NovelToon NovelToon
Dewa Dunia Kecil

Dewa Dunia Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Aplikasi Ajaib / Pusaka Ajaib / Fantasi Isekai
Popularitas:45.4k
Nilai: 5
Nama Author: UdahPernah

Cerita ini menggambarkan situasi dua dunia yang berbeda dalam waktu yang bersamaan.

Suatu hari, Tianzhun tiba-tiba menerima hadiah misterius.

Hadiah tersebut berupa kotak kaca raksasa yang berisi pemandangan miniatur desa zaman kuno di dalamnya.

Ketika Tianzhun membuka kotak tersebut, ia menyadari ada kehidupan di dalamnya.

Dia dapat menyaksikan kehidupan sulit penduduk di sebuah desa, terutama An Zhu dan ibunya, yang sedang berjuang untuk bertahan hidup di tengah kekeringan dan serangan bandit.

Tianzhun yang tidak tahan lagi melihat adegan kejam yang dimainkan, akhirnya memutuskan untuk campur tangan, dan menyelamatkan desa dari serangan bandit tersebut.

Tindakan itu membuat Tianzhun menyadari bahwa dunia di dalam kotak itu, adalah dunia yang benar-benar nyata!

Seiring berjalannya waktu, kehadiran Tianzhun akan merubah dunia kecil itu melalui gadis kecil, An Zhu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UdahPernah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 2 : Dewa, Selamatkan Aku

1227 Masehi, bulan ketujuh kalender Dinasti Feng.

Jianxi, Kabupaten Chang’an, Desa Wuxia.

Musim kemarau telah berlangsung selama tiga tahun penuh. Panas menyelimuti bumi tanpa belas kasihan, seakan matahari menggantung lebih rendah dari biasanya. Pada siang hari, suhu hampir mencapai empat puluh derajat, membuat udara terasa berat dan menyiksa di setiap tarikan napas.

Di wilayah Jianxi, hujan telah lama menghilang dari ingatan manusia. Sungai yang dahulu mengalir di dekat Desa Wuxia, kini berubah menjadi jalur tanah kering yang penuh retakan. Tanah menguning membentang sejauh mata memandang, pepohonan meranggas, dan ladang-ladang tak lagi mampu menumbuhkan apa pun.

An Zhu sudah lama tidak makan dengan layak.

Gadis itu berusia sekitar tujuh belas atau delapan belas tahun. Tubuhnya kurus, wajahnya cekung, dan kulitnya pucat karena kekurangan gizi. Ayahnya telah meninggal ketika ia masih sangat kecil, menyisakan An Zhu dan ibunya yang saling bergantung untuk bertahan hidup, di dalam kehidupan yang keras dan penuh keterbatasan.

Sejak kecil, An Zhu sudah terbiasa bekerja. Ia membantu ibunya mengumpulkan kayu bakar, menimba air, atau mengerjakan pekerjaan kasar demi mendapatkan sedikit makanan. Kemiskinan membuatnya tumbuh lebih cepat dari anak-anak seusianya.

Namun sekeras apa pun mereka berusaha, kehidupan yang layak saja, tetap terasa mustahil.

Dalam dua tahun terakhir, keadaan semakin memburuk. Kekeringan membuat sungai benar-benar berhenti mengalir. Air sumur hanya cukup untuk diminum, tak ada lagi sisa untuk mengairi ladang. Tanaman mati satu per satu, bahkan sebelum sempat berbunga.

Setiap hari, An Zhu menyusuri sekitar desa, menggali tanah dengan tangan kosong. Ia mencari akar rumput, dedaunan liar, atau apa pun yang masih bisa direbus untuk dimakan bersama ibunya.

Belakangan ini, bahkan tanaman liar pun hampir habis. Banyak yang mengering sebelum sempat dipetik. Pada akhirnya, mereka hanya bisa menguliti batang pohon atau menggali akar pahit yang keras dan sulit ditelan.

Mereka seolah telah sampai di titik darah penghabisan, namun ternyata penderitaan itu belum juga berakhir.

Pada hari itu, sekelompok bandit mendatangi desa tersebut

Jeritan dan tangis terdengar dan langsung memenuhi udara, saat rumah-rumah rapuh itu dijebol, penduduknya diseret keluar, dan apa pun yang masih bisa dimakan dirampas tanpa ampun.

Ibu An Zhu roboh ke tanah akibat sabetan pedang berkarat.

Darahnya mengalir, membasahi tanah kering yang telah lama haus akan air.

“Ibu…!”

Dunia seakan runtuh di hadapannya. An Zhu memeluk tubuh ibunya dan menangis tersedu-sedu. Tubuh itu masih hangat, namun napasnya telah berhenti.

Bandit yang menyerang mereka menatap pemandangan itu dengan senyum kejam.

“Daging wanita tua ini hanya cukup untuk beberapa hari,” gumamnya pelan. “Kalau gadis ini juga kita bunuh, persediaan kita akan bertambah, hahaha..."

