Hiatus
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alput2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
What's Wrong With Him?
Keesokan harinya...
Ini ialah hari Sabtu. Tiara sudah melengkapi atribut seragamnya. Ia pergi ke sekolah seperti pada jam biasa. Sekitar pukul 07.15, ia sudah sampai di piggir jalan besar, lalu ia turun dari angkot dan berjalan sejauh 20 meter lagi untuk sampai ke gerbang utama Arison.
Tiara masih mengingat kejadian tadi malam. Untung saja.. untung saja ia tak sempat dilecehkan oleh para lelaki tersebut, karena ayahnya datang tepat waktu.
Tiara penasaran dengan usia lelaki lelaki itu, karena wajah mereka terlihat seperti anak SMA. Kalau Tiara jumpa mereka di tengah jalan, huh, awas saja! Baru satu lelaki yang ditendang oleh Tiara, kalau bisa Tiara tendang keempatnya.
Tiara ingat wajah tiga lelaki itu, tapi, ada satu lelaki lagi yang tak membuka helm nya. Sejak awal lelaki itu diam saja , duduk diatas motornya.
Oh, sudah lah, lupakan.
Ketika Tiara baru saja masuk ke dalam gerbang utama, tiba tiba muncul Arsenio dari balik gerbang dan cukup membuat Tiara kaget.
"Kamu kenapa akhir akhir ini sering ngagetin aku di gerbang ini ya?"
Tanya Tiara datar.
"Hehe, gabut. Btw, tadi malem, kamu habis nanya aku di personal chat, kok langsung hilang? Kamu kemana?"
Tanya Arsenio, membuat Tiara berfikir sejenak mengingat ingat chat mana yang dimaksud oleh Arsenio.
"Oh iya , aku baru inget. Tadi malam, jam 8 lewat 5, habis ngechat kamu aku langsung keluar rumah bareng ayah aku . Dan pas pulangnya.. aku ga ada buka hp lagi "
Jawab Tiara. Arsenio mengangguk angguk, dan Tiara pun ikut mengangguk angguk.
Tapi pikiran Tiara agak nyeleneh sekilas ketika melihat Arsenio agak lama. Lalu Tiara teringat dengan lelaki tadi malam, ia teringat dengan lelaki satu satunya yang belum membuka helm nya waktu itu, tubuhnya seperti Arsenio. Kalau dilihat lihat, tingginya juga sama, postur badannya juga sama.
Eh?
Apa benar ... lelaki itu adalah Arsenio?
"Eh.. otakku kenapa sih?"
Gumam Tiara sambil memijat keningnya. Rasanya tidak mungkin itu Arsenio, karena sebelum Tiara pergi ke tempat itu, ia masih ngechat dengan Arsenio.
"Hah?"
Tanya Arsenio , dan Tiara menggeleng lalu menjawab ,
"Ga ada apa apa. Oh, btw, rumah kamu ada di daerah mana?"
Tanya Tiara, membuat Arsenio terlihat bingung sejenak.
"Kenapa kamu tiba tiba nanya itu?"
Dan lelaki ini malah menjawab balik dengan pertanyaan.
"Kalo kamu gak mau jawab, ya udah. Aku nanya ga ada maksud apa apa sih. Yaudah, aku mau ke kelas"
Ujar Tiara, lalu berjalan santai meninggalkan Arsenio. Tapi baru beberapa langkah berjalan, Arsenio muncul lagi dan malah ikut berjalan di sampingnya. Tiara pun berhenti sejenak dan menoleh datar ke arah Arsenio.
Seakan mengerti apa yang dipikirkan Tiara, Arsenio pun membuka mulutnya.
"Apaan? Aku kan mau ke kelas juga"
Ujar lelaki itu . Tiara tidak menjawab, dan hanya mempercepat jalannya .
*
Ketika di kelas, para siswa kelas 12 IPA 1 mengambil buku paket yang telah disediakan didepan kelas. Tidak semua, hanya beberapa mata pelajaran. Setelah menjelaskan sedikit materi tentang kimia, seorang guru yang bernama Bu Lily memberikan sebuah informasi.
