NovelToon NovelToon
Malam Pertama Dengan Pria Misterius

Malam Pertama Dengan Pria Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:73.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiya12

sebuah lengan membawaku kedalam pelukannya entah kenapa ragaku tidak bisa aku kendalikan, aku menatapnya lelaki dengan manik coklat dengan rahang kokoh.
sentuhan demi sentuhan membuatku terlena, aku tidak bisa berbuat apa apa entah ada apa dengan tubuhku, aku menikmati setiap sentuhannya.
"egh"
hanya itu yang keluar dari mulutku, hingga sesuatu yang melesak masuk kedalam tubuhku aku hanya mampu menangis namun menikmatinya sangat menikmatinya.
hingga berita kehamilan menyebar membuatku tak bisa mengelak sebuah pernikahan dengan lelaki yang tidak aku inginkan menjadi tameng penghalang impian impianku untuk meniti masa depan yang indah dan cerah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiya12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cincin Lamaran Rey dan Kehamilan

Aku mematut jemari tanganku dimana ada sebuah cicin permata yang indah melekat di jari manisku, senyumku mengembang bahagia sekali rasanya.

"seandainya malam itu aku membukanya Rey" ucapku, aku menatap wajahku di cermin pipi sedikit chubby dan sedikit pucat berat badanku sepertinya bertambah.

Tok Tok Tok

aku menoleh ke arah pintu disana ada Vanya, aku mengulas senyum.

"Van, coba liat deh cantik kan?" kataku sambil memamerkan jemariku yang memakai cincin.

"alah cincin doang aku juga pake" ujar Vanya, ia mengambil posisi untuk merebahkan dirinya di atas kasur.

"ih bukan cincin biasa kali, ini dari Rey! isi dari kotak itu" kataku, Vanya hanya menganggukan kepalanya.

"iya bucin, aku mau tidur sebentar" katanya, aku berdecih kesal dia datang hanya untuk tidur.

tiba tiba perutku mual, ada perasaan eneg mencium bau parfum yang digunakan Vanya.

"hoek" aku menutup mulutku, lalu bergegas ke kamar mandi rasanya tubuhku lemas. aku kembali memuntahkan isi perutku, apa jangan jangan? aku menggeleng mana mungkin aku hamil!

Tok Tok Tok

"Kena? kamu gapapa?" teriak Vanya sambil mengetuk pintu kamar mandi.

"Van aku ngga enak badan" kataku setelah membuka pintu kamar mandi.

"kamu kok pucat banget sih kenapa? sakit?" ujar Vanya, dia sangat khawatir.

"engga tau tiba tiba ngga enak badan aja" kataku, Vanya membantuku untuk berbaring ditempat tidur.

"tunggu sebentar ya, aku ambil air hangat dulu" ujar Vanya lalu bergegas pergi ke dapur.

Bi inah yang sedang membuat menu makan malam terkejut melihat Vanya yang sedikit terburu buru memasuki dapur.

"kenapa non?" tanya nya.

"ngambil air anget bi, Kena ngga enak badan dari tadi muntah muntah" katanya, bi inah menyerngitkan dahinya.

"muntah muntah? itu tadi non Kena makan kacang non Vanya makannya begitu" ujar bi inah, Vanya hanya ber oh ria.

"yaudah bi, aku ke atas dulu ya" ujar Vanya lalu meninggalkan bi inah.

setibanya di kamar, Kena baru keluar dari kamar mandi, wajahnya tambah pucat.

"kamu sih, alergi kacang makan kacang bego!" cerca Vanya sambil membantu Kena, ia memberikan segelas air hangat saat Kena sudah duduk diatas tempat tidur.

"iya lupa, abis kepengen aja gitu makan cilok" ujar Kena...[]

satu minggu berlalu kena terlihat sudah segar bugar tidak ada lagi wajah pucat pasi hanya saja sesekali merasa mual.

"Cincinnya bagus" Kena menghentikan langkah kakinya saat mendengar sebuah komentar.

"ya, cincin lamaran, kenapa?" Kena menghampiri orang itu, dia adalah sofi.

"yaa, semoga bukan cincin palsu" celoteh nya, aku hanya menggeleng lalu berniat pergi.

"kau hamil kena?"

aku menghentikan langkah kakiku, hamil? bagaimana mungkin?

"please sofi, cukup! jangan asal ngomong dan gausah ngurus kehidupan orang lain" kataku, malas sekali berbicara dengan perempuan satu ini tapi yasudahlah.

"perubahan fisikmu, aroma penciumanmu dan makanan yang belum pernah kau makan sebelumnya" jelas sofi, aku menghela nafas lelah.

