cerita ini hanya lucu lucuan saja. jangan pernah pakai logika untuk membaca cerita ini.
kisah Pocong yang jadi pakboy di dunia hantu. berjuang demi istri istrinya, yaitu Kuntilanak dan beberapa hantu cantik dari teror manusia
Rumah Kosong menjadi tempat hunian mereka. Namun semenjak kedatangan Bodong Family. Pocong Family mulai tidak tenang. Keributan mulai terjadi antara Pocong Family dan Bodong Family.
akan kah mereka bisa damai.
Baca Kisahnya...
WARNING...!
JANGAN GUNAKAN LOGIKA UNTUK MEMBACA CERITA INI. AGAR TIDAK MENIMBULKAN PRO DAN KONTRA DI JIWA KALIAN.
SELALU TERSENYUM DAN TERTAWA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jo doang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11
"Waw... Ini rumah kita ya Mah, pah?" Tanya Putri Bodong takjub binti sedih
"iya. Kamu suka..? Tanya Bu Bodong
Putri Bodong hanya diam terpaku dan terkesima dengan bentuk rumah baru mereka. Sangat berbeda jauh dengan rumah mereka yang lama. Tidak besar, tapi tidak terlalu kecil juga untuk mereka berempat.
Keluarga Bodong menurunkan barang - barang mereka dari mobil dan membawa masuk kedalam rumah, di bantu juga dengan orang orang pemilik mobil yang ia sewa .
Ketika Putri Bodong masuk kedalam rumah, didepan pintu dia tersandung dan hampir jatuh.
"Aauuu!"
Putri Bodong menjerit bukan karena dia tersandung. tapi dia merasa ada sesuatu menyentuh bibirnya saat tadi kehilangan keseimbangan. Dia juga merasa mencium bau amis dan juga beberapa aroma kembang.
"Kau nggak apa apa dek..?" Tanya Putra Bodong sok perhatian, padahal di dalam hatinya dia tertawa senang melihat penderitaan sang adik.
Putri Bodong diam membisu dan tidak mendengar teguran abangnya. Dia kemudian geleng kepala dan mengangkat bahunya.
"Hei....! Di tanya kok ngelamun" Tanya Putra Bodong lagi
"Ng... Nggak apa apa kok Kak..!"
Putri Bodong kembali menoleh ketempat dia jatuh tadi. Seketika bulu lengannya berdiri kaku. Diapun buru buru masuk kedalam rumah disusul oleh kedua orangtuanya. Putri Bodong duduk disebuah kursi ruang tamu di samping kakaknya.
"Uhhhhh... Capek juga...!" Ujar Putri Bodong.
Ini hari yang sangat melelahkan bagi kelurga Bodong. Mereka harus meletakkan dan menyusun barang barang mereka ketempat yang semestinya.
Tiga jam berlalu. Akhirnya selesai juga mereka merapikan barang masing masing pada tempatnya. Dan sekarang mereka duduk berkumpul di ruang tamu, untuk sekedar melepaskan penat, sambil menonton acara Tv.
sedangkan di atas atap. hantu Dangdut dan juga Rocker lagi di setrap oleh Kuntilanak karena telah jahil pada Putri Bodong. Sedangkan Pocong hanya duduk diam tidak bergerak, ia tidak mau harga dirinya sebagai kepala keluarga hancur jika kedua hantu cantik tersebut melihat kain kafannya yang robek.
Kuntilanak sedang berkacak pinggang saat memarahi kedua hantu tersebut.
"kenapa kau usil dengannya?"
Hantu Dangdut dan Rocker hanya diam sambil menunduk.
"Jawab!" Bentak Kuntilanak. dia mondar mandir dihadapan kedua hantu tersebut.
"Maaf Bu.!"
"Bu Bu.... Bu Bu. Saya bukan kepala sekolah kalian, jangan panggil saya ibu lagi!" Kuntilanak semakin marah. "Panggil saya Kakak. Paham!"
Dia hantu tersebut saling lirik, dalam hati mereka tersenyum geli. "Iya kak!"
"Kalian tau, akibat perbuatan kalian itu, kita hampir ketauan kalau kita ada di rumah ini. Aku berharap kalau kita tidak akan bentrok dengan mereka. Apa kalian tidak tau kalau di dunia ini banyak dukun yang hebat hebat. Apa kalian ingin kita di usir dari rumah ini. Hah!"
"Nggak Kak. kami minta maaf Kak.!" kedua hantu tersebut merasa menyesal.
"Ya sudah. Bubar kalian!" Perintah kuntilanak dengan tegas, ia bersikap layaknya seorang guru BP seperti Bu Sri Spd.
Setelah kedua hantu tersebut pergi, Kuntilanak kembali duduk di samping Pocong. Tapi dia kembali berdiri lagi setelah mengingat sesuatu.
"Ayok. Biar aku jahit kafan kamu!" Kuntilanak langsung menarik ikatan kepala Pocong, sehingga mau tidak mau, Pocong akhirnya berdiri dengan wajah kesal.
®®®®®®®®®®
Sedang enak enaknya keluarga Bodong bersantai di ruang tamu untuk istirahat sejenak, sambil ngopi dan ngeteh, di selingi baca baca isi kandungan gizi di bungkus cemilan yang mereka beli. Mereka tiba tiba di kejutkan oleh suara barang jatuh dari arah dapur.
"Trang tang... Tang . tang...!"