Pedang berkarat di tangannya kembali terangkat, hendak menebas An Zhu.

Namun, pada saat yang sama, langit tiba-tiba berubah.

Awan tebal bergejolak hebat dan terbelah, seolah disingkirkan oleh entitas kekuatan tak terlihat. Dari balik awan, sebuah tangan raksasa terulur ke bawah.

An Zhu yang menunduk ketakutan tiba-tiba merasakan cahaya matahari terhalang. Ia mengangkat kepalanya ke langit dengan gemetar.

Dia melihat sebuah tangan raksasa muncul dari langit, dan menjentikkan jarinya.

Dalam sekejap, bandit tersebut terlempar jauh. Tubuhnya melayang tinggi sebelum menghantam tanah dengan keras hingga ke luar batas desa. Tulang-tulangnya langsung remuk, dan nyawanya lenyap seketika.

Suara guntur bergema di langit.

“Dasar begal terkutuk.”

Jantung An Zhu berdebar hebat saat ia menatap awan yang perlahan kembali menutup.

Para bandit lain berseru panik;

“Apa yang barusan terjadi?”

“Kenapa dia tiba-tiba terbang?”

Mereka tidak melihat tangan itu.

Dengan wajah penuh kecurigaan, mereka mengepung An Zhu.

Pemimpin bandit melangkah maju dan menatap gadis itu dengan dingin. “Gadis kecil, apa yang baru saja kau lakukan?”

An Zhu menggelengkan kepala tanpa daya. Air matanya terus mengalir.

“Berani melawan kami?” bentaknya.

Pedang berkarat itu kembali terangkat, hendak menebas An Zhu.

Namun, langit bergejolak sekali lagi.

Tangan raksasa muncul dan menjentikkan jari.

Pemimpin bandit terhempas ke belakang, menghantam tanah dengan keras. Tubuhnya hancur, mati tanpa sempat mengeluarkan suara.

Kepanikan melanda para bandit.

“Dia iblis!”

“Sihir! Ini pasti sihir!”

Mereka berteriak ketakutan dan menyerang An Zhu secara membabi buta.

Namun An Zhu kini mengerti, bahwa hanya dia yang bisa melihat tangan itu.

Ia menatap langit dengan mata basah, lalu berlutut di tanah sambil memeluk tubuh ibunya.

“Dewa… tolong selamatkan aku.”

——

Di luar dunia kecil itu, Tianzhun berdiri terpaku.

Ia telah bertindak dua kali.

Perasaan aneh memenuhi dadanya, ketika melihat gadis kecil itu berlutut dan memohon kepadanya. Tatapan mata itu terlalu hidup, terlalu nyata untuk disebut mainan!

“Kenapa aku jadi ikut campur…” gumamnya pelan.

Namun saat melihat para bandit kembali bergerak, hatinya mengeras.

“Kalian tidak pantas hidup!”

Tangan Tianzhun menepuk permukaan dunia kaca.

Satu per satu, para bandit hancur oleh kekuatan tak kasatmata. Tubuh mereka langsung remuk, darah mereka mengalir dan membasahi tanah desa.

Ketika semuanya berakhir, Desa Wuxia sunyi.

An Zhu memeluk jasad ibunya erat-erat. Dengan suara bergetar, ia berbisik,

“Ibu… dewa telah membuka matanya.”

1
🔵SENJA
bagus ini konsep ceritanya dan alurnya juga oke sayang ga up lagi deh 😌😶
Ari Chutez
ini kmn y ga up terus
buzank lapoex
up dong thor
кιму☃
😭Kau menyebalkan Zhu Qinghan
кιму☃
oh Tianzun kau sama sepertiku/Joyful/
кιму☃
Otakku sudah tahu rencanamu Tianzu./Hey/
кιму☃
/Sob/Baru sadar aku, Markonah itu tambahan. kukira emang namanya asli.
кιму☃
Sepertinya aku butuh Dewa Tianzun versi nyata. Tapi wujud Manusia aja. Siapa tahu bisa kasih aku Taehyung/Drool/
кιму☃
cemen banget, gitu aja kabur. Aku juga bakal kabur kok😭. Tapi, situ kan cowok, masak kabur.
кιму☃
Ya jelaslah, itu ulah makluk qoib yang berada di atas sana. ya kali bisa ditemuin disitu/Sneer/
кιму☃
izin ketawa/Sob/, ngakak tapi ngeri juga
fadyla Nurulroro
semangat thor nulisnya aku tunggu up nya
Jana Zyan
belum up juga. ..
thor kapan lanjut nya? udah 1 abad ko ga up up, lagi kangen ama an zhu nih
meilany putri
adakah yg tahu kok author berhenti update
Ari Chutez
si markonah geningan hahaha
Ari Chutez
ketutup dong rumahnya
Teh Telang
kok blm lanjut ya....sdh lama banget lho thor
Jana Zyan
4 x bolak balik, tp belum ada update'n nya.. .
buzank lapoex
apakah msh ada kemungkinan dilanjut...menarik sih sebenernya,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!