NovelToon NovelToon
Hubungan Terlarang Bersama Ayah Mertua

Hubungan Terlarang Bersama Ayah Mertua

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Pelakor / Bertani / Selingkuh / Cinta Terlarang / Saling selingkuh / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.6
Nama Author: Zhy-Chan

Perkenalkan namaku Tuti berusia 25 tahun, anak pertama dari dua bersaudara.

Aku sudah menikah satu tahun dan belum mempunyai anak. Suamiku, Mas Sugeng (26) dia anak tunggal. Sedangkan ayahnya, Bapak Hendra (46). Beliau pensiunan PNS, kebetulan beliau pensiun dini untuk membuka usaha di rumah nya. Ibu dari mas Sugeng, Ibu Ani (42) kesibukannya menjaga toko di rumah.

Sampai suatu ketika tingkah pak Hendra begitu aneh, tingkahnya jauh berbeda saat aku baru pertama kali tinggal di rumahnya. Akhir-akhir ini beliau selalu mendekatiku saat suamiku bekerja dan Ibu mertuaku sibuk menjaga tokonya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhy-Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 2

Setelah suamiku berangkat aku masuk ke dalam kamar, dan bersiap untuk tidur.

Saat aku tidur, tiba-tiba aku merasakan pahaku seperti ada yang menggerayangi, aku

segera terbangun dan membuka mataku lebar-lebar.

Hampir saja aku menjerit sekuat tenaga begitu melihat orang yang sedang menggeluti

tubuhku, ternyata dia adalah ayah mertuaku sendiri. Melihat aku terbangun, pak Hendra berkata.

"Maafkan ayah Nak," ucap beliau sambil beranjak dan pergi keluar dari kamarku.

Setelah ayah mertuaku pergi aku tertegun dan melamun.

"Apa yang di lakukan ayah mertuaku saat aku tidur, kenapa ayah mertuaku sikapnya

berbeda." Gumam ku dalam hati.

Keesokan harinya, ayah mertuaku menghampiriku saat aku memasak di dapur.

"Nak Tuti, maafkan kejadian semalam, ayah minta maaf, Jangan ceritakan kepada siapa-

siapa ya, ayah janji tidak akan mengulanginya lagi," kata ayah mertuaku.

"Iya, Yah," jawabku sambil terus memasak.

Aku sebenarnya ingin menceritakan kejadian semalam kepada suamiku, tapi aku

urungkan, aku tidak mau terjadi apa-apa dengan suami dan ayah mertuaku, aku takut

hubungan mereka jadi renggang karena kejadian itu.

Hampir 3 bulan pak Hendra sudah tidak menggangguku lagi, sikapnya sudah biasa, sama seperti saat aku baru tinggal di rumahnya. Mungkin beliau takut aku menceritakannya kepada suami atau kepada Ibu mertuaku.

...🍄🍄🍄...

Sampai pada suatu ketika, sekitar pukul 21.00 WIB. Tepatnya malam Minggu, suamiku berpamitan untuk pergi. Karena setiap malam Minggu, suamiku memang rutin nongkrong sambil ngopi bersama teman-temannya, biasanya sampai pagi baru pulang.

Saat aku sedang duduk di kursi ruang tamu, suamiku menghampiriku.

"Aku mau ngopi dulu ya, Dik," ujar suamiku berpamitan kepadaku sambil memakai

jaketnya.

"Iya, mas," jawabku melihat ke arah mas Sugeng yang berdiri di hadapanku.

Setelah suamiku berangkat, aku masuk ke kamar untuk bersiap untuk tidur.

Kebetulan aku tidak menutup pintu kamarku, aku pikir ayah mertuaku sudah tidak akan

masuk ke kamarku lagi.

Tapi dugaan ku salah, saat aku terlelap tidur, ayah mertuaku diam-diam masuk ke dalam

kamarku.

Aku kaget saat beliau menggerayangi tubuhku. Melihat aku terbangun, ayah mertuaku hanya tersenyum. Terus saja beliau melanjutkan, sementara daster ku sudah terangkat.

"Ayah, jangan, Yah!" seruku dengan suara tertahan, karena takut terdengar oleh Ibu

mertuaku.

"Maafkan ayah Nak," ucap beliau dengan tatapan tajam ke arahku.

"Ayah tidak boleh begitu, cepat keluar, Tuti mohon," pintaku sedikit mengiba.

Karena aku melihat tatapan mata ayah mertuaku demikian liar, sambil tangannya tak

berhenti menggerayangi ke sekujur tubuhku.

Aku mencoba menggeliat bangun dan buru-buru menurunkan daster untuk menutupi pahaku, aku menjauh dan mepet ke ujung ranjang.

Akan tetapi ayah mertuaku makin mendesak maju menghampiriku dan duduk persis di pangkuan ku. Tubuhnya mepet kepadaku, aku semakin ketakutan.

"Kamu tidak kasihan melihat ayah seperti ini? ayolah Nak, ibumu sudah

tidak mau ayah ajak," desaknya.

"Tuti menantu Ayah, istri mas Sugeng Yah," ucapku mencoba menyadarkan ayah mertuaku.

Aku mencoba menghindar, tapi sudah tidak ada lagi ruang gerak bagiku di sudut tempat ranjang. Ketika aku tatap wajah ayah mertuaku, aku melihat wajahnya yang

nampak nya makin merah karena telah dipenuhi nafsu birahi.

Aku tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk menurunkan hasrat birahi ayah mertuaku yang kelihatan sudah sangat menggebu.

Melihat caranya, aku sadar ayah mertuaku akan berbuat apa pun agar maksudnya kesampaian.

1
Thoma Thoma
bodoh si Sugeng masaiya membiarkan ayahnya genjot istrinya
Thoma Thoma
aduh kapan sadarnya pk mertua ya
Thoma Thoma
mantap itu baru suami istri yg harmonis
Thoma Thoma
Sugeng membiarkan Tuti sama ayahnya
santi damayanti
cerita nya jelek tapi aku baca sampai habis
penyampaian sederhana kronologis
aku yakin ini bukan ai
penulisnya luar biasa
Thoma Thoma
Sugeng sudah tahu hubungan istri nya dengan ayahnya
Thoma Thoma
dasar sudah ketagihan
Thoma Thoma
ayah dan anak sama bejatnya, mempermainkan kakak dan adik
Thoma Thoma
Sugeng bermain di belakang sama Nisa, wajarlah Tuti sama ayahnya
Thoma Thoma
alur cerita nya lancar berhubungan tanpa ada yg tau, lanjutkan
Thoma Thoma
Sugeng membiarkan Tuti sama ayahnya
Thoma Thoma
Sugeng tau hubungan Tuti sama ayahnya, Sugeng kan maunya sama Nisa
Thoma Thoma
Tuti pingin sama ayah mertua nya, suaminya mungkin ada hubungan di luar kaliya
Thoma Thoma
suami macam apa masaiya gak liat istri nya di genjot bapak nya
Thoma Thoma
sambung dong cerita bpk mertua dan menantu seru
Thoma Thoma
idih tua tua kelapa tu bpk mertua
Thoma Thoma
Tuti mengoda bpk mertuanya
Thoma Thoma
laki laki gak pandang bulu kalau liat benda pusaka wanita 💪💪💪
Thoma Thoma
ibu mertua kayaknya lugu deh
Thoma Thoma
bikin aku terbawa suasana dng anak dan menantu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!