"Eh itu suara apaan ? Putra.! Sana kau tengok dulu, apa itu yang jatuh..!" Perintah Bu Bodong.
"Si putri aja Mah! Aku capek kali ini!" Putra Bodong ngeles.
"Enak aja.! Aku juga capek keles.!" Putri Bodong ikut ikutan ngeles. Dia tidak mau kalah dari sang kakak.
Bu Bodong hanya geleng -geleng rambutnya yang tak panjang. dia menarik nafas panjang dan melangkah ke dapur untuk memeriksa.
Sesampainya di dapur. Bu Bodong melihat sebuah tumpukan bunga lima warna berserakan di lantai, di kurangi warna hitam menjadi tinggal empat warna.
( ssstttt..... Brisik... Diamin aja kalau kagak nyambung..!).
Bu Bodong mengambil sapu untuk membersihkan bunga bunga yang berserakan di lantai. Setelah itu Bu Bodong membuangnya ke tong sampah kecil yang ada di sudut dapur. Dan ketika Bu Bodong membungkuk untuk membuang sampah, Bu Bodong merasakan ada yang mencolek pantatnya.
Bu Bodong menoleh kebelakang, tapi tidak ada siapapun di ruang dapur selain dirinya. Bu Bodong heran. Dia kembali membungkuk untuk membuang sampah. Seketika itu juga keringat Bu Bodong berkeluaran, sampai sampai cela na dalam nya pun ikutan basah karena tidak mau ketinggalan basah oleh Bh Bu Bodong yang duluan basah.
Bu Bodong juga langsung ngelap ketiaknya yang berkeringat, yang di hasilkan dari ketakutan Bu Bodong.
bagaimana tidak ketakutan. Tuyul yang lagi kelaparan langsung nyedot buah kelapa Bu Bodong yang yang tidak ber Asi. Akibatnya Bu Bodong merasa kesakitan di ujung corong pabriknya.
"Aauuuuuu...!"
Bu Bodong menjerit tertahan. Kali ini dia merasa lebih sakit lagi dari yang pertama. Bahkan dengkul Bu Bodong mulai kesemutan, serasa tidak kuat lagi menahan rasa sakit tersebut.
"Ada apa ini. Kenapa tempat cuci mulut suamiku terasa sakit. Apa aku punya penyakit payu & dara."
Dengan berpegangan di dinding. Bu Bodong berjalan keluar dapur menuju ruang tamu. Dia berusaha memanggil suaminya dan anak anaknya, tapi mulutnya terkunci, suaranya tidak bisa keluar, bahkan lidahnya terasa ada yang menariknya, bahunya juga terasa ada beban yang berat.
Semua yang dialami Bu Bodong adalah ulah Tuyul, dia merasa sangat kesal karena tidak mendapatkan ASI dari Bu Bodong, sehingga dia bergendong di tubuh Bu Bodong dan juga mencoba menarik lidahnya.
sedangkan dibawah pohon Alpukat tetangga. Pocong sedang nung ging dengan kepala bersandar di batang pohon. Di belakangnya ada Kuntilanak sedang jongkok untuk menjahit kafan pocong yang robek
(ah... saya sungguh berat mendefinisikan adegan ini. intinya Kuntilanak sedang menjahit.)
Hanya tinggal satu jahitan lagi, maka pekerjaan Kuntilanak di anggap selesai. Tapi !!
"Kak... kak... bang... bang... Tuyyyyyyyyyyy!"
Hantu Rocker yang tiba tiba tiba muncul di belakang Kuntilanak dan Pocong, langsung terpaku menjadi patung, ucapannya juga langsung terhenti dengan menyisakan huruf terakhir yang begitu panjang.
Kuntilanak dan Pocong juga sangat terkejut dengan Kemunculan hantu Rocker yang tiba tiba. Pocong pun langsung berdiri dan berbalik untuk menyembunyikan Bo kongnya ke balik pohon.
Sedangkan Kuntilanak langsung menyentil kepala hantu Rocker agar segera sadar.
"Dasar wanita yang tidak punya attitude.!" Kata Kuntilanak denga kesal.
"Maaf kak. Ada kejadian mengerikan.!" Kata hantu Rocker langsung setelah menguasai kesadarannya.
"Kejadian apa.!"
"Anu... itu kak.!" hantu Rocker tiba tiba gugup karena panik mengingat kejadian tersebut.
"Cepetan ngomong, jangan bertele bertele.! aku masih punya pekerjaan penting yang harus aku selesaikan segera.!" Kuntilanak mendengus kesal.
"Anu.. itu.. Tuyul !"
✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓
maaf ya semua.. up nya kemungkinan satu Bab / hari.. karena aku ada kesibukan yang cukup full untuk kedepannya.
jangan lupa jaga kesehatan dan selalu tersenyum
dukung selalu ceritaku ya.. like .. comen.. give... fav dan vote.. itupun kalau ikhlas...,,😁
Terakhir liat postingan engkau telah pergi 😭😭😭😭😭
mampir thor
yg biasa berperan menjadi hantu yg fenomenal seperti kunti pocong dllnya
Hai kak, aku mampir lg, msh dicicil bacanya, semangat terus ya kak💪
Salam dari silence 🤗
Hai kak, aku mampir lagi nih kasih dukungan utk kakak. Masih di cicil dulu bacanya😊
Semangat terus ya💪salam dari silence🤗