NovelToon NovelToon
Abang Penjual Sate, Imamku

Abang Penjual Sate, Imamku

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: aisy hilyah

Sedang direvisi.

Perjalanan hidup tak selamanya lurus mulus ke depan. Juga tidak melulu berbelok dan terjal. Adakalanya kita akan merasakan manisnya hidup saat berada di puncak. Namun tak urung juga kita merasakan pahitnya hidup saat terlempar ke dasar jurang terdalam.
Begitu pun kehidupan seorang pemuda bernama Andika Razka Pratama, yang sebenarnya adalah seorang Tuan Muda pewaris tahta Perusahaan terbesar Pratama Grup. Harus merasakan pahitnya dibuang dari kehidupan sesungguhnya.
Berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan juga membiayai pendidikannya sendiri. Menjadi saksi betapa kerasnya kehidupan Nenek yang merawatnya di pengasingan. Hingga takdir merubahnya saat dipertemukan dengan seorang kepercayaan keluarganya.
Bagaimana kehidupan selanjutnya?
Temukan intrik menarik dari kisah hidup dan asmaranya. Dibubuhi konflik yang menambah rasa dalam cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagi Hari

Menjelang pagi, semua akan disibukkan dengan kegiatan pagi mereka. Untuk pergi bekerja atau pun untuk bersekolah. Berbeda dengan Razka, ia harus bangun sebelum subuh lalu pergi ke pasar untuk membeli keperluan dagangannya. Ia akan berangkat sebelum subuh ke pasar dan akan sampai di rumah saat adzan subuh berkumandang.

Setelah melaksanakan Shalat Subuh ia langsung mempersiapkan keperluannya berjualan sate. Memotong-motong daging ayam, membuatnya menjadi potongan kecil-kecil lalu ditusuk menjadi sate.

Setelah itu ia akan menyimpannya di lemari es karna ia akan berjualan setelah kuliah nanti. 

" Aaahhh, alhamdulillah akhirnya selesai juga. Waktunya bersantai sebelum ke kampus."

Ia berjalan ke teras rumah menikmati pemandangan pagi hari yang cerah ini. Matahari masih malu-malu untuk menampakan dirinya ke atas, ia hanya memancarkan cahaya warna-warna pagi yang indah. 

"Nak! Kenapa masih di sini? Bukankah kau harus ke kampus?" 

Tiba-tiba suara renta itu membuyarkan lamunannya. Ia menoleh, mendapati Neneknya yang berjalan perlahan mendekati. Lalu tanpa diminta ia pun berjalan menghampiri Nenek dan menuntunnya untuk duduk di bangku di teras tersebut.

"Iya, Nek. Aku ke kampus hari ini. Tapi ini masih pagi. Jadwalku nanti nek jam 09.00."

Lembut sekali ia menjawab perkataan Neneknya. Ia berjongkok di hadapan sang Nenek. Digenggamnya jemari renta itu lalu diciumnya dengan lembut seolah mengatakan 'Terimakasih karena sudah merawatku'. Namun,

"Tuan Muda!" Seketika panggilan itu membuatnya menegang. Ia melirik dengan sudut matanya tajam pada sumber suara tersebut. Terlihat laki-laki paruh baya berdiri dengan salah tingkah, seolah ia telah salah berucap. Ia melepaskan genggaman tangannya pada Nenek lalu perlahan bangkit tanpa menoleh.

"Sudah berapa kali aku katakan, Paman? Jangan menyebutku seperti itu. Aku muak mendengarnya. Apa Paman tidak lihat aku ini hanya penjual sate, senang sekali Paman menggodaku dengan sebutan Tuan Muda." 

Ia menoleh dengan tatapan dingin dan tajam, membuat laki-laki itu semakin salah tingkah.

"Maaf, maafkan Paman, Nak! Paman terlalu terbiasa memanggilmu seperti itu. Entah kenapa, tapi Paman suka memanggilmu begitu."

Tidak ada penyesalan di raut wajah lelaki itu, yang ada hanya raut bangga yang ia tunjukkan seolah apa yang ia katakan memang benar adanya.

" Tapi aku tidak suka, Paman. Ah, sudahlah! Aku akan bersiap ke kampus."

Ia berbalik meninggalkan  mereka berdua.

"Kau senang sekali menggodanya Max, padahal dia sangat tidak menyukai itu" 

Nenek membuka suara setelah kepergian Razka.

"Maafkan saya, Nyonya. Tapi cepat atau lambat Tuan Muda harus terbiasa dengan sebutan itu." 