"sudahlah, aku banyak pekerjaan hari ini" jelasku.

"Pria yang melamarmu belum menemuimu? padahal dia sudah kembali 3 hari yang lalu" kini aku berbalik menatap kedua manik itu, tatapan tak acuh tak ada kebohongan.

"apa maksudmu?"

"lihat ini" dia mengulurkan ponselnya, beberapa foto digulir dengan pelan. Rey tengah makan malam dengan seorang perempuan, dia cantik muda dan tertutup, siapa?

melihat ekspresi Rey difoto itu membuatku sedikit sakit, dia terlihat bahagia tanpa beban. keduanya begitu akrab dan, tunggu! jika dia seorang muslimah apa agama Rey adalah islam? setahuku dia seagama denganku! apa aku salah?

"kau diam kena? " sofi terkekeh, seringai penuh kemenangan terpampang diwajah manisnya.

"kirim padaku!" setelah menerima beberapa foto yang dikirim sofi, aku meninggalkannya tanpa sepatah katapun, lalu apa maksudnya dengan cincin lamaran ini?

Aku menghubungi Vanya, namun nomornya tidak aktif mungkin dia sibuk dengan persiapan pernikahannya, dengan kesal aku menjatuhkan bobotku di atas kursi kerjaku.

tiba tiba rasa mual menjalar di perutku, aku berlari ke toilet dan memuntahkan isi perutku disana. menatap cermin di atas wastafel membuatku tercengang, pipiku chubby dan benar aku melihat dadaku sedikit bengkak. apa aku hamil?

segera keluar dari toilet, mencari kalender dan aku menghitungnya. aku menutup mulutku ini sudah tanggal 15 berarti aku sudah terlambat datang bulan yang biasanya datang pertanggal 28 atau tanggal 30.

"ini ngga mungkin? tapi dua kali melakukannya tanpa kontrasepsi kemungkinan hamil 99% apalagi saat itu aku baru saja selesai menstruasi" aku memijit pelipisku rasanya sungguh tidak percaya. Bagaimana jika aku hamil?

Tok Tok Tok

"masuk" Ranti masuk dengan seseorang di belakangnya.

"Bu permisi, ini Ibu Sandra ingin bertemu" aku menatapnya sebentar lalu tersenyum.

"silahkan masuk" kataku setelah berjabat tangan kami duduk di sofa.

"Kamu Kena?" katanya dengan anggun, usianya mungkin di atas 50 tahun tapi wajah dan tubuhnya tidak mengatakan demi kian, apalagi dengan balutan busana yang membuatnya terlihat anggun.

"Iya betul saya Kena, ada apa Ibu ingin bertemu dengan saya?" tanyaku, dia mengamatiku dari ujung rambut hingga kaki, ada rasa tak nyaman namun aku mengenyahkannya.

"kamu sangat cantik" puji nya.

"Terima kasih, ibu juga cantik" pujiku, dia hanya tersenyum membuatku merasa heran sebenarnya siapa dia?

"saya hanya ingin bertemu dengannu, sepertinya ini sudah cukup" aku menyerngitkan dahiku, rasanya belum hilang rasa penasaran terhadap Rey dan perempuan di foto itu kini datang seorang ibu ibu yang sedikit aneh.

"kalau begitu saya pamit pergi" aku menerima jabatan tangannya lalu tersenyum, dia melenggang pergi dengan senyum yang tidak pudar.

"Ranti masuk" pintaku lewat sambungan telpon.

"ada apa bu?" dia bertanya setelah masuk kedalam ruangan ku.

"siapa dia?" tanyaku.

"emm itu ibu sandra kalau tidak salah anaknya bergelut di perusahaan real estate" aku menganggukan kepalaku. tiba tiba

"lihat wajahku Ranti apa aku berbeda?" kataku, aku berdiri dengan bingung perempuan berusia 25 tahun itu menatapku dari ujung rambut hingga kepala.

"sedikit sih bu" ucapnya, mataku melotot sedikit?

"sebutkan sebutkan" kataku antusias.

"emm pipi, dada, perut dan mata" katanya hah sebanyak itu?

"mata maksudmu?"

"iya mata ibu bagaimana menjelaskannya ya?" dia kebingungan hingga menggaruk tengkuknya.

"hanya kau yang bisa aku percaya Ranti, apa aku terlihat seperti orang hamil?" tanyaku membuatnya sedikit terkejut.

"h.. hamil maksudnya bu?"

"apa aku seperti orang hamil? temanku bilang aku seperti orang hamil" kataku sedikit panik.

