibunya untuk menyiapkan anaknya itu.
"sekarang anak ibu sudah besar ya padahal dulu kamu masih kecil masih mintak di gendong eh sekarang tau taunya udh besar aja udh mau dipinang sama lelaki lain. " ucap ibu haru dan meneteskan air matanya secara tak sengaja.
"ibu jangan begitu Reva janji nanti kalau Reva udh nikah Reva bakalan sering datang kemari jenguk ayah dan ibu. " balas Reva tak kalah haru lalu memeluk ibunya itu.
" Nak kamu boleh peduli sama ibu dan ayah tapi utamakan suami kamu ya, jangan buat dia marah layani dia dengan baik ya. " balas ibu sambil mengelus kepala anaknya yang hanya dibalas anggukan oleh Reva.
"Hemm sudah sudah nanti dilanjutkan kita berangkat sekarang ya takut keluarga mereka menunggu. " ucap ayah berdehem untuk menyadarkan Reva dan ibunya.
" ya sudah kita berangkat ya" balas ibu dan hanya diangukan oleh Reva.
"Anak ayah ngak terasa udah besar ya, udah mau ninggalin ayah sekarang. " ucap ayah melihat anak semata wayang nya itu sambil tersenyum tulus.
Reva pun menghambur ke pelukan ayahnya tidak tau ingin berkata apa apa lagi.
" Ya sudah ayo kita berangkat nanti kita terlambat. "ucap ayah melepaskan Reva dari pelukan nya.
******
" Rey ayo cepat siap siap sebentar lagi pengantin wanitanya bakalan datang lo. " ucap mama Rey yang sudah masuk ke kamar Rey ingin membantu anaknya bersiap.
" Rey ayo siap siap jangan main ponsel terus " ucap mama serta mengambil ponsel ditangan Rey.
" iya bentar lagi ma" balas Rey hendak mengambil ponsel nya lagi, namun niatnya terkurung saat melihat mama nya menatap nya dengan tatapan menyuruh dia untuk siap siap.
" ckck iya iya Rey siap siap. " ucap Rey lagi dengan nada kesal nya dan berjalan menuju kamar mandi.
Sesampainya depan dirumah Rey, Reva hanya melihat beberapa orang saja. Pernikahan nya dengan Rey tidak ada satupun yang mengundang teman teman mereka, hanya keluarga dan rekan bisnis ayah Rey yang hadir dalam acara ini, karena mereka tidak ingin pernikahan ini terbocor ke sekolah, ya walaupun dengan paksaan sedikit agar orangtua mereka mau menyetujui nya.
Pernikahan ini tidak dilakukan di rumah Reva mengingat bahwa ayah Rey memiliki rekan bisnis jadi mereka tidak ingin keluarga Rey nanti malu akibat rumah sederhana milik mereka.
Saat memasuki rumah semua mata tertuju pada Reva. Semua tamu undangan melihat Reva dari atas sampai bawah dan tak sedikit yang memuji kecantikan Reva, bahkan seorang pria yang tak lain adalah Rey melihat Reva tanpa berkedip dan menatap lekat Reva dari atas hingga ujung kakinya sehingga kedua mata mereka bertemu.
" kenapa dia liat seperti itu sih emang ada yang salah dengan penampilan ku, dan tunggu knapa dia sekarang terlihat sangat tampan sih? Aku tau aku tau dia memang tampan dari dulu tapi skarang dia bahkan berkali-kali lebih tampan, aaaaa knapa aku malah muji muji dia sih dan apa ini kenapa hatiku rasanya ingin meloncat keluar " batin Reva teriak frustasi.
Namun Rey memutuskan untuk mengalihkan pandangan nya dan memutus kontak mata tersebut.
" aaaaa sial ingin sekali aku memaki nya sekarang, setelah buat hati ku ngak karuan, sekarang malah buat kesal aaaaa dasar manusia es. " batin Reva, namun dia tau dia skarang di posisi apa jadi tidak mungkin dia melakukannya kan.
Mereka pun melakukan acara pernikahan yang sederhana itu. Setelah selesai pernikahan dan hendak pamit ingin kerumah mereka, mereka pun bersamalan kepada kedua orangtua mereka.
" Sekarang kalian sudah sah menjadi suaminya istri senang rasanya " ucap mama Rey sambil tersenyum.
" Andai saja tante tau isi hatiku ini hiksss " batin Reva sambil melirik kearah Rey yang masih memakai wajahnya andalan nya apalagi kalau bukan datarrr.
" Nak kamu jaga Reva baik baik ya jangan lukain Reva ya, ayah percaya kepada mu. " ucap Dharma ayah Reva sambil menepuk bahu Rey
"iyaa ayah " balas Rey.
Setelah mendengar nasihat dari kedua orang tua mereka, mereka pun pergi ke rumah yang sudah dibeli Rey untuk mereka berdua, Rey tidak ingin urusan rumah tangga nya diganggu oleh orang tuanya apalagi dia tau, dia dan Reva hanya berpura-pura saja.
Dalam perjalanan ke tempat tinggal mereka yang baru tidak ada yang membuka percakapan semua hanya diam. Rey fokus mengemudi, Reva memilih memandang keluar kearah kaca mobil.
"akan seperti apa nanti kehidupan ku selanjutnya ya " batin Reva sambil membayangkan kehidupan yang akan dijalani nya.
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"