NovelToon NovelToon
(Not) A Perfect Boy

(Not) A Perfect Boy

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Misteri / Cintamanis / Tamat
Popularitas:277.7k
Nilai: 4.3
Nama Author: RiniAngraini

Awalnya Adeeva ingin mencari pacar yang tergolong dalam sebutan good boy agar ia bisa memiliki pasangan yang baik dan hidup dengan nyaman nantinya. Namun bagaimana jika takdir malah mempertemukannya dengan cowok yang jauh dari kata sempurna? Suka bolos. Jahil. Pakaian jauh dari kata rapi. Namun ia tak mengetahui sisi lain dari cowok itu. Karena ia adalah cewek keras kepala yang selalu berasumsi sendiri atas apa yang dilihatnya. Tapi bukankah segala sesuatu yang kita lihat belum tentu kebenarannya kan?

Arsenio Juvenal Candrakanta, cowok yang susah ditebak, sedikit nakal, dan tidak peka. Arsen dengan ketidaksempurnaannya menganggap status itu tidak penting. Karena baginya yang terpenting itu adalah rasa. Tapi...bukankah bagi cewek keduanya begitu penting?

'I'm not the perfect boy like your dreams. Here I am, someone who loves you in his way'

***

Ceritanya telah diremake di akun w*ttp*d @Biebalms_h

Penasaran dengan kisahnya? Yukk baca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RiniAngraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 11

'Cinta bisa membuat seseorang tak sadar bertingkah lain yang bukan dirinya'

Happy reading

.

.

.

Selama di bandara, Arsen selalu termenung yang membuat Sevanya dan Kenan heran.

"Awas nabrak Bro gue belum mau jadi almarhum. Belom kawin nih!" Celutuk Ken yang mengagetkan Arsen hingga mobil sedikit oleng.

"Ehh bener bener mau mati nih anak!" Kaget Ken mengelus dadanya.

"Lo kenapa sih Sen? Dari tadi gak konsen?" Tanya Sevanya.

"Gpp," jawab Arsen singkat.

"Ck! Kayak cewek lo Sen. Bilangnya gpp padahal ada apa-apanya. Gak biasanya lo!" Tukas Ken.

Tapi Arsen hanya diam membuat Ken dan Vanya geram.

"Lo kalau ada masalah cerita sama kita-kita. Lo sebenernya anggap kita sahabat gak sih," ujar Sevanya dengan jengkel.

"Adeeva," gumam Arsen menghentikan mobilnya.

"Ken! Lo bawa mobil gue. Gue ada urusan!" Ucap Arsen sebelum keluar dari mobil.

"Kayaknya bener, Arsen lagi jatuh cinta," kikik Ken.

"Selamat berjuang vrohh!!!" Teriak Ken pada Arsen yang sudah agak jauh dari mobil.

Ken pun melajukan mobil Arsen dan berlalu.

***

Sedangkan Arsen sudah berdiri tak jauh dari area outdoor cafe memperhatikan seseorang yang selalu ada dalam pikirannya.

Arsen menggeram kesal dengan tangan terkepal saat melihat Fandi mengusap sudut bibir Adeeva.

"Cuihhh banyakan nonton film romance nih cowok. Pake adegan recehan segala. Udah gitu sok-soan slow motion lagi," gerutu Arsen.

Dan sialnya, adegan yang ia sebut recehan itu membuat hatinya bergemuruh tak suka.

"Dan sejak kapan Adeeva akrab sama Fandi? Dia gak ikut nganterin Resya, sohibnya sendiri cuman buat jalan sama cowok sok kecakepan itu,"pikir Arsen.

Dulu deketin Resya tapi gak pernah di respon, lalu ke Vanya. Dan Vanya lebih parah dari Resya.

Resya yang aslinya memang gak bisa diem membuat Fandi gak kuat pdkt karena disiksa terus sama suara cempreng Resya yang penuh dengan perkataan pedas bahkan lebih pedas dari bon cabe. Kentarakan gak bisa diem :v

Sedangkan Sevanya yang emang pendiam jadi tambah pendiam. Diajak ngomong sama Fandi gak pernah jawab. Dan kalaupun ngejawab cuman "ya"_"nggak"_hm" singkat pokoknya.

Dan sekarang Fandi deketin Adeeva? Emang sih Adeeva netral. Gak pendiem gak cerewet juga. Tapi kali ini Arsen gak rela.

