NovelToon NovelToon
Dia Yang Tak Dapat Kuhindari

Dia Yang Tak Dapat Kuhindari

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Roslaniar

Halllooowww.....para readers yang asyik-asyik mampir yuk dinovelku. Maaf ya kalo banyak typo-typonya.

Haiii....namaku Hanum Anastasya wijaya, saat ini aku sudah menyelesaikan S2 ku diharvard university dan dengan kecerdasan diatas rata-rata yang kumiliki sehingga aku bisa bekerja diperusahaan GMT Coporation perusahaan terbesar diamerika.

Namun saat ini aku harus pulang ketanah air karena desakan mamaku tersayang.

Menjadi anak tunggal merupakan beban yang sangat berat kurasakan.

Ketika tiba ditanah air dan bertemu dengan masa lalu, disinilah ceritaku dimulai...

"Terus maju dengan masa lalu atau meninggalkan masa lalu adalah sebuah pilihan yang menjadikanku tak bisa menghindarinya"
(Hanum Anastasya Wijaya)

"Sekian lama kumencarimu, kini kau datang dihadapanku membuatku tak akan melepaskan dirimu lagi"
(Saputra Mandala)

Penasaran????? dengan cerita mereka dan yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya???

Baca yuk novel karya pertamaku berjudul "Dia yang Tak Dapat Kuhindari" yang diterbitkan oleh Mangatoon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Bertemu Sahabat

Siang hari Hanum terbangun dan langsung menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri. setelah itu Hanum menelpon kedua sahabatnya, yaitu Risa dan Kykan.

drrrrt. drrrrrt. drrrrrt

"Hallllooo...Risaaaa"

"Hanuuuuuummmmm????eh nyet lo dimana,,,tumben nelpon gue"

"yeeee....gue di rumahlah, mau dimana lagi,,,"

"Gue tau lo di rumah, tapi di rumah mana...di amrik atau di indonesia, nyet..."

"Dirumahnya bokap gue..."

"haaaaa????serius lo....ok pulang kantor gue langsung ke 0rumah lo, gue infokan si kykan dulu, bye...."

"ok...gue tunggu, lo berdua..."

Setelah Risa menelpon Kykan, dengan perasaan gembira Risa menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin dengan harapan bisa pulang tepat waktu. Begitupun dengan sahabatnya Kykan. Ya mereka berdua bekerja pada perusahaan yang sama hanya berbeda divisi dan berbeda lantai. Risa pada divisi pemasaran lantai 3 sedangkan Kykan pada divisi keuangan lantai 5. Mereka hanya bertemu jika mereka makan siang bersama.

Dengan pekerjaan yang menumpuk sehingga tak terasa waktu segera berlalu, kini waktu menunjukkan 17.00 wib. Dengan cepat Risa merapikan berkas-berkas di mejanya.

"Tumben Ris.... buru-buru pulang..."kata teman satu divisinya

"Iyya nih mba Maya, sahabatku dari amrik pulang ketanah air. ok mba...duluan ya, bye..."

Dengan cepat Risa berjalan kearah lift, sambil menunggu giliran masuk lift tiba-tiba tasnya bergetar menandakan handphonenya berbunyi.

drrrtt. drrrrt. drrrrt

"Ris....gue udah di lobby nih"

"iyaa....bentar, ky,,,gue udah didepan lift nih, nggak sabaran banget sih."

Keluar dari lift Risa melihat Kykan yang mondar mandir di lobby kantor yang membuat security nampak kebingungan.

"Udah lama ya, Ky..."

"Hmmmm... ayo buruan, Ris...gue nggak sabaran nih pengen ketemu si kunyuk itu".

"Kita jalan masing-masing atau pakai mobilku aja..."

"Terus mobilku gimana dong??? masa ku tinggalkan dikantor, terus besok gue naik angkot kekantor??? rumah kita kan nggak searah, wahj tega lo ya..."

"Yeeee...otak lo kok semakin lama semakin nggak bekerja, sih,,,minta tolong sama security-nya atau kalo enggak lo nginap di rumah gue atau kita sama-sama nginap di rumah Hanum sekalian kangen-kangenan, kan sudah lama kita nggak tidur bareng".

"ok deh,,,tapi baju gue dan baju lo gimana, masa besok ngantor pakai baju ini lagi, sih..."