"Anak anak, mulai hari Senin, seluruh siswa sudah diwajibkan untuk mengikuti ekstrakurikuler ya. Jadi, sebelum pulang sekolah nanti, kalian pergi ke ruang guru untuk mengambil kertas formulir pendaftaran nya. Ok?"
"Oke buuu"
Jawab murid sekelas. Dan tak berapa lama kemudian..
Kring!!!
Lonceng tanda waktu istirahat berbunyi, beberapa siswa yang ingin istirahat pun segera keluar dari kelas. Tiara pun pergi keluar kelas bersama Fina. Mereka berdua pergi ke kantin.
Kali ini kantin terlihat tidak terlalu ramai. Awalnya Tiara hendak memesan nasi goreng disitu, karena Tiara memang tak pernah mencicipi nasi goreng buatan ibu kantin ini, dan katanya nasi goreng ini kantin ialah favorit banyak siswa Arison.
Tapi ketika Tiara melihat Arsenio dan beberapa temannya makan disitu, Tiara membatalkan niatnya.
Bukan nya Tiara membenci Arsenio tanpa sebab, Tiara hanya takut kalau dia nanti ia malah dikira modus atau apa, hanya makan di tempat yang sama dan diwaktu yang sama dengan Arsenio.
"Tiara, kamu jadi mau makan nasi goreng?"
Tanya Fina ketika Tiara memberhentikan langkahnya saat hendak menuju pintu masuk kantin.
"Engga deh , Fin. Aku kenyang. Tapi kalo kamu mau makan disini, ya gapapa sih aku temenin"
"Aku juga masih kenyang sih. Ng.. gimana kalo kita ke perpus aja? Katanya disitu lagi banyak novel novel baru"
Usul Fina, dan Tiara pun segera mengangguk setuju.
.
.
Tiara dan Fina memasuki pintu perpustakaan. Mereka lihat, di perpustakaan kali ini cukup ramai. Mungkin ini karena kabarnya ada banyak novel baru.
"Tiara, yuk kita cepet cepet cari novel dan tempat duduk"
Ujar Fina. Tiara mengangguk dan segera berjalan masuk dan menyusuri satu persatu rak buku pertama yang ia lihat.
Setelah menemukan buku novel yang ia cari, ia mencari tempat duduk yang tak jauh dari rak dimana ia menemukan bukunya tadi.
Merek memilih tempat meja panjang. Fina dan Tiara duduk berhadapan. Tiara mengambil 2 buku, yang pertama berjudul ' Introvert dan Extrovert ', yang kedua buku rumus matematika.
"Tiara, kamu suka metematika ya?"
Tanya Fina setelah melihat sampul buku yang tengah dibaca Tiara.
"Nggak, Fin. Aku cari buku rumus matematika karena aku emang paling lemah di matematika, hehe"
Jawab Tiara sambil cengengesan.
"Kalau buku Introvert dan Extrovert itu? Buat apa?"
Tanya Fina lagi. Tiara diam sejenak. .
"Ngg.. gak ada sih. Cuma mau cari tau kelebihan dan kekurangan orang introvert dan extrovert itu kayak gimana"
Jawab Tiara, lalu melanjutkan membaca buku rumus matematika nya tadi.
"Ng.. btw, kamu suka cowok Introvert atau extrovert?"
Tanya Fina lagi.
"Introvert. Aku gak suka cowok banyak cakap"
Jawab Tiara santai dengan pandangan masih ke arah buku yang dibacanya.
"Ooh, berarti kamu gak suka sama aku ya?"
Terdengar suara seorang lelaki menyambung. Tiara dan Fina menoleh ke asal suara dan sama sama kaget melihat Arsenio yang sudah berada di belakang punggung Tiara.
Tiara dan Fina tak menyadari kalau lelaki yang duduk di meja belakang mereka adalah Arsenio. Karena lelaki itu memakai jaket hitam sampai menutupi kepalanya, dan dengan menunduk pula, jadi tidak ada dari mereka yang menyadari kalau itu ialah Arsenio.
