NovelToon NovelToon
Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Pelakor jahat / Bertani / Selingkuh / Cinta setelah menikah / Kekasih misterius
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

Vita Kavita dan Dimas Ahmadin merupakan sepasang suami istri yang sangat harmonis dan bahagia. Usia pernikahan mereka sudah hampir 10 tahun. Namun walaupun begitu, belum ada kehadiran malaikat kecil titipan tuhan pada mereka. Itu bukan berati karena ada masalah dengan mereka. Hingga suatu ketika, Ada suatu kejadian tepat di anniversary mereka, Suaminya tak kembali semalaman yang menyebabkan Vita menunggu semalaman di udara malam yang dingin itu. karena kejadian itu, Vita berfikir bahwa suaminya berselingkuh. namun kecurigaan itu Vita singkirkan karena di saat yang sama dia berhasil mengandung, mereka pun berbahagia. Bahkan sangat bahagia, namun di saat itulah dia mengetahui semua kebenaran bahwa suaminya memiliki istri lain bahkan mereka juga telah memiliki 2 orang putra di belakang Vita.
Apa yang di lakukan oleh Vita? Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2. Rahasia Suamiku.

30 menit kemudian,

“Mana mas Dimas? Biasanya sebelum jam 7 dia sudah pulang, sekarang jam 7.25, apa macet di jalan ya?” ucapku khawatir.

“Tuan belum pulang nyonya? Kenapa tidak di telpon saja? Takutnya ada apa-apa di jalan,” ucapnya yang melihatku resah.

“Betul juga,”

Aku pun memencet nomer mas Dimas, namun ternyata, “Nomer ini sedang berada di luar jangkauan, silahkan tekan 1 untuk meninggalkan pesan suara atau coba hubungi lagi nanti. Nomer ini …” ku matikan telpon ku. Aku pun berjalan ke depan rumahku dan memilih duduk di kursi depan rumah.

Semilir angin malam berhembus melewati kulit tubuhku. Dengan memakai gaun ini, angin itu membuat bulu kuduk ku merinding.

“Mas, kamu baik-baik saja kan mas? Kamu kemana mas? Apa kamu lupa hari ini anniversary kita? Kamu kan janji mas pulang seperti biasa?" ujarku dengan mata yang berkaca-kaca melihat jalanan depan yang sudah sepi.

3 jam kemudian,

“Haaachuuu,” ku merasa dingin hingga bersin.

Ku makin merasakan dingin nya malam, ku lipat tangan ku lalu ku usap lengan ku yang tak ada kain untuk menutupi ini. "kemana sih dia" Ucapku kesal. Aku masih menatap jalanan yang kosong karena ku masih berharap mas Dimas iba-tiba akan pulang. Namun ternyata, 1 jam kemudian setelah ku menunggu, ku tak mendengar suara mobil Suamiku berhenti di depan rumah.

“Nyonya, seperti nya tuan sedang lembur, lebih baik nyonya masuk, udah malam sangat dingin dan tidak bagus untuk Kesehatan, nyonya mari tunggu tuan di dalam saja,” ucap tiba—tiba bi ratih.

Ku rasa ada benar nya, Tapi kenapa dia tak mengabari ku? Membuat ku khawatir saja. Kenapa juga dia harus lembur? Dia kan bisa melanjutkan pekerjaannya di rumah seperti biasa.

"huh, dinginnya .... Sebentar Bi, sebentar lagi" gumamku setelah merasakan angin yang lewat lagi.

Ku berharap kamu kabari aku mas? Kamu Kenapa mas?

"Nyonya, udara makin dingin, mari nyonya masuk kedalam saja, dinginnya bisa buat badan masuk angin nyonya,"

Benar juga apa yang dikatakan oleh bi ratih. Lebih baik ku lanjut menunggu suamiku di dalam saja, aku pun berjalan masuk kedalam rumah.

"Ya sudah," ucapku lalu masuk kedalam rumah.

Ku duduk di sofa dulu dengan secangkir teh hangat dan jaket, ku akan menunggu sebentar lagi suamiku di ruang tamu.

2 jam kemudian,

Kenapa kamu gak pulang mas? Sebenarnya apa yang terjadi padamu? sudah jam 1 dini hari, ini pertama kalinya kamu tanpa kabar begini mas. Berulangkali di telpon tapi tidak aktif.

Dengan menguap aku yang sudah lelah dan lemas berkata, “Bi, tolong masukan semua makanan itu ke dalam kulkas saja ya bi, untuk dekorasi nya besok saja di bereskan,” pesan ku pada bi ratih.

