NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Pengantin : Gadis Berniqab Dan Cassian Noir

Rahasia Sang Pengantin : Gadis Berniqab Dan Cassian Noir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:917
Nilai: 5
Nama Author: nurproject

Penerbangan dua belas jam menuju Kanada seharusnya menjadi awal hidup baru yang tenang bagi Aisya. Gadis sederhana yang hanya ingin mengejar mimpinya itu tidak pernah menyangka bahwa kursi economy class yang ia tempati akan membawanya masuk ke dalam pusaran hidup Cassian Noir.

​Cassian, pria dengan aura mengintimidasi dan tatapan setajam silet, duduk di sana bukan untuk berlibur. Ia sedang melarikan diri dari pengkhianatan di organisasinya. Pertemuan singkat di atas Samudra Atlantik itu bermula dari sebuah ketidaksengajaan—sebuah bantuan kecil dari Aisya yang justru membuat Cassian melihat sesuatu yang berbeda di balik niqab gadis itu: Ketulusan tanpa rasa takut.

​Namun, sebuah insiden di tengah penerbangan memaksa mereka untuk mendarat dalam situasi yang tidak terduga. Cassian yang terluka dan terpojok mengklaim Aisya sebagai "pengantinnya" demi menyelamatkan nyawa gadis itu dari musuh yang sudah menunggu di bandara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurproject, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Selamat Datang di Tanah Dingin

​Udara dingin Toronto langsung menusuk hingga ke tulang saat Aisya melangkah keluar dari garbarata Bandara Internasional Pearson. Meskipun ia sudah memakai jaket tebal di atas gamisnya, suhu musim gugur di Kanada tetap terasa asing baginya yang terbiasa dengan panasnya Jakarta.

​"Aisya, jangan melamun. Pegang tasmu erat-erat, di sini sangat ramai," Paman Hamdan mengingatkan sambil menarik koper kabin mereka menuju area imigrasi.

​Aisya mengangguk, namun pikirannya masih melayang. Bayangan sepasang mata biru abu-abu yang dingin dari pesawat tadi seolah terus menghantuinya. Ia merasa sangat malu setiap kali mengingat kejadian di depan toilet. Semoga aku tidak pernah bertemu dengannya lagi, batin Aisya sambil membetulkan letak niqabnya.

​Setelah melewati proses imigrasi yang panjang, mereka tiba di area pengambilan bagasi yang sangat padat. Koper-koper besar mulai berjatuhan ke sabuk berjalan yang berputar.

​"Paman, itu koper kita!" seru Aisya sambil menunjuk sebuah koper merah besar.

​Karena tidak ingin merepotkan pamannya, Aisya mencoba menarik koper itu sendiri. Namun, itulah masalahnya. Sifat cerobohnya beraksi di saat yang tidak tepat. Saat ia menarik koper merah itu, ujung gamisnya tersangkut di roda koper penumpang lain.

​"Eh? Tunggu... aduh!"

​Aisya kehilangan keseimbangan. Tubuhnya limbung ke depan, hampir saja menabrak tumpukan koper di troli milik orang di sebelahnya.

​Greb.

​Sebuah tangan kuat menangkap bahu Aisya, sementara tangan lainnya dengan sigap menahan koper merah yang hampir menimpa kaki gadis itu.

​Aisya mendongak dengan napas terengah. Di hadapannya berdiri seorang pria tinggi dengan mantel wol hitam yang sangat elegan. Cassian Noir.

​Mata biru abu-abunya menatap Aisya dengan datar, namun ada kilatan geli yang tersembunyi di sana.

"Kau lagi, Aisya. Aku mulai berpikir kalau 'ceroboh' adalah nama tengahmu."

​Aisya langsung menarik diri dengan gugup setelah menyadari siapa yang menolongnya. "Tuan Noir? Anda... Anda belum pulang?"

​"Aku sedang menunggu asistenku mengambil mobil," jawab Cassian singkat. Ia melepaskan koper merah Aisya ke lantai dengan gerakan yang sangat berwibawa. "Dan kau? Baru mendarat sudah hampir membuat kakimu patah oleh koper sendiri?"

​Aisya menunduk, matanya yang hitam pekat menatap ujung sepatunya dengan penuh rasa malu.

"Terima kasih, Tuan. Saya hanya mencoba membantu paman saya."

​"Aisya! Siapa itu?" Paman Hamdan datang mendekat dengan wajah heran melihat keponakannya sedang berbicara dengan pria asing yang tampak sangat kaya dan berkuasa.

​Cassian menegakkan tubuhnya, memberikan kesan CEO yang sangat formal. Ia menatap Paman Hamdan sejenak, lalu kembali menatap Aisya.

​"Jaga keponakanmu dengan baik, Tuan. Dia sepertinya magnet bagi masalah," ujar Cassian dengan nada dingin namun tidak kasar.

​Sebelum Paman Hamdan sempat bertanya lebih lanjut, seorang pria berseragam rapi datang menghampiri Cassian. "Mobil sudah siap di depan, Sir. Jadwal rapat dengan Board of Directors dimulai satu jam lagi."

​Cassian mengangguk. Tanpa sepatah kata pamit lagi, ia melangkah pergi dengan aura kepemimpinan yang sangat kuat, meninggalkan Aisya yang masih terpaku dan Paman Hamdan yang bingung.

​"Siapa dia, Aisya? Teman kampusmu nanti?" tanya Paman Hamdan heran.

​Aisya menggeleng cepat. "Bukan, Paman. Hanya... orang yang duduk di depan saya di pesawat tadi."

​Aisya memperhatikan punggung Cassian yang menjauh. Ia tidak tahu bahwa ini bukanlah pertemuan terakhir mereka. Karena universitas tempat Aisya kuliah, ternyata mendapatkan beasiswa besar dari salah satu perusahaan di bawah naungan Noir Group.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!