NovelToon NovelToon
Sang Pemuda

Sang Pemuda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:897.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anissah

⚠️ 21+

Perasaan yang menggebu itu, semakin membuat Adi nekat. Saat restu dari sang ibunda, tak kunjung juga ia dapatkan untuk menikahi pujaan hatinya tersebut. Ia berniat menggunakan cara licik, dengan cara menghamili pujaan hatinya terlebih dahulu. Agar mudah untuk mendapatkan restu dari sang ibunda, saat pujaan hatinya sudah mengandung.

Namun, sayang sekali. Pernikahan siri tanpa sepengetahuan keluarganya, harus dilakukan segera sesaat setelah dirinya digrebek oleh warga sekitar. Ia terpaksa menikahi pujaan hatinya secara siri, untuk menghindari hukuman syariat di daerah tersebut.

Pernikahan itu sangatlah membuatnya bahagia, hingga ia melupakan bahwa pernikahan mereka masih secara agama saja. Ia ingin memberitahu keluarganya, saat pujaan hatinya sudah mengandung buah cinta dari pernikahan siri mereka.

Ayo ikuti cerita Adi, dalam takaran kecil sejarah hidupnya.

Novel ini dalam tahap revisi,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anissah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SP1. Kediaman ibu Rokhayah

ADI POV

Sepertinya ada yang aneh dengan sepatuku, kenapa sebelah kanan terasa sempit sekali. Saat aku memutar badanku ke belakang. Oh betapa malunya aku, saat seorang wanita sekitar berumur dua puluh tahun dan seorang anak laki-laki berusia empat tahun tertawa ke arahku sambil menenteng sepatu.

Ini sungguh gila, kenapa bisa aku memakai sepatu yang sebelahnya mungkin dialah pemiliknya.

Dengan berat hati, aku menghampirinya. Sungguh aku malu sekali. Aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal, kemudian aku memberikan senyum terbaikku.

"Maaf Dek, sepertinya salah satu sepatu Saya tertukar dengan milik Anda." ucapku ramah.

Dia tersenyum manis padaku, tapi kenapa wajahnya terlihat begitu menyebalkan seperti...mengejekku.

"Hei om, melamun kah?" tanya wanita tersebut.

Tunggu, kenapa dia memanggilku om? Sungguh aku merasa sangat tersinggung sekarang.

"Tengok mah! Sepatu mamah di pakainya." suara anak kecil yang tampangnya terlihat menyebalkan.

Oh rupanya mereka ini ibu dan anak, di usianya yang masih terbilang cukup muda wanita itu sudah memiliki anak. Apa jangan-jangan dia menabung dari masa sekolah. Oh maafkan aku tuhan, kenapa aku malah menilainya demikian.

Ibu dan anak itu malah asik mentertawakan kebodohanku. Aku berdekhem, untuk mengalihkan perhatiannya dan menetralisir rasa maluku.

"Maaf dek, ini Saya kembali kan. Saya tidak menyadarinya tadi." ucapku menyesal dengan melepas kembali sepatu miliknya.

"Oh, ok. Tak masalah Om. Hati-hati om dan jangan ngelamun terus." jawabnya dengan nada cerewet.

Ia malah melanjutkan mentertawakanku dengan anaknya sambil berlalu pergi. Aku beristighfar dalam hati, kebodohan apa ini? Kenapa bisa aku mempermalukan diriku sendiri?

Aku segera memakai sepatu milikku dan berlalu pergi.

Tapi kalau diingat kembali, manis juga senyuman wanita itu. Mata yang hanya tinggal garis saja, saat tersenyum. Hmm, lucu juga wajahnya.

Sudah lupakan, aku memainkan ponselku untuk memesan ojek online yang akan mengantarku ke alamat yang aku tuju. Kota yang pernah menjadi kenanganku dulu tidak banyak berubah sekarang.

Sesampainya aku di alamat, aku bertemu dengan istri dari kerabat ayahku dan anaknya. Anaknya yang bernama Maya Renawati, dia cinta pertamaku. Tidak ada yang berubah darinya. Tinggi badannya setara denganku, mungkin sekitar seratus tujuh puluh sentimeter. Rambutnya hitam bergelombang, mata bulat, hidung mancung dan bibir bawahnya yang sedikit tebal memberikan kesan sensual dan oh....cukup.

Ayolah Adi ini bukan waktunya.

Aku mencium tangan ibu dari Maya, "Gimana kabarnya, Bu?" ucapku sopan.

"Baik nak Adi, tambah gagah ya sekarang?" sahut ibu Rokhayah, dengan menepuk bahuku.

