NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak

Nikah Kontrak

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: shy. ineng

Perjodohan adalah hal keramat yang paling tidak aku sukai. Menurutku di jaman serba modern seperti sekarang ini tidak perlu yang namanya jodoh menjodoh.

Hal yang tidak aku suka malah menghampiriku, orangtuaku menjodohkanku dengan anak sahabat mereka.


Bagaimana kisah mereka?
Novel ini merupakan kelanjutan MBA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shy. ineng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERTEMU EDHO

🕊🕊

"Jadi, maksud lo kita menikah kontrak gitu?"

"Iya bisa dibilang begitu."

"Apa lo sudah gila, memangnya lo kira menikah itu semacam rumah kontakan gitu bisa di kontrak segala."

Nasya maniki volume suaranya satu oktaf, pertanda dia sangat marah saat ini.

"Bukan begitu, gue cuma ngak pengen kita terikat dalam ikatan pernikahan tanpa adanya rasa cinta. Gue berharap dalam satu tahun rasa cinta itu tumbuh di antara kita.

Ucap Varel dengan sungguh-sungguh.

"Jadi bagaimana kalau cinta itu tidak tumbuh selama jangka waktu satu tahun?"

"Berarti kita bukan jodoh."

"Ini merupakan ide konyol yang pernah gue dengar nikah kontrak.

"Memangnya lo punya ide lain?" Tanya Varel.

"Ngak ada sih."

"Ya sudah terima saja ide itu."

"Akan gue pikirin."

"Mau makan siang bareng gue?" Tanya Varel setelah merasa permasalahan mereka sudah beres.

"Hmmm, pura-pura berpikir.

"Boleh deh." Nasya mengiyahkah ajakan Varel.

"Ayo, kita berangkat sekarang. Nih juga udah jam makan siang."

"Ayo."

Mereka berjalan beriringan menuju mobil Varel yang terparkir di parkiran group sanjaya.

Terdengar bisik-bisik para karyawan.

"Pasangan yang serasi ya, Ucap pegawai berbaju putih.

"Aku iri, tambah si baju kuning.

"Aku mundur alon-alon, kata si baju hitam.

"So sweet, ungkap si baju pink.

Sementara orang yang lagi mereka omongin hanya cegegesan tidak jelas.

Varel membukakan pintu mobil untuk Nasya, sebelum dia masuk mobil dan siap menyetir menuju Restaurant xx.

Sebelum berangkat ke Restaurant xx, Varel mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu, tersenyum puas menatap ponselnya.

"Kita makan di sini?" tanya Nasya setelah turun dari mobil.

"Iya, sekalian gue mau kenalin lo sama sahabat gue."

"Hmm, Menduduki kursi yang disiapkan oleh Varel.

Tidak perlu waktu lama, munculnya orang yang sedang di tunggu.

Dia adalah Edho, dia menghampiri Varel yang melambaikan tangan padanya.

Nasya, akhirnya kita bertemu lagi.Batin Edho menatap punggung Nasya yang membelakanginya.

"Maaf gue telat, kalian udah lama." Ucap Edho setelah berada di dekat Varel dan menatap wajah wanita yang duduk di hadapan Varel.

"Hiyaa... Pekiki Edho dan Nasya bersamaan.

"Kamu... Ucap mereka bersamaan, saling tunjuk menunjuk.

"Kalian saling kenal?" Tanya Varel memperhatikan kedua orang yang bersamanya.

"Enggak," Jawab mereka bersamaan.

"Kirain kalian sudah saling kenal,"Lo ngak duduk, Edho?"

"Iya," Jawab Edho gugup, menarik kursi di samping Varel dan ikut duduk.

"Oh ya, Nasya ini Edho. Ingatkan Edho anaknya Bibi Clara, kita bertiga sering main bareng dulu. Dan Edho ini Nasya, lo pasti masih ingat diakan."

"Edho... Pekik Nasya kegirangan, menyalami Edho dan kembali duduk.

"Edho lo tambah ganteng aja deh, gue sempat klepek-klepek lihat kegantengan lo waktu kita tak sengaja bertemu."

"Biasa aja Nasya, Lo yang tambah cantik pantasan Varel langsung jatuh cinta."

"Jatuh cinta?" Tanya Nasya binggung menatap dua pria dihadapannya.

"Apaan sih Edho," Varel tersipu malu. "Kalian pernah bertemu?" Tanya Varel mengalihkan topik pembicaraan mereka.

"Pernah beberapa kali," Jawab Edho. Tapi waktu itu aku tidak tahu kalau itu adalah Nasya."

"Ngomong-ngomong, kita ceritanya bisa sambil makan.Aku udah lapar banget,dari pagi belum ada makan. " Kata Nasya memeganggi perutnya.

Mereka memanggil pelayan restaurat dan memesan beberapa makanan dan minuman.

Sembari menunggu makanan datang, mereka sibuk dengan ponsel masing-masing.

Edho dan Nasya saling lirik melirik satu sama lain.

"Kalian kenapa lirik-lirik gitu?" Suara Varel, nadanya sedikit kasar.

"Haha, tawa Edho. Lo kenapa marah?"

"Nasya itu milik gue, lo cari yang lain aja."

"ih kesambet apa lo, Nasya belum jadi istri lo kok. Jadi dia masih milik umum." Menatap Nasya memberi kode dengan kedipan matanya.

"Dia sebentar lagi menjadi istri gue, bukan milik umum ya."

"Untuk saat ini kan belum." Edho semakin gencar mengoda Varel.