Lelaki itu menjawab penuh penegasan.

"Aku tau itu, tapi untuk saat ini biarkan dia seperti itu. Biarkan dia membuka peluang usaha sendiri dan mencari jati diri. Aku hanya ingin Cucuku itu tumbuh kuat dalam kehidupan yang kejam ini, Max."

Mata renta itu begitu meneduhkan siapa saja yang memandangnya, mata itu tak pernah memancarkan kilat kemarahan. Ia selalu lembut saat berbicara dan pandangannya selalu menyejukkan.

"Saya mengerti, Nyonya." Ia menjawab sambil menunduk.

Tap tap tap

Selang beberapa saat, suara langkah dari dalam rumah mendekat ke arah ke duanya. Raut wajah yang selalu dingin saat berhadapan dengan orang lain tapi tidak saat ia berhadapan dengan sang Nenek.

" Nek, aku ke kampus ya. Nenek harus sarapan dan istirahat, jangan banyak bekerja. Aku ingin saat aku pergi Nenek sehat dan saat aku kembali Nenek juga sehat." Ia meraih jemari renta Neneknya lalu menciumnya. Nenek tersenyum dan tangan satunya bergerak mengusap kepala Cucunya dengan lembut. Nenek tidak menjawab ia hanya mengangguk.

" Paman Max, aku titip Nenek. Pastikan tidak terjadi apa-apa pada Nenek sampai aku pulang nanti," pintanya. Tidak terdengar seperti permohonan. Melainkan seperti sebuah titah yang harus dipatuhi.

"Iya, Nak! Paman mengerti. Istri Paman akan menemani Nenek di sini." Memberikan jawaban yang membuat Razka merasa aman meninggalkan Neneknya 

"Baiklah. Aku berangkat."

Ia berlalu pergi meninggalkan rumah sederhana itu dengan mengendarai motor bututnya.

"Tuan Muda persis seperti Tuan Besar aura kepemimpinannya sudah dapat saya rasakan."

Ia berbicara dengan bangga setelah kepergian Razka.

"Kau benar! Itu memang Cucuku putra dari anakku."

1
Mazree Gati
ini aja bertele tele kapanjangan pakai seosen dua segala,,,end
Aisy Hilyah: harap dimaklumi ini pertama kali saya nulis. jadi masih belepotan masih banyak salah-salah. masih jauh dari selera hehehe
total 1 replies
Mazree Gati
skpi,flasback
Mazree Gati
uda lompat baca masi sama
Mazree Gati
flasback,,skip
Mazree Gati
emil terlalu tolol, uda tahu di benci malah ikut campur tolol
jesS Noisyanthie
knp pemeran utama y jadi ubi?
baca dari awal begitu bnyk kematian
jesS Noisyanthie
jgn ngadi² thor,
jesS Noisyanthie
jujur,randy emng harus kembali pd istri dan anak y,
tp aku masih gak terima dgn rendy pernah memberikan harapan palsu sama emil😭😭😭
jesS Noisyanthie
deri jadikan berondong y emil aja thor🤭
jesS Noisyanthie
kasihan emil ,,,
jesS Noisyanthie
berarti rendy masih suaminya,kan gak ada kata talak,trs mngpa begitu mudah jatuh cinta sama emil
jesS Noisyanthie
knp nama ibu aisy adalah yanti 😭😭
itu namaku🤭🤭
Aisy Hilyah: maa syaa Allah
total 1 replies
jesS Noisyanthie
knp nama ibu aisy adalah yanti 😭😭
itu namaku🤭🤭
jesS Noisyanthie
katanya sgt mirip mita mirna, tp tidak bagi Sony,buktinya Sony tidak menyadari kalau mereka berduq bersaudara
jesS Noisyanthie
mita ibarat menari di atas luka y mirna,dan sony tdk memikirkan hal itu,
jesS Noisyanthie
org yg terlalu kecewa dan terluka menciptakan peran antagonis,
walaupun cinta tdk bisa di paksakan,tp aku bisa merasakan apa yg di rasakan mirna
jesS Noisyanthie
tio kan asisten ortu y aisy
jesS Noisyanthie
aisy?
jesS Noisyanthie
Cuma rendy yg gak dpt pelukan emil🤭
jesS Noisyanthie
razka tanya pd ferdy apakah masih jauh rumah y,
bukan kah razka sering mengantarkan emil pulang🤔
jesS Noisyanthie: maksud ku rendy🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!