Aku tersenyum canggung, "Tak juga, Bu." sahutku malu.

Lalu aku menoleh pada wanita cantik di sampingnya dan tersenyum kearahnya. Aku dekap wangi yang dulu selalu membuatku gila. Segera aku melepaskan pelukanku, karena tak enak pada ibu Rokhayah yang masih berada di sini. Nampaknya, Maya sedikit kecewa atas tindakanku.

"Long time no see, May. Tak rindu kah kau sama Abang?" kami tertawa bersama mendengar ucapanku yang sedikit bergurau itu.

Kemudian, aku dipersilahkan masuk dan diberi waktu untuk beristirahat.

Aku terbiasa dipanggil abang oleh orang-orang terdekatku, bahkan ibuku memanggilku demikian. Katanya, untuk mengajari adik-adikku memanggilku dengan sebutan abang. Lama kelamaan, semua orang terdekatku memanggilku demikian.

Aku masuk ke kamar yang telah disediakan untukku. Rumah minimalis di tengah padatnya penduduk kota C ini, memiliki empat buah kamar tidur yang hanya dihuni oleh dua orang saja. Aku pun tidak tau pasti kemana ayah Maya dan saudaranya, karena cukup lama juga aku tidak pernah berkomunikasi lagi dengan Maya sejak hubungan kita berakhir. Rasa kantukku mulai datang karena semalam aku tidur cukup larut.

AUTHOR POV

Maya mengetuk pintu kamar Adi untuk membawakan makanan, tapi tidak ada sahutan. Kemudian, Maya langsung membuka pintu kamar Adi. Terlihat lah Adi tertidur dengan pulas. Maya mengulas senyum melihat sepatu Adi masih terpakai, ia mencoba melepas sepatu Adi. Seketika dia menahan tawa melihat kaos kaki Adi yang kanan dan kirinya berbeda, karena sebelumnya Adi sempat mengenakan kaos kaki dan sepatu milik Adinda. Sungguh Maya tidak mengerti kenapa Adi bisa seceroboh ini dalam memilih kaos kaki.

TBC.

Hai semuanya, support aku yuk dengan cara LIKE, RATE ⭐⭐⭐⭐⭐, VOTE, COMENT 😁, dan tap ❤️ FAVORIT juga agar dapat notifikasi dari cerita ini.

Terima kasih 🥰

1
Komsatun Komsatun
👍 karya kak Nisa selalu jadi candu
fa_zhra
cerita novel nya bagus,pengin lanjut tp ko part nya panjang2 bgt ya
IG : anissah_31: iya kak, sengaja kak 😄
total 1 replies
fa_zhra
aku ngintip novel lanjutan nya panjang kali kak episode nya
fa_zhra
ini satu2 nya novel yg kubaca pemeran nya ga pke jaim2 an😂
IG : anissah_31: nanti gak kenyang kalau jaim, Kak 😆
total 1 replies
Komsatun Komsatun
ceritanya seru bikin nagih
Nuzulur Rahmi
ceritanya bagus dan lucu
Komsatun Komsatun
selalu enak di baca author semangat karyamu selalu di hati
Komsatun Komsatun
tetep aja seneng bacanya walaupun udah pernah d baca
Komsatun Komsatun
kesel kesel lama lama jatuh cinta
Yunia Spm
keren
Komsatun Komsatun
selalu seneng baca karya author
Darnisah Isda
tebakan ku di awal bener..
Darnisah Isda
alhamdulillah pejantan aku ga suka keluyuran.. ga suka nongkrong di warkop apalagi nongkrong sama kawannya. lebih suka nongkrong dg laptop dan kerjaan nya aja... kadang aku yg bosan liatnya..
Darnisah Isda
aku nebaknya devi pelaku santet
Darnisah Isda
egois kan yg namanya laki-laki... Adi aja bekas orang...
Darnisah Isda
pungo kah = gila kau ya...
Darnisah Isda
sudah kuduga.. propinsi Aceh khususnya Aceh Tengah.. daerah bener meriah...
Rozekhien☘️
aku mampir dr awal baca kayanya enak bahasanya gk berbelit-belit singkat jelas enak dibaca
IG : anissah_31: novelnya sequelnya banyak kak, baca yg lain juga 😁
total 1 replies
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
lanjut
IG : anissah_31: lanjut baca karya aku yang lain juga kak 😁
total 1 replies
Yulia Dewi Arizki Yulia
baru tau kalo hur baca dari awAl baru paham🙏🙏✌️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!