"Nggak usah dipikir, yuk ah...kita cuzz"

Tak butuh waktu lama Risa dan Kykan akhirnya berbaur dengan pengendara yang lain membelah ibukota menuju perumahan elit. Karena sudah sore macet pun tak dapat dihindari.

drrrrtt drrrrttt drrrtttt

"Assalamualaikum putri...."

"Lo berdua jadikan mampir di rumah gue???"

"Jadilah,,,nih gue sama Riska lagi dijalan cuman kejebak macet."

"ok...gue tunggu."tuuuuutttt

"Ck..si Hanum nggak pernah berubah deh,,,selalu saja mematikan telpon sepihak".

"Udahlah,,,nggak usah manyun gitu kayak bebek". Risa cekikikan geli melihat bibir sahabatnya

Mereka bertiga bersahabat sejak menempuh kuliah S1 di universitas X, universitas terkemuka dan bergengsi di ibukota. Setelah wisuda masing-masing melanjutkan kejenjang S2, hanya Hanum yang lebih memilih keluar negeri melanjutkan studinya di samping karena tidak mau menyia-nyiakan beasiswanya juga ingin menghilangkan rasa sakit hati pada dosennya yang meninggalkannya tanpa penjelasan.

Setelah menempuh perjalanan hampir 1,5 jam karena macetnya ibukota pada jam pulang kantor, tibalah mereka disebuah rumah mewah di kemang

ting tong ting tong

Ceklek

"eh...non Risa dan non Kykan...ayo masuk, non..."

"Hanum nya ada bi???"

"Ada non...di kamarnya, non berdua langsung aja ke kamarnya, tadi non Hanum udah pesan."

"Makasih ya, bi..."

"Siapa bi???"terdengar suara mama Hanum dari dalam.

"Assalamualaikum tante..."salam bersamaan Riska dan kykan.

"waalaikumsalam...ehh Riska dan Kykan...ayo masuk sayang, langsung aja ke kamar Hanum"

"Siipplah tante..."

Dikamar Hanum

Ceklek

"Haiiii anak rantau....kami dataangggg"

"Ck, kalian nggak pernah berubah, ketuk pintu dulu kek...salam kek..."

"Ulu ulu....jangan sewot sayang..."

Sambil berpelukan melepas rindu mereka bukan hanya sahabat tapi mereka juga seperti saudara.

"Num...kamu kan baru datang, tapi kok sudah sibuk aja depan laptop,,,emang kamu udah mulai kerja di perusahaan papamu???"Kykan penasaran

"waaahhh....kamu jadi bu boss dong.." goda Risa.sambil menaik turunkan alisnya

"Gue blom siaplah tuk gantiin papa...gue lagi cari lowongan pekerjaan, gini-gini kan gue mantan karyawan perusahaan no 1 di Amrik...siapa tau aja gue bisa dapat kerjaan yang bagus disini."

"Kamu coba aja ditempat kami kerja, divisi gue kan lagi butuh orang tuh dan denger-denger boss juga buka lowongan untuk sekretaris deh..."kata kykan

"Oh ya???gue mau deh coba pada divisi keuangan, moga aja diterima lumayan langsung ada temen"

"Kamu kirim berkas via email aja, kalo lolos seleksi baru bawa berkas kekantor"

"OKI doki, sayang...mmmmuuuuaaaccchhh"

"btw siap-siap yuk, kita nongki-nongki malam ini". kata hanum bersemangat

"Tapi besok kan kami kerja, num...mana nggak bawa baju ganti lagi,,,"

"kalian malam ini nginap disini, soal baju kerja...kalian boleh pilih baju yang kalian suka".

"Nggak minjam kan???"

"Ck...nggaklah, kalian ambil aja".

"yesss...thank you, honey..."Risa dan Kykan bersamaan sambil memeluk Hanum

"Udah...sono mandi, ntar keburu malam lho..".

"Eh..tapi baju hangout nya, dari walk in closet lo juga, kan???"

"Risaaaa...Kykaaaan ...nggak usah dibahas. kalian pilih aja". Hanum mulai kesel dengan tingkah laku sahabatnya yang menganggapnya seperti orang lain.

Sambil menunggu keduanya bersiap, Hanum keluar kamar menuju ruang keluarga dimana papa dan mamanya duduk bersantai sambil nonton tv.

"Ma...pa...hanum sebentar jalan-jalan sama Riska dan Kykan, ya???sekalian merayakan kepulangan ku".