Tapi kan, tadi Arsenio lagi makan di kantin, kenapa tiba tiba ada disini? Punya kekuatan teleportasi kah dia?
"Kok kak Arsen tiba tiba ada disini? Tadi kayaknya lagi di kantin deh"
Ujar Fina.
"Tadinya aku mau ngajak Tiara baca novel yang bagus, makanya aku cepet cepet kesini"
Jawab Arsenio, dan ketika matanya bertemu dengan mata Tiara, ia mengeluarkan senyum manisnya, dan itu membuat Tiara berfikir yang tidak tidak .
"Ng.. Fina, kita keluar aja yuk. Sekalian daftar eskul, ya ya"
Bisik Tiara kepada Fina. Fina hanya mengangguk angguk, dan segera pergi keluar perpustakaan setelah menaruh kembali buku yang mereka pinjam tadi ke rak buku.
"Btw, kami duluan ya kak Arsen"
Ujar Fina sangat ramah kepada Arsenio. Arsenio yang ditinggal barusan hanya diam saja.
Setelah keluar dari perpustakaan, Tiara dan Fina beranjak ke ruang guru. Dari jauh, sudah keliatan antrian para murid untuk daftar eskul ke ruang guru.
Tapi sebelum pergi menuju kesana, Tiara salah fokus kepada seorang siswa laki laki yang baru saja keluar dari toilet wanita , lelaki itu mengangkat sepatunya yang basah dengan kedua tangannya, dan dia telanjang kaki keluar dari sana.
"Dek, kalo saya boleh tau, kenapa kamu tadi ke toilet cewek?"
Tanya Tiara menghampiri adik kelas itu yang masih berdiri didepan pintu masuk toilet perempuan.
"Ng.. anu kak.. sepatu saya dicelupin ke toilet cewek"
"Ha? Dicelupin? Siapa yang buat kayak gitu? "
"Ng.. ada anak kelas dua belas kak, perempuan orangnya. "
"Btw, kamu kelas berapa?"
"10 IPA 3 kak. Ng.. udah ya kak, saya ke kelas dulu"
Jawab lelaki itu , lalu beranjak naik menuju tangga lantai dua. Tiara berfikir sejenak siapa cewek yang dimaksud adik itu.
"Paling juga Teressa. Satu satunya tukang bully yang berani sampe kelewatan batas kayak gitu ya cuma Teressa"
Ujar Fina, seakan akan tau isi pikiran Tiara.
"Ya udah deh, kita ke ruang guru yuk, sebelum makin rame"
*
Ketika pulang sekolah...
Tiara langsung menuju gedung kelas 10 untuk melaksanakan masa pengenalan sekolah. Ini masa pengenalan sekolah terakhir. Di halaman utama, sudah cukup ramai siswa MOS.
Kali ini sepertinya tidak baris. Karena ketika bel dibunyikan, kakak petugas MOS menyuruh para siswa untuk memasuki kelas masing masing.
Tiara pun memasuki kelas 10-3, kelasnya untuk sementara. Ketika kesepuluh siswa sudah masuk kelas, seorang kakak lelaki ber almamater coklat memasuki pintu kelas dan berdiri di depan kelas.
Tiara mengenal nama kakak itu saja, namanya kak Naufal. Kak Naufal lah yang paling sering jadi pemimpin barisan saat MOS.
"Oke adik adik, ini adalah masa MOS kalian yang terakhir. Untuk kali ini, bukan saya yang jadi pembimbing kalian, karena saya ada urusan di kantor guru. Jadi tugas saya akan digantikan oleh kakak kelas yang lain. Saya panggil ya... "
Ujar kakak lelaki itu, lalu keluar dari kelas sejenak, sepertinya tengah memanggil kakak kelas baru yang dimaksudnya itu. Semua murid pun diam menunggu.
Tak berapa lama kemudian, masuklah seorang kakak lelaki almamater yang sama, dan berambut agak ikal. Mata Tiara melotot ketika menyadari lelaki itu ialah Arsenio.