"coba saya searching google ya bu, kan saya belum hamil jadi ngga tau" katanya, ya 2 tahun menikah Ranti memang belum diberi momongan.

aku melihatnya bermain dengan ponsel pintar keluaran terbaru dengan gambar apel digigit di belakangnya.

"ini bu, Beberapa gejala atau perubahan tubuh Bumil yang khas saat kehamilan memasuki usia 4–6 minggu antara lain:

Perut kembung.

Nyeri atau kram perut.

Perdarahan ringan atau flek ****** akibat implantasi.

Perubahan suasana hati.

Lebih cepat lelah.

Sering buang air kecil.

Nyeri pada payudara.

Mual dan muntah (morning sickness)" Ranti membacakan penemuannya di google.

aku hanya menyimak dan mencermati nya, rasanya aku memang mengalami hal hal di atas hanya morning sickness saja yang tidak.

"ada lagi bu, ini Tanda-tanda hamil muda pada perut

Perut kram. Kram perut umum terjadi pada hamil muda.

Perut kembung. Progesteron menyebabkan tanda awal kehamilan pada perut muncul berupa kembung.

Perut sembelit. Sembelit terjadi akibat perubahan hormon sebagai tanda awal kehamilan

Perut kencang.

Perut mual."

Ranti menatapku setelah selesai membacakan itu semua, aku menghela nafas kasar.

"bagaimana jika aku hamil" gumamku.

"berarti ibu akan punya bayi yang lucu" katanya antusias. aku menatapnya tidak percaya.

"ibu tahu, saya bahkan sangat menginginkan seorang bayi, tapi Tuhan belum memberikannya mungkin belum percaya padaku dan suamiku" katanya, dengan semangat dia bercerita.

"bayi baru lahir itu seperti air disaat kita haus, kehadirannya seperti alarm dan tumbuh kembangnya seperti tanda keberhasilan bahwa kita mampu menjadi seorang ibu" ucapnya.

"tapi aku belum menikah" kataku jujur.

"tidak apa, dia hadir di perut ibu bukan salahnya" katanya, jelas bukan salahnya tapi kesalahanku dan Rey.

"memangnya ibu yakin kalau ibu hamil?" pertanyaan itu membuatku menatapnya kembali. aku menggeleng, dan dia menepuk jidatnya.

"ibu kan belum yakin kenapa jadi parno begini" katanya, aku memasang wajah tak suka.

"coba ibu cek pake testpack nanti pagi saat ibu bangun tidur" sarannya.

"ta.. pi"

"saya punya banyak, kemarin baru datang biasa belinya online murah" katanya sambil terkekeh, dia keluar dari ruanganku lalu kembali dengan 2 alat keping pelastik pipih dan memberikannya padaku.

"sensitif? onemed" aku membaca satu persatu merk nya.

"semoga berhasil, garis dua artinya pisistif" katanya, tiba tiba telpon diluar berdering Ranti langsung pamit, aku masih mengamati kedua benda yang masih terbungkus itu.

"apa iya aku hamil?"

1
tri
ljuuut thoor.......semangat
Riki Ridwan Margana
gak jelas cerita nya sneh
NatalieLaurentRenes
lanjut up nya Thor
NatalieLaurentRenes
beughh Thor kok Rey selingkuh sich. nti Sofi hamil pula lgi
NatalieLaurentRenes
ayo othor smngat nulisnya
NatalieLaurentRenes
malah satu udh kelar . masalah berikutnya tunggu di bereskan. Krn ad biangkerokny dr semua yg terjadi
NatalieLaurentRenes
harapanku Ray dan Rey itu kembaran . heraaan klo lihat netizen yg mengharapkan ad pemain yg mualaf .
NatalieLaurentRenes
kembar deh kyakna. kena Ray sj gak kenal kena.
NatalieLaurentRenes
mudah2an Ray dan Rey itu saudara kembar ya Thor
NatalieLaurentRenes
mampir dulu
Siti Nihayatul
laanjuuut
Siti Nihayatul
semangat mhk thor...
lanjutkan
Siti Nihayatul
tetap semmmaangat
Siti Nihayatul
aq selalu ngeliek thor.tetap semangat
Siti Nihayatul
suka
Deliani Deliani
kena dan rey bahagia
Lailatul Istiqomah Istiq
up
Lailatul Istiqomah Istiq
aq nunggu kelanjutan nya thor ...cerita nya seru..
Anonim
mna ko gda kelanjutannya thor...
Keyzha Aninditha
lanjut donk thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!