“Baik nyonya,”

Aku pun kembali dan masuk kedalam kamarku. aku duduk di sofa dekat tempat tidur ku, aku nyalakan pemanas ruangan karena ku merasakan tubuhku mengigil. Ku pindah dan rebahkan tubuhku di tempat tidurku, lidahku terus memanggil Suamiku yang tak kunjung pulang.

“Mas kamu di mana mas? Apa kamu lupa hari istimewa ini mas? Hancur sudah rencana ku hari ini, tapi semoga kamu baik-baik saja mas,” ucapku mulai menangis.

Aku kecewa karena dengan suamiku yang tak pulang, tak memberi kabar, tak bisa di hubungi, ada apa dengan nya? Sesibuk apa pun dia tidak pernah sekalipun mengabaikan ku apalagi sampai tak mengabari ku seperti ini.

Mataku perlahan terasa berat karena air mata ku yang terus menetes. Bertambah berat, dan akhirnya ku tertidur.

(keesokan harinya)

Kesadaran ku kembali karena mendengar dering suara jam weker ku yang bergetar. Ku buka mataku dengan perlahan, lalu aku pun duduk dengan bersandar di tempat tidurku. Ku meraba di sekitar mejaku untuk mematikan jam weker yang masih berbunyi. Jika jam weker ku berbunyi, itu tanda nya sudah masuk di jam 5 pagi. Setelah berhasil mematikan jam weker, ku merasakan kepala ku sangat pening.

“Aduh, kepalaku … pusing …” ucapku dengan memegang kepalaku.

Tiba—tiba saja, telpon ku berdering, Aku mencari-cari dimana telpon ku berada, disaat ku membuka selimutku, ku lihat telpon ku ada di bawah kaki ku. Aku pun mengambil telpon ku dan ku lihat bahwa Mas Dimas menelpon. Hatiku masih kecewa dengannya. Kenapa dia baru menghubungi ku sekarang?

“Halo Sayang? Sayang … maafin aku yah? Tadi malam mendadak mas harus ke luar kota nih ada lokasi kontrak yang harus di tinjau sayang, Maaf yah sayang,” ucapnya.

Aku hanya diam tak menjawab karena hatiku masih terasa sangat kecewa.

“Sayang, mas tau kalau kamu pasti marah, Mas maaf sayang, Mas janji ini terakhir kali nya, mas mengabaikan mu sayang, Mas gak bermaksud untuk mengabaikan kamu, Baterai mas tadi malam habis jadi pagi ini baru mas bisa telpon. Sayang? Kenapa diam? Sayang, Mas tau kamu marah sama mas, tapi mas juga gak tau harus apa lagi sayang. Mau gak mau mas harus berangkat di hari itu juga, kalau mas gak berangkat, financial kita bakal terganggu sayang,” ucapnya tanpa henti.

Aku masih diam karena tak mau meresponnya. Aku ingin menjawab namun bibirku terasa berat.

"Sayang? Mas akan pulang. Mas akan jelaskan di rumah. Plis, dengarkan penjelasan mas dulu." Ucapnya lagi.

"Ya, terserah kamu saja mas"

"Sayang, kok jawabnya gitu? Sayang mas kan..." Sebelum dia berbicara, aku mematikan telponnya.

Tak selang berapa lama kemudian, dia terus menelpon ku namun aku hanya melihat tanpa mengangkat telponnya.

“Sayang, akan mas jelaskan nanti di rumah, sekarang juga mas akan pulang, I love you sayang. Dengarkan penjelasan mas dulu. Mas sedang perjalanan ke rumah sekarang." Ku membaca pesan yang dia kirimkan padaku.

Ku hela nafasku, lalu meletakan ponselku di meja dekat tempat tidurku. Aku beralih mengambil segelas air putih lalu ku minum itu. Ku masih duduk bersandar di tempat tidurku dan masih mencoba menenangkan pikiran ku.

"Hp mati, gak ngabari, alasan klasik, kenapa juga gak pinjam hp orang lain, usaha cari ide kek buat ngabarin kan bisa, apa di laptop yang dia bawa sehari-hari gak ada social media? Kenapa dia gak bisa mikir seperti itu? Dia kan juga punya telpon kantor dan hafal nomerku? Apa dia pikir alasan hp nya mati akan membuat ku tenang? Apa dia sebenarnya selingkuh dan bukannya bekerja ke luar kota seperti di sinetron itu? Jangan sampai kamu berselingkuh mas! atau tak tau bagaimana sakitnya hati ku ketika kamu memang selingkuh,” ucapku.

