NovelToon NovelToon
Istri Miskin Presdir

Istri Miskin Presdir

Status: tamat
Genre:Badboy / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / One Night Stand / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:16.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lizaa Zarina

Ayahnya adalah seorang penjudi, sedangkan ibu tirinya adalah wanita yang hanya tahu menyenangkan diri sendiri. Dia dan adiknya yang menderita dan menjadi pencari nafkah untuk kedua orang tua nya

Hingga, suatu petaka terjadi padanya saat malam itu. Dia terpaksa menikah dengan seorang pria yang tidak dikenalnya karena telah merenggut kesuciannya

"Aku akan bertanggung jawab dengan menikahimu. Tapi, jangan berharap dengan cintaku, karena aku tidak tertarik dengan wanita malam seperti mu."

"Jaga bicara anda tuan, akulah pihak yang dirugikan disini. Kesucian yang aku jaga seumur hidupku, kau renggut dengan tidak manusiawi. Bahkan, ciuman pertamaku kau ambil secara paksa."

"Banyak bicara! Cepat tanda tangan kontrak pranikah ini atau aku akan mempermalukan keluargamu!"

Dan diusia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lizaa Zarina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENCIUT

Embun sedang berada di taman, dia menanami beberapa jenis bunga mawar yang berwarna-warni. Dia memang sangat suka bunga, menurutnya bunga adalah salah satu makhluk hidup yang paling indah

Setelah melihat taman belakang yang luas dan kosong. Jiwa petaninya menggebu-gebu minta dikeluarkan. Tibalah hari ini, dia memang mengeluarkan bakat petaninya untuk menanami beberapa bibit bunga yang dimintanya dari tukang kebun di rumah itu

Awalnya, tukang kebun itu menolak untuk membolehkan Embun untuk bercocok tanam di situ. Tapi, setelah Embun mengeluarkan seribu macam rayuan mautnya. Barulah diizinkan

"Kak!" panggil Belle yang sedang duduk di bangku taman yang terletak di bawah pohon yang rindang

"Ya? Sejak kapan kamu berada di situ?" tanya Embun. Kemudian Embun berjalan mendekati Belle dan ikut duduk di bangku itu

"Dari tadi, kamu saja yang keasyikan menanam bunga, jadi tidak menyadari kehadiranku disini." sahut Belle

"Ya. Sekarang aku sudah selesai, ayo kita masuk sekarang." ajak Embun sambil menyeka keringatnya

"Kak, kamu sudah meminta izin pada, kak Bara? Kita kan hari ini rencananya akan berjalan-jalan di mall."

"Aku lupa. Ya sudah, aku mandi terlebih dahulu. Setelah itu, baru aku tanyakan, ya?" ujar Embun sambil tersenyum

"Baiklah. Aku menunggumu di kamarku, ya? Jangan lama!" ucap Belle yang langsung beranjak dari sana dan masuk ke kamarnya untuk mulai bersiap-siap

"Berani tidak ya aku berbicara padanya. Kejadian pagi tadi saja masih terus terngiang-ngiang di kepala ku." gumamnya

Embun masuk ke dalam rumahnya. Dia masuk ke kamarnya yang lama, karena semua bajunya ada disitu. Dia tidak berani memindahkan baju-baju jeleknya. Takut, kalau-kalau baju itu akan membuat Bara marah karena sakit mata saat melihatnya

Setelah selesai mandi dan berpakaian. Embun keluar dan menuju ke kamar Bara dan ditangannya dia membawa secangkir teh madu dengan dua blok es

TOK TOK TOK

Sebelum ada suara yang menjawab dari dalam. Embun sudah lebih dulu membuka pintu kamar nya sambil kesusahan karena sambil membawa nampan

"Percuma saja kau mengetuk pintu. Tapi belum dipersilahkan untuk masuk, kau sudah masuk." sindir Bara

"Maaf, aku pikir kamu sudah menjawabnya." jawab Embun pura-pura sudah mendengar jawaban dari dalam. Padahal, dia tahu kalau Bara belum menjawab

"Telinga mu sepetinya sudah bermasalah, ya?" ejek Bara

"Tuan, ini aku buatkan teh madu untukmu." Embun menyodorkan secangkir teh untuk Bara

"Kau memang baik, atau hanya berpura-pura baik, ha?"

