Tia adalah Seorang perempuan Desa yang merantau ke kota untuk memperbaiki perekonomian keluarga.Dia perempuan cerdas, tangguh,dan menyayangi ibunya.Singkat cerita Dia menemukan jodohnya dan membawa ibunya tinggal di kota bersamanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yantiri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 Permainan Jesika
Seperti Biasa aku berangkat ke sekolah dengan motor bututku.Pagi ini cerah seperti hatiku yang sedang berbunga,entah apa yang terjadi nanti di sekolah.Tiba disekolah, aku parkirkan motorku disamping motor pak Subur.Akupun berlari segera masuk kelas karena bel sudah berbunyi.
Tiba dikelas akupun langsung duduk dan menunggu pembelajaran dimulai. Hatiku mulai gelisah, sepertinya ada yang tidak beres.Aku geser dudukku,tp koq nempel gak bisa bergerak.Jangan-jangan ada ngasih lem di kursiku. "Tia,kamu baik-baik saja".kata guruku. Pandanganku kearah Jesika yang daritadi tersenyum kepadaku.Senyum yang penuh misteri.
"Kenapa?rok bututmu nempel?,"kata Jesika. Makanya orang miskin jangan ada disini,paham!!. Semua orang menertawakanku. Aku mencoba berdiri,dan rokku robek. Segera ku tutup dengan jaket.Aku menghampiri Jesika. Kutarik rambut panjangnya,"Jangan selalu mengganggu,Jesika!!". ketika aku berbalik, dia mendorongku. Amarahnya membuat semua orang diam,tidak ada satu pun menolongku.
Kepalaku memar kena ujung meja, aku ditendang dan disiram air bekas pel. Teman-teman hanya diam tanpa menolongku. Kulihat dari arah pintu Jason berdiri menghampiriku dan membawaku ke UKS. Jesika mengumpat dan meneriaki,Laki-laki laki idamannya menolongku.
Tiba di UKS ,Jason memberiku seragam baru lalu diapun keluar. Aku segera mengganti seragam kotorku, mengobati kepalaku lalu segera keluar menemuinya. "Kenapa kamu peduli?.....kenapa kamu mau membantuku? Bukannya aku gak selevel denganmu,"kataku.
Dia pun diam dan hanya tersenyum tipis.Tanpa menjawabku dia pun pergi meninggalkanku.
Aku segera menemui ibu Rani untuk membicarakan olimpiade. "kamu kenapa Tia?",kata Bu Rani. Aku menyembunyikan kejadian yang sebenarnya kepada Bu Rani. Aku hanya bilang ini luka ringan.Lalu aku Melanjutkan pembahasan olimpiade. Bu Rani selalu membimbingku setiap akan mengikuti lomba.Bagiku beliau bukan hanya seorang guru,tapi seperti kakak kandungku yang selalu memotivasiku.
Di lorong sekolah aku bertemu Jesika,sambil melipat tangannya dia berkata,"Jangan dekat-dekat Jason,kalo kamu masih mau Sekolah disini!". Akupun kaget,tak pernah sedikitpun terpikir olehku untuk mendekati seorang laki-laki. Disini aku hanya fokus belajar, bertemanpun tidak akan ada yang mau dengan orang miskin sepertiku.
Tanpa menoleh,aku pun berjalan menuju kelas. Aku anggap tidak ada apa-apa, aku tidak pernah mengadu kepala sekolah tentang kejahatan Jesika kepadaku. Karena kupikir,semua guru yang disini tidak akan percaya.Bel berbunyi, waktunya untuk pulang sekolah.
Di Lapangan,aku berpapasan dengan Jason.Aku cepat-cepat pergi,aku tidak mau Jesika semakin membenciku ."Tunggu...,"teriak Jason. Aku berlari menuju parkiran,aku tak mau membuat masalah lagi.Aku sudah lelah dengan hari ini.Aku ingin segera pulang ke rumah.
Saat aku mengambil kunci motorku,tiba-tiba Jason merebut kunci motorku."Kenapa semua orang menggangguku, kembalikan kunci motorku Jason."kataku, Jason diam memperhatikanku." Kamu tuli...aku memanggilmu Tia,katanya".
"Kamu tidak usah menggangguku...Dunia kita berbeda...Aku miskin tidak ada seorangpun yang mau berteman denganku, di sekolah ini akan hanya ingin belajar dan cepat Lulus,"kataku.
Jason;"Apa semua orang kamu anggap sama?....apa kita tidak bisa berteman?...Jangan selalu memandang kaya dan miskin, aku tidak pernah berpikir seperti itu.Ma'af sudah membuatmu tidak nyaman."
Tapi kita berbeda....
💪 terimakasih