NovelToon NovelToon
Top Martial Arts

Top Martial Arts

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Pendekar / Contest / Fantasi Timur
Popularitas:158.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Yusuf Bagus Fahrozi

Seorang anak laki-laki yang lemah dan tidak mempunyai bakat belajar seni bela diri seperti dua saudarinya, kondisi Chen Fan memburuk ketika ia kehilangan kapasitas mentalnya, karena sebuah kejadian yang tidak disengaja oleh para pendekar dan orang dari Kultus Demonic. Dia tumbuh sebagai Idiot yang terkenal di desa, tapi tanpa diketahui semua orang, hidupnya akan segera berubah, dan takdir baru akan menantinya. Ketika Chen Fan berumur 18 tahun, tidak hanya dia memiliki pencerahan tetapi kekuatan seni bela diri yang tak terkalahkan mulai muncul di tubuhnya. Kejadian apakah yang akan menantinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusuf Bagus Fahrozi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kota Fuzhou

Karena kabar pertarungan antara Liu Kang melawan Huan Bi akan di lakukan di kota Fuzhou tersebar luas.

Selama beberapa hari sebelumnya, ada banyak orang dari berbagai wilayah serta dari beberapa faksi datang ke kota ini. Kota Fuzhou yang biasanya sudah ramai sekarang menjadi tempat lautan manusia yang sibuk dengan kebisingan dan kegembiraan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Hanya beberapa saat lalu kita dikelilingi daratan yang luas, dan disini kita sudah berada di antara kerumunan besar orang." Chen Fan cukup takjub melihat apa yang disekitarnya.

Li Yi menjelaskan dengan santai, "Ini karena betapa pentingnya Liu Kang dan Huan Bi, dan seberapa jauh mereka mencapai ketenaran. Orang kuat yang tak terhitung banyaknya telah berkumpul untuk menyaksikan pertempuran antara dua master seni bela diri yang hebat. Ini adalah kesempatan yang langka untuk melihat pertarungan antara dua master hebat, wajar jika orang-orang terbaik berkumpul untuk menonton mereka."

Orang-orang yang datang di kota ini adalah orang-orang yang luar biasa, tapi Chen Fan tidak peduli dia hanya ingin bertemu adiknya.

"Kelompok kita hanya akan tinggal disini selama dua hari, kamu dapat menggunakan waktu dengan bebas." Ucap Li Yi.

"Aku mengerti, terimakasih. Aku akan pergi sekarang sampai jumpa lagi." Chen Fan turun dari kereta kuda dan mengangkupkan kedua tangannya pada Li Yi.

"Baiklah." Li Yi tersenyum hangat.

Setelah Chen Fan pergi, Ki Wukan yang berjalan disamping kereta kuda Li Yi bertanya, "Kenapa nona begitu tertarik dengan bocah pemilik penginapan itu?"

"Tertarik?Itu hanya berbagi percakapan dengan orang yang berpandangan cerah untuk menghilangkan kecemasanku." Jawab Li Yi.

"Orang berpandangan cerah?" Tanya Ki Wukan.

"Ayu pergi. Terimakasih padanya, aku lebih santai sekarang."

Karena beberapa waktu yang lalu ia berbicara sedikit dengan Chen Fan, suasana didalam hatinya menjadi santai. Hal tersebut semakin meyakinkan hati Li Yi, dia tidak boleh membiarkan orang yang membenci keluarganya menyingkirkannya. Dia adalah seorang wanita terhormat dia harus percaya diri.

Tidak peduli apa, dia harus mencoba untuk mencapai kesepakatan yang akan memungkinkan keluarganya agar dapat kembali ke klan pusat.

"Wah... di daerah kota pusat ada begitu banyak orang, bagaimana caraku untuk menemukan Mei Yin dan Mingmei?"

Chen Fan berjalan sekarang dia berada di daerah kota pusat, tapi saat dia berjalan dia telah diperhatikan oleh beberapa wanita penghibur.

"Hei tampan, kemarilah. Aku akan menunjukan sesuatu yang bagus."

Seorang wanita penghibur tiba-tiba merangkul tangan kiri Chen Fan.

"Hei kau! Aku telah melihatnya dulu! Kemarilah tuan."

Dan wanita penghibur yang lain juga tiba-tiba merangkul tangan kirinya.

Chen Fan malu, tapi saat itu pandangannya teralihkan oleh sekelompok orang yang lewat. Melihat lebih detail dia menemukan Chen Mei Yin dan Chen Mingmei di kelompok itu dan akhirnya kontak mata mereka bertemu.

"Ah! Mei Yin, Mingmei!" Teriak Chen Fan.

Tapi Chen Mei Yin dan Chen Mingmei langsung memalingkan wajah mereka seperti orang asing, itu dikarena kan mereka malu dengan kelakuan Chen Fan bersama dua wanita penghibur di siang hari.

"Huh? Mei Yin... Mingmei..." Chen Fan bingung, kenapa mereka berdua merasa asing kepadanya.

"Cih! Pendekar apa yang bermain dengan wanita penghibur ditempat ini?"

"Aku bahkan tidak mau melihatnya, apa dia seorang prajurit di kota ini?"

"Haha. menyedihkan."

