NovelToon NovelToon
Dermaga Cinta Sang Kapten

Dermaga Cinta Sang Kapten

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:306.9k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Setelah hubungannya tidak mendapat kejelasan dari sang kekasih. Kapten Prayoda, memutuskan untuk menyerah. Ia berlalu dengan kecewa. Empat tahun menunggu, hanyalah kekosongan yang ia dapatkan.

Lantas, ke dermaga mana akan ia labuhkan cinta yang selama ini sudah berusaha ia simpan dengan setia untuk sang kekasih yang lebih memilih karir.

Dalam pikiran yang kalut, Kapten Yoda tidak sengaja menciprat genangan air di bahu jalan pada seorang gadis yang sedang memarkirkan motornya di sana.

"Sialan," umpatnya. Ketika menoleh, gadis itu mendapati seorang pria dewasa tampan dan gagah bertubuh atletis memakai baret hijau, berdiri resah dan bersalah. Gadis itu melotot tidak senang.

Pertemuan tidak sengaja itu membuat hari-hari Kapten Prayoda tidak biasa, sebab bayang-bayang gadis itu selalu muncul di kepalanya.

Bagaimana kelanjutan kisahnya?

Ikuti juga ya FB Lina Zascia Amandia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Laptop Yang Tertinggal

     Sesampainya di rumah, Amira menjatuhkan tubuhnya ke sofa ruang tamu. Rambutnya sedikit lepek karena sisa hujan yang menempel. Ia buru-buru membuka tas gendong, hendak menyalakan laptop dan melanjutkan skripsinya yang sudah menunggu bab revisi.

    Namun, tangan mungil itu mendadak terhenti.

    "Ya Allah ...." Amira terhenyak memegangi kepalanya. Tas gendongnya hanya berisi charger, dompet, dan buku catatan. Laptopnya, hilang.

    Bukan hilang dicuri. Tapi hilang karena kelalaian sendiri. Ia baru sadar tadi meninggalkan laptop itu di meja kafe, bersama pria tentara yang baru dikenalnya beberapa jam lalu.

    “Kenapa aku bisa ceroboh gini sih?” gumam Amira frustrasi.

    Ia mondar-mandir di ruang tamu. Bagaimana mau mengerjakan revisi skripsi kalau laptop saja tidak ada? Mau kembali ke kafe pun percuma, pasti sudah tutup malam ini. Lagi pula, dia bahkan tidak tahu siapa nama tentara itu, apalagi nomor teleponnya.

    “Om ... eh, siapa sih dia itu? Ya Allah, laptopku.” Amira menggerutu. Air matanya hampir tumpah, mengingat dalam laptop itu ada semua file skripsinya sejak semester awal.

    Bundanya keluar dari kamar, kaget melihat Amira panik. “Amira, ada apa. Seperti sedang bingung?"

    “Bun, laptop Amira ketinggalan di kafe. Sama orang yang tadi itu …” Suaranya tercekat, Amira hampir keceplosan bicara.

    “Orang siapa?” Bunda Daisya menatap Amira penasaran.

    “Ya … tentara itu, Bun. Tadi siang Amira kena ciprat ban mobil pria itu, sampai cipratan airnya kena baju dan laptop Amira. Sialnya lagi, Amira nggak tahu nama pria tentara itu.”

    Bundanya menghela napas panjang, lalu menepuk pundak putrinya. “Ya sudah, istighfar dulu. Insya Allah kalau rezeki, laptop itu bakal kembali.” Bunda Daisya berusaha menghibur Amira.

    Malam itu, Amira gelisah. Ia berbaring, menatap langit-langit kamar, membayangkan wajah pria tentara tadi, yang entah kenapa, justru membuat hatinya lebih berdebar dibanding rasa cemas kehilangan laptop.

    ***

    Sementara itu, Yoda duduk di meja kerjanya di barak. Laptop berwarna hitam dengan stiker bunga dahlia di pojok kanan kini ada di depannya.

    “Nama gadis itu tadi … Amira, ya?” gumamnya.

