'Terkadang rasa cinta itu bisa berubah menjadi suatu kebencian sesuai dengan perubahan waktu dan keadaan. Maka janganlah engkau berlebihan dalam mencintai seseorang sehingga engkau akan menyesal dengan mencintainya tatkala engkau telah membencinya. Begitupula suatu kebencian bisa berubah menjadi kecintaan dengan pergantian waktu dan keadaan. Maka janganlah engkau terlalu berlebihan dalam membenci seseorang sehingga engkau akan malu tatkala engkau telah mencintainya.'
Kisah wanita cantik bernama Amaira Maulida, seorang istri yang berusaha untuk menggapai cinta suami yang membencinya setengah mati, berucap doa di setiap sujudnya, meneteskan air mata kala menyebut nama 'Muhammad Azka Al Fahri' agar suaminya itu memiliki perasaan yang sama untuknya. Bukan hanya untuk Icha Falikha, istri keduanya.
Ini adalah kisah tentang kehidupan poligami yang dimana istri pertama menjadi yang kedua.
Siapkan mental untuk baca, agar tidak emosi karena ini menyangkut kisah ketegaran wanita yang berusaha
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
Happy Reading.
Amaira memindahkan masakannya ke dalam wadah, makanan itu pasti akan berakhir di tangan orang-orang yang tidak mampu lagi. Amaira tahu jika masakannya tidak akan di makan oleh Azka, dianya saja yang ngeyel, sekarang jadi harus membungkus makanan itu lagi. Nanti akan Amaira bagikan kepada tetangga yang tidak mampu.
Tapi Amaira tidak masalah, toh dia juga suka berbagi, kadang Amaira memang memasak lebih banyak untuk dia sisihkan. Di bawah kolong jembatan yang tidak jauh dari sini, ada dua keluarga yang hidupnya serba kekurangan.
Amaira suka memberikan makanan kepada anak mereka yang masih kecil, lewat anak itulah Amaira jadi tahu kalau kondisi Ayah dan ibunya begitu tidak baik.
Setelah semua tertata rapi, wanita cantik itu langsung bersiap untuk memberitahu sarapan itu pada Adira, anak kecil berusia tujuh tahun yang kadang memulung setiap siang disekitar komplek perumahannya.
Amaira tersenyum ketika melihat Adira yang duduk di pos ronda. Gadis kecil itu sepertinya memang sudah menunggu kedatangan Amaira.
"Assalamualaikum, Adira,,, ini kakak ada makanan untuk Dira sama Ayah dan Ibu, ya?"
"Terima kasih kak Maira, semoga kakak selalu di beri kebahagiaan, Aamiin!"
"Aamiin!"
*****
Azka lagi-lagi mendatangi rumah Icha meskipun wanita itu tidak mau menemuinya. Tapi kali ini sepertinya Icha sudah tidak bisa menahan rindunya pada sang kekasih.
Meskipun wanita itu tahu kalau Azka sekarang adalah suami orang, tapi rasa cinta dan rindu yang menggebu mengalahkan akal sehatnya.
Azka tersenyum ketika melihat Icha yang sudah beberapa bulan ini selalu menghindari nya. Dia juga sangat merindukan wanita yang sangat dicintainya ini begitu besar.
Azka tidak mau kehilangan wanitanya, dia harus bisa memiliki Icha bagaimana pun caranya.
"Bagaimana kabarmu? Aku rindu Icha, tolong jangan saling menyiksa diri seperti ini!" ujar Azka saat pertama kali melihat wajah Icha yang terlihat semakin kurus. Namun kecantikan nya tidak pernah hilang.
Azka tahu, wanitanya itu pasti banyak pikiran hingga membuatnya stres dan jadi kurus seperti ini.
"Aku harus bagaimana Azka, aku tidak mau merusak rumah tangga orang lain, aku tidak mau! tapi aku juga tidak bisa kehilanganmu, sudah beberapa bulan ini aku merenung, aku tersiksa karena rindu, aku nggak bisa!!" Luluh sudah air mata icha.