Murid Sekte Beiyang yang melihatnya memandang rendah pria muda itu yang sebenarnya merupakan kakak Chen Mei Yin dan Chen Mengmei, yaitu Chen Fan.

"Tung... tunggu! Bukankah itu Huan Bi?" ucap salah satu murid Sekte Beiyang yang melihat sosok Huan Bi yang memakai jubah hitam.

"Shh! Jika perilaku cerobohmu membuatnya tersinggung, kau tidak tahu nasib apa yang akan kau hadapi!" Murid Sekte beiyang yang lain memperingkatkan.

Huan Bi berjalan, lalu dia berhenti tepat di depan Chen Fan.

"Huh?"

"Kita akan pergi sekarang."

Dua wanita penghibur itu takut dan menjauh dari Chen Fan dan Huan bi.

Chen Mei Yin dan Chen Mingmei yang melihatnya seketika tersentak, "Tunggu apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Huan Bi berhenti di depan kakakku?!"

"Oh tidak! Apa dia akan menghukumnya karena pendekar terlibat dengan wanita penghibur? Sebagai contoh untuk membuatnya sebagai sorotan?"

"Banyak pendekar yang telah mati ditangannya, bahkan dia membunuh para pendekar seperti serangga! Bagaimana mungkin kakak terlibat dalam situasi seperti ini?"

Chen Mei Yin dan Chen Mingmei khawatir dengan kondisi Chen Fan, mereka berdua bersiap mengeluarkan pedang mereka jika Huan Bi berniat melukai Chen Fan.

Chen Fan memandang Huan Bi yang mempunyai tubuh lebih besar dan lebih tinggi darinya, tapi wajah Huan Bi tidak terlalu jelas karena bagian atas wajahnya sedikit tertutup jubah.

Tangan Huan Bi mulai bergerak, Chen Mei Yin dan Chen Mengmei menjadi panik, "Sial! Jika kami ikut campur, kami pasti akan mati! Tapi tidak peduli apapun...! Ugh!"

Apa yang dibayangkan Chen Mei Yin dan Chen Mengmei tidak terjadi, Huan Bi hanya memegang pundak Chen Fan dan berkata, "Aku melihatmu sehat dan penuh energi. Aku ingin tahu akan menjadi apa kau di masa depan.

"Apa?" Chen Fan terkejut. Lalu ia sadar, "Ah! Apa anda Huan Bi?"

"Ada banya mata yang mengawasi kita saat ini, jadi ayo akhiri percakapan kita sekarang." Jawab Huan Bi.

"Ah... baiklah." Ucap Chen Fan.

Huan Bi berbalik pergi dan Chen Fan memandanginya dari belakang, bukan hanya dia saja orang lain juga memandangi Huan Bi sebagai perhatian pusat.

"Apa-apaan tadi? Siapa sih pria yang bertingkah seperti dia dekat dengan Huan Bi?"

"Apa maksudmu dekat?"

"Dia mungkin baru saja diperingatkan untuk tidak pergi ke tempat pelacuran."

Orang-orang disekitar saling berpendapat.

Chen Mei Yin dan Chen Mingmei menghembuskan nafas lega, "Ternyata tidak terjadi apa-apa, tapi apa yang dilakukan kakak bodoh kami disini?" Mereka berdua memandang Chen Fan yang sedang memelototi mereka berdua, seketika Chen Mei Yin dan Chen Mingmei jengkel, "Kakak idiot itu! Beraninya dia memelototi kami!? Tidak cukup dia sudah menyiksa ayah dan ibu selama ini, tapi sekarang dia memutuskan untuk bermain dengan wanita penghibur? Apa yang sebenarnya dia pikirkan!"

Chen Fan berbalik dengan muka kesal, "Huh! Dua adik bodoh itu! Hanya karena aku bertingkah seperti orang bodoh selama ini, mereka berdua bertingkah seperti tidak mengenalku?"

Akhirnya Chen Fan berjalan menjauh dengan muka kesal, begitu pula dengan Chen Mei Yin dan Chen Mengmei pergi menjauh dengan muka jengkel.

1
alexander
bagus ceritanya
Muhammad Maser
Lumayan
Simon Samson
trus up LG Thor cerita yang menarik untuk dibaca
Abi
seruuu
Hardi Adit
belajar lgi thor...kalau mcem gini anak SD jga bisa....gk selera bacanya
Salsabila Salsabila
lanjut
Salsabila Salsabila
ok
Heri Heri
yah berhenti
Heri Heri
lanjut Thor sampai tamat
🌻Ruby Kejora
Hai kk... Salam kenal n sukses, 🌼🌼❤️
Agus Unyil
lanjut
Aswantio Wasito
cobalah memakai istilah dg bhs mandarin itu lebih menunjukkan author tidak melupakan asal usul kungfu
Aswantio Wasito
klo bisa nggak usahlah memakai istilah asing...yang wajar saja
Aswantio Wasito
wah hanya dg pandangan mata membuat jarum hancur jadi debu padahal dilempar dg tenaga dalam
Aswantio Wasito
apa chen fan nantinya bisa jadi jagoan?
Aswantio Wasito
sepertinya chen fan ini mudah tersinggung
Medi Makassa
lanjutnnya mana
Tri Julianto
27.03.22.....tk ada kejeladan mo d up pa ndak...
Super Bedjo
kata kata nya masih rancu
Zahara
mantap thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!