NovelToon NovelToon
Lingsir Wengi

Lingsir Wengi

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Supernatural / Spiritual / Horor / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Laila Al Hasany

Ana kidung rumeksa ing wengi
Teguh hayu, luputa ing lara
Luputa bilahi kabeh
Jim setan datan purun
Paneluhan tan ana wani
Niwah panggawe ala
Gunaning wong luput
Geni atemahan tirta
Maling adoh tan ana ngarah ing mami
Guna duduk pan sirno ....

Ya, itu!
Lingsir Wengi, Rumeksa ing Wengi. Tembang yang selalu disenandungkan simbah putri setiap menidurkanku. Ketika simbah Putri meninggalkanku di kamar sendirian, lamat-lamat kulihat sesosok wanita ayu yang duduk dan tersenyum. Aroma bunga Mawar, menyeruak memenuhi ruangan kamar tidurku.

Aroma itu akan selalu muncul ketika simbah putri mulai bersenandung. Tapi malam ini, siapa? Siapa yang bersenandung? Aku juga belum sempat bertanya kepada simbah putri, tentang siapa sebenarnya sosok wanita berkebaya dan berkerudung itu ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laila Al Hasany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Hari semakin sore, aku sudah selesai merapihkan barang-barangku, meminum beberapa teguk teh yang sudah tak lagi hangat, untuk sekedar menyapu tenggorokan ku yang mulai terasa kering. Kemudian, aku beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Aku menengok ke arah dapur, mbok Minten masih sibuk memasak. Lalu, aku duduk di dipan bambu yang meskipun sudah tua, tapi masih kokoh.

"Mau dibantu gak, Mbok? "

"Eh Nduk, ndak usah, hampir selesai kok, sana kamu mandi saja, sudah bau kecut tuh, " mbok minten menggodaku sambil memencet hidungnya sendiri.

"Ah Simbok nih, mana ada kecut, emangnya aku ni jeruk sambel?" aku berpura-pura merajuk. Simbok tertawa terkekeh-kekeh.

Mbok Minten adalah orang yang dipercaya simbah putri untuk mengurus rumah dan keperluan simbah putri semasa hidup. Mbok Minten selalu memanggil simbah putri "Ndoro Putri". Seingatku, dulu simbah putri pernah bercerita, bahwa mbok Minten itu sudah sebatang kara waktu simbah menjadikannya rewang.

Mbok Minten meskipun bukan orang kekinian, tapi orangnya cerdas, tanggap, sangat cekatan. Rajin, ulet, jujur, tidak pernah aneh-aneh atau neko-neko. Tipikal orang tua yang njawani banget. Tidak heran kalo simbah itu sangat percaya pada mbok Minten, sampai menganggapnya seperti adik sendiri, meskipun umur mereka berdua terpaut jauh.

Mungkin juga, karena simbah putri adalah putri tunggal keluarga Mangkuwijoyo. Dan dari generasi ke generasi, trah Mangkuwijoyo pasti hanya punya putri tunggal. Tak heran kalo simbah bersikap seperti itu pada mbok Minten yang juga tidak punya sanak saudara.

Dulu waktu aku kecil, mbok Minten memanggilku "Ndoro Ayu", tetapi aku tidak suka dengan panggilan itu. Aku sering menolak dan protes, "Namaku Dyah, Mbok! Bukan Ndoro Ayu! " sambil memanyunkan bibirku.

Tadinya, tetap saja mbok Minten memanggilku seperti itu, tapi setelah aku mengajukan protes kepada simbah putri, mbah putri menghela nafas, dan berkata, "Ya sudah, panggil Nduk saja mbok, daripada itu bocah manyun terus, nanti bibirnya jadi dower, ndak ada joko yang mau nglamar, kan aku juga yang repot! "

Mereka berdua tertawa, dan aku masih tidak paham dengan obrolan mereka.

"Nduk cah ayu, ngelamun lagi to! "

Kata-kata mbok Minten membuyarkan lamunanku. Aku tersenyum, mbok Minten masih menatapku, sepertinya acara masak memasak sudah selesai.

