NovelToon NovelToon
Sistem Dewa Matahari

Sistem Dewa Matahari

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Aditya Pratama, pemuda yatim piatu yang dihina keluarga angkatnya, bekerja sebagai cleaning service di perusahaan konglomerat Pradipa Group. Hidupnya jungkir balik ketika secara tak sengaja menemukan liontin kuno di ruang rahasia sang pemilik perusahaan—yang ternyata adalah pusaka terakhir dari era dewa-dewa. Liontin itu mengaktifkan "Sistem Dewa Matahari", memberinya kemampuan melampaui nalar manusia. Dengan sistem ini, Aditya bertekad membalaskan dendam keluarganya, menaklukkan panggung dunia, dan menyingkap misteri di balik hilangnya para dewa 10.000 tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Detik-Detik Penyelamatan

Aditya menerjang pintu tangga darurat lantai 48 dengan bahunya. Bunyi alarm semakin memekakkan telinga, bercampur dengan jeritan panik dari dalam ruangan.

Kantor Presiden Direktur.

Pintu kayu mahoni itu terbuka setengah. Di dalam, empat pria bertopeng hitam menodongkan pistol ke arah seorang wanita berbalut blazer putih. Wanita itu—Alesha Putri Pradipa—berdiri tegak di belakang mejanya, rahangnya mengeras. Tidak ada air mata. Tidak ada permohonan.

"Dasar perempuan sombong," geram salah satu penyerang. "Kau pikir kami main-main?"

"Kalian tidak akan keluar hidup-hidup dari gedung ini," suara Alesha dingin seperti es. "Satpam sudah mengepung."

"Satpam? Yang tadi kami lumpuhkan di lobi?" Penyerang itu tertawa. "Sekarang serahkan kunci brankas atau kepalamu kami hancurkan."

Aditya menyelinap di balik dinding, jantungnya berdetak seperti genderang perang. Matanya mengamati situasi.

Gunakan skill-ku.

Ia memfokuskan pandangan pada penyerang terdepan. Tiga detik.

All-Seeing Eye Teraktivasi.

Nama: Rudi Hartono

Level: Mantan TNI, dipecat karena kasus pembunuhan

Kekuatan: 28

Kelemahan: Lutut kiri cedera kronis, buta warna parsial, emosi labil

Panel informasi itu melayang di atas kepala sang penyerang. Aditya menghela napas. Kekuatan 28 melawan 5 miliknya. Seperti semut melawan belalang.

Tapi ia melihat kelemahannya.

Lutut kiri.

Aditya mengedarkan pandangan. Di sampingnya, sebuah alat pemadam api tergantung di dinding. Di lantai, pecahan kaca dari vas bunga yang jatuh berserakan. Dan di belakang Alesha, sebuah lemari besi besar dengan logo Pradipa Group—brankas yang dimaksud para penyerang.

Ia harus bertindak. Sekarang.

"AAAARGH!"

Aditya berteriak sekeras-kerasnya sambil melemparkan alat pemadam ke arah lampu gantung kristal di atas para penyerang.

Brak!

Lampu itu jatuh tepat di tengah mereka. Percikan kaca dan api kecil dari korsleting membuat kekacauan.

"APA ITU?!" Salah satu penyerang menoleh.

Dalam tiga detik kekacauan itu, Aditya sudah melesat. Bukan ke arah para penyerang—ia terlalu lemah untuk bertarung langsung—melainkan ke arah Alesha. Tangannya meraih pergelangan tangan sang CEO.

"Nyonya, ikuti saya!"

"Kau—siapa kau?!" Mata Alesha membelalak. Ia belum pernah melihat pemuda berseragam cleaning service seberani ini.

"Orang yang akan menyelamatkan Anda. Cepat!"

Satu penyerang berhasil bangkit. Pistolnya terangkat.