"Selamat siang adik adik, perkenalkan nama saya Arsenio, saya dari kelas 12 IPS 1, disini saya akan menggantikan kak Naufal. Saya baru pertama kalinya jadi pembimbing siswa MOS, jadi ya.. semoga kita lebih cepat akrab yaa"
Ujar Arsenio lalu memasang senyumnya yang paling manis. Adik adik kelas cewek pun ikut tersenyum senyum cekikikan.
"Oh iya, kayak seperti biasanya yang diajarin kak Naufal, kita akan bikin games nih. Gamesnya itu, bakal menyisihkan satu orang terakhir yang tak bisa menjawab. Satu orang terakhir itu lah yang bakal kena hukumannya. Kakak udah nyediakan games nya nih, tapi coba kalian tentukan dulu hukumannya apa. "
Lanjut Arsenio, dan para siswa sekelas pun berfikir sejenak , termasuk Tiara.
"Games nya kayak gimana kak?"
Tanya seorang siswa cowok.
"Rahasia dulu. Btw, ini gamesnya untuk melatih otak dan ingatan kalian ya, kakak tentuin sendiri games nya, kalian jangan demo ke kakak ya. Sekarang kalian tentuin aja dulu hukumannya apa"
Jawab Arsenio sambil menulis nulis sesuatu di sebuah kertas, dan sekali sekali lelaki itu terlihat cengengesan.
Tiara tidak fokus untuk mencari apa hukuman games ini, Tiara fokus untuk menebak nebak games apa yang akan dibuat Arsenio. Semoga games yang waras.
"Saya mau request kak, yang kalah hukumannya bersihin kelas pas pulang"
Ujar seorang siswa cowok.
"Jangan dong, kesannya malah kayak babu"
Sambung seorang siswa cewek.
"Hukumannya jalan jongkok aja seratus kali"
Jawab seorang siswa cowok lain dengan asal.
"Gilak. 10 kali aja udah lemes"
"Hahah, kamu takut kenak ya? "
"Hmm jangan deh, ntar pingsan bahaya"
Setelah Arsenio berkata seperti itu, para siswa diam lagi untuk memikirkan hukuman yang lain.
"Kalo enggak, disuruh nyanyi Lingsir wengi aja kak, nyanyi didepan kelas"
Usul seorang siswa cowok. Tiara menatap datar kearah siswa siswa cowok yang mengusulkan hukuman nyeleneh.
"Kayaknya gak semua tau lagu itu"
Ujar Arsenio.
"Disuruh nyanyi lagu Joker aja kak, yang lay lay itu. Liriknya gampang, cuma lay lay lay lay sampe habis"
Ujar seorang siswa cewek.
"Kurang menantang itu"
Lanjut Arsenio. Huft! Arsenio maunya yang seperti apa?!
"Oh! Saya tau kak!"
Ujar seorang siswa cowok yang lain dengan mengangkat tangannya tinggi tinggi. Semua pandangan pun tertuju ke arahnya.
"Apa?"
"Joget Oppa Gangnam style didepan kelas. AHAHAHA!!"
Jawab siswa cowok itu lalu tertawa .
"Ide yang bagus"
Lanjut Arsenio , membuat Tiara langsung jantungan. Semoga dia tidak kalah, dia tak boleh kalah dan akhirnya harus berjoget didepan kelas dan didepan Arsenio. Oh, tidak..
Apalagi dance Oppa Gangnam Style, astaga.. yang benar saja.
"Oke, hukumannya itu ya. Sekarang, saya kasi tau games nya . Gamesnya adalah..."
Arsenio menjeda sebentar, membuat Tiara semakin deg degan.
"... Quis matematika SMP"
Jawab Arsenio, membuat Tiara lemas sekarang. Tiara paling lemah yang namanya matematika. Walaupun pelajaran SMP sudah lewat, menurut Tiara justru itu yang susah karena Tiara sudah tak ingat apa apa lagi tentang pelajaran SMP.
Apalagi matematika... Tiara paling takut dengan itu.
******
aku nyicil aja takut kakak tipe yang ga boleh bom like
awal yang menyenangkan