NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Nona Muda

Mendadak Jadi Nona Muda

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Anak Kembar
Popularitas:691.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bundew

Melody kabur dari rumah setelah hampir diperkosa oleh papa tirinya yang kasar dan pemabuk.
Karena panik, Melody naik sembarang bus hingga akhirnya gadis dua puluh empat tahun tersebut tersesat di sebuah kota metropolitan tanpa bekal maupun identitas apapun.

Di tengah kebingungannya, Melody tiba-tiba bertemu seorang pria berjas rapi yang membawa beberapa bodyguard dan memanggil Melody sebagai Nona Claudia.

Sekuat apapun Melody membantah, tidak ada seorang pun yang percaya kalau Melody adalah Melody dan bukan Nona Claudia.

Lalu siapa sebenarnya Nona Claudia yang dimaksud oleh semua orang?

Ada hubungan apa sebenarnya antara Melody dan Nona Claudia hingga membuat keduanya mempunyai wajah yang sama?

Dan dimana sebenarnya Nona Claudia yang asli bersembunyi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KAU MENGENALKU?

Setelah bertanya pada beberapa warga, Aaron akhirnya menemukan rumah mungil tempat tinggal Claudia di desa ini. Atau Aaron harus memanggilnya Melody? Karena beberapa warga yang tadi Aaron tanyai selalu mengatakan kalau gadis di foto otu bernama Melody, putri dari Ibu Aya.

Aneh sekali!

Bukankah nama panjang Claudia adalah Claudia Setyawan tanpa ada unsur Melody di dalamnya? Lalu kenapa gadis itu tiba-tiba berubah nama menjadi Melody dan tinggal di rumah mungil sederhana seperti ini?

Kenapa Claudia tidak tinggal atau menginap di hotel?

Dan kemana tunangan Claudia si brengsek Matthew itu? Lalu para bodyguard yang selalu mengelilingi Claudia juga kemana?

Kenapa ini begitu membingungkan?

Aaron sudah tiba di halaman rumah tempat Claudia tinggal. Pria itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling halaman, saat tiba-tiba seseorang keluar dari rumah dan terlihat kaget dengan kedatangan Aaron.

Itu adalah Claudia!

"Maaf, cari siapa?" Tanya Claudia menyelidik karena sedikit heran dengan penampilan Aaron yang mengenakan kaus turtle neck lengan panjang warna hitam dan celana panjang warna hitam juga. Sudah begitu masih pakai topi hitam juga.

Sudah seperti orang mau melayat saja! Memangnya siapa yang meninggal?

"Kau Claudia, kan?" Bukan menjawab pertanyaan Claudia, Aaron malah balik bertanya pada gadis itu.

Claudia sedikit terhenyak mendengat pertanyaan Aaron.

"Kau mengenalku?" Bisik Claudia penuh selidik.

"Ya! Apa kau tak mengenaliku?" Aaron membuka topinya dan sedikitpun menyugar rambutnya yang berantakan.

Claudia menggeleng.

"Kau siapa memangnya?"

"Kau yakin tak mengenaliku?" Aaron bertanya sekali lagi.

"Tidak, maaf! Aku benar-benar tak tahu kau siapa."

"Kau memangnya siapa?" Claudia bertanya sekali lagi pada Aaron.

"Aaron" Jawab Aaron kesal.

"Aaron siapa?" gumam Claudia seraya mengernyit.

"Aaron Hernandez asisten Dean Alexander. Masih tak kenal?" Aaron akhirnya menyebutkan nama panjangnya.

"Dean Alexander yang istrinya di atas kursi roda itu?" Tanya Claudia memastikan."

"Iya itu! Kau ingat?" Aaron masih saja berharap.

"Iya aku ingat pada Dean tapi aku tak ingat pada wajahmu. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Claudia lagi yang mendadak membuat Aaron ingin garuk-garuk aspal.

Jelas-jelas malam itu saat Matthew brengsek memperkenalkan Claudia sebagai tunangannya pada Dean, Matthew juga mengenalkan pada Aaron yang hatinya terpotek-potek. Kenapa sekarang Claudia malah bilang tidak ingat?