    Ia membuka laptop itu pelan, khawatir rusak karena cipratan air kemarin. Tapi ternyata, mesin menyala dengan baik. Layar login menampilkan wallpaper foto seorang gadis berhijab pashmina, tersenyum ceria sambil memeluk seekor kucing abu-abu. Yoda spontan tersenyum kecil.

    “Jadi ini Amira. Senyumnya, jauh beda sama wajah judesnya kemarin."

    Saat jari Yoda hampir menutup layar lagi, matanya menangkap sebuah catatan tempel digital di pojok. Ada nomor telepon tertulis di sana. "Nomor darurat, 08xxxxxx (Amira)”.

    Yoda mengangkat alis, setengah tak percaya. “Ya ampun, dikasih jalan semudah ini? Aku bisa menghubunginya." Yoda girang.

    Ia menatap layar beberapa detik. Hatinya berdebar tak karuan, padahal ia hanya hendak mengembalikan barang. Tapi entah kenapa, ada rasa hangat saat menyebut nama itu. Amira.

    Akhirnya ia meraih ponselnya, mengetik pesan.

    “Amira, ini Kapten Prayoda yang kemarin. Laptopmu ketinggalan di kafe. Masih aman sama saya. Kapan bisa saya kembalikan?”

    Pesan itu terkirim. Dan detik-detik berikutnya terasa seperti menunggu keputusan sidang militer.

    ***

    Amira yang sedang gelisah di kamar, mendadak melompat begitu ponselnya bergetar. Ia menatap layar, membaca nama pengirim yang tidak dikenal.

    “Kapten Prayoda!"

    Matanya membelalak. “Astaghfirullah … jadi namanya Prayoda?”

    Amira menelan ludah. Ia ingin langsung membalas, tapi gengsi. Tangannya gemetar di atas keyboard ponsel. Akhirnya ia hanya mengetik singkat.

    “Syukurlah. Terima kasih sudah menyimpannya. Bisa ketemu besok? Saya butuh laptop itu.” Amira membalas.

    Tak lama, balasan masuk.

    “Bisa. Saya atur waktunya. Kamu maunya di mana?”

    Amira menggigit bibir. Dalam kepalanya, ia sempat membayangkan bertemu kembali dengan tatapan tajam pria itu. Jantungnya berdetak tidak karuan.

    “Besok sore, di depan perpustakaan kota. Sekalian saya cari referensi.”

    “Baik. Besok sore, jam empat."

    Amira menutup ponsel dengan wajah panas. Entah kenapa, rasa panik karena kehilangan laptop justru berubah jadi gugup menantikan pertemuan itu.

    ***

    Keesokan harinya, langit sore mendung tapi tidak hujan. Amira berdiri di depan perpustakaan kota, memeluk tas gendongnya erat-erat.

    Mobil hitam berhenti di dekatnya. Dari sana, Kapten Prayoda turun dengan langkah tegap. Seragam lorengnya rapi, wajahnya yang tampan tampak lebih serius dibanding kemarin.

    “Amira?” suaranya dalam, membuat Amira tersentak.

    “Iya!” jawab Amira pelan.

    Yoda menyerahkan laptop itu. “Ini laptopnya. Semua aman, nggak ada yang rusak. Saya sudah cek.”

    Amira meraih laptopnya dengan lega. “Alhamdulillah… terima kasih banyak, Om Kapten.”

    Yoda tersenyum tipis dan menggeleng. “Panggil Yoda atau kakak saja. Kalau Kapten, kesannya formal banget.”

    Amira hendak membalas, tapi Yoda mendahului dengan nada serius. “Oh ya, kemarin, yang polisi itu siapa?”

    Amira kaget. “Maksudnya Bang Iqbal?”

    Yoda mengangguk pelan, matanya menelisik. “Iya. Kamu kayaknya akrab.”

    Amira terdiam sejenak. “Dia tetangga sekaligus teman masa kecil. Udah kayak abang sendiri. Kenapa memangnya?”

    Yoda menunduk sesaat, lalu tersenyum samar. “Nggak apa-apa. Cuma penasaran aja.”

    Suasana hening beberapa detik. Angin sore meniup pashmina Amira, membuat wajahnya semakin cantik di mata Yoda.

