Benua Astraedia adalah tempat di mana 12 guild assassin dan 12 kerajaan besar bersaing untuk pengaruh dan kekuasaan. Di tengah kompleksitas politik dan intrik, ada satu nama yang dikenal di seluruh benua sebagai pembunuh terbaik "Raul" seorang assassin berbakat dengan rambut putih dan mata merah yang mencolok.
Raul adalah anggota Bayangan Kematian, salah satu guild assassin terkemuka di Rivenholm, kerajaan yang penuh intrik dan konflik. Dia telah menjalani berbagai misi sukses dalam beberapa tahun terakhir, namun, sebuah ancaman yang jauh lebih gelap sedang merayap di benua Astraedia.
Di kegelapan yang dalam, seorang penyihir jahat bernama Malachor the Malevolent telah muncul, dengan tujuan menguasai seluruh benua dan mendirikan era kekacauan. Kelompok kultus yang setia kepada Malachor, yang dikenal sebagai Kelompok Kultus Malachor, bekerja dengan diam-diam untuk mendukung rencananya.
Raul dan timnya, yang terdiri dari Aria, Lars, Selene, dan Felix, harus menyatukan kekuatan mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 2: Misi yang Semakin Rumit
Raul dan timnya kini berada dalam sorotan perhatian di pesta Lord Aldric. Mereka berusaha untuk menjalankan misi mereka dengan sebaik mungkin sambil mempertimbangkan risiko yang lebih besar. Di tengah kerumunan yang semakin ramai, mereka mulai menjalankan beberapa skill mereka untuk membantu dalam misi penyusupan.
Raul melihat seorang penjaga yang berpatroli di dekat pintu yang akan mereka lewati. Dengan lembut, dia merapalkan mantra dalam hatinya dan kemudian berbicara dengan tajam.
"Bayangan menyatu dengan malam. Menyembunyikan langkahku di dalam gelap," kata Raul merapal mantra.
Raul menggunakan kemampuan Bayangan Tersamar, menyatu dengan bayangan dan bergerak tanpa terlihat di sisi penjaga. Dia berhasil melewati penjaga tersebut tanpa menarik perhatiannya.
Aria, di sisi lain, melihat sebuah pintu yang mengarah ke ruangan Lord Aldric. Dia ingin memastikan bahwa jalan itu aman. Dengan tenang, dia merapalkan mantra kecil.
"Tingkatkan panca inderaku, dengar setiap bisikan angin," kata Aria merapal mantra.
Dengan kemampuannya yang tajam, Aria mendengar percakapan diam-diam antara beberapa tamu pesta yang berbicara tentang rencana jahat yang sedang disusun oleh seorang tamu misterius. Informasi ini dapat menjadi petunjuk penting dalam misi mereka.
Lars memutuskan untuk mengamati dengan hati-hati pertemuan antara dworf dan ork di bar pesta. Dia tahu bahwa hubungan antar-ras ini dapat memiliki implikasi besar bagi dunia Astraedia. Dengan hati-hati, dia merapalkan mantra singkat.
"Pikirkan dengan kebijaksanaan, temukan tujuan sejati," kata Lars merapal mantra.
Melalui kemampuannya dalam observasi, Lars mendapatkan informasi bahwa pertemuan ini sebenarnya adalah upaya kedua ras untuk mengamankan sumber daya yang langka di benua ini. Ini adalah konflik lama yang tengah berlangsung di latar belakang.
Selene menyadari kehadiran naga berwarna emas yang mengelilingi pohon besar di taman pesta. Dia merasa ada sesuatu yang aneh. Dengan tenang, dia merapalkan mantra singkat.
"Lihatlah dengan mata hati, temukan kebenaran yang tersembunyi," kata Selene merapal mantra.
Melalui kemampuannya yang unik, Selene dapat melihat bahwa naga itu sebenarnya adalah penjaga tumbuhan yang melindungi pohon tersebut karena penting bagi alam.
Felix melanjutkan pembicaraannya dengan manusia tua yang memiliki informasi berharga. Namun, dia ingin memastikan bahwa informasi itu benar. Dengan penuh perhatian, dia merapalkan mantra kecil.
"Percayai kata-katamu, jangan biarkan dirimu terperdaya," kata Felix merapal mantra.
Melalui kemampuannya dalam membaca perasaan dan niat seseorang, Felix menyadari bahwa manusia tua tersebut memang bermaksud memberikan informasi yang benar dan berguna.
Saat mereka menggunakan skill mereka dengan hati-hati, Raul dan timnya dapat menjalankan misi mereka dengan lebih baik. Namun, mereka juga harus waspada terhadap kemungkinan pengintai dan risiko lainnya yang mungkin terjadi dalam pesta ini.
Raul dan timnya berkumpul di sudut pesta, menjauh dari keramaian agar mereka dapat berbicara tanpa didengar orang lain.
"Kita perlu lebih waspada sekarang. Kehadiran berbagai ras dalam pesta ini menunjukkan bahwa ada banyak hal yang terjadi di balik layar," kata Raul sambil memandang rekannya.
"Benar. Saya mendengar percakapan tentang rencana jahat yang tengah disusun oleh seseorang. Ini bisa menjadi petunjuk penting," ucap aria sambil menjelaskan apa yang dia dapat.
"Saya juga menemukan informasi tentang konflik antara dworf dan ork yang melibatkan sumber daya langka di benua ini. Ini bisa jadi masalah besar," kata Lars sambil memberinkan informasinya.
"Ada sesuatu yang aneh dengan naga berwarna emas di taman pesta. Saya merasa kita harus memperhatikannya," ucap Selene sambil merasa curiga.
"Teman lamaku, Tuan Elmsworth, memberikan informasi yang mungkin sangat berharga. Saya merasa kita harus menyelidiki lebih lanjut," kata Felix sambil memberi informasi yang berguna.
Raul memikirkan semuanya sejenak. Dia menyadari bahwa misi mereka semakin rumit dengan adanya intrik dan agenda tersembunyi dari berbagai pihak.
"Baiklah, mari kita lanjutkan penyelidikan kita dengan hati-hati. Jangan biarkan diri kita terlalu terfokus pada satu hal. Informasi adalah kunci, dan kita harus mengumpulkannya dengan bijaksana." ucap Raul sambil memberi perintah.
Mereka pun bubar untuk menjalankan tugas masing-masing, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka adalah satu tim yang solid dan dapat saling bergantung satu sama lain dalam situasi yang sulit ini.
Dialog antara karakter-karakter ini menggambarkan kerjasama dan komunikasi dalam tim. Mereka menyadari bahwa mereka harus berhati-hati dan tidak mengabaikan informasi apa pun yang dapat membantu mereka dalam misi mereka.
contoh :
Raul berkata dengan suara perlahan, "Target kita ada disitu, Aria.
---
tentu saja pandangan gw bisa salah. jadi, keputusan ada ditangan mu author.
semangat 🙏🙏
"Pikirkan dengan bijaksana dan temukan tujuan sejati!" kata Lars merapal mantra.