Dasar menyebalkan!

"Baiklah, lupakan! Kau sedang apa disini?" Aaron akhirnya mengganti topik pembicaraan.

"Berlibur!" jawab Claudia sinis.

"Di rumah reyot seperti ini? Kenapa tak. menyewa kamar hotel kelas president suite? Tunanganmu baru saja bangkrut?" Kelakar Aaron yang langsung membuat Claudia memutar bola matanya.

"Dia tidak tahu aku disini." Claudia mengendikkan bahu.

"Aku berlibur sendiri dan tersesat disini setelah semua barangku dirampok di airport," jelas Claudia panjang lebar.

"Oh, ya! Ngomong-ngomong, kau tadi bilang kalai kau mengenalku dan kau adalah asisten Dean Alexander. Boleh aku pinjam ponselmu untuk menghubungi Sam?" Tanya Claudia penuh harap.

"Sayang sekali, aku tak membawa ponselku," Aaron merogoh sakunya dan pura-pura menunjukkan raut wajah penuh sesal.

"Kau menginap dimana? Aku akan ikut kau agar bisa meminjam ponselmu kalau begitu," usul Claudia yang langsung membuat Aaron menggeleng prihatin.

"Aku sedang buru-buru dan harus segera ke airport. Jadi maaf." Aaron menangkupkan kedua tangannya di depan dada.

"Ayolah, Aaron! Bantu aku sebentar dan pinjami aku ponsel!" Claudia memohon pada Aaron.

"Kau hafal nomor asistenmu?" Tanya Aaron memastikan.

"Iya, aku hafal!" Jawab Claudia yakin.

"Pinjam saja ponsel orang lain kalau begitu! Aku harus pergi sekarang! Maaf sekali lagi!"

"Bye, Gadis asing!" Aaron meninggalkan Claudia begitu saja dan Claudia yang kesal hanya bisa menghentak-hentakkan kakinya ke tanah.

"Mbak, ngapain? Kok lompat-lompat begitu?" Tegur Bagus yang baru pulang kerja seraya memainkan ponselnya.

Kok Claudia bisa tidak tahu kalau Bagus punya ponsel?

"Itu ponsel kamu, Gus?" Tanya Claudia seraya mengendikkan dagunya ke arah ponsel Bagus.

"Iya, baru selesai diservis, Mbak!" Jawab Bagus memamerkan ponsel jadulnya.

"Pinjam bentar!" Claudia langsung mengambil ponsel Bagus sebelum empunya mengatakan iya.

Claudia sudah mengutak-atik ponsel Bagus dan mengetikkan nomor Sam di sana. Namun baru digit kelima, otak Claudia mendadak jadi nge-blank.

"123 apa 132, ya?" Claudia bergumam sendiri dan mengingat-ingat.

"Mau menelepon siapa, Mbak?" Tanya Bagus kepo.

"Teman. Tapi aku lupa nomornya," jawab Claudia seraya garuk-garuk kepala.

"Teman namanya siapa? Biasanya Mbak Mel kan nyimpen kontak teman Mbak di ponsel Bagus. Coba cari!" Saran Bagus memberikan ide.

"Nggak ada."

"Nih!" Claudia mengembalikan ponsel Bagus dan sedikit mendes*h kecewa.

"Nggak jadi telepon, Mbak?" Tanya Bagus lagi.

"Lupa nomornya. Nanti aku ingat-ingat dulu," jawab Claudia seraya berlalu dari hadapan Bagus. Gadis itu masuk ke rumah dan meninggalkan Bagus yang hanya mengendikkan bahu.

****

"Mau diperpanjang sampai kapan, Aaron? Pekerjaanmu disini banyak!"

Dean tak berhenti mengomel saat Aaron meminta perpanjangan waktu kunjungan di luar kota saat ini.

"Kirimkan saja via email dan aku akan mengerjakannya dari sini. Aku sedang ada misi, Dean!" Ujar Aaron memberikan ide sekaligus alasan.

"Misi apa, hah? Jangan beralasan lagi dan cepatlah pulang atau aku potong gajimu!"