30 menit kemudian,

Setelah berdiam diri duduk termenung dan berfikir dengan kepala yang pening, aku turun dari tempat tidurku, lalu ku berjalan masuk ke kamar mandi. Pertama ku lihat diriku di cermin, wajahku bengkak karena menangis semalam, ku hapus make up yang belum aku bersihkan semalam, setelah itu aku cuci wajahku dengan sabun cuci muka, setelah itu aku lap wajahku dengan kain handuk kecil. Selanjutnya, aku ambil sikat gigiku dan ku taruh pasta gigi di atas brush nya, lalu ku masukan ke dalam mulutku dan menggosok gigi ku dengan berulang kali. Setelah itu aku buka gaun seksi yang belum sempat aku ganti tadi malam. Kemudian, aku nyalakan air panas dan di bathub, setelah selesai aku masuk kedalam bathub dan membersihkan tubuhku.

30 menit kemudian,

Aku keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk piyama ku. Lalu aku pun mencari baju ganti untuk hari ini. Ku pilih kaos dan celana pendek saja. Entah kenapa hari ini aku sangat malas berdandan.

30 menit kemudian, aku lihat ponselku lagi keluar dari kamarku dan masih melihat semua dekorasi itu

“Bi … Bi Ratih …” panggilku.

“Iya nyonya, bi ratih sedang memasak untuk sarapan,”

“Oh iya lupa, emmm bi tolong beritahu pak yatno sama tio untuk membereskan kelopak bunga dan dekorasi yang kemarin di pasangi ya bu,” perintahku.

“Baik nyonya, saya selesaikan sarapan untuk dulu. Monggo, nyonya duduk aja terus sarapan,”

Aku duduk di kursi sambil menunggu dan melamun entah apa yang aku pikirkan. Hingga bi ratih selesai menyiapkan sarapan, aku pun segera menyantap makanan itu. mungkin bi ratih heran dengan tingkah ku hari ini, dia pun menanyakan hal ini padaku.

“Nyonya, apa anda kurang sehat? Apa bibi perlu bikinkan jamu?” ucapnya.

Aku terkejut lalu menjawab, “Engga bi, gak papa kok, ga usah bi santai aja,” jawabku.

“Baiklah, apakah tuan sudah ada kabar nyonya?”

“Sudah, nanti setelah dia sampai siapkan saja dia susu hangat dan nasi goreng hangat ya bi, bilang saja hari ini aku keluar" pesan ku pada bi Ratih.

Bersambung.

1
Ma Em
Dimas ini cengeng apa gimana sih nyebelin banget sebentar2 nangis , Vita kamu hrs nya berani ambil keputusan hrs tegas jgn cuma ngomong mau pergi mau cerai tapi msh mau saja tinggal bersama Dimas
Mawar
gila tu mmg manusia, buku nikah vita pasti sdh disembunyikan tu sm dimas..
Mawar
surat apa ya.
Ma Em
Dimas dan ibunya sampai berlutut minta maaf pada Vita karena Dimas sdh ketahuan selingkuh bahkan sdh punya anak dua , dulu sebelum ketahuan Vita diam2 saja tdk ada kata untuk menceraikan istri keduanya skrg setelah ketahuan baru berlutut minta maaf .
Ma Em
Semoga Dimas cepat sembuh dan sehat kembali agar Vita bisa cepat keluar dari rumah yg Dimas tinggal .
Uthie
manjaaa bangett si Dimas 😌
Uthie
Bagaimana kelanjutan kisah mereka niii.. setelah rahasia sudah terkuak 😁

lanjuttt Thor ❤️
Uthie
gampang banget tuhh mak-mak 😡
Uthie
Nahh kan... bangkai yg ditutupi akan tercium juga 😡
Ma Em
Akhirnya kebohongan Dimas ketahuan juga sama Vita , semoga Vita dan bayi yg dikandung nya baik2 saja dan sehat ,
Uthie
Nahh..kan ketahuan
Uthie
Walau ada kabar bahagia yg dah lama ditunggu2, tetap aja akan jauhhh lebih sakit saat tau nanti bahwa suaminya sdh punya 2 anak dr wanita lain....
Uthie
walau bagaimanapun, hal tsb sangat menyakitkan
Uthie
jadii .. tapi akan ada hal yg menyakitkan saat ada rahasia diketahui
Uthie
nexxxttt
Uthie
emang mencurigakan
Uthie
patut di curigai 👍
Uthie
Mampir 👍👍👍
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Ma Em
ya Allah Thor sdh lama banget baru ada sambungannya semoga Othor selalu sehat, sdh waktunya Lita mengetahui kebohongan suaminya yg sdh selingkuh bahkan sdh punya anak .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!