Cinta.......
Ketika kata itu menyapa, bukan mustahil akan diiringi dengan luka. Karna mencintai harus siap terluka.
Tapi, bagai mana jika yang mencintai dan yang di cintai ini. Sama-sama ingin memiliki. Tapi keadaan yang sulit, yang membuat yang mencintai harus terluka karna yang mencintai tak ingin melihat yang ia cintai itu merasa sedih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
Esok nya, Lia dan Esy berangkat bersama. Setelah sampai di kampus, tak seperti biasa nya. Arka tidak ada di depan gerbang kampun.
Biasa nya, Arka akan menunggu Lia masuk kampus. Hanya untuk menyapa gadis itu, dan menggoda Lia saat Lia datang.
"Lia, di mana pangeran mu, kok gak kelihatan hari ini Lia." kata Esy.
"Mungkin belum datang Sy, karna kita kepagian kali ya." kata Lia.
"Lia, kita datang jam biasa lho. Mungkin lebih telat sedikit kali ya." kata Esy.
"Mungkin Arka sibuk, masa harus nunggu kita setiap hari di depan gerbang sih." kata Lia.
"Eh... Ada yang salah dengan kata kita itu Lia." kata Esy.
"Salah nya di mana sih." kata Lia.
"Bukan kita Lia, kamu kamu. Arka gak nunggu aku lho, dia nunggu kamu." kata Esy
"Ah, udah deh membahas Arka. Sekarang mending kita masuk kelas deh." kata Lia.
Esy ikut apa yang Lia kata kan, mereka langsung masuk kelas. Dosen yang akan mengajar mereka pun masuk. Mereka belajar dengan tenang.
Sedang kan di rumah Arka, Arka masih terbaring di atas tempat tidur di kamar nya. Terbaring lemah dengan mata yang tertutup, Arka masih dalam keadaan sakit nya.
Di sana juga ada Intan dan mama Arka yang sedang menunggu Arka bangun.
"Intan, kamu gak kuliah nak." kata mama.
"Hari ini Intan izin tante, Intan mau temani tante untuk menjaga Arka." kata Intan.
"Baik lah... Tapi mama kamu tahu kan nak. Kamu kesini untuk jagain Arka." kata mama.
"Tahu tante, Intan udah minta izin tadi sama mama." kata Intan.
"Kenapa gak di bawa kerumah sakit aja tante, kan rumah sakit akan lebih gampang merawat nya." kata Intan lagi.
"Arka tidak akan mau kerumah sakit Intan, dan lagian dokter Hendra juga lengkap kok peralatan nya." kata mama.
Intan terdiam, Arka memang tidak suka suasana rumah sakit. Bahkan ia sangat tidak suka di rumah sakit.
Setelah pelajaran selesai, Lia duduk di taman. Ia kehilangan Arka sekarang. Arka tidak ada di kelas nya, juga tidak ada mobil Arka di parkiran.
Lia duduk di taman sendirian, karna Esy sedang makan di kantin kampus. Hati nya terasa sepi saat Arka tidak ada hari ini.
Karna ia telah terbiasa dengan keberadaan Arka selama ia kuliah di kampus ini. Jadi saat Arka tidak ada rasa nya sangat sepi di kampus ini.
"Lia, kamu kok bengong aja dari tadi sih."kata seorang laki-laki.
"Eh,,,, kamu siapa ya. Kok kenal nama ku sih?" kata Lia.
"Ya... Kenapa gak kenal Lia, orang kita satu kelas. Hanya saja kamu tak memperhati kan aku." kata cowok itu.
"Sekelas ya, maaf ya aku gak perasaan soal nya." kata Lia.
"Gak papa Lia, biasa lah. Orang gak ganteng mana ada yang memperhati kan." kata cowok itu.
"Maaf deh, aku benar-benar gak ingat deh." kata Lia.
"Oh ya, nama ku Eza Lia. Kita sekelas ya, aku harap kamu jangan lupa lagi sama aku dan nama ku." kata cowok itu.
"Eza,,,, maaf ya Za. Aku gak perasaan lihat kamu di kelas." kata Lia.
"Selama ini kamu sering bersama cowok tampan itu, jadi mana bisa lihat cowok yang biasa-biasa aja kayak aku ini Lia." kata Eza.
"Apaan sih Za, yang kamu maksud itu Arka ya." kata Lia.
"Iya mungkin Lia, hanya saja aku takut dekat sama kamu jika pangeran mu ada. Tapi hari ini aku lihat kamu sendirian di sini, aku berani kan diri aja dekat sama kamu." kata Eza.
Lia dan Eza pun bicara, mereka saling bertukar cerita. Banyak hal yang mereka bicara kan.
sll ttp berkarya dan sukses. di tunggu karya berikut nya. ttp semangat buat penulis...
TIDAK ADA NILAI PAHALANYA BUAT INTAN.. YG ADA INTAN MNDAPATKN DOSA YG BESAR.. KRN INTAN BUNUH DIRI BKN DALAM RANGKA JIHAD MLAWAN KAUM KAFIR..