Haloo... ini novel pertamaku..
yg di judul sebelumnya aku tamatin karna ada kesalahan. So, aku pindah ke judul ini aja..
Enjoy reading...
- - - -
Bagaimana rasanya kalau calon suami tercinta tertangkap basah sedang berkhianat??
belum sembuh luka hati, tiba-tiba...
"menikahlah dengan mas Bara, dek!"
Kata-kata itu yang sekarang membuat Nadia dilema. Menikah dengan kakak ipar sendiri??? Are you serious!??
Pengkhianatan, Kekecewaan, lalu pernikahan dadakan...
Sanggupkah Nadia melalui semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riaw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11
* I'm back...
Hhhhh, setelah drama ketik - delete - ketik - delete teruuuss karna bingung mau ngetik apa. Akhirnyaaaa bisa up lagi..
Happy reading all...~*
-------
BAB 11
Tok tok tok
“tuan, dibawah ada tuan Daniel yang ingin bertemu.” Ucap Bi ratih, ART di Rumah Bara
“Katakan padanya aku akan segera turun.”
“baik, Tuan” Bi ratih kembali ke ruang tamu untuk menyampaikan perkataan tuannya.
Setelah selesai bersiap Bara turun ke lantai bawah dengan menggendong Baby Lea.
“Tuan, ini adalah bu Lika. Baby sitter untuk Nona Lea” ucap Daniel memperkenalkan Wanita paruh baya disampingnya.
“oke, jadi bu Lika. Ini putriku Lea, Daniel harusnya sudah menjelaskan tugasmu kan?” tanya bara
“sudah tuan”
“baiklah, ibu bekerja mulai hari ini. Karna saya hari ini harus ke kantor untuk meeting penting. Semua keperluan Lea ada di kamar atas yang pintunya ber cat biru muda. Itu adalah kamar Lea” bara menjelaskan pada bu Lika
“baik, tuan”
Setelah selesai menjelaskan tentang keperluan putrinya dan memperkenalkan Bu Lika pada semua pekerja di rumahnya, Bara menyerahkan Baby Lea pada Bu Lika dan kemudian berangkat ke kantor dengan Daniel dan supirnya, Pak Anto.
\-\-\-
Sesampainya di kantor, Bara langsung menuju ke ruangannya didampingi dengan asisten pribadinya, Daniel.
“Pagi, Pak”
“selamat pagi, pak” sapa para karyawan yang berpapasan dengannya. Tapi hanya dibalas dengan lirikan saja. Tanpa suara, apalagi sekedar senyuman.
“apa jadwalku hari ini?” tanya Bara pada asistennya setelah mereka sampai di ruangan.
“Jam 9.30 akan ada rapat dengan PT. Sentosa tentang kerjasama di bidang tekstile. Kemudian setelah makan siang ada pertemuan dengan DD food, mereka ingin kita menjadi supplier untuk toko mereka.” Jelas Daniel
“jam 4 sore ada janji dengan nona Diana dari Dee Fashion House, mereka ingin agar kita bersedia menjadi supplier untuk butik mereka.” Lanjutnya
“Huuft…” Bara menghela nafas karna jadwalnya hari ini akan benar\-benar padat. Ia melihat pada jam yg melingkar di pergelangan tangan kirinya. Masih pukul 9.00, artinya dia masih punya 30 menit lagi utuk persiapan meeting.
“Baiklah, kembali ke ruanganmu.”
“Baik, Tuan” Daniel kemudian keluar dari ruangan Presdirnya dan menuju ke ruangannya.
Tok..tok..tok..
“masuk!”
Ceklek
“permisi, Pak. Ini ada beberapa dokumen yang membutuhkan tanda tangan Anda.” Ucap Suci
“letakkan saja di meja, nanti ku periksa” ucap Bara yang masih setia menunduk dan berkutat dengan laptopnya.
“Baik, Pak. Permisi” Suci kemudian keluar dari ruangan presdirnya itu. Suci adalah sekertaris Bara di kantor. Dan hanya dia yang benar\-benar betah serta cocok dengan cara kerja Bara yang perfeksionis dan sangat tegas dalam bekerja. Terlebih lagi sikap Bara yang dingin dan tidak tersentuh oleh orang luar.
Tok..tok..tok..
Terdengan suara seseorang sedang mengetok pintu ruangan Bara
“masuk!”
Ceklek
“Tuan, sudah waktunya menuju ruang rapat.” Ucap Daniel yang menjemput tuannya untuk rapat.
“baiklah, ayo kesana!” ucap Bara setelah melirik jam yang melingkar di tangan kirinya. Jam 9.25
\-\-\-\-
Terimakasih