"Edho, lo mau gue tonjok." Varel benar-benar sangat marah.

"ih gue bercanda aja, lo serius banget. Takut ya nasya bakal gue rebut."

"Lo tuh playboy cap kapak, gampang banget gait cewek. Nasya buat gue aja.

"Kalian ini apaan sih,udah yuk makan dulu."

Ucap Nasya setelah pelayan restaurant meletakan pesanan mereka di atas meja.

"Nasya," Panggil Edho.

"Ehm, Jawab Nasya melihat ke arah Edho.

"Menurut lo antara gue dan Varel, gantengan siapa?" Edho memulai aksinya mengoda Varel.

Mendengar ucapan Edho, Varel menghentikan aktifitas makannya sejenak.

"Ganteng lo lah, Edho. Varel juga ganteng, tapi mesum." Nasya ikut-ikutan mengoda Varel.

"Hah?" pekik Edho.

"Gue ngak mesum,Nasya."

"Kenapa setiap pertemuan kita lo selalu bertindak mesum ke gue?"

Varel diam sejenak, mengingat kembali pertemuannya dengan Nasya. Dia tersenyum penuh misterius.

"Betulkan gue." kata Nasya.

"Gue kayak gitu cuma ke lo kok," Varel membela diri.

"Maksudnya?"

"Dia memang mesum, Nasya. Lo ngak usah dekat-dekat dia. Edho berucap dengan ekspresi menahan senyum.

"Edho... pekik Varel menatap tajam pada Edho.

"Oke-oke." Edho mengangkat kedua tangannya.

"Cepat habiskan makanan lo, setelah itu lo pergi."

Sunyi, mereka menghabiskan makanan masing-masing.

"Gue penuh," Ucap Nasya menepuk-nepuk perutnya.

"Haha, tawa Varel dan Edho melihat tingkah Nasya.

"Lo makan sebanyak itu, kok ngak gemuk juga." Kata Edho.

Nasya memang makan sangat banyak, hampir tiga porsi makanan di habiskannya. Dia makan sangat cepat, mengalahkan Varel dan Edho.

"Perncernaan gue baik, makanya ngak gendut."

"Lo ngak malu makan sebanyak itu di depan calon suamimu ini?" Tanya Varel.

"Buat apa gue malu."

"Haha, kamu memang wanita idamanku,"

"Apaan sih, balik yuk." Ajak Nasya.

"Ayo," Varel ikut berdiri.

"Main balik aja, makanan tuh bayarin." Edho menahan tangan Varel.

"Lo yang bayar, Edho."

"Gue?" Menunjuk diri sendiri.

"iya."

"Dasar manusia pelit, gue yang di undang gue yang di suruh bayarin makan." Mengomel, mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membayar makanan mereka.

"Nasya, lo kalau mau nikah sama manusia pelit ini pikir-pikir dulu." Ucap Edho setelah berhasil menyamai langkah Varel dan Nasya.

Mereka berjalan beriringan menuju parkiran Restaurant. Nasya yang berada di tengah-tengah di apit oleh dua pria ganteng menawan.

Berasa paling cantik sejagat dunia Novel kalau jalan beriringan dengan dua pria ini, guman Nasya pelan.

Mereka berpisah di parkiran, Edho balik ke kantornya sedangkan Varel mengantar Nasya, sebelum kembali ke kantornya.

*Apakah memungkinkan buat aku mengikuti ide konyol dari Varel. Apakah aku siap melupakan cinta pertamaku, apabila Varel tidak membalas cintaku. Walaupun sekarang dia terlihat menerima keberadaan diriku, tidak menutup kenyataan dia sangat membenciku dulu. Lamun Nasya dalam diam.

.

.

.

.

.🕊🕊

thanks buat yang sudah mampir, semoga kalian suka dengan ceritanya.

Selalu dukung Author melalui vote, like,koment kalian, supaya tambah semangat untuk nulisnya*

1
Marhaban ya Nur17
drama ikan terbang 😃
Marhaban ya Nur17
pantes aja darah varel cocok ama vera 🤔 eh anaknya wkwkwwkk
Marhaban ya Nur17
laahhh kirain varel ama naura biasa aja g kumful gtu
Marhaban ya Nur17
apa itu
Marhaban ya Nur17
penasaran neh
Marhaban ya Nur17
kenayakan suara hati
Marhaban ya Nur17
eh jangan di tanyain kli bang edho pst g jujur tuh
Marhaban ya Nur17
waduh ada udang di balik bakwan neh se naura 🤔
Marhaban ya Nur17
sukurin
Marhaban ya Nur17
sinetron" g kelar"
Marhaban ya Nur17
yo ws naura ama edho aja
Marhaban ya Nur17
sabodo teuing lah nasya
Marhaban ya Nur17
naura ama nasya bulshit semua om do 😠,sok"an males gw wkwkwkw
Marhaban ya Nur17
bodo amit ama otak lu nasya 😡 sok"an se lu
Marhaban ya Nur17
gw paling males deh klo ada yg karakternya kaya naura 😞 munafik wkwkwk
Marhaban ya Nur17
oon tuh se nasya 😃
Marhaban ya Nur17
sabar bang 😬 emang ujian pernikahan besar y wkwk
Marhaban ya Nur17
kebanyakan gaya neh nasya,,, udh jelas" varelnya jg suka eh malah sok"an nolak lagi
Marhaban ya Nur17
semangat varel
Marhaban ya Nur17
good neh sikap varel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!