NovelToon NovelToon
Aku Pergi Dan Tak Kembali

Aku Pergi Dan Tak Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yanti Topato

Mona Gradies, wanita 26 tahun yang ceria, blak-blakan, dan sedikit ceroboh, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah bekerja di Aditama Group—perusahaan milik Wira Aditama, seorang CEO berusia 30 tahun yang dikenal dingin, tegas, berwibawa, dan gila kerja.
Di balik sikapnya yang tampak sempurna, Wira menyimpan dunia yang penuh kontrol, aturan, dan jarak dari siapa pun. Namun Mona hadir seperti gangguan yang tidak bisa ia atur—berisik, ceroboh, tapi jujur dan hangat.
Awalnya hanya kesalahan kecil dan perdebatan sepele di kantor. Tapi semakin lama, batas profesional dan perasaan mulai kabur.
Hingga satu peristiwa mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti Topato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2- Dari markenting ke sekertaris

Dari Marketing ke Sekretaris

Pagi di Aditama Group selalu terasa sama: cepat, dingin, dan penuh tekanan, namun bagi Mona Gradies, pagi ini terasa berbeda.

Belum sampai ia sempat duduk di meja divisi marketing, Rani sudah berdiri di depannya dengan wajah sedikit serius.

“Mona, kamu dipanggil ke lantai atas,” ucap Rani.

Mona mengernyit kecil. “Lantai atas?”

Rani mengangguk. “Langsung ke sekretariat CEO.” Kalimat itu membuat beberapa orang di sekitar mereka saling berpandangan.

“CEO?” bisik seseorang.

“Baru hari kedua…” Mona sendiri terdiam sejenak. Bukan takut, tapi heran.

“Kenapa saya?” tanyanya pelan.

Rani mengangkat bahu kecil. “Aku juga tidak tahu. Tapi ini instruksi langsung.”

Mona menarik napas. “Baik.”

Lift menuju lantai paling atas terasa lebih lambat dari biasanya. Mona menatap angka yang terus naik. Lantai 20… 25… 30… Semakin tinggi, semakin sunyi.

Ding

Pintu terbuka. Lantai CEO, berbeda jauh dari lantai lain, suasana di sini hampir tidak bersuara. Bahkan langkah kaki terasa terlalu keras untuk ruangan ini. Seorang wanita dengan pakaian formal hitam sudah menunggu di depan pintu.

“Kamu Mona?” tanyanya tegas.

“Ya.”

“Masuk.” Tidak ada basa-basi.

Ruang sekretariat CEO luas, tapi dingin. Semua tertata sempurna. Tidak ada yang terlihat berantakan sedikit pun. Di tengah ruangan, beberapa staf sibuk bekerja cepat. Wanita tadi menunjuk sebuah meja kosong.

“Mulai hari ini, kamu pindah ke sini.”

Mona terkejut kecil. “Pindah?”

Wanita itu menatapnya datar. “Kamu akan jadi sekretaris tambahan untuk CEO.”

Ruangan langsung sedikit gaduh kecil.

“Sekretaris tambahan?” tanya Mona tidak percaya.

“Baru dua hari kerja…”

Mona menatap sekeliling, lalu kembali pada wanita itu.

“Maaf, tapi saya sebelumnya di marketing. Saya belum pernah jadi sekretaris.”

Wanita itu tidak berubah ekspresi.

“Di sini bukan tempat untuk ‘belum pernah’. Di sini tempat untuk bisa atau tidak bisa.” Kalimat itu membuat ruangan kembali hening.

Lalu sebuah suara berat terdengar dari arah pintu.

“Biarkan dia coba.” Semua langsung menoleh.

Wira Aditama berdiri di sana. Seperti biasa, rapi, tenang, dan sulit ditebak. Mona menoleh perlahan, tatapan mereka bertemu, hanya sesaat, tapi cukup membuat udara terasa berbeda. Wira melangkah masuk tanpa ekspresi.

“Sekretaris saya butuh orang tambahan,” katanya datar. “Dia akan belajar di sini.”

Wanita tadi mengangguk cepat. “Baik, Pak.”

Tidak ada yang berani membantah. Mona dipersilakan duduk di meja barunya. Di depannya sudah ada komputer, jadwal meeting, dan tumpukan agenda CEO yang terlihat… tidak main-main. Ia menatap semuanya sebentar.

“Ini bukan pekerjaan ringan…” gumamnya pelan.

Namun ia tetap duduk. Tak lama kemudian, pintu ruang CEO terbuka.

“Masuk.”

Mona masuk mengikuti instruksi. Wira duduk di kursinya, membaca dokumen tanpa mengangkat kepala.

“Duduk,” ucapnya singkat.

Mona duduk dengan rapi. Hening beberapa detik, Wira akhirnya menatapnya.

“Kamu tahu kenapa kamu ada di sini?” ujar Wira.

Mona menggeleng pelan. “Belum, Pak.”

Wira meletakkan pena di atas meja.

“Karena kamu tidak panik kemarin.” Mona terdiam.

Wira melanjutkan, suaranya tetap datar.

“Dan karena kamu bekerja tanpa banyak alasan.” Ruangan sunyi.

Mona menatapnya, masih belum sepenuhnya mengerti.

“Mulai hari ini kamu belajar jadi sekretaris saya,” lanjut Wira. “Kalau tidak bisa mengikuti ritme, kamu kembali ke marketing.”

Mona mengangguk pelan. “Baik, Pak.”

Wira berdiri, mengambil jasnya.

“Jangan banyak tanya. Ikuti saja.” Lalu ia berjalan keluar.

Hari itu, Mona resmi bukan lagi staf marketing. Ia adalah sekretaris CEO Aditama Group dan tanpa ia sadari, keputusan itu bukan sekadar perubahan pekerjaan, tapi awal dari hidup yang akan jauh lebih rumit dari sebelumnya.

Karena bekerja dekat dengan Wira Aditama bukan tentang kemampuan saja, tapi tentang bertahan di bawah tekanan… dan tatapan yang sulit ditebak itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!