NovelToon NovelToon
Istriku Orang Rimba

Istriku Orang Rimba

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Menantu Pria/matrilokal / Cintapertama / Tamat
Popularitas:352k
Nilai: 5
Nama Author: Bang Regar

Zulkarnain tak menyangka, bujang lapuk sepertinya akan menikahi wanita dari Suku Rimba yang menghuni pedalaman Bukit Barisan, Sumatera.

Itu semua bermula, saat ia tertimpa musibah dan hanyut terbawa arus sungai yang kebetulan ditemukan oleh Beleza, gadis Rimba. Dalam kondisi tak sadarkan diri, Zul dibawa kembali ke komunitasnya dan dipaksa menikahi Beleza.

Apa yang terjadi selajutnya? Apakah Zul rela menjadi suami Beleza atau berusaha kembali ke kampungnya?

Yuk, langsung meluncur ke bab Satu, ya dan ikuti terus kisah romantis antara Zul bersama Beleza.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Regar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Emak Galak

“Belezaaaaaaaaaaaaaaaa!”

Suara yang memekakkan telinga membuat burung-burung yang hinggap di pepohonan segera berhamburan.

Beleza langsung bersembunyi di belakang tubuh Kepala Suku Rimba. Dia tampak ketakutan pada sosok wanita berusia empat puluhan tahun tersebut. Wanita itu berkacak pinggang dan matanya menatap tajam ke arah Beleza.

“Paman, Tolong selamatkan aku!” bisik Beleza pada Kepala Suku yang langsung menggelengkan Kepala.

Kepala Suku tentu tak mau menghadapi emak-emak yang sedang marah ini. Bisa-bisa ia dimakan mentah-mentah, itu mengerikan; membayangkannya saja lutut Kepala Suku terasa lemah dan sulit digerakkan.

“Emak!”

Beleza berkata pelan sembari mengintip Emaknya yang kadung marah tersebut. Emosinya sudah memuncak seperti lahar gunung berapi yang siap meletup—tinggal menunggu waktunya saja.

Nucifera, Emak Beleza tersebut meraih gagang sapu yang terbuat dari ijuk aren, mengkerut wajahnya. Melayang lah gagang sapu itu ke bokong Beleza, bukan sekali dua kali tapi berkali-kali sehingga anak gadis semata wayangnya itu menjerit-jerit mengikuti irama monyet yang bergantungan di dahan pohon yang seolah-olah mengejeknya.

“Pakkkk!”

“Pukkk!”

“Ondeh Makkkk sakit nian!” Merengek Beleza pada Mak-nya sembari memegangi bokongnya yang berdenyut-denyut macam digigit tawon. “Ampun Mak ’e!”

Beleza terus memohon pada Nucifera yang masih kesetanan karena sangat malu oleh ulah anak gadisnya yang malah melakukan perbuatan tabu tersebut.

“Sudah lah lope-lopeku! Mati pula kau bikin anak kita tuh! Kan, kita bisa bicarakan baik-baik, kenapa ia malah membawa Pemuda ....”

Laki-laki bertubuh kekar dengan perut kotak-kotak macam ade rai si binaragawan tiba-tiba datang menenangkan Nicifera. Kemudian ia menatap Pemuda yang masih terbaring di keranjang milik Malin.

“Kalau kutengok-tengok tampan kali bocah ini, sebelas dua belas lah denganku. Tentu aku lebih unggul sikit!” katanya lagi dengan bangga.

Nucifera menatap tajam pada Pitung, suaminya alias ayah Beleza. Mengkerut-kerut wajahnya sembari bertegak pinggang dan tangan satunya lagi memegang gagang sapu.

Merasa lawakannya tak digubris bininya, Pitung segera menoleh ke arah Beleza.

“Kenapa tak kau tinggalkan saja dia setelah kau selamatkan. Ngapain pula kau bawa pulang? Emang dia ini kucing peliharaan? Hadeuhh!”

Pitung memarahi Beleza sembari menghela nafas panjang dan ditatapnya lekat-lekat anak gadisnya itu—menunggu tanggapannya.

“Hmmm Aku ... Aku ... hmmm—” Beleza memain-mainkan kedua jempolnya.

Nucifera sangat geram melihat tingkah Beleza, sampai-sampai terdengar suara gertakan giginya. “Cepat katakan, kupecahkan pula kepalamu itu!” bentaknya.

Pitung membelai pipi Nucifera untuk meredakan amarahnya. “Jangan begitulah pada anak sendiri. Coba hirup nafas dalam-dalam dulu dan kalau dipikir-pikir Beleza cocok juga dengan Pemuda ini. Namun, kita tunggu dia sadar dulu baru dilanjutkan lagi debat panas ini. Mari kita rehat sejenak,” kata Pitung sembari senyum-senyum karena tahu bininya akan segera meletup lagi amarahnya.

Nucifera melirik Udin dan berkata, “Hmm, cocok dari mananya. Lebih cocok Udin lagi kurasa untuk jadi suami Beleza, kurang apalagi dia; baik, ganteng, kuat dan ketua Pemuda Suku Rimba, dari pada ini? Mau muntah aku melihatnya!”

Nucifera mengutuk Pemuda yang tergeletak di keranjang tersebut.

“Cie-cie mendapat kode alam, nih ye. Restu dari big bos telah terpecahkan sandinya,” bisik Sampuraga menyenggol bahu Udin.

“Ah, apaan, sih. Palingan itu karena bibi Nucifera terbawa emosi saja. Makanya ia asal ceplas-ceplos begitu!”

Udin berkilah—padahal nampak jelas diwajahnya ia sedang tersenyum bahagia mendengar ucapan Emak Beleza tersebut.

1
Dedih Juhendi
sangat bagus sekali aku suka, cerita nya enteng dan mudah dipahami. maksih. buat lagi cerita kaya gini. MANTAP PISAN👌👌👌
hairul amin
Luar biasa
Rhakean Djati
menghibur sekali. dan kayak yg udah² karya babang tampan ini, gak bertele-tele.salute
Rhakean Djati
buset. bunga raflesia.hahahaa
Rhakean Djati
sebelas,duabelas. antara bos sama pekerjanya.hehehee
cupa
topmarkotop
cupa
iya donk, secara banh regar punya otot sebesar kaki sapi, tungginya kayak jerapah, dah gitu putih bangettt, kyak salju, ampe kagak ada darahnya... jadi banh regar sangay sempurna
Adhani Pakpahan
haha.. kocak
Aulya Putri
bang saya orang sumpu 😑
Bang Regar: Sumpu dekat gunung goba, kah? Saya tinggal di Sungai Pimping😁😁😁
total 1 replies
QueenDevil
Lemah banget dah mc nya, cemen harusnya tokoh utama itu kuat lah setidaknya yakali udah miskin, preman kampung yang katanya bisa silat dikit" takit
QueenDevil: dikit" takut
total 1 replies
palupi
ceritanya sangat bagus... bikin ngakak.
makasih author terganteng...🙏🥰
AitchAre
pasti typo nama bapak nya nih wkwkwk
AitchAre
anying ke isekai
AitchAre
WIBU!
Roni Yakub
mantap bang......
Doe He
2 pilihan
klu nolak.jd persembahan
di trima jadi orang dalam wkwkwk.nasib mu malang kali zul
Arsi Oke
sedap kali ceritanya, ini baru bab 1, kek pengalaman aja lah. lanjut bang.
Xuan Yuan
dua²nya sial 🤣🤣🤣
Refi Ana
🤣🤣alamak benar kali
ar wahkhu
kok awak agak mual ya bang. 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!