"Minta tolong pak seto aja antar kalian..."

"Nggak usah ma, kasian pak seto..dia kan sopirnya papa. Lagian kami bertiga bisa nyetir koq dan nggak sampai tengah malam, soalnya mereka kan besok kerja, nggak kayak Hanum yang jadi pengangguran".

"Makanya turuti saran mamamu, kerja dikantor papa..."

"Ckk...belum saatnya papaku sayang...lagian besok Hanum mau coba masukkan lamaran dikantornya Kykan sama Riska".

"Susah lho masuk diperusahaan itu, Num...seleksinya ketat dan betul-betul orang pilihan yang bisa diterima".

"Insya allah, Hanum akan berusaha, pa...gini-gini kan juga Hanum lulusan terbaik universitas bonafit, dan asal papa tau putri papa yang cantik dan pintar ini juga sebelumnya kerja diGMT Corporation, salah satu perusahaan besar diamrik".

"Haa???yang bener, Num..."serempak Risa dan Kykan berteriak dari belakang Hanum. Yang tanpa Hanum sadari mereka sudah lumayan lama berdiri dibelakang Hanum.

"Gila lo, Num...kerja diperusahaan itu impian banyak orang".

"Sudah,,,,sudah,,,kalian cepetan berangkat entar keburu malam, lo" tukas mama Hanum.

"ya udah...yuk berangkat...bye ma, pa..."

"Kami berangkat dulu om, tante..."

"Ma..pinjam mobilnya, ya...pake mobil papa takutnya dikenali orang,,,hehehe". Sambil mengambil kunci mobil mama yana..

"Kenapa nggak pake mobilmu sendiri, udah lama lho nggak keluar garasi".

"Nantilah ma..Yuk gaes kita cabut.."

1
Diana Berly
Luar biasa
irma hidayat
bagus ceritanya
irma hidayat
Buruk
Qilla
Ra genah
Qilla
pinter tapi gimana ya si Hanum ini
Lina Suwanti
mampir author,saya tertarik membaca karena lht babnya yg ga terlalu panjang...
Dewilakstri Astini
Luar biasa
fian widy
👍
Heryta Herman
hhuuuh...semudah itu??? masa bodoh laah...
Heryta Herman
gimana sih orru nya hanum ini...ibunya putra sdh menghina anakmunpak,bu...dan tdk ada permintan maaf atau niat baik daei mereka..untuk apa menerima putra jadi menantu?...aaah sdh laaah..terserah author
Heryta Herman
bodo amat lah...
Heryta Herman
terserah author lah...kita ga stuju dgn putra pun,bisa apa...males lah...kaya ga ada orang lain lagi selain putra...
Heryta Herman
yaaaahh..jngn semudah itu hanum menerima putra kembali...
males aku...lbh baik dgn anand yg mencintai hanum apa adanya
Heryta Herman
hihihi...rasain lu putra..kelimpungan kan...makanya jngn sombong jadi orang....
Heryta Herman
dasar duda ga tau diri kau putra...
bagus tindakan mu hanum..
mampuslah lu putra...
Heryta Herman
malas laaaah...semudah itu hanum melupakan kesilapan orang yg sdh menghina nya...dimana harga dirimu hanum...mana nyonya okta yg sombongnya ga ketulungan itu...kenapa tdk beeani minta maaf...hhuuuuhhh...malas malas malas baca
Heryta Herman
hamum...tegas jngn mau di lecehkan...mana harga dirimu hanum...ayoo semangat...hempaskan segala lalat" yg mengganggu..hehehe../Grin/
Heryta Herman
rasain lu nyonya okta dan putra yg terhormat....mana mau taroh tu muka ....
hanum...jngn mau beehubungan dgn putra...merwka kluarga toxic
Heryta Herman
kluarga putra ripikal orang kaya egois.. dia pikir,harta adalah segalanya...merwka lupa akan kuasa yg maha Esa...
lily
tidak membenarkan tindakan mamanya putra karna tiap ibu pasti ingin yg terbaik untuk anaknya ,, harusnya di terima dlu, trus di selidiki dlu calon menantunya itu seperti apa , tidak semua yg kaya itu menjamin akan hidup tanpa kekurangan dan tidak semua yg miskin itu morotin tpi emang ada tpi gk semua intinya selidiki dlu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!