Beberapa saat kemudian, Fandi dan Adeeva mulai beranjak dari kursi.

Arsen segera mengikuti Fandi dan Adeeva yang sudah berada di dalam mobil. Dan sialnya lagi Arsen lupa kalau mobilnya dibawa oleh Ken. Arsen mengacak rambutnya frustasi.

"Holy shit!" maki Arsen sebelum masuk ke dalam taksi yang ditahannya lalu segera mengikuti mobil Fandi.  Poor for Adeeva yang sudah membuat Arsen segila ini hanya karena jalan dengan cowok lain.

Kalau dipikir-pikir buat apa juga Arsen seperti itu? Pacar aja bukan. Tapi yaudah sih terserah Arsen.

Tak lama kemudian mereka sampai di salah satu pusat perbelanjaan. Arsen terus mengikuti mereka. Dan bagusnya Arsen tidak ketahuan oleh Adeeva maupun Fandi. Sepertinya Arsen cocok jadi paparazi. Ok abaikan.

Hingga Fandi dan Adeeva sampai di gramedia. Mereka berhenti sebentar lalu berpisah. Tak membuang kesempatan, Arsen segera menghampiri Adeeva dan menariknya keluar dari gramedia.

"Arsen lo apa-apaan sih!!! Lo nyakitin gue!" Pinta Adeeva tapi tak diindahkan oleh Arsen.

Lantas saja Adeeva menyentakkan tangannya dari Arsen hingga terlepas.

"Lo kenapa sih? Jadi kek gini? Datang-datang langsung narik gitu aja!" Kesal Adeeva memegang pergelangan tangannya yang sedikit memerah karena cekalan Arsen tadi.

"Lo ngapain jalan sama Fandi?" Tanya Arsen to the point.

"Emang kenapa? Ada masalah? Kalau gue jalan sama Fandi?" Balas Adeeva menantang mengangkat dagunya dan melihat Arsen yang memang jauh lebih tinggi darinya.

"Iya MASALAH karena gue nggak suka!"

"Terus gue peduli gitu?" Ucap Adeeva yang membuat Arsen geram mulai terpancing emosi jika saja Arsen tidak mengingat bahwa seseorang di depannya ini adalah orang yang sangat ia sayangi?

"Pokoknya gak usah deket-deket sama Fandi," tegas Arsen.

"Apa hak lo ngelarang gue dekat sama Fandi? Gak ada kan? Jadi please! Jangan ikut campur urusan gue lagi. Mau gue deket sama siapapun gak usah ngelarang gue lagi. Permisi!" Tegas Adeeva lalu meninggalkan Arsen.

***

Disinilah sekarang Arsen. Duduk termenung di taman dumah sakit. Setelah dari mall, Arsen langsung ke rumah sakit melihat keadaan ibunya yang sama sekali belum ada perkembangan. Dan ya, setelah itu ia berakhir disini. Mencerna baik-baik perkataan Adeeva tadi.

"Apa status itu sangat penting? Apa nggak cukup dengan tindakan? Apa dia nggak pernah nyadar kalau dia adalah perempuan istimewa buat gue?" Gumam Arsen memandang kosong ke depan.

Arsen langsung teringat saat Adeeva berada di rumah sakit ini, taman ini, bangku ini. Saat Adeeva duduk memangku kepalanya, mengusapnya. Arsen rindu kenyamanan itu lagi. Tapi bagaimana jika yang memberikannya kenyamanan itu malah terus menjauh darinya?

"Gue pikir saat itu lo udah ngerti apa yang gue ucapin. Tapi nyatanya nggak. Huh! Cewek emang susah ditebak," gumam Arsen tersenyum sendiri masih memandang ke depan.

"Lo jadi tiang peneguh buat gue tapi lo sendiri yang merobohkan tiang itu lagi," batin Arsen lalu mengambil ponselnya di saku jaketnya dan memandangnya sebentar.

"Mau nelpon Ken. Ken kan rada gila,  percuma. Vanya gak mungkin juga. Kalau Resya pasti heboh. Tapi kayaknya bisa ngasih solusi. Semoga saja Resya bisa memanfaatkan hobinya yang suka membaca novel dengan memberikannya solusi atau apalah, 'kan banyak tuh konflik di novel novel dan penyelesaian konfliknya." Arsen segera menelpon Resya.