"Aku hanya melakukan tugasku sebagai istri saja, tuan." jawab Embun

"Semalam, siapa yang memarahiku? Pagi tadi, siapa yang memarahiku juga?"

"Maafkan aku, aku hanya kesal saja karena kamu malah menuduhku. Padahal, itu semua kamu sendiri yang melakukannya." pekik Embun

Bara menutup laptopnya yang sedang dia pakai untuk bekerja. Dia berjalan ke sisi Embun dan berdiri tepat di samping wanita itu

"Kau tidak berhak kesal di rumah ini. Apapun yang aku perbuat, kau harus menerimanya dengan ketulusan hatimu. Paham?" bisik Bara dengan nada dingin

"Tapi, aku juga manusia. Rasa kesalku juga harus aku luapkan. Kalau tidak, bisa-bisa aku stres."

"Ya, kau memang manusia. Tapi, manusia sepetimu tidak berhak memberikan ekspresi di rumah ini." bentak Bara

"Aku ini istrimu, kenapa kau memperlakukan seperti binatang? Kesalahan apa yang sudah kulakukan padamu?"

"Kesalahan yang telah kau lakukan adalah, karena kau sudah terlahir sebagai wanita malam! Memanjat ke ranjang ku dengan tidak tahu malunya untuk bisa menjadi Nyonya Wirastama!"

"Aku tidak melakukan itu, tuan! Aku wanita baik-baik, tidak seperti yang anda pikirkan." bantah Embun berusaha menjelaskan

"Wanita baik-baik macam apa yang tengah malam bisa berada di tempat semacam itu, selain sedang menjajakan dirinya?" ucap Bara mengejek

"Aku berada disana karena aku...."

"Karena kau berusaha naik ke ranjangku setelah aku tidak sadarkan diri, kan?" Bara memotong ucapan Embun sebelum wanita itu sempat menjelaskan semuanya

"Tidak, bisa tidak anda mendengarkan aku terlebih dahulu?" pekiknya

"Diamlah? Kau tidak berhak untuk berteriak padaku! Sebenarnya, posisi nyonya yang kau sandang sekarang, bukanlah milikmu. Ada orang lain yang harusnya mendapatkan gelar Nyonya Wirastama yang sesungguhnya!" teriak Bara tepat di telinga Embun

Embun menutup telinga dan memejamkan matanya, dia tidak sanggup mendengar teriakan yang dilontarkan pria itu. Dia juga tak tahan lagi. Hinaan yang bertubi-tubi disuguhkan pria itu sungguh menyakitkan hatinya

"Siapa orang itu? Oh, biar aku tebak. Pasti Audrey, kan? Kau selalu menyebut-nyebut namanya, bahkan saat kau berada di atas tubuhku, tuan!" teriak Embun dikata-kata terakhirnya

PLAKK

Bara menampar Embun dengan kuat hingga mengeluarkan darah di sudut bibirnya. Embun hanya memegangi pipinya yang terasa perih, dan menatap ke arah Bara dengan tak percaya

"Jangan kau sebut namanya dengan mulut kotor mu! Jika kau berani seperti tadi berteriak-teriak padaku, keluargamu yang akan merasakan akibat dari keberanian mu itu."

Embun hanya diam mendengar penuturan laki-laki yang baru saja sah menjadi suaminya

"Keluar!" teriak Bara

Embun langsung berangsur keluar dari sana. Embun menuju kamar Belle. Sedangkan Bara, dengan tidak berperasaan nya, dia meminum teh yang tadi disajikan oleh Embun

TOKK TOKK

Belle sedang mendengarkan musik di kamarnya. Setelah mendengar suara ketukan pintu, dia langsung beranjak dari kasurnya

"Itu pasti kak, Embun. Ah, akhirnya aku punya teman juga untuk berjalan-jalan di mall." ucapnya sambil berjalan sambil bernyanyi ria

CEKLEK

Saat Belle membuka handle pintu kamarnya, dia tidak terlalu memperhatikan keadaan Embun. Lalu, dengan cerianya dia bertanya pada Embun

"Bagaimana kak, apakah kak Bara mengizinkan kakak ipar untuk pergi denganku?" tanya Belle antusias

"Ya. Mari, kita pergi." sahutnya setelah mengangkat kepalanya. Dan terlihatlah luka diujung bibirnya dan sedikit lebam di pipinya

"Kak, kamu kenapa? Ada apa dengan wajahmu ini?" tanya Belle yang sudah panik

"Tidak apa-apa, aku hanya terantuk meja karena tidak berhati-hati, terlalu senang karena ingin pergi denganmu. Bolehkah, aku masuk?" Embun memaksakan tersenyum

"Ayo masuk, Kak. Aku akan mengobati lukamu dulu. Setelah itu, baru kita pergi, ya?"