"Mbok, aku mau mandi dulu, sudah reget semua rasanya badanku. "

"Oh iya iya, Nduk. Jangan lama-lama, nanti kedinginan. "

Aku beranjak pergi ke kamar mandi, yang letaknya jauh di bagian belakang bangunan. Bilik kecil yang menyatu dengan kakus, di dalamnya terdapat sebuah gentong besar berisi air, dengan gayung yang terbuat dari batok kelapa.

Dulu belum ada keran air, tapi setelah adanya kemajuan di desa, sudah terpasang keran yang bisa dialirkan airnya kapanpun. Kalau orang lain mungkin saja akan merasa tidak nyaman. Tapi aku sudah terbiasa waktu kecil, bahkan dulu simbah sering menjewer telingaku kalau aku ketahuan mandi di parit. Aku tersenyum mengingat hal itu.

Aku menuntaskan mandiku dan mengambil air wudhu, untuk menunaikan salat asar. Aku dan keluargaku bukan termasuk orang-orang relijius, tapi kami tidak pernah mau meninggalkan ibadah-ibadah wajib sesuai ajaran agama kami.

Bahkan simbah Kakung maupun Putri, selalu mengingatkan kami "ojo nganti ninggal sholat!" ( jangan sampai meninggalkan sholat! )

Setelah menyelesaikan semua rutinitasku, aku berjalan keluar ke halaman rumah untuk sekedar duduk-duduk di bangku yang terbuat dari kayu jati. Aku melihat mbok minten sedang menyapu daun-daun kering di halaman.

Anak-anak berlarian berkejaran di jalan depan rumah. Ada yang bermain tali, bermain kelereng, ada pula yang baru pulang dari surau sehabis mengaji.

Pemandangan seperti ini lah yang membuatku nyaman.

"Eh, Mbak Dyah! Kapan datang ke desa Karang Kembang ini ?"

Aku terhenyak, dan melihat seorang ibu-ibu paruh baya. Sepertinya ini bu Yanti, buruh tani yang seingatku dulu sering disewa simbah, menyapaku dari kejauhan.

"Eh, Bu Yanti, iya ... baru tadi," aku tersenyum basa basi.

"Main ke rumah Mbak, kalau longgar."

Aku mengangguk sopan dan tersenyum. Bu Yanti berlalu dari hadapanku, kemudian berhenti menyapa mbok Minten juga, entah apa yang mereka obrolkan, tapi kulihat mereka senyum-senyum memandangku.

Aku tertegun, melihat sesosok wanita berkebaya itu lagi.

Bersambung ....

*****

Rewang : asisten rumah tangga.

Njawani : tingkah lakunya seperti orang jawa.

Reget : kotor.

1
Nur Bahagia
Ripin 🤣
Nur Bahagia
jangan2 Sada jadi jin pendamping nya Garvi 🤩
Nur Bahagia
kubah gaib warna perak🤔
Nur Bahagia
siapa nih? 🤔
Nur Bahagia
kannn bener murni sama Rian.. 🤩
Nur Bahagia
ai mbok ga diajak kah? 🤔🥺
Nur Bahagia
sama Rian aja.. yg ketua karang taruna itu 🤗
Nur Bahagia
bisaa aja thaliaa 🤣
Nur Bahagia
Alhamdulillah pak samijan yg terpilih jadi kades nya 🤩
Nur Bahagia
wahh Pin.. Aripiinn... awakmu di senengi wong kutho ki lhoo.. wehhh bejomu lee 😅
Nur Bahagia
🥰
Nur Bahagia
🤩
Nur Bahagia
😍
Nur Bahagia
Alhamdulillah si mbok baik2 aja.. diantara semua tokoh yg ada di novel ini, cuma si mbok idolaku 🔥🥰
Nur Bahagia
ehhh begini doang
Nur Bahagia
malah ngomongin mau nikah.. iki piyee thoo.. mikir selamat aja duluu.. si mbok gimana ini si mbookkk 😭
Nur Bahagia
heettt malah ngobrol.. buruan tuh tolongin mbok Minten 🤦‍♀️
Nur Bahagia
ini lagi si kenanga.. suruh jagain 24 jam, malah ngendon aja di dalam kotak.. duhh 🤦‍♀️
Nur Bahagia
ya elaaahhh Thor aku kecewaaa.. kenapa harus mbok Minten 😭
Nur Bahagia
yesss akhirnya terbongkar semua kebusukan mu Senen 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!