NovelToon NovelToon
Ratu Tanpa Mahkota

Ratu Tanpa Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Perjodohan / Petualangan
Popularitas:346.3k
Nilai: 5
Nama Author: Layla Mulhayati

Kisah seorang puteri yang diasingkan namun tiba-tiba harus menikah dengan seorang raja yang tidak mencintainya.

Sehari setelah pernikahannya, Raja segera mengangkat kekasihnya menjadi selir yang lebih disayanginya.

****

Cerita ini tidak hanya seputar konflik cinta segitiga tapi juga terdapat persahabatan dan petualangan seru untuk disimak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Layla Mulhayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Makhluk Menyeramkan

Eldrige langsung datang setelah pengawal memanggilnya. Raja kemudian menceritakan semua yang terjadi kepadanya dan Ratu Gita. Eldrige nampak berpikir serius.

Bukan tanpa alasan jika Raja memanggil Eldrige untuk membantunya. Sebab Eldrige adalah seorang peri berusia 300 tahun yang memiliki bakat dan kekuatan sihir yang lumayan besar. Eldrige dikirim oleh Ratu Peri Hutan bernama Malea untuk membantu menjaga Kerajaan Elfian.

Eldrige berkeliling di dalam kamar pribadi Raja sambil mengendus-endus udara dengan hidung lancipnya. Matanya sesekali terpejam seolah sedang merasakan sesuatu. Tiba-tiba kepalanya menoleh ke samping dan jari-jarinya yang ramping mencakar-cakar udara. Kemudian udara yang kosong itu terlihat sobek dengan lubang menganga. Di dalam lubang itu ada semacam dimensi yang terbuka dan menguarkan aura mistis.

Kepangan rambut peraknya berayun-ayun seraya tangan peri itu mengaduk-aduk ke dalam lubang itu. Jika dilihat secara kasat mata, maka terlihat sebagian tangan Eldrige hilang menembus udara. Tiba-tiba peri itu terlihat tarik menarik dengan sesuatu. Otot lehernya menonjol dan rahangnya menegang. Lalu dalam suatu sentakan muncullah sesosok makhluk menyeramkan menyerupai manusia dan bertanduk seperti banteng. Iris matanya berwarna kuning dengan pupil hitam berbentuk elips. Lidahnya bercabang dan menjulur seperti reptil. Telapak tangan Eldrige mencengkeram kuat leher makhluk itu dan menariknya keluar. Seketika sobekan di udara tadi menghilang.

Semua orang yang berada di sana terbelalak melihat penampakan yang mengerikan itu. Ratu Gita mengeratkan pelukannya pada lengan Raja dengan perasaan ngeri.

Eldrige terlihat menanyakan sesuatu pada makhluk itu menggunakan bahasa yang sangat asing di telinga. Makhluk itu tertawa mengerikan seolah mengejek. Tangan Eldrige semakin meremas lehernya sampai makhluk itu kelojotan.

Eldrige berulang kali menanyakan sesuatu pada makhluk itu dengan suara lantang. Namun sepertinya makhluk mengerikan itu enggan menjawab dan malah mengatakan sesuatu yang membuat Eldrige marah. Makhluk itu tertawa-tawa mengejek sambil melirik orang-orang yang menyaksikannya.

Mata Eldrige menyorot marah dan tangan kanannya tiba-tiba mengeluarkan sebuah belati berukir dan dihiasi permata berwarna merah yang bersinar. Dengan sebuah sentakan, peri itu menancapkan belati ke jantung makhluk itu yang membuatnya menggelepar dan berteriak kesakitan seperti lolongan binatang. Tak lama kemudian makhluk itu terbakar habis lalu lenyap tak bersisa.

Ratu Gita segera menghampiri Eldrige dengan raut wajah cemas.

"Kau tidak apa-apa 'kan, Eldrige?"

"Saya baik-baik saja Yang Mulia." Eldrige mengangguk sambil tersenyum.

"Syukurlah kau baik-baik saja." Kata Raja sambil menarik Ratu menjauh dari Eldrige.

"Terima kasih Yang Mulia Raja." Eldrige membungkuk hormat.