Aditya tidak berpikir. Ia mendorong Alesha ke balik meja kayu jati—cukup tebal untuk menahan peluru kaliber kecil—lalu menghambur ke arah penyerang dengan lutut cedera.

Tendangannya mengarah tepat ke lutut kiri Rudi.

"AAARGH!"

Rudi tumbang. Pistolnya terlepas. Aditya menyambarnya dan tanpa ragu membalikkan popor pistol ke kepala penyerang kedua yang masih terhuyung dari jatuhan lampu.

Duk!

Satu pingsan.

"KAU!"

Penyerang ketiga dan keempat sudah siap. Dua pistol mengarah ke Aditya.

Ia terpojok.

"Kau pikir kau pahlawan, bocah sampah?" geram penyerang ketiga sambil mengokang pistol.

Aditya mengangkat tangan—satu masih memegang pistol yang bahkan belum ia tahu cara menembakkannya. Otaknya berpacu.

Pintu darurat? Terlalu jauh.

Jendela? Lantai 48.

Sembunyi? Tidak ada—

"BERHENTI!"

Suara Alesha menggelegar. Ia berdiri, kali ini dengan sebuah tablet di tangannya. Wajahnya menunjukkan seringai dingin.

"Kalian lihat ini?"

Di layar tablet, puluhan titik merah berkedip—mengelilingi lantai 48 dari segala sisi.

"Pasukan khusus keluarga Pradipa sudah di koridor. Dalam dua menit, kalian akan menjadi mayat. Tapi..." Alesha melirik jam di pergelangan tangannya. "...kalian bisa menyerahkan diri sekarang dan kujamin kalian hanya masuk penjara, bukan liang kubur."

Para penyerang saling pandang.

Detik-detik berlalu.

"WAKTU KALIAN TIGA PULUH DETIK!"

Itu gertakan. Aditya tahu—karena di panel All-Seeing Eye-nya, Alesha hanya menggertak. Angka "Kegugupan: 87%" melayang di atas kepala sang CEO. Tidak ada pasukan khusus. Hanya mereka berdua melawan dua penyerang bersenjata.

Tapi gertakan itu berhasil.

"Kita keluar sekarang!" Penyerang ketiga berteriak, lalu keduanya kabur melalui tangga darurat yang sama—berlawanan arah dengan koridor yang ditunjuk Alesha.

Hening.

Hanya suara dengung lampu darurat dan alarm yang masih meraung.

Alesha ambruk di kursinya. Tangannya gemetar—tapi hanya sebentar. Wanita itu segera menegakkan punggungnya, menatap Aditya yang masih berdiri dengan pistol di tangan.

"Jatuhkan senjata itu," perintahnya, suaranya kembali stabil. "Dan jelaskan: sejak kapan cleaning service dilatih militer?"

Aditya menurunkan pistol. Air mata hampir menggenang di matanya—bukan karena takut, tapi karena adrenalin yang tiba-tiba surut. Seluruh tubuhnya bergetar.

"Aku... aku hanya—"

DING!

Misi Selesai: Selamatkan Nyonya Alesha Putri Pradipa.

Hadiah: Pil Pemurnian Tubuh Level 1 (dikirim ke inventaris), 100 Koin Sistem.

Waktu: 23 jam 47 menit tersisa. Efisiensi: Luar Biasa.

Bonus: 50 Koin tambahan untuk metode penyelesaian tanpa korban jiwa.

Misi Bonus Terbuka: Dapatkan Perhatian Sang CEO.

Aditya menatap panel holografik di depannya. Kemudian menatap Alesha yang masih menunggu jawaban.

"Nyonya... ini akan sulit dipercaya."

Alesha menyilangkan kaki. "Coba saja."

1
Sebut Saja Chikal
hmmm dipikir" ada yg ilang. hadiah terima tawaran si alesha ko ga dapet. 500 koin + pil
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨
Kak, Bisa Follow kembali, ada hal penting🙏
alexander
bagus ceritqnya
Davide David
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!