Entah sudah berapa kali Arsen menghubungi nomor Resya tapi tak aktif. Hal itu membuat Arsen kesal sendiri.

"Kenapa sih nih anak. Tumben banget gak aktif!" Omel Arsen sambil terus mencoba menghubungi Resya.

Seakan teringat sesuatu, Arsen terdiam sebentar dengan mulut menganga.

"Shit! Resya kan lagi perjalanan ke Jerman dan tentunya masih di pesawat. Aaarrrggghhh ****** lo Arsen!" Maki Arsen pada dirinya sendiri mengacak rambutnya.

Arsen tidak peduli pandangan orang-orang yang sedari tadi melihatnya seperti orang gila. Akhirnya Arsen beranjak dari duduknya dan pergi entah kemana.

***

Setelah peristiwa beberapa hari itu, hubungan Arsen dan Adeeva tidak seperti dulu lagi. Tak ada lagi saling tegur sapa. Tak ada lagi senyum diantara keduanya. Mereka seperti dua orang asing. Terbukti dengan Adeeva yang menatap Arsen pun rasanya enggan. Sedangkan Arsen semakin kesal saja akan sikap Adeeva itu.Tapi ia juga tidak tau harus melakukan apa.

Hubungan tidak akan membaik jika tak ada yang ingin mengalah. Itulah yang terjadi antara Arsen dan Adeeva.

Seperti saat ini, Arsen melihat Adeeva dan Fandi sedang berjalan bareng menuju kantin. Arsen melihat keakraban mereka.

Kenapa senyum kebahagiaan itu timbul bukan karena dirinya lagi? Tapi malah karena orang lain?

Tanpa sadar tangan Arsen terkepal.

"Minggir!"

-TBC-

Halooo guys

Part ini pendek + gaje banget sumpah😁

Maafin ya😉 soalnya lagi gak ada ide tapi rasanya pengen up jadi ya gini deh

Hehehe...

Ok see u next part

Mwah😘

1
Noli loliii
Aldrian kayaknya yg bantui Resya... rasanya sih dia itu si Ian. teman masa kecil Resya....
Gustein Arifin👑
kisal aldrian sma resyaa blommm thorrrr
Aisyah
kayak gak rela ni udh ending aja...Mash gantung Thor penasaran
Aisyah
kisah vano sangat menarik.eh jumpalg d kondangan nya....top markotop lani ceritanya
Aisyah
sumpah deh Thor..gara² penasaran sama ceritanya...Ampe rela diriku keluar mlm² nongkrong d depan curi wifi orng😅😅😅
Tara
Kaya kaga rela ini uda Han.. 🥺😭
Tapi thanks uda berbagi cerita. Here some cadeau 🎁. Take care🌹
Tara
Omg.. Jangan 2 Karina yg bunuh ibu n ayah Arsen.. Jahat bener.. Semoga kena azabnya😱😤😠
Tara
Alo kak.. Aku mampir boleh. Sebelum Baca langsung follow n give 5 🌟juga kasih hadiah 🎁, click Fav n like. Punten follow back ya kak. Semoga sehat selalu. Semangat!! 🤗🌹🙏
Aisyah
mampir ni thor
Anny cell
aku langsung meluncur kesini kak.....
Edward Cullen
kisahnya menarik, konfliknya lumayan berat, tapi ttp berusaha buat ngangkat hal2 yg cukup realistic di dunia nyata
Edward Cullen
ceritanya lebuh berat dari ceritanya vano aileen, tapi ngga ppa lah... soga ada Easter Egg kaya cerita vano aileen
Edward Cullen
kenapa author sering bgt bikin sosok berhoodi sih? di aileen dan vano ada doni, di sini juga ada sosok berhoodi juga....
Suwati Suwati
aq pengen ceritany Raysa dong thor....biasany cewe yg pecicilan kyak gitu cerita cintany seru
Suwati Suwati
buang aj cewe kyak Adeeva...sooookkk
dian pertiwi
up
Cahaya Warna
bingung, kan sm saudara tiri haram menikah, mahram itu terbagi dua,krn nasab(darah) dan krn pernikahan
Olan
hai thor, aku bawa like kecerita bagus mu😊 mampir juga kekarya aku ya Hate But Love😍😍
Septi Wulansari
astoge br nyadar ini si arsen sepupunya vano
Maria Rajasa
covernya Manurios nih...ceweknya siapa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!