"Mahkluk apa itu tadi?" Raja bertanya dengan serius.

"Itu adalah Succubus yang dikirim untuk mengganggu Yang Mulia Raja dan Ratu. Makhluk itu mengganggu dengan cara memasuki mimpi seseorang dan bisa berubah wujud sesuai yang diinginkannya."

"Siapa yang mengirimnya?"

"Maaf saya tidak tahu karena makhluk itu tidak mau mengatakannya. Namun makhluk itu adalah anak buah iblis jahat bernama Sitr."

"Siapa itu Sitr?"

"Sitr adalah iblis tua yang usianya diperkirakan sudah mencapai ribuan tahun. Biasanya ada orang yang membuat perjanjian dengan iblis ini agar membantunya mencapai tujuan."

"Berarti ada seseorang yang sengaja ingin mencelakai kami?" Raja menoleh pada istrinya.

"Sepertinya begitu Yang Mulia."

"Apakah sekarang kami sudah aman?" Tanya Ratu.

"Sayangnya saya tidak bisa memastikannya karena Sitr bisa saja mengirimkan makhluk lain untuk mengganggu." Ucap Eldrige dengan raut menyesal.

"Apa tidak ada yang bisa kau sarankan agar kami tidak diganggu lagi?" Tanya Raja.

"Cinta!"

"Apa maksudnya?".

"Perasaan cinta dan kasih sayang yang tulus kepada pasangan mungkin bisa membantu." Eldrige memandang Raja dan Ratu bergantian.

"Ehemm... Maksudmu kami berdua bisa selamat jika saling mencintai?" Tanya Raja sambil tersenyum-senyum dan melirik istrinya. Sedangkan Ratu Gita hanya diam sambil menahan malu.

"Betul. Karena makhluk sejenis itu bisa mempengaruhi pikiran orang yang sedang sedih dan patah hati." Jawab Eldrige.

"Baiklah Eldrige. Terima kasih atas bantuanmu. Semoga saja makhluk itu tidak kembali."

"Baiklah Yang Mulia, kalau begitu saya mohon diri." Eldrige kemudian pergi bersama para pengawal.

Sekarang hanya tinggal Raja dan Ratu di kamar itu. Raja mendekati istrinya dan memegang tangannya.

"Eldrige mengatakan agar kita saling mencintai. Apa kau mencintaiku?" Tanya Raja

Ratu menundukkan wajahnya karena malu. Mana mungkin dia mengakui perasaannya pada pria ini? Sedangkan dia sendiri tidak tahu apakah suaminya ini tulus mencintainya. Ada trauma yang menyebabkan dia sulit percaya bahwa ada orang yang mencintainya.

"Apa kau masih meragukanku?" Tangan kanan Raja menyentuh pipi Ratu.

"Aku.."

"Yang Mulia, aku dengar kau sakit sayang?" Suara merdu Selir Mayang tiba-tiba membuat mereka berdua menoleh.

Ratu melihat Selir itu langsung memeluk Raja dan melepaskan genggaman mereka. Ingin rasanya dia menyingkirkan tubuh wanita itu agar tidak menempel pada suaminya. Dadanya terasa panas. Namun dia tidak bisa melakukan apa-apa karena selama ini dia selalu kalah dari wanita itu.

"Baiklah Yang Mulia, saya akan kembali ke Wisma Ratu." Ratu berpamitan.

"Tunggu, jangan pergi!" Raja menangkap tangan Ratu Gita. Selir Mayang mendelik tidak suka.

"Raja, biarkan Ratu beristirahat di kediamannya! Kasihan dia sudah merawatmu seharian." Selir itu menaruh tangannya di atas tangan Raja dan berusaha melepaskan pegangannya pada tangan Ratu.

"Tidak! Ratu akan menginap disini. Kau pulanglah! Aku tidak apa-apa." Kata Raja membuat wajah Selir Mayang merah padam.

"Tapi Yang Mulia, ini tidak adil!" Selir berteriak dan menangis sesenggukan.

Raja melihat selirnya dan merasa kasihan. Dia memeluknya untuk menenangkan hati wanita itu. Ratu sudah tidak tahan lagi dan melangkah pergi namun tangannya masih dipegang erat oleh Raja.