    “Aku, maksud saya, saya cuma mau pastikan kamu aman. Soalnya kamu kayaknya gampang ceroboh.” Yoda mencoba mencairkan suasana.

    Amira mendengus. "Maksudnya?" Amira kurang paham yang dimaksud Yoda.

     "Nggak ada maksud," kelitnya sambil menggeleng.

    Amira tanpa sengaja menatap mata Yoda, ia merasa ada ketulusan yang sulit ia abaikan. Pria itu tampak serba salah.

    Yoda akhirnya melirik jam tangan. “Oke, laptop sudah saya kembalikan. Tapi, boleh nggak saya traktir makan lagi? Biar beneran lunas rasa bersalah saya.”

    Amira spontan teringat kejadian memalukan perutnya yang bergemuruh di kafe tempo hari. Pipinya langsung merona.

    “Ah ... nggak usah. Nanti bisa-bisa makan saya ngabisin satu kafe," canda Amira terkekeh.

    Yoda ikut terkekeh. “Ya, nggak apa-apa. Kafenya biar bisa cepat habis."

    Amira mendelik. “Ih, Om Kapten ini, ngeselin.”

    Tapi jauh di dalam hatinya, ia tahu, pertemuan kedua ini bukan kebetulan semata.

     Amira akhirnya luluh juga. Ia mengangguk pelan menerima ajakan makan Yoda, meski wajahnya masih setengah malu dan merona. “Baiklah. Tapi sekali ini aja, ya.” Aika meminta syarat.

    Yoda tersenyum puas. “Deal. Sekali ini aja, kalau kamu nggak ketagihan.”

    Mereka melangkah berdampingan menuju sebuah kafe. Amira sebenarnya masih kikuk, tapi di dalam hatinya ada getaran hangat yang ia sendiri sulit dimengerti.

    Namun tepat ketika mereka memasuki kafe. Suara seseorang menyapa Amira akra.

    “Amira!"

    Amira menoleh kaget. Di sana, Iqbal dengan seragam polisi lengkap, berdiri menatap tajam. Tatapan itu bukan sekadar heran, melainkan campuran antara curiga dan cemburu.

    “Kenapa kamu di sini. Siapa dia?” suara Iqbal terdengar tegas, bahkan menusuk telinga Amira.

    Amira tercekat. Kata-kata mengendap di tenggorokannya. Sementara Yoda, meski masih berdiri tegap, bisa merasakan ada sesuatu di balik sorot mata pria polisi itu.

    Sejenak, waktu seolah berhenti. Tiga pasang mata saling bertemu dalam keheningan yang penuh tanda tanya.

    Hati Amira berdegup makin keras. Ia tidak tahu harus menjawab siapa terlebih dulu. Pria masa kecil atau pria asing berseragam loreng yang baru dikenalnya, namun entah kenapa sudah mulai menempati ruang di dadanya.