"Potong saja! Uangku sudah banyak dan aku tak akan jatuh miskin hanya karena kau memotong gajiku selama sebulan," jawab Aaron sombong.

"Siapa bilang aku memotong gajimu sebulan? Aku akan memotongnya selama setahun!"

"Tidak masalah! Aku bisa menumpang hidup di rumahmu yang besar. Sekalian aku akan menggoda Felichia," Aaron mulai usil menggoda Dean.

"Suami Felichia akan langsung memutilasimu!"

"Kau suaminya Felichia, Dean?" Tanya Aaron usil.

"Dasar sok tahu! Tentu saja bukan! Aku bukan suami wanita menyebalkan-"

Suara Dean terputus dan tak berselang lama terdengar suara Dean yang sedang muntah-muntah di ujung telepon. Aaron sampai tertawa terbahak-bahak mendengarnya. Dasar Dean payah!

"Cepat pulang dan jangan mencari alasan lagi!"

"Hoek!" Kembali terdengar suara Dean yang muntah-muntah.

"Baiklah! Aku pulang minggu depan, Bos! Selamat menikmati ngidammu! Mau aku bawakan cilok saat pulang?"

Tuut tuut tuut!

Telepon ditutup sepihak oleh Dean sebelum kalimat Aaron selesai. Dasar Dean baper!

Aaron mengintip ke jendela kamarnya yang mengarah langsung ke rumah yang ditempati oleh Claudia. Aaron akan menyamar menjadi pemuda desa yang baru saja pindah mulai besok dan mendekati Claudia, mumpung tidak ada Matthew disini dan gadis itu tak punya akses untuk pulang.

Ya, siang tadi Aaron memang membohongi Claudia dan mengatakan kalau ia tak membawa ponsel padahal Aaron membawanya.

Aaron sengaja ingin mengurung Claudia di desa ini saja dan mendekati gadis itu pelan-pelan, hingga Claudia benar-benar jatuh cinta pada Aaron

Semoga misi Aaron berhasil kali ini.

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

1
Siti patma
terhibur dengan derita kocak
Syarifah Syarifah
Luar biasa
Bzaa
hadirrr
Aurora
Luar biasa
dream
siap laksanakan🤣🤣🤣
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
THE BEST TO BUNDEW.....
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
BLM LGI BIBIR BAWAH YG ADA SATU2NYA KACANG DIATASNYA...😁😁😁😁😁🤭🤭🤭🤭
Sulaiman Efendy
TRNYATA AARON YG AMBIL KSUCIAN CLAUDIA.. SLEPAS ITU MATT YG SERING PKE CLAU, JDI BEKAS AARON DI PKE MATT, KMUDIAN BLIK KE AARON LGI .
Sulaiman Efendy
MATT 11-12 DGN DEAN,, DPT KHAMILAN SIMPATIK KRN ULAH NYA SENDIRI SUKA CELUP2..
Sulaiman Efendy
HAMIL ANAK MATT TU SI MELODY.. 2 KK BRADIK SDH MRASAKN RUDALNYA MATTHEW.
Sulaiman Efendy
AKHIRNYA TRPERAWANIN JUGA TU MELODY OLEH MATT...
Sulaiman Efendy
AARON JUGA SALAH SANGKA, MELODY DI KIRA CLAUDIA..
Sulaiman Efendy
BRRTI PAS NAVYA NIKAH DGN ERLAN, MELODY YG BRSAMA MATT, BKN CLAUDIA
Sulaiman Efendy
YG PMBUNUH SUPIR KONTAINER, AYANA YG LO SALAHKN, HRSNYA TU SUPIR YG LO BUNUH..
Sulaiman Efendy
PADAHAL MARLINA YG AJAK AYANA...
Sulaiman Efendy
BEGITU RUPANYA CERITA MASA LALU AYANA, HARUN & MARLINA...
Sulaiman Efendy
JGN2 SI ANDEZ INI AARON HERNANDEZ YG NYAMAR JDI SPUPUNYA BAGUS
Sulaiman Efendy
MMPUS, BISA DIPERAWANIN TU SI MELODY SAMA MATT..
Sulaiman Efendy
KYKNYA SAM NAKSIR SI MEL NI..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!