Dia memang bukan wanita yang kuat ketika ditinggal menikah oleh pria yang begitu bertahta di hatinya.
Ingin sekali menyalahkan takdir, dia juga berhak bahagia dengan pria yang dicintainya yaitu Azka, tapi bagaimana sekarang setelah keadaan menjadi seperti ini?
"Ayo menikah, aku akan menikahimu seperti janjiku, aku akan menceraikan Amaira!"
Deg!
Mata Icha melotot sempurna ketika mendengar ucapan Azka. "Ke-kenapa gitu, Azka apa kamu nggak boleh seperti itu! Aku juga seorang wanita!"
Azka terkejut saat melihat Icha yang marah padanya karena akan menceraikan Amaira.
"Lalu aku harus bagaimana? Tanpa persetujuanmu pun, aku sudah berniat akan menceraikan Amaira, sekarang kakek sudah tiada, dan akan lebih baik kami berpisah karena bahkan sampai sekarang pun aku belum pernah menyentuhnya!" ujar Azka.
"Tapi, apa yang akan kamu katanya pada kedua orang tuaku? Mereka semua sudah tahu kalau kamu sudah menikah?"
Azka menggenggam tangan Icha dab mengelusnya. "Aku akan menceraikan Amaira dulu, baru kita menikah, dan kamu tidak boleh protes!"
"Tapi Azka!"
"Ssstt!! Kamu harus tahu sayang, kalau pernikahan ku dengan Amaira itu tidak sehat, sejak awal kami tidak tidur sekamar, bahkan aku tidak peduli dengannya, kamu tahu jika aku sangat membenci nya, hanya karena kakek aku mau menikahinya. Tolong Icha, kita perjuangkan cinta kita, aku ingin bahagia bersamamu, membangun rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah. Aku ingin kamu jadi ibu dari anak-anakku, seperti rencana kita dulu, di mana kamu selalu berbinar saat mengatakan berapa anak yang kau inginkan. Sayang, aku janji kalau aku akan selalu mencintaimu dan kamu adalah satu-satunya!"
Air mata Icha luruh semakin deras, entah kenapa kata-kata Azka bagaimana mantra untuk menggoyahkan hatinya. Cinta telah membutakan segalanya, hingga Icha tanpa pikir dua kali akhirnya mengangguk setuju untuk menjadi istri Azka, dia bahkan tidak peduli lagi bagaimana perasaan Amaira nanti, yang dia pikirkan adalah kebahagiaan nya sendiri bersama Azka.
Bolehkah Icha egois dan menyalahkan Amaira yang datang di dalam hubungan mereka sebagai orang ketiga?
Bersambung.
sedang dirimu dgn azkha sdh zinah,! zinah mata zinah hati,zinah tangan,zinah kaki,zinah pandangan.
semua itu perbuatan syetan Dajalll.
ingat sabda Rasullah
BUKAN UMATKU DAN GOLONGANKU BAGI PEREMPUAN DAN LAKI LAKI YG DENGAN SENGAJA MERUSAK IKATAN PERNIKAHAN SEPASANG SUAMI ISTRI YG SAH DI HADAPAN ALLAH"
TEMPAT MEREKA DI NERAKA BERSAMA DAJJAL.
JD BUST ICHA MAU SHOLAT SEHARI 1000 RAKAT,PUASA TIAP HARI SEDEKAH SEHARI 1 MILYAR. TETAP TDK ADA ARTINYA!
MENDING LOE ZINAH SAMA SEMUA LAKI2 YG LOE TEMUIN.
LOE TELANJANG BUKA BAJU BUKA AURAT SDH PENGIKUT DAJALLL JADI TDK MASALSH.
INGAT DI HADIS ITU! DIRIMU SUDAH BUKAN UMAT DAN GOLONGAN RASULLAH.