1
Prafti Handayani
kalok aq blg sih disini mira agak lebay deh.itukan ms lalu yg udh usai.lain crt lok blom...
mnsia gda yg smpurna,smua psti punya ms lalu dan crt.kalau emg udh selesai y idh sih...kan kmu ms dpn pilihannya.jdi hrus optimis mira...
Prafti Handayani
Lah mantannya yoda si aika rupanya nikah sm omnya amira.
Lina Zascia Amandia: Om angkat...
total 1 replies
Prafti Handayani
Yoda Amira 💪💪💪
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul "Beautifully Hurt" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Apa jadinya kalau Dinda (21) dipaksa menikah dengan Rendra (35) ? Putra tunggal presiden yang reputasinya sedang hancur karena skandal panas dengan seorang aktris.
Di balik pernikahan yang penuh tekanan, rahasia, dan sorotan publik, Dinda harus bertahan di dunia yang sama sekali bukan miliknya 💔
total 1 replies
Prafti Handayani
Aq lbih sukak kacang hijau dri pd coklat 😊 gmn Amira jgkan...
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwkwk...... gitu ya...?
total 1 replies
Bun cie
cerita nya bagus...ttg percintaan..perjodohan..yg dikemas dengan baik dan sat set jalan ceritanya ...
trims kak thor sukses selalu🙏💐
Lina Zascia Amandia: Makasih banyak Kak... lanjut ke karya lainnya ya... 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
falea sezi
laki plin plan
Tris New
kisah Tentang Tentara/polisi...saya suka
trimakasih 🙏
Saasa
haha gk salah itu yg seragam coklat bilang gitu, apa gak kebalik ya🤭
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪👍
Lina Zascia Amandia: Mksh byk Kak.... 👍👍👍👍
total 1 replies
Ara putri
masa baru ketemu diajak makan langsung mau, ada2 aja🤣
Ara putri: Hay kak, aku baca ceritamu sangat bagus👍
total 2 replies
Tri Winarni
ini cerita ya ngak ada lgikah
Lina Zascia Amandia: Udah tamat Kak...
total 1 replies
chika aprilia zubaidah
sbnrnya makan model almira gak bagus sih, sy punya ipar gini kalo ngajak makan, ke solaria aja, udh pesen steak plus spaghetti pun blm es campur atau jus anak nya juga ikutan 2 porsi, dan jk pesen bakso aja 2 porsi...tp sy gak ngebolehin anak sy gitu, eh krn biasa makan bnyk, utk diet susah banget, krn lambung dan usus nya udh biasa keisi bnyk... anak nya udh smp, remaja, dia olahraga diet... jungkir balik... adek ipar timbangan 100 kg, udh susah turun, kalo mau kayak modal melly guslaw operasi potong usus, apa namanya ya, yg dokternya lucu itu jk bikin konten, mk nya makan secukupnya yg repot kita sendiri dan tentu demi kesehatan💪
Lina Zascia Amandia: Hehehe... iya Kak... klo Amira tipe makan byk tp badan ttp kurus ceritanya....
total 1 replies
Dhina Ragil
kenapa hrz ma cwe lain ato Amira🤔huh.. ma q ajah Thor yg baik hati n tdk sombong q mau kok tp mas Yoda mau g ya ma q🤔🤭🤭
Lina Zascia Amandia: Wkwkkwwkw..... nanti tanyai ya.
total 1 replies
Tri Winarni
mana ini lanjutannya berhenti up kah thor KLO buat cerita jangan gantung ayo semangat thor 🙏👍👍💪💪
Lina Zascia Amandia: Di judul karya yang baru Kak. Mampir ya.
total 1 replies
Ghiffari Zaka
AQ ud baca yg ini Thor,tinggal tunggu up barunya,tp blm jg SMP sekarang,ud kangen loh gmn pala mau GK terima lamaran kala🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💪
Ghiffari Zaka
AQ mau nya ttg TNI LG kak,ya,suka aja sih,banyak tantangannya,lok bs lbh akurat lagi gambaran kehidupan seorg TNI dan jg kehidupan pribadinya Thor,biar seru gt💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Lina Zascia Amandia: Hehe... iya Kak. Nanti ya biar riset dulu pelan2. 🙏🙏
total 1 replies
Ghiffari Zaka
wah gak terasa ud tamat aja ya....bagus sih ceritanya,tp blm puas ,ya mungkin Krn Amira blm hamil x ya🤭🤭🤭ok Thor,mksh atas bacaannya,semangat selalu semoga bs berkarya trs dan memberikan bacaan yg baik buat AQ khususnya🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💪💪💪💪💪💪
Lina Zascia Amandia: Mksh byk Kak udah baca smp selesai. Mampir juganke karya yg lain dan yg terbaru dr sy ya... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Ghiffari Zaka
lanjut Thor...AQ masih semangat di sini💪💪💪💪💪
Lina Zascia Amandia: Mksh Kak atas kesetiaannya... 😍😍😍
total 1 replies
Ghiffari Zaka
lok ud siap menikah tu berarti harus siap jg punya ank,dlm berumah tangga salah satu tujuannya jg itu,bahkan makin mempererat hubungan suami istri,la lok Amira sih masih bs karena umurnya masih muda,la loh Yoda,kan katanya ud umur 35,keburu tuir dong,tar ank nya di blng cucunya🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!