"Jangan pergi!" Kata Raja dengan wajah memelas.

Ratu menatapnya dengan ragu. Matanya melirik ke arah Selir Mayang yang masih dalam dekapan Raja, hatinya merasa terluka. Kemudian dia melepaskan tangan Raja. Ratu segera pergi meninggalkan mereka.

Raja menatap kepergian istrinya dengan sedih. Baru sekarang dia menyadari kesalahan yang telah dibuatnya. Mengangkat Selir sehari setelah pernikahan mereka yang tadinya dia lakukan untuk menghukum istrinya, kini menjadi bumerang yang berbalik menyerangnya.

Sekarang sudah terlambat untuk menyesali semuanya, dia tidak bisa membatalkan apa yang telah terjadi. Untuk melepaskan Selir Mayang jelas tidak mungkin karena pasti dia akan mendapat kecaman dari seluruh rakyat, apalagi ayah selir itu adalah Permadi yang menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajaan.

Ratu berbaring di ranjangnya sambil merenung. Apakah dia harus tetap diam menerima nasibnya. Kini di hatinya telah tumbuh benih cinta yang membuatnya mulai berani berharap kepada suaminya. Namun perasaan cinta itu juga membuatnya tidak rela untuk membagi suaminya dengan wanita lain.

Ratu menangis sambil memandang lukisan Raja. Hatinya sedih membayangkan Raja yang sedang bersama selirnya. Wanita itu terus terjaga meskipun badannya letih, akhirnya menjelang tengah malam matanya mulai terpejam.

Ratu kembali terbangun karena merasakan hawa dingin di tubuhnya meskipun telah terbalut selimut. Samar-samar dia melihat bayangan seorang wanita sedang berdiri membelakanginya. Rambutnya hitam dan tergerai panjang.

Perlahan Ratu bangkit untuk mendekatinya. Rasanya tidak mungkin pelayannya masih berada di sini malam-malam. Dia penasaran ingin tahu siapa wanita itu namun juga ada perasaan takut dan waspada. Tangannya terulur memegang bahu wanita di depannya itu. Wanita itu berbalik menghadapnya secara tiba-tiba dan menatapnya sambil tersenyum menyeramkan. Ratu tersentak kaget ketika melihatnya karena wanita itu adalah dirinya sendiri!

1
mazwaj
up nya lama banget thor...
mika dion
gimana y kabarnya elgrid penasaran tentang hubungannya dgn putri juwita
mika dion
ceritanya bangus tp koq up nya lama" sampai lupa akan cerita awal
Layla Mulhayati: maaf ya
total 1 replies
mika dion
setelah sekian lama thor...baru ini muncul
mika dion
selalu setia menunggu up nya....
nia kurniawati
🤣🤣🤣disangka kesurupan
nia kurniawati
makasih udah update👌
Layla Mulhayati: sama-sama
total 1 replies
nia kurniawati
di tunggu upnya🙏
nia kurniawati
selalu ditunggu upnya.. semoga ga akan lama😁
mika dion
duhhhh KA ..mataku dah bintilan karena ngintip terusss..kapan up-nya ka
mika dion
makin penasaran.....semangat y thor
Deva
lanjut dong
Layla Mulhayati
maaf ya
shakira pramesty
jangan lama2 dong atur update nya.keburu lupa ma ceritanya
𝙰𝚞𝚝𝚑𝚘𝚛𝙹𝚘𝚌𝚎𝚕𝚢𝚗
ceritanya seru
𝙰𝚞𝚝𝚑𝚘𝚛𝙹𝚘𝚌𝚎𝚕𝚢𝚗
ceritanya seru
Deasy Anggraini
oh author tega x kau membuat kami menunggu terlalu lama,,
nia kurniawati
Eldridge... kapan sadarnya dikau dikelabui Sekar😌 kasihan cinta Juwita dan Eldridge banyak cobaannya.. tetap semangat ya Thor..💪💪 ditunggu kelanjutan ceritanya 😘
nia kurniawati
kapan up lagi thor.. 😊
Anonim
Membosankan dngn kissh cinta mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!