"Tidak perlu. Ayo, kita pergi sekarang!" ajak Embun

"Tidak. Kamu ingin pergi dengan keadaan yang acak-acakan begini? Lebih baik kamu mandi terlebih dahulu, barulah kita pergi, ya?" bujuk Belle

"Ya sudah, aku akan mandi di kamar saja. Bajuku ada disana."

"Mandi saja disini, setelah itu pakai saja bajuku, Kak. Ku lihat, ukuran kita sepertinya sama." pinta Belle

"Tapi, aku..."

"Ayolah, Kak. Turuti saja kemauan ku sekali ini."

"Baiklah." Embun hanya bisa pasrah

Belle mengambilkan handuk barunya untuk kakak iparnya itu. Selama Embun mandi, Belle hanya duduk diujung ranjang nya dan pikirannya menerawang entah kemana-mana

Sepertinya itu bukan karena terantuk meja. Dan ada luka lebam bekas jari diwajahnya. Sebenarnya, ada apa. Apa kak Bara yang melakukan itu, batinnya sambil menghela nafas

*********

Sementara itu, di pusat kota negara lain. Ada seorang wanita yang sedang melihat ponselnya untuk saling membalas pesan dengan seseorang

Dia tampak tersenyum sinis dan menggenggam ponselnya dengan kuat

"Jadi, setelah kepergian ku, kau menikah dengan seorang gadis miskin. Yang bahkan, tidak ada apa-apanya denganku. Baiklah, Bara! Jika kau ingin bermain, maka aku akan kembali dan merebut mu kembali ke dalam pelukanku." ucapnya dengan penuh keyakinan

1
Lisa Halik
lanjut saja sini thor brandnon
Lisa Halik
kenapalah embun masih juga ingin bersama bara
Lisa Halik
kalau saya macam embun,saya pergi saja dari bara&cari kebahagian sendiri..huhuh
Lisa Halik
kenapa bara masih saja tak sadar
Lisa Halik
keterlaluan sekali bara
Wahyu tampan sempurna
embun bego
embun oon
embun Tolol
embun lemah
embun cuma bisa mewek
embun bloon
embun
embun
embun
embun
embun
embun
embun
embun
embun mati aja Sono gak guna juga jadi tokoh utama
Wahyu tampan sempurna: aku belum baca itu mah


ini aja coba baca ' di buang suami di nikahi ' om suami
total 1 replies
Wahyu tampan sempurna
ternyata embun bego bin oon sontoloyo


jujurlah
Rahma Lia
Luar biasa
Yana
kk aurora Jagan ter lalu kejam kk. bara y sama embun kasian dia kk
Kurnaesih
Alhamdulillah selesai... tetap semangat Thor semoga selalu sehat.dan sukses 🤲🥰🥰 mo lanjut baca Bungsunya Bara Ama Billy 💪💪👍
Kurnaesih
aku begadang Thor saking kangen nya5 Ama bara embun 🥰🥰🥰
Lizaz: maacih kakak sayang😍
total 1 replies
Kurnaesih
mampir Thor ini aku baca yang ke 2 lagi kangen Ama embun/barra🥰🥰👍🙏
Lizaz: 😍😍😍
mungkin udah lama banget, saya baru liat komentar kakak💋
total 1 replies
Mazree Gati
stop,,end .sorii tor ngak lanjut
Agnesya
Lah dia tlp ke adiknya utk bertya kabar itu pake apa ya???
Rusnawati Rusdi Rusdi
ok
Nur Aidi Athi
Buruk
Bang Sule
sikap Rey tidak profesional...laki2 goblok....!
Rostin Dawi
klw Albert punya pistol kenapa tidak membaki embun kenapa mala melemparnya pakai pisau
Mischa Chantika
Luar biasa
Ian Nver Win: 9u8 de556
total 1 